Belenggu Twins

Belenggu Twins
Perjuangan


__ADS_3

"Mengharapkan Kaka ku sama saja kamu memberikan debu di atas batu lalu meniupnya dan menghilang,jadi menunggu dia akan sia-sia Kyomi"Ucap Danial yang berdiri di depan Kyomi


Kyomi berdiri didepan Danial menatapnya dengan tatapan mata sendu


"Aku sudah bilang ke Daniash sebelum dia pergi,aku akan patah hati selamanya kalau dia pergi ninggalin aku,aku yakin dia pasti ingat"Ucap Kyomi


"Kamu masih percaya takdir?dengan kata-kata jodoh pasti bertemu?"Tanya Danial


"Aku sangat percaya itu"Jawab Kyomi


"Cinta itu gak menunggu Kyomi tapi malah dia penuh dengan pemberanian buat perjuangin kamu atau yang seperti sekarang dia pergi dengan cara mengikhlaskan kamu"Ucap Danial


"Bahkan sesulit apapun kalau memang dia yang kamu inginkan pasti dia akan perjuangkan kamu kan?bukan malah pergi, kalaupun dia memang menginginkan kamu pasti dia akan bergegas untuk memiliki bukan malah menitipkan miliknya pada orang lain"Ucap Danial


"Kamu harus belajar lagi tentang yang benar-benar takdir atau cuma orang yang membuat cerita pelengkap"Ucap Danial lalu pergi kekursinya


Kyomi terdiam dan Rebecca,Ayu dan Sintya mendekati Kyomi


"Yang dikatakan Danial benar,kalau Daniash memang menyukai Kyomi pasti dia akan perjuangkan bukan malah pergi layaknya penjahat dari semuanya"Batin Rebecca


"Danial kalau ngomong bijak keren juga,gak keliatan petakilannya pantas aja,Abrar sering bilang kalau Danial lagi serius dia sangat keren"Batin Ayu


"Kyomi kita duduk yuk"Ajak Sintya dia mengikuti dan duduk di kursi nya dikelilingi oleh teman-temannya


Abrar menepuk pundak Danial sambil tersenyum tipis


"Lu move on atau lu akan berjuang?"Tanya Abrar


"Kenapa harus move on kalau Daniash sudah pergi buat ikhlasin Kyomi buat gua"Jawab Danial

__ADS_1


"Kenapa harus perempuan yang sama?kenapa harus ada yang mengalah?"Tanya Danial


"Disatu sisi gua senang Daniash sudah gak sama Kyomi tapi sisi lain gua kehilangan Kaka yang selalu ada buat gua"Ucap Danial


"Gua egois Brar"Ucap Danial lagi


Abrar hanya diam menatap Danial yang memang sangat sedih karena kepergian Daniash


Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi,sekolah di pulangkan karena tidak ada jadwal mengajar atau jam kosong


Kyomi pulang dengan motornya tapi diiringi oleh Rebecca,Ayu dan Sintya dibelakang dengan mobil Ayu


"Seminggu berlalu Bae tapi aku gak sama sekali tau gimana kabar kamu,gak kaya dulu kamu selalu kasih tau apapun bahkan kamu cerita apapun seperti anak kecil ke aku lewat pesan singkat yang buat aku ketawa"Ucap Kyomi


"Aku kangen kamu Bae,kalau kamu malam kamu pasti video call aku,bahkan kamu telpon aku cuma pastiin aku sudah bangun belum"Ucap Kyomi


"Aku kasihan liat Kyomi,dia kaya bukan dia gitu setelah Daniash pergi ke Dubai,bahkan diajak nongkrong aja susah banget sekarang"Ucap Ayu


"Kamu pikir ditinggal pas lagi sayang-sayangnya itu enak?"Tanya Sintya


"Gak blok malah kalau aku dipoisi dia bisa gantung diri tuh"Ucap Sintya


"Kamu ingat yang dikatakan Danial dikelas tadi?kalau dia benar-benar jodoh pasti dia akan berjuang sesulit apapun bukan malah pergi"Ucap Rebecca


"Ingat!sumpah Danial keren banget tadi,aku sampai melongo dia bisa sebijak itu"Ucap Ayu sambil tersenyum-senyum


"Tapi Daniash mau aja berjuang kan?tapi Daniash lebih menyayangi Danial ketimbang dirinya makanya dia mengalah kan?"Jawab Sintya


"Kyomi beruntung banget karena diperebutkan sama si kembar,mana gak ada kurangnya lagi diantara mereka"Ucap Ayu

__ADS_1


"Apa kita bantu aja Danial biar lebih dekat sama Kyomi?"Tanya Sintya


"Jangan!Kyomi lagi sedih kalau kita lakukan ini bisa-bisa dia marah"Jawab Ayu


"Kenapa Kyomi sama Danial?bukan sama Daniash?"Tanya Rebecca membuat Ayu dan Sintya menatap nya


"Kenapa?"Tanya Rebecca


"Oh iya kamu kan dulu pernah suka sama Danial?apa pertanyaan tadi kata-kata tersirat dari kecemburuan"Ucap Sintya


"Oh Iyah betul juga kan? jangan-jangan Rebecca masih suka sama Danial,ya kan?"Ucap Ayu


"Kalau pun aku suka sama Danial urusan kalian apa?Danial suka Kyomi sedangkan aku gak ada"Ucap Rebecca


"Kita terlalu fokus sama Kyomi sampai lupa besti kita satu ini juga lagi sedih"Ucap Sintya ingin memeluk Rebecca tapi didorongnya


"Jangan-jangan pegang-pegang kalau gak gua tonjok lu"Ancam Rebecca


"Ih kasar banget"Ucap Sintya sambil menunjuk wajah Rebecca


"Biarin"Jawab Rebecca


"Berantem lagi!kalau didekatin pasti aja berantem"Ucap Ayu


"Dia duluan"Ucap Rebecca


"Mana ada aku duluan,Ayu tuh!"Ucap Sintya


"Diam gak!"Larang Ayu dan mereka berdua sama-sama diam

__ADS_1


__ADS_2