Belenggu Twins

Belenggu Twins
Tantangan


__ADS_3

"Calon istri?"Tanya Kyomi


Daniash lalu mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya,Daniash mengeluarkan kotak kecil hitam bahkan Kyomi mengerucutkan alisnya melihat Daniash mengeluarkan sesuatu sesuatu dari jaketnya


"Itu adalah sebuah kalung yang sangat cantik nan mahal bahkan Daniash khusus memesannya dia tempat perhiasan langgang keluarga nya ditemani oleh Prince tentunya


"Pakailah"Suruh Daniash tapi Kyomi malah kebingungan sambil melongak menatap Daniash


"Kenapa?"Tanya Daniash dia menggelengkan kepalanya


Daniash lalu mengambil kalungnya dan memasangkannya dileher Kyomi


"Kyo selalu jadi orang yang ingin aku temui yah biar kamu tau rasanya selalu dirindukan selain orang tua kamu"Ucap Daniash sambil memasangkan kalung dilehernya Kyomi


"Memangnya kamu selalu kangen sama aku Niash?kamu gak pernah bilang,kalau aku nanti selalu ngerasain kamu kangen sama aku gak kepedean jatuhnya?"Tanya Kyomi


"Emangnya kalau aku kangen harus bilang?misalnya aku lagi laper emangnya aku harus bilang lapar?kan aku bisa langsung makan,kalau aku kangen kamu bisa langsung ketemu kan"Ucap Daniash


"Kamu terlalu misterius Niash,aku kadang bingung kamu kenapa gitu"Ucap Kyomi dan Daniash selesai memasang kan kalung dia dilehernya Kyomi


"Cantik"Puji Daniash tapi sangat pelan namun Kyomi mendengar nya karena dia menyebutkan nya di telinganya Kyomi


"Kamu juga ganteng"Balas Kyomi tapi Daniash hanya tersenyum tipis


Kyomi lalu membalik tubuhnya agar menatap Daniash


"Selalu pakai yah!karena kalung itu ada darah ku yang memang aku pesan"Ucap Daniash


"Darah kamu?kok bisa Niash?kamu ngapain buat kalung pakai darah?"Tanya Kyomi sambil menatap kalungnya wajahnya juga panik


Daniash terkekeh kecil melihat ekspresi lucu Kyomi yang panik sambil menatap kalung yang dilehernya


"Biar aku selalu kamu Kyo,aku gak tau masa depan kita tapi aku selalu mau kamu yang nanti menemani masa depan dan masa tua ku"Ucap Daniash


Kyomi memeluk Daniash sambil mendengarkan detak jantung Daniash


"Jangan berharap lebih Daniash,status kita sangat jauh"Ucap Kyomi tapi Daniash hanya diam sambil membalas pelukan nya Kyomi


"Mau ke tenda?"Tanya Daniash,Kyomi melongak lalu menatap Daniash


"Masih gak mau balik ke tenda?nanti Rebecca dan yang lainnya cariin kamu Kyo"Ucap Daniash


"Iyah aku balik ke tenda yah"Ucap Kyomi,Daniash menganggukan kepalanya lalu Kyomi melepaskan pelukannya lalu berlari pergi meninggalkan Daniash

__ADS_1


"Selagi restu masih ku dapatkan dari Papah dan Mamah buat apa kamu bicarakan status"Ucap Daniash sambil geleng-geleng kepala lalu dia juga pergi menuju tendanya


Keesokkan harinya


Kyomi baru bangun setelah mendengar Angkasa membunyikan lonceng agar semuanya bangun tapi teman-teman nya masih belum bangun


Kyomi masih mengantuk dia mengucek-ucek matanya sambil membuka penutup tenda ternyata dia ada air yang mengiramnya bahkan sampai mengenai yang lainnya mereka semuanya bangun dan berlarian keluar


Diluar ada Anya dan teman-teman nya yang sedang memegangi ember plastik karena memang mereka yang sudah menyiram Kyomi dan temannya


"Dasar kebo"Ucap Anya sedangkan teman-teman nya tertawa


Kyomi dan Rebecca ingin maju untuk menjambak rambut Anya tapi di tahan oleh Ayu dan Sintya


