Belenggu Twins

Belenggu Twins
Awal


__ADS_3

Keesokkan harinya


Danial menjemput Kyomi ke rumahnya dan syukurnya Kyomi sudah siap karena Danial sudah mengirim pesan jika dia akan menjemputnya


Didalam mobil menuju ke sekolah, Kyomi hanya diam sambil menatap jalan


"Kyomi" Panggil Danial dengan lembut bahkan dia menyentuh bahu nya Kyomi


"Apa? " Jawab Kyomi sendu dengan mata sayup menatap Danial


"Mikirin apa? " Tanya Danial


"Aku kangen danish" Jawab Kyomi


"Kamu nanti akan bertemu" Ujar Danial dengan senyum tipis


"Oh yah hari ini, setelah sepulang sekolah gak sibuk kan? " Tanya Danial


"Gak sih" Jawab Kyomi


"Jalan yuk! " Ajak Danial berusaha tegar didepan Kyomi padahal hatinya juga sakit


"Aku lagi males ke mana-mana" Ujar Kyomi


"Aku aja yang kerumah kamu gimana? " Tanya Danial


"Orang tua ku gak ada, gak boleh" Jawab Kyomi


"Kalau gak salah di samping rumah kamu ada pohon mangga gede kan? " Tanya Danial lalu dia mengangguk


"Kita piknik di samping rumah kamu aja, kan disitu adem juga terus itu di luar rumah kan? " Tambahnya Danial


"Nanti deh ku pikir-pikir lagi" Ucap Kyomi dan Danial hanya mengangguk sambil mengulum senyum sendunya


Mereka sampai di sekolah, Danial berjalan beriringan dengan Kyomi tapi ekpresi Kyomi benar-benar tidak bisa bohong jika dia suka


"Kyomi hari ini mata pelajarnya apa? " Tanya Danial agar ada pembicaraan menuju kelas


"Matematika, bahasa Indonesia terus Fisik" Jawab Kyomi


"Waduh langsung double gitu" Ujar Danial sambil geleng-geleng


"Kamu tadi malam belajar gak? " Tanya Kyomi


"Gak sih! " Jawab Danial lalu dia tersenyum gigi sambil menggaruk kepalanya


"Belajar itu bikin ngantuk" Tambah Danial


"Coba belajarnya di temenin kamu pasti seru sih" Ujar Danial lagi


"Nah kita piknik tadi sambil belajar aja" Ucap Danial mengeluarkan idenya


"Nilai ku jelek banget akhir-akhir ini, Mamah sering marah jadi bantuin aku yah" Pinta Danial dan Danial mendapat anggukan dari Kyomi membuatnya menggenggam tangan Kyomi lalu mengajaknya berputar sambil tertawa


Tingkah Danial memang sedikit receh dari daniash tapi ini juga yang buat dia banyak teman


Kyomi berhenti dan Danial juga berhenti dia juga melepaskan tangannya

__ADS_1


Danial berbalik yang awalnya tadi saling menghadap dengan Nuna, lalu dia mundur agar sama dengan Nuna


"Aku sangat senang" Ujar Danial dan Nuna tersenyum dengan tingkah Danial


"Kamu senyum Kyomi? " Tanya Danial yang sempat melihat senyum Kyomi


"Gak boleh? " Sahut Kyomi


"Cantik" Puji Danial


Mereka sampai di kelas, Rebecca melihat Kyomi datang langsung menghampirinya


"Kemarin kemana? kok gak masuk? " Tanya Rebecca sambil berkacak pinggang


Kyomi menatap Danial karena sebab dia tidak masuk adalah Danial


"Kok diam? " Tanya Rebecca lalu Danial bosan melihat Rebecca yang mengomel, Dia menutup mulut Rebecca lalu berlari masuk


"Danial" Teriak Rebecca tapi dia hanya tertawa


"Dasar jahil" Teriak Rebecca


"Lu juga! pagi-pagi udah ngomel aja, kalau Kyomi libur kan itu hak dia, ngapain lu ikut campur" Ujar Danial


"Diam lu! kalau gak ngerti soal perbestian"Ucap Rebecca


" Nyenyenyenyeeee"Sahut Danial lalu Rebecca sangat kesal dia mengejar Danial


Danial diam saja di kursinya jadinya dia dipukuli oleh Rebecca sampai dia mengaduh


Semua teman-temannya hanya diam melihat itu karena sudah biasa melihat pertengkaran Rebecca dan Danial


"Tadi malam kamu minta resuman tentang Seni budaya kan? ini udah aku persingkat biar kamu paham" Ujar Kyomi sambil menyerahkan buku catatannya


Rebecca mendekati Kyomi dan mengambil buku itu sambil tersenyum lebar


"Makasih! kamu emang besti ter the best" Puji Rebecca


"Sama-sama" Jawab Kyomi


Abrar mendekati Danial yang menatap Kyomi tanpa berkedip


"Gak akan hilang juga kok Kyomi nya" Ujar Abrar membuat Danial terkejut


"Cantik kan? " Tanya Danial pada Abrar


"Rebecca juga cantik" Timpal Abrar


"Idih di nini lampir di bilang cantik" Ujar Danial sambil bergidik ngeri


"Gak usah katain dia, duluan kalian pernah dekat sebelum Kyomi datang" Ujar Abrar


"Gua udah lupa" Jawab Danial


"Lu gak kangen sama daniash? " Tanya Abrar tiba-tiba membuat Danial terdiam sejenak


"Lu sering deketin cewe tapi daniash sekali jatuh cinta malah kayagini" Ujar Abrar lagi

__ADS_1


"Maksud lu apa? gara-gara gua gitu dia pergi? " Tanya Danial meninggi


"Dia yang mau sendiri bukan gua" Tambah Danial tak kalah tinggi


Abrar angkat tangan sambil tersenyum miring menatap Danial yang tersulut emosi


"Gua gak nuduh lu, gua cuma tanya lu aja" Ujar Abrar


"Oke deh gua kebangku gua dulu" Sambung Abrar lalu dia menjauh meninggalkan Danial


Danial menunduk kan kepalanya menghela nafas dengan berat nya


"Dia yang bodoh kenapa harus pergi" Batin Danial


Kyomi mendengar semua pembicaraan Danial dan Abrar tadi dia hanya diam menatap Danial yang sedang menundukkan kepalanya


"Bae aku kangen kamu, Aku gak akan bisa melihat kamu dari Danial karena kalian berbeda" Batin Kyomi


Bel masuk berdering tanda jam perlajaran pertama akan di mulai


Sekolah sudah sepi karena semuanya ada di kelasnya masing-masing


Disisi Daniash


Daniash sedang bermain kuda dengan kakek nya yaitu Arka di belakang mansion nya


Daniash sudah selesai menunggai kudanya dia mengelus-ngelus kepala kudanya yang baru dia beli kemarin


Arka menepuk pundak cucu nya itu dan dia menoleh ke arah Arka


"Kapan kamu akan masuk ke sekolah Daniash? " Tanya Arka


"Seminggu lagi Pah" Jawab Daniash


"Ayo kita masuk! Pasti Omah kamu sudah menunggu kita" Ajak Arka tapi Daniash menahan tangan Arka


"Ada apa? " Tanya Arka


"Sebelum kita masuk ke mansion boleh kita bercerita dulu Opah? " Tanya Daniash dan Arka tertawa


"Tentu" Jawab Arka lalu mereka berjalan ke tempat bangku yang tidak jauh dari mereka berdiri


Daniash meletakkan topinya dan langsung di ambil oleh pelayan mansion Arka


"Opah apakah disini bisa mendapatkan pacar dengan mudah? " Tanya Daniash tiba-tiba membuat mengerucut kan alisnya


"Apa hanya sebagai pelampiasan? " Tanya Arka dan Daniash terdiam sejenak lalu menggeleng


"Aku tadi sempat baca artikel, jika di sini harus memiliki pacar" Jawab Daniash bohong


"Sejak kapan ada artikel seperti itu? Opah tau kenapa kamu datang kesini dan apa yang buat kamu sedih selama seminggu awal kesini" Ujar Arka karena awal Daniash kesini dia hanya di kamar mengurung diri sampai dia bosan dan mau membuka diri seperti sekarang


Arka selalu menemani cucu nya bahkan dia juga sudah tua masih mau bermain kuda bahkan olahraga yang lainnya


"Gak usah cari pelampiasan Daniash, kamu cukup move on dulu atau kamu tenangkan diri kamu jika rasa itu masih ada didalam sana, kamu tanyakan lagi ke diri kamu sendiri nantinya" Nasehat Arka pada Daniash


Daