Belenggu Cinta Kedua

Belenggu Cinta Kedua
36


__ADS_3

Hartono tidak datang ke sidang perceraiannya yang kedua, dan Sharon mendengar kabar kalau mantan suaminya itu pergi ke Jepang.


Menyusul mantan selingkuhannya.


Fakta tersebut cukup menambah kepedihan pada luka yang ditorehkan Hartono padanya. Alih-alih mencoba meminta kesempatan kedua agar dirinya kembali, mantan suaminya itu justru lebih memperjuangkan wanita itu.


Sharon jadi merasa kalau dirinya benar-benar tidak berharga bagi pria itu.


“Jadi perasaanmu padaku benar-benar berhamburan layaknya debu yang tertiup angin?” Sharon bertanya pada foto pernikahan mereka yang masih terpajang di kamarnya.


“Hilang tanpa sisa.” lanjutnya terdengar miris.


Mata Sharon kemudian berpendar ke seluruh sudut kamarnya. Ada banyak jejak-jejak keberadaan Hartono di setiap sudut kamar mereka, dan tiap kali bayangan pria itu muncul, hati Sharon kembali dihantam rasa sakit.


Sharon rasanya tidak sanggup tinggal di mansion ini lagi. istana yang dibangun Hartono untuk dirinya terlalu banyak menyimpan kenangan tentang kebahagiaan mereka.


Namun sekarang orang yang telah membangun istana cintanya ini telah pergi meninggalkan dirinya dan meninggalkan luka yang mendalam bagi Sharon.


“Haruskah aku pergi dari sini juga, Hartono?”


**


“Mau membawaku kemana?” Mia bertanya cemas. Ia rasanya menyesal karena telah mengizinkan pria itu membawanya keluar dari rumah Haru.


“Ke hotel tempatku menginap.” jawab Hartono tanpa mengurangi fokusnya dalam menyetir.


Mia melotot ke arah pria itu, “Tidak! Aku tidak mau!”


“Kita bisa berbicara di cafe atau taman. Aku tidak mau ke tempatmu.”


Mia resah serta gelisah. jelas ia merasakan perasaan tersebut, karena bagaimana pun Mia cukup hafal perangai Hartono. pria itu tidak mungkin membawanya ke tempat tertutup tanpa ada maksud tertentu.


“Kenapa kau ketakutan begitu?” tanya Hartono pura-pura sedih melihat reaksi Mia.


“Aku hanya ingin mengambil sesuatu di sana, setelah itu kita bisa mengobrol di tempat yang kau inginkan.” tuturnya dengan nada lemah.


Mia terdiam tanpa mengendurkan kecurigaannya pada Hartono, pria itu lantas meremas tangan Mia dan berusaha untuk menenangkan wanita itu.


“Jangan cemas. aku tidak akan membohongimu, Mia sayang.” ucapnya lagi.


“Berhenti memanggilku seperti itu, aku ini istri orang.” Mia mencoba mengingatkan Hartono agar tidak lagi memanggilnya dengan sebutan sayang.


Pria itu tersenyum kecut mendengarnya, ia membenci fakta tersebut dan parahnya Mia malah mengingatkan hal tersebut.

__ADS_1


Membuatnya jengkel saja.


“Aku lupa. Kupikir kau masih jadi milikku.” balasnya sukses membuat Mia kembali menoleh pada Hartono.


“Tidak lagi setelah kau membuangku.” sahut Mia dengan dingin.


Hartono kemudian menepikan mobilnya di pinggir jalan, ia menatap wajah Mia dengan sorot penuh penyesalan.


“Itu adalah keputusan terbodoh yang pernah kuambil.” ungkap Hartono membuat Mia terdiam sedih.


Mia menggelengkan kepalanya, ia tidak ingin mendengar penjelasan Hartono yang terkesan membela dirinya sendiri.


“Kamu bilang seperti itu karena istrimu sudah tahu perselingkuhan kita. Andai dia tidak tahu, kamu pasti akan hidup damai dengannya tanpa mengingat aku.” Mia mengutarakan perasaannya yang terluka akibat Hartono. Pria itu datang kembali padanya gara-gara Sharon membuang pria itu.


Hartono memegangi kedua lengan Mia, pria itu menatapnya sendu dengan kedua mata yang telah berkaca-kaca.


“Itu tidak benar, Mia. Aku benar-benar salah waktu itu.” tuturnya terdengar pilu.


“Jika aku masih mencintai Sharon, mungkin aku akan terus memohon pada wanita itu agar pernikahanku dengannya tidak berakhir.


Tapi kau lihat kan? Aku sama sekali tidak melakukan hal itu.”


Penjelasan pria itu berhasil membungkam Mia dan membuat hati wanita itu kembali melemah.