"Gak perlu di balas,nanti aja kita balas nya"Bisik Ayu


"Iyah Kyomi,kalau kita balas bisa-bisa kita dihukum"Tambah Sintya


"Oke lah terimakasih sudah membangun kan, padahal siswa yang lain masih pada tidur tapi kamu merasa istimewa karena sudah dibangunkan pagi-pagi"Ucap Kyomi lalu dia tersenyum


"Kalau mau marah?keluarin dong masa disimpen-simpen"Ucap Anya sambil tersenyum sinis


"Marah sama kamu? buang-buang tenaga aja sih,masa masih pagi,sedangkan ayam aja pagi-pagi udah cari rejeki sedangkan kamu malah cari masalah"Ucap Rebecca


"Begini kelakukan ketua OSIS? selalu cari keributan padahal orang lain aja gak ganggu lu"Ucap Danial


Anya menepis tangan Danial dengan wajah kesalnya menatap Kyomi


"Liat aja pasti aku bakal balas kamu"Ancam Anya


"Ayo buktikan"Jawab Kyomi dengan wajah seriusnya membuat Ayu,Rebecca dan Sintya menatap tak percaya Kyomi yang ada disampingnya


Anya pergi dengan hati kesalnya teman-teman nya mengikuti langkah Anya yang pergi


"Yah kita jadi basah"Ucap Kyomi kembali seperti Kyomi yang pada awalnya


Tapi teman-teman nya masih menatap Kyomi yang mengibas-ngibaskan bajunya piamanya yang basah


Danial ingin memasang kan jaket ditubuhnya Kyomi tapi ditahan oleh Daniash bahkan dia mengambil jaket Danial,Kyomi hanya tersenyum tipis pada Daniash


"Selalu datang pas semua masalah sudah hilang,itulah Daniash pacar aku"Batin Kyomi


"Akhirnya gua ketemu jaket lu,dingin banget"Ucap Daniash lalu memasang jaketnya Danial ke tubuhnya

__ADS_1


"Itu buat Kyomi"Ucap Danial tapi Daniash malah pergi sambil tersenyum senang


"Keren banget tuhan cewe gua kalau lagi serius"Batin Daniash sambil berjalan pergi


"Daniash sialan"Ucap Danial


"Kamu ganti baju aja Kyomi,nanti masuk angin, sebenarnya lagi kita sarapan"Ucap Danial


"Nial kamu juga basah loh!masa kamu cuma perhatiin Kyomi?gak adil"Ucap Rebecca


"Yah betul,kamu perhatikan sama Kyomi tapi ingat kamu bestinya,kalau kamu gak dapat ijin kami gak bakal jadi kamu"Ucap Ayu


"Kalian siapa?orang tuanya Kyomi?"Tanya Danial


"Haha lucu nya laki-laki didepan kita ini yah,dia gak tau aja restu besti lebih keras dari restu orang tua"Ucap Sintya


"Sudah-sudah sekarang kita ganti baju yah"Ajak Kyomi lalu mereka masuk kedalam tenda lagi dan menutup tendanya untuk mengganti baju


Setelahnya mereka sarapan tapi di tempat makan tidak terjadi apa-apa karena ada guru-guru yang memantau mereka


Daniash sedang berdiri dengan teman-teman seksi keamanan yang lain dipinggir lapangan yang akan dia adakan game


Angkasa datang dia mentikel kaki Daniash sampai Daniash ingin terjatuh tapi syukurnya ditahan oleh teman-temannya


Daniash diam sambil menatap tajam Angkasa yang sedang berdiri didepan nya


"Gua tantang lu adu game tembak nanti"Ucap Angkasa tapi Daniash diam


"Kenapa diam?lu takut dasar pencundang"Ucap Angkasa lalu dia tertawa diiringi oleh teman-temannya


"Jangan tertawa dulu sebelum lu menang dari gua"Ucap Daniash membuat angkasa menghentikan tawanya


"Gua selalu menang dalam lomba tembak antar sekolah jadi nya gua ada diatas awan sekarang"Jawab Angkasa


"Baru di atas awan"Ucap Daniash dia tersenyum sinis


"Kenapa hah?lu yakin kalahin gau brengsek?"Ucap Angkasa sambil menarik kerah jaket Daniash


Daniash mendorong tubuh Angkasa sampai dia mundur beberapa langkah


"Ayo buktikan"Ucap Daniash dengan wajah seriusnya menatap angkasa


Angkasa diam melihat ekspresi Daniash yang seperti psikopat pembunuh berdarah dingin

__ADS_1


__ADS_2