Belenggu Twins

Belenggu Twins
Teman sejati


__ADS_3

Kyomi berjalan sambil melompat kecil sedangkan danial yang berjalan di belakangnya sambil memegangi tangan Kyomi


"Ayang mau jajan atau makan gak? " Tanya Danial


"Gak ada" Jawab Kyomi tanpa menatap Danial


"Kamu gak cape? dari tadi aktif banget, kaya balita habis di imunisasi" Ujar Danial


Kyomi menghentikan langkahnya lalu menatap danial "Mana ada, anak balita kalau setelah di imunisasi itu pasti lemes mana ada bahagia kaya aku" Ujar Kyomi


"Oh kamu bahagia yah sekarang? " Tanya Danial dan Kyomi menganggukkan kepalanya


"Mau dengar cerita lagi gak? " Ujar Danial


"Cerita apa? tapi jangan yang sedih yah, aku mau dengar-dengar cerita yang bahagia aja" Ucap Kyomi


"Ayoo cari tempat duduk" Ajak Danial


"Ayooo" Jawab Kyomi lalu dia menarik tangan danial menuju tempat duduk yang tak jauh dari mereka berdiri


Mereka duduk dan Kyomi menatap wajahnya danial dengan intens


"Cerita apa? " Tanya Kyomi


Danial terkekeh melihat Kyomi lalu dia mengelus-elus rambut nya Kyomi yang lurus


"Cerita teman sejati" Ujar Danial


"Kamu mau cerita tentang pertemanan? kamu banyak kan punya temen? contoh nya Abrar terus temen-temen nongkrong kamu" Ucap Kyomi tapi danial hanya diam tersenyum menatap Kyomi yang sedang bicara


"Bukan teman itu" Ujar Danial


"Jadi? " Ucap Kyomi bingung


"Teman sejati Yang, masa gak ngerti" Ujar Danial, Kyomi diam sejenak dan dia langsung mengerti maksud danial


"Aku punya" Ujar Kyomi


"Siapa? " Tanya Danial cepat


"Cowo atau cewe? " Tanya Danial lagi


"Cowo dong, dia punya semua hal yang dambakan" Ujar Kyomi


"Kaya beruntung banget punya temen kaya dia" Ujar Kyomi, ekpresi danial langsung manyun mendengar semua pujian Kyomi pada orang lain


"Siapa yang??" Tanya Danial lemas


"Dia punya wajah yang tampan, baik dan tulus kayanya dia gak punya kurangnya deh" Sambung Kyomi memuji temannya


"Gak jadi cerita yang" Ujar Danial sambil menggoyang kan tanganya Kyomi


"Loh katanya mau cerita tadi, kenapa malah di larang? " Tanya Kyomi

__ADS_1


"Siapa temen sejati kamu? mana kamu bilang tadi, dia orang yang paling kamu dambakan Yang" Tanya Danial dengan bibir manyun


"Cerita aja dulu tentang teman sejati tadi" Suruh Kyomi


"Gak mau Yangg, siapa cowo tadi? " Tanya Danial


"Aku kasih tau asal cerita dulu" Ucap Kyomi


"Ayanggggg" Ujar Danial sambil menggoyang kan badan kecil Kyomi


"Kasih tau aku Yang, nanti aku kasih apapun yang kamu mau beli tas bermerek gak? mau beli parfum dan make up apapun yang kamu mau, Yangg ayoo" Rayu Danial pada Kyomi tapi Kyomi geleng-geleng sambil tersenyum manis


"Coba senyum dulu jangan manyun gitu" Suruh Kyomi dan Danial tersenyum sekilas lalu kembali lagi manyun


"Udah kan? ayoo kasih tau" Ucap Danial


"Kok gitu sih" Ucap Kyomi tertawa karena tingkah Danial


"Cepet kasih tahu, nanti aku masukin ke dalam baju aku nih" Ancam Danial


"Kabur aku" Ucap Kyomi tapi Danial langsung memeluk pinggang Kyomi


"Yangg kasih tau aku" Ujar Danial


"Ih kumis kamu tumbuh lagi" Ujar Kyomi bahkan dia tertawa


"Nama juga cowo yang" Jawab Danial


"Ayo cerita , kalau gak aku bakal pulang nih" Ancam Kyomi lalu danial melepaskan pelukannya


Danial diam menatap Kyomi dengan bibir manyunnya sambil meapit tangannya di sela kakinya


"Kaya patung lagi artinya ngambek kah? " Tanya Kyomi sambil mengulum senyumnya


"Pengen ngambek tapi takut kamu yang marah" Ujar Danial dengan manja pada Kyomi


Sampai seseorang datang, dia berdiri tepat di hadapan danial sambil mengambil topi danial lalu memasang nya ke kepalanya sendiri