“Itu karena aku sangat mencintaimu. Aku rela meninggalkan keluargaku demi mendapatkan dirimu kembali.” tuturnya.


Dan seperti biasa Mia tidak memberontak karena perasaan cintanya pada Hartono terlalu membelenggu akal sehatnya.


“Mia, bisakah kau kembali padaku dan membiarkan aku menebus semua kesalahanku karena telah menyakiti perasaanmu?”


..


Selalu ada pembelaan diri bagi mereka yang berselingkuh. mereka selalu berlindung pada kata 'Jatuh cinta bukanlah sebuah kesalahan', atau bahkan yang lebih buruk adalah menggunakan kekurangan pasangan untuk dijadikan tameng saat melakukan perselingkuhan.


Mereka selalu berlindung dengan hal-hal seperti itu agar orang lain menilai bahwa perselingkuhan terjadi bukan tanpa sebab.


“Aku gila karena mencintaimu.” Hartono semakin gencar mengeluarkan kalimat cinta agar Mia kembali luluh dan jatuh ke pelukannya.


Mia menundukkan wajahnya yang mulai memerah, ia tidak bohong kalau dirinya menyukai kenyataan tersebut.


Tapi untuk saat ini Mia tidak bisa memberi respon yang sama dikarenakan ia masih menjadi istrinya Haru.


Mia mencoba melepaskan tangan Hartono yang kembali meraih pinggangnya untuk dipeluk.

__ADS_1


“Aku tidak bisa.” ucap Mia.


“Kalau begitu, bercerailah dengannya. Aku tahu kau tidak mencintai lelaki itu.” kata pria itu membuat Mia tertegun.


Mia kemudian teringat kembali pada ucapan Haru semalam. Di mana lelaki itu memang telah berniat mengakhiri pernikahan dengan dirinya.


Tapi Mia sudah lebih dulu keluar perkataan kalau dirinya tidak akan kembali pada Hartono. Itu akan terdengar memalukan kalau dirinya melanggar perkataannya sendiri.


“Mia—” wanita itu memejamkan kedua matanya saat Hartono memanggil namanya dengan nada penuh pengharapan.


Mia mendongakkan kepalanya ke atas saat Hartono mendorong tubuhnya agar jatuh menimpa kasur. Ia membiarkan kedua matanya kembali terpejam sementara bibirnya mengatup rapat agar tidak bersuara.


“Kau mencintai aku, dan aku mencintaimu.”


“Itu adalah yang terpenting dalam sebuah hubungan.” bisik pria itu terus mempengaruhi Mia yang pada dasarnya tidak memiliki pendirian kuat.


Hingga pada akhirnya pertahanan tipis Mia runtuh ketika Hartono memagut bibirnya dengan mesra. Membuat Mia kembali jatuh pada lingkaran setan yang membelenggu dirinya.


Ia tidak bisa menolak, sentuhan lembut pria itu yang ia rindukan. sentuhan yang membuatnya terbuai akan kenikmatan, sentuhan yang mampu membawa angannya terbang hingga ke awang-awang.


..


Hartono mengecup kedua kelopak mata Mia secara bergantian, kemudian kecupannya turun ke hidung mancung wanita itu dan terakhir mendarat di bibir manis yang memang sudah menjadi candu baginya.


Mia tersenyum tipis menikmati setiap tindakan manis yang dilakukan Hartono padanya. Ia bahagia, hatinya kini kembali ditumbuhi bunga-bunga yang bermekaran.


“Tubuhmu sangat merindukanku, benar kan?” Hartono berbisik seduktif sambil membelai bagian bawah tubuh Mia yang mulai lembab karena rangsangan pria itu.


Mia mengangguk tanpa ragu, dan kemudian pria itu membawa tangan Mia untuk menekan dadanya.


"Rasakan degupannya yang menggila karena dirimu.” tutur pria itu.


Setelah mengucapkan kalimat itu, Hartono kembali menuntun tangan Mia untuk menyentuh bagian yang lain.


Yaitu bagian bawah tubuhnya yang telah mengeras.


“Dia juga merindukanmu.” ucapnya sukses membuat kedua pipi Mia semakin bersemu merah.


Mia kemudian mengalungkan kedua tangannya pada leher kokoh milik Hartono dan membawa pria itu untuk kembali berpagutan bibir dengannya.


“Schatz, aku punya kabar baik untukmu.” ucap Mia sambil menatap Hartono dengan penuh arti.


“Apa itu?” tanya pria itu penasaran.

__ADS_1


Mia mengulum senyum manisnya, dan hal itu menular pada Hartono yang kemudian ikut tersenyum.


“Aku sedang hamil.”


__ADS_2