
6 bulan berlalu
Danial sedang membonceng Kyomi mengantarkan nya sampai kerumah dengan aman
Sejak malam itu hubungan mereka benar-benar semakin membaik bahkan Kyomi sudah tidak sungkan memanggil danial dengan panggilan Ayang sesuai permintaan Danial, bahkan semua siswa tahu jika mereka berpacaran tapi awal-awal nya Kyomi mendapatkan cemoohan dari teman-temannya sebab dia lah yang membuat si kembar bertengkar dan sekarang malah berpacaran dengan Danial
Tapi Danial selalu mengakatakan "Jangan pernah dengarkan ucapan orang-orang sebab aku akan selalu membela kamu walaupun kamu salah sekalipun"
Kyomi memeluk pinggang Danial dengan erat karena dia menggunkan motor gede nya jadinya Kyomi agak menukik duduk nya
"Ayang nanti mampir yah" Pinta Kyomi
"Iyalah masa aku langsung pergi sih? aku kan bukan ojek" Jawab Danial
"Ojek juga gak papa tapi jadi ojek pribadi aku" Ucap Kyomi
"Berani bayar berapa Ayang? aku ini tuan muda Lorenzo loh, masa iyah aku jadikan ojek" Ucap Danial
"Gak berani taruh harga soalnya gak punya duit" Jawab Kyomi
"Jadi teman hidup tuan muda Lorenzo aja" Ucap Danial
"Aku bersedia" Jawab Kyomi lalu mereka tertawa berdua
Di lampu merah mereka berhenti, disisi kirinya Kyomi ada jessica sedangkan di sisi kanannya ada Anya
Mereka berdua melihat kemesraan Kyomi dan Danial, tentu mereka sangat tidak senang melihat itu
Tapi Kyomi tidak sadar dengan keberadaan mereka sebab dia terlalu fokus berbicara pada Danial. Lampu jadi hijau lagi, danial langsung tancap gas lalu melaju dengan cepat
Danial sampai di rumahnya Kyomi tentu dia bertamu dulu sebelum pulang
Danial hanya duduk di sofa teras rumahnya Kyomi sebab dia tidak berani masuk kedalam karena terkadang khilap melihat Kyomi yang menurutnya sangat cantik tapi sampai saat ini Danial hanya berani memeluk dan menggenggam tangan Kyomi setelahnya dia tidak berani
Kyomi masuk ke dalam untuk menaruh tas dan juga mengambil air dingin sekalian dengan cemilan nya
Kyomi datang dan dia meletakkan nya di meja lalu duduk di sampingnya Danial
"Oh ya tangan kamu katanya luka kan? mana? " Tanya Kyomi tapi danial menggeleng bahkan menyembunyikan tangannya
"Sini tangannya" Pinta Kyomi meninggi
__ADS_1
"Buat apa? ini udah di obatin kok" Ucap Danial
"Aku bilang sini" Paksa Kyomi sambil menarik tangan Danial
Lengan Danial memar sebab dia berkelahi kemarin dan tatapan Kyomi sangat tajam padanya
"Kan? pasti berantem ini" Tuduh Kyomi dan dia menekan memar danial sampai dia teringis
"Sakit kan" Ujar Kyomi
"Jelaslah sakit, kamu tekan kaya gitu" Ucap Danial, Kyomi tertawa kecil
"Aku perban yah" Ujar Kyomi tapi Danial langsung merebut tangannya menyembunyikan nya
"Ngapain juga di perban? aku gak luka Ayang" Ucap Danial
"Tapi tangan Ayang memar" Ucap Kyomi
"Gak mau aku" Tolak Danial
"Ih Ayang gak nurut" Ujar Kyomi
"Ih Ayang maksa" Ucap Danial dan mereka malah tertawa berdua
"Katanya gak bakal berantem lagi kalau udah kelas 11 tapi tetap aja, kan bandel kamu nya" Omel Kyomi
Danial hanya diam sambil tersenyum mendengar Kyomi mengomelinya, Danial memang seperti itu. Dia sangat suka mendengar Kyomi mengomelinya karena menurut nya lucu dan menggemaskan
"Cantik banget sih" Puji Danial
"Apanya yang cantik? " Ujar Kyomi
"Kamunya masa iyah tukang parkir sih yang cantik" Jawab Danial
Danial memposisikan duduknya miring agar lebih melihat Kyomi lalu dia merapikan pony rambut Kyomi yang menutupi matanya
"Matanya cantiknya ketutupan" Ujar Danial tanggannya berpindah lagi ke pipinya Kyomi lalu mencubit
"Ayang besok kan libur kita jalan-jalan yuk! " Ajak Danial sambil mengelus pipi Kyomi dengan jempolnya
"Katanya Rebecca kamu mau banget ke pantai kan" Ujar Danial
__ADS_1
"Mau berenang kan? " Tanya Danial
"Kenapa sih kamu selalu tau apa yang aku mau sampai cari tau dari orang lain" Tanya Kyomi
"Biar kamunya senang punya pacar kaya aku soalnya selalu wujudin kemauan nya" Jawab Danial
"Mau gak? " Tanya Danial
"Mau" Jawab Kyomi semangat
Danial tersenyum menatap Kyomi yang selalu ramah dengannya bahkan benar-benar memperlakukan nya layaknya kekasih tidak seperti Kyomi yang dulu yang sering mengacuhkan nya
"Ku ingin kamu selalu seperti ini ya Ayang" Batin Danial
"Aku pulang dulu yah" Ujar Danial tapi Kyomi langsung menahan tangan Danial
"Cepat banget sih? " Ujar Kyomi bahkan dia memanyunkan bibirnya
"Katanya hari ini mau belajar terus bantuin Ayah dan ibu jadinya kalau aku lama-lama disini bisa ganggu jadwal kamu" Ucap Danial
"Kumat lagi penyakitnya, aku masih mau lama-lama juga sama kamu" Ujar Danial
Danial tertawa untuk menutup rasa senangnya karena Kyomi menahannya pulang
"Nginep boleh? " Tanya Danial
"Gak boleh nanti kamunya di usir Ayah" Jawab Kyomi
"Aku bikin rumah aja disekitar sini yah, atau aku beli aja semua rumah disini" Ucap Danial
"Ngapain? nanti aku gak punya tetangga" Ucap Kyomi
"Biar kita bisa berangkat sekolah bareng, terus rumah kita bersampingan deh, dan kita bikin dunia milik Kita Ayang" Ucap Danial
"Kamu jangan mikir yang aneh-aneh deh" Ucap Kyomi
"Minum dulu ini" Suruh Kyomi lalu dia meminum air yang di bawa Kyomi tadi
"Hmmm segernya" Ujar Danial dan Kyomi hanya senyum-senyum
Hampir sore Danial disana tapi syukur nya Kyomi membiarkannya pulang karena sebentar lagi juga orang tuanya Kyomi akan pulang
__ADS_1
Dan jadinya dia tidak jadi membantu orang tuanya karena asik dengan Danial