
Perkelahian terjadi ditengah lapangan disaksikan oleh Willy
Gabriel yang sejak tadi melihat tidak jauh dari lapangan langsung berlari untuk melerai keduanya Dania juga ikut berlari
Willy melerai keduanya dengan mendorong keduanya sampai terpisah tapi Danial dan Daniash tetap masih ingin jual beli pukulan,Willy mengacung kan pistolnya ke arah mereka
"Hentikan!"Teriak Willy
"Ambil pistol ini dan kalian saling bunuh saja"Suruh Willy membuat keduanya terdiam tapi masih saling tatapan dengan tajam
Danial mengambil pistol yang ditangan Willy membuat Gabriel langsung berdiri didepan Daniash sambil merentangkan tangannya
"Apa yang kamu lakukan Niall?"Tanya Gabriel
Danial membuang pistol Willy tadi ke kesebarang arah
"Bela aja terus Daniash Mah"Ucap Danial lalu dia ingin pergi tapi Dania memeluknya dari belakang
"Kaka mau kemana?"Tanya Dania dengan nada sedih
Danial melepaskan pelan tangan adiknya dari pinggangnya lalu dia pergi
Gabriel tentu mengejarnya ketika sudah dekat Gabriel langsung menarik tangan Dania
"Mau kemana nial?"Tanya Gabriel
Danial hanya diam menatap Mamahnya tanpa ekspresi,dia sangat kecewa sekarang karena sudah dibohongin dan hati patah karena Daniash berpacaran dengan Kyomi
"Kenapa harus berantem sayang?apalagi kamu hajar habis-habisan Daniash?"Tanya Gabriel
"Aku yang kecewa disini Mah! kenapa Mamah malah menanyakan itu?kenapa Mamah gak tanya Danial?""Jawab Danial
"Aku bakal susulin Opah ke Dubay"Ucap Danial, Gabriel menggelengkan kepalanya tanpa tidak setuju
"Mamah gak mau aku pergi?padahal Mamah sudah ada Daniash kan?bahkan wajah kami mirip,jadi Mamah gak akan kehilangan apapun"Jawab Danial
"Sayang semirip apapun kalian tetap aja beda"Ucap Gabriel
"Mah Niall mau pergi! sudahlah gak usah larang-larang aku"Ucap Danial,Willy datang dengan Daniash dan Dania juga
"Biarkan dia pergi sayang,biarkan dia temui Opahnya di dubay sana"Ucap Willy
Danial mengepalkan tangannya karena Willy tidak melarangnya malah membiarkan nya begitu saja
Danial pun pergi dengan berlari secepat mungkin menuju mobilnya
Daniash mengejar Daniash dengan mobilnya, diperjalanan Danial melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sampai Daniash kewalahan mengejarnya tapi dia terus mengejarnya agar tidak tertinggal
__ADS_1
Jalan cukup senggang karena sekarang hari libur jadi Danial bisa melajukan mobilnya dengan bebas
Dia mengehentikan mobilnya di bangunan tua yang sudah tidak berpenghuni lagi
Danial turun dari mobil dan langsung berlari masuk kedalam gedung itu,Daniash baru sampai dia menatap sebentar tempat itu lalu turun dari mobilnya
Bangunan itu memiliki tinggi 4 tingkat dan Danial sampai di puncaknya
Danial menangis sambil menatap kebawah gedung,dia merasa marah,kecewa dan juga sangat sedih sekarang
"Kenapa nasib baik harus selalu untuk Daniash?kenapa bukan gua? Tuhan lu gak adil buat gua"Ucap Danial
"Bahkan Papah dan Mamah pun lebih sayang Daniash ketimbang gua? kenapa?apa karena kami kembar dan Daniash lebih baik dari gua makanya gua gak bisa dapatin sama kaya dia?"Ucap Danial
"Bahkan Kyomi aja lebih pilih Daniash ketimbang gua"Ucap Danial
"Semuanya itu salah Nial"Ucap Daniash yang sudah berdiri sejak tadi
Danial diam tapi tidak menoleh Daniash dia hanya menghapus air matanya
"Ngapain lu disini Nial?lu mati bunuh diri?"Tanya Daniash
"Tindakan bodoh"Ucap Daniash dan Danial langsung membalikkan badannya menatap Daniash menatapnya dengan tajam dengan mata merah karena menangis tadi
"Gak usah perduliin gua Niash! lu sudah ambil semuanya sejak kita masih kecil! Papah selalu bela lu selalu bangga sama lu sedangkan gua gak! dan bukti itu semakin nyata karena Papah nutupinya semuanya,kalau lu pacaran sama Kyomi!"Ucap Danial
"Lu adik gua Nial"Jawab Daniash
"Adik"Ucap Danial lalu dia tertawa sambil menundukkan kepalanya dan kembali menatap Daniash
"Lu Kaka gua kan?tapi kenapa lu tusuk gua Niash?lu ambil Kyomi dari gua,padahal gua dekatin dia tapi lu juga deketin dia tanpa sepengetahuan gua"Ucap Danial
"Gua masih bisa terima Kyomi pacaran sama orang tapi kalau sama lu?gua gak bisa terima apalagi lu tempat gua curhat semuanya tentang Kyomi"Ucap Danial
"Nial stop"Suruh Daniash
"Stop apa?di bedakan oleh Papah gua masih bisa terima karena Mamah masih sayang ke gua tapi kalau tentang Kyomi ini benar-benar menyakiti gua Niash"Ucap Danial dengan nada tinggi bahkan air mata nya terus mengalir
"Gua terima tawaran lu Niall"Ucap Daniash
"Gua bakal putusin Kyomi dan pergi tinggalin dia"Ucap Daniash,Danial diam sambil menatap Daniash
"Gua akan buat dia benci gua Nial dan itu demi lu"Ucap Daniash lalu dia berjalan mendekati Danial berdiri didepannya Danial
"Itu kan yang lu mau?gua bakal susulin Oma dan Opah ke dubai"Ucap Daniash
"Lu disini jagain Mamah dan Dania yah sekaligus Kyomi juga,gua bakal berangkat sekarang juga"Ucap Daniash
__ADS_1
Danial terdiam menatap Daniash yang mau dengan permintaan nya asal itu
Daniash menepuk kedua pundak Danial sambil tersenyum tipis
"Gua janji bakal pulang ketika lu kasih undangan ke gua"Ucap Daniash tapi matanya berkaca-kaca menahan tangisnya
"Papah dan Mamah juga gak boleh tau kalau gua pergi karena pasti mereka akan cegah gua"Ucap Daniash
Daniash membuka ponselnya dia mengotak-atik nya sebentar lalu dia memperlihatkan ponselnya pada Danial
"Gua sudah pesan tiket buat pergi dan 5 jam lagi gua berangkat"Ucap Daniash
"Tapi sebelum gua pergi bisa gua ketemu Kyomi dulu?dan kasih sesuatu buat dia untuk terakhir kalinya sebagai pacar gua"Ucap Daniash pada Danial
"Mungkin Kyomi sudah pulang sekarang"Ucap Daniash lagi
"Setelah temuin dia gua janji bakal pergi"Ucap Daniash
Danial menganggukan kepalanya tapi hatinya juga berat jika harus berpisah dengan Daniash
Danial memeluk Daniash dengan eratnya sambil meneteskan air mata nya
"Jangan benci gua Niash"Ucap Danial
"Gua gak benci lu tapi gua perduli sama lu,gua gak mau lu ngerasa kecewa ngelihat gua sama Kyomi"Ucap Daniash
Danial melepaskan pelukannya lalu menatap Daniash yang tersenyum padanya
"Semangat"Ucap Daniash pada Danial padahal dia juga tersakiti karena mengorbankan perasaannya,Danial menganggukan kepalanya
Disisi Kyomi
Dia baru saja sampai kerumahnya,wajahnya murung karena kejadian tadi malam membuatnya tidak bisa tidur
Ketika membuka pintu senyum kedua orangtuanya menyambut nya dengan ramah dan juga memeluknya dengan hangat
"Akhirnya anak Ayah datang juga"Ucap Ayahnya Kyomi
"Gimana acaranya disana?lancar?"Tanya Ibu nya
"Seru banget tapi aku cape Bu Ayah"Ucap Kyomi berusaha menutupi rasa sedihnya
"Cape yah?yasudah kamu istirahat aja yah nanti ibu bawain makanan kekamar kamu"Ucap Ibunya
"Gak perlu bu, Kyo mau istirahat aja dikamar"Ucap Kyomi
"Yasudah kamu mandi bersih-bersih diri terus istirahat yah anak Ayah"Ucap Ayahnya Kyomi dia hanya menganggukkan kepalanya
__ADS_1