
Hubungannya dengan Mia berjalan tidak sesuai harapannya. Hartono pikir kisah cintanya dengan Mia akan dipenuhi dengan bunga yang bermekaran. tapi kenyataannya bukan bunga yang menyertai hubungan mereka, melainkan duri-duri yang dulu pernah ia tancapkan pada hati Sharon.
Ia berpikir mungkin semua ini adalah harga yang harus dirinya bayar karena telah berani menyakiti wanita sebaik Sharon.
Hartono menghela nafas untuk kesekian kalinya, ia menatap penampakan dirinya yang sedang berusaha untuk memasang dasi.
Mia masih enggan berbicara dengannya, meski ia sudah berusaha menjelaskan apa yang terjadi ketika dirinya di Lombok. Tapi wanitanya itu tidak juga mempercayainya.
Semua ini gara-gara foto yang dikirimkan Sara. Hartono heran dari mana wanita sialan itu mendapatkan nomor ponsel milik Mia, juga apa sebenarnya tujuan Sara melakukan semua itu.
Padahal dirinya tidak merasa pernah berbuat salah pada wanita itu. Tapi kenapa Sara terlihat seperti ingin menghancurkan hubungannya dengan Mia.
“Mia,...” Hartono memanggil nama Mia dengan nada lemah, wanita itu masih bergeming di tempatnya tanpa berniat menggubris panggilan pria itu.
“Aku tidak berbohong padamu, aku dengan Sharon tidak melakukan apapun.” ungkapnya berusaha menjelaskan kembali.
“Dia justru telah membantuku menangkis jebakan dari seseorang.” ujarnya lagi.
Mia yang tadinya tertidur sambil membelakangi Hartono, perlahan bangkit dan menoleh ke arah pria itu.
Hati Hartono mencelos ketika melihat wajah pucat Mia, pasti semalaman wanita itu tidak tertidur. Padahal Mia sedang mengandung dan tidak boleh banyak pikiran. tapi dirinya malah membuat wanita itu stres karena kesalahpahaman.
“Boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Mia dengan sorot mata yang penuh akan luka.
Hartono mengangguk singkat, “Tentang apa?” tanyanya.
“Bagaimana perasaanmu ketika berdekatan dengan mantan istrimu, Ibu dari anakmu, wanita yang telah menemanimu selama bertahun-tahun?”
Perkataan Mia terhenti sejenak untuk menarik nafasnya yang mulai terasa berat.
“Wanita yang telah kamu sakiti,”
Hartono terdiam membeku dengan semua pertanyaan itu. ia tidak mengerti maksud dari pertanyaan Mia, kenapa wanita itu menanyakan hal tersebut padanya?
“Tidak ada perasaan yang kurasakan selain rasa bersalah, hanya itu.” jawab Hartono jujur.
Satu yang tidak Hartono katakan pada Mia adalah, kalau sebenarnya ia masih menyayangi Sharon sama seperti dulu.
Hanya saja perasaan cinta untuk mantan istrinya memang sudah tidak ada, tapi Hartono masih sayang dan peduli pada Sharon.
__ADS_1
Mia menghembuskan nafasnya secara kasar, entah kenapa dirinya masih belum merasa puas dengan jawaban Hartono.
Hartono yang melihat Mia terdiam kemudian mengambil kesempatan untuk memeluk tubuh wanita itu.
“Mia, aku mohon padamu untuk jangan seperti ini lagi. Ingat kamu itu sedang hamil, tidak boleh terlalu banyak pikiran.”
“Aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi padamu maupun bayi dalam kandunganmu.”
Mia menangis lagi ketika mendengar kata-kata itu. Ia merasa bersalah pada anak dalam kandungannya, dirinya akhir-akhir ini terlalu berpikiran negatif sehingga membuatnya abai pada kesehatan kandungannya.
“Dengar, sekali lagi kamu membuat hatiku sakit. Maka aku akan benar-benar pergi dari hidupmu dan tidak akan pernah kembali lagi.” ancamnya pada Hartono.
Mia harus tegas, ia tidak bisa hidup dalam rasa sakit dan ketakutan seperti ini. Ia memang mencintai pria itu, tapi kalau Hartono terus-terusan memberinya luka, maka jalan yang harus dirinya ambil adalah pergi dari hidup Hartono.
**
Mia tidak mengerti apa maksud tatapan orang-orang padanya saat ini. Ketika dirinya sedang berbelanja tanpa ditemani Hartono, banyak pengunjung supermarket menatap aneh padanya.
Mereka memberikan pandangan mata yang beragam, seperti rasa penasaran, ragu, dan jijik.
Ia tidak mengerti kenapa mereka sampai seperti itu.
“Eh, itu bukannya wanita yang sedang rame di sosial media itu kan?”
“Coba lihat lagi fotonya, beneran mirip sama dia.”
Mia mendengar semua perkataan orang-orang itu meski secara samar. Tangannya yang sedang memegang brokoli mulai bergetar karena rasa takut.
Bagaimana bisa orang-orang ini mengetahui skandal dirinya? Padahal ia bukan seorang publik figur, tapi kenapa mereka sampai tahu permasalahan ini?
“Gila! Tidak tahu diri banget!” tukas salah satu wanita di sana.
“Katanya dia pernah dianggap anak oleh Bu Sharon, tapi tega sekali sundal ini malah menikamnya dari belakang.”
Mia tidak tahan lagi mendengarnya. Omongan-omongan mereka terdengar sangat menyakitkan bagi Mia. Dengan wajah yang telah memerah karena malu, Mia memutuskan untuk bergegas ke kasir meski ia belum benar-benar selesai berbelanja.
Setelah itu Mia langsung pulang dan memeriksa apa yang sebenarnya telah beredar di sosial media itu.
Ternyata kasus perceraian Hartono dan Sharon telah beredar di media pemberitaan, juga skandal yang melibatkan dirinya sebagai orang ketiga untuk hubungan mereka juga telah mencuat ke media.
__ADS_1
Salah satu akun gosip di platform terkenal memuat kasus ini dan mengunggah foto Mia dengan berbagai bukti bahwa dirinya telah menjadi wanita simpanan Hartono sebelum pria itu resmi bercerai.
“Siapa yang telah menyebarkan semua ini?!” Mia bertanya dengan panik.
Kedua matanya telah berair karena membaca beberapa komentar tentang dirinya pada artikel yang memuat skandal tersebut.
“Dia memang cantik, tapi tidak punya harga diri.”
“Cantik tapi tukang rebut suami orang! Murahan!”
“Jijik banget!”
“Hati-hati, karma menyusul—”
“Guys— Katanya dia juga sedang hamil!”
“Dulu aku pernah kerja di mansion mereka, sayang saja waktu itu Bu Sharon tidak percaya. Dan sekarang terbukti kan kalau wanita ini memang ******!”
..
Sharon terbatuk-batuk saat Mahendra memperlihatkan artikel panas yang sedang ramai jadi perbincangan di media sosial ini.
Wanita itu tercengang dengan isi beritanya yang benar-benar menguak sisi buruk Hartono sebagai suaminya.
Padahal ketika dirinya ditanya alasan perceraiannya mereka, Sharon memilih bungkam dan terkesan menutupi permasalahan yang sebenarnya. Tapi siapa yang menyangka kalau apa yang ia tutup-tutupi itu terbongkar dengan sendirinya.
“Ini benar-benar mengejutkan.” Mahendra berkomentar sambil menatap Sharon yang memilih diam.
Sharon malu ketika alasan perceraiannya dengan Hartono diketahui orang banyak. Setelah ini pasti banyak orang yang beranggapan kalau dirinya seorang wanita yang menyedihkan karena diseingkuhi suaminya sendiri.
“Aku tidak menyangka pada akhirnya orang-orang tahu permasalahan ini.” ujar Sharon.
“Mereka pasti menemukan kekuranganku sehingga suamiku memilih berpaling.” ungkap wanita itu terdengar sedih.
Ketika seorang suami berselingkuh, terkadang banyak pihak yang justru menyalahkan seorang istri.
Istri yang kurang ini lah, kurang itu lah. Sudah menjadi yang tersakiti ujung-ujungnya tetap disalahkan.
Mahendra memberanikan diri untuk menyentuh tangan Sharon dan menggenggamnya.
__ADS_1
“Manusia itu selalu merasa tidak pernah puas akan sesuatu. Ketika seseorang berselingkuh bukan berarti karena disebabkan oleh kekurangan pasangannya. Itu karena mereka memang tidak tahu rasanya menjadi orang yang bersyukur.” ujar Mahendra mencoba menyalurkan pendapatnya.
“Kamu wanita cantik, cerdas dan baik. bukan kamu yang salah tapi orang yang meninggalkanmu lah yang bodoh.”