"Anyaaaa" Ujar Kyomi tekejut melihat Anya


"Pinjem yah, nanti pas keluarga kita dinner, aku kembaliin" Ujar Anya


"Dinner? " Ujar Kyomi tak percaya


"Yanggg" Ucap Kyomi meminta penjelasan


"Cuma dinner Papah ku aja kok, aku gak ikut Yang, kalaupun ikut paling-paling juga bahas bisnis" Jelas Danial santai


Kyomi berdiri lalu merebut topi yang ada di kepala Anya tadi


"Jadi cewe jangan murah bangettt dong, udah tau kan kalau dia pacar aku ngapain sok asik banget sih? " Tanya Kyomi ketus pada Anya


"Baru juga pacar kan? bukan suami, jadi aku masih ada kesempatan kan" Jawab Anya santai

__ADS_1


Danial menghela nafas berat lalu dia ikut berdiri di tengah-tengah kedua-duanya


"Lu ngapain sih? kalau mau jadi teman gua ayoo, tapi gak kaya gini, kesannya lu sok asik buat gak ketinggi jabatan lu di sekolah" Ucap Danial


"Lu pergi aja deh, sebelum dinner yang sudah di rencana kan batal nantinya" Ancam Danial


"Batal kenapa? bukannya udah gak bisa batal yah? bahkan Papah kamu sudah tanda tangan loh" Ujar Anya


"Cuma tanda tangan doang! Apa gak bisa buat Papah ku? " Tantang Danial


"Ayo yang Kit pergi aja" Ajak Danial sambil memegang tangan Kyomi ingin berlalu tapi Anya menahan tangan Kyomi


"Kalian kenapa? aku liat dari jauh tadi kaya lagi berantem? urusin masalah apalagi? pasti ada aku di dalamnya" Tanya Anya dengan pedenya


"Lepasin tangan aku" Suruh Kyomi


"Gak mau kecuali kamu lepasin tangan Danial juga" Jawab Anya dengan tidak malunya menyuruh Kyomi melepaskan tangan kekasihnya


Danial juga kesal dari tadi langsung menepis tangan Anya yang menggenggam tangan Kyomi dengan cukup kuat sampai Anya kesakitan karena tepisahan danial


"Kasar banget sih! aku laporin ke Daddy aku" Ancam Anya sambil mengelus tangannya yang di pukul danial tadi


Anya ingin manarik hoodie bagian bawahnya Kyomi tapi danial melihat itu langsung menarik Kyomi dengan cepat menjauh dari Anya


"Lu mau ngapain? " Tanya Danial meninggi


"Gak ada kok, aku cuma pastiin dia pakai dalaman gak" Jawab Anya


"Gak waras" Ucap Danial


Danial mencengkeram dagunya Anya dengan kuat bahkan matanya sangat tajam menatap wajah Anya yang ada di depannya tapi tangannya kirinya danial masih menggenggam tangan Kyomi dengan lembut


"Gua gak selembut Daniash, kalau lu ganggu Kyomi berarti lu mau liat gua marah, gua marah gak pakai mulut aja tapi pakai sikap juga, kalau lu masih macam-macam ke pacar gua, habis lu" Ancam Danial dengan penuh penekanan pada wanita yang ada di depan itu


Lalu danial melepaskan tangannya dan pergi meninggalkan Anya begitu saja


"Aaa sakit banget, dia beneran pegang dengan kuat dagu aku" Ucap Anya sambil menggerakkan dagunya


Danial dan Kyomi berjalan sambil bergandengan tangan tapi Danial bersikap seperti awal sebelum bertemu Anya tadi, bahkan dia tersenyum menatap Kyomi dengan tatapan dalam menatapnya


"Udah hilang marahnya? " Tanya Kyomi padahal dia takut dengan Danial


"Marah aku kan cuma sama Anya bukan sama kamu" Ucap Danial


"Jadi kamu gak usah takut soalnya kalau sama kamu aku gak bisa marah kecuali, aku bisa ngambek" Ucap Danial lalu dia tersenyum sampai kedua matanya hilang


"Oh ya mata topi ku tadi? " Tanya Danial lalu Kyomi mengeluarkan nya dari dalam kantong hoodie nya


"Ini" Serah Kyomi danial mengambilnya lalu memasang kannya ke kepala Kyomi


"Kok di pakain ke aku? " Tanya Kyomi


"Dari tadi aku mau yang pakai topi ku, biar nutupin muka kamu, soalnya aku liat selama kita jalan ada aja yang ngelirik kamu" Jawab Danial

__ADS_1


"Emang iyah? kok aku gak ngeh sih? kamu boong tuh" ujar Kyomi


"Boong apa sih cantik? Pacar aku cantik jelaslah orang-orang pada liatin" Ucap Danial membuat Kyomi salah tingkah bahkan mengulum senyumnya


__ADS_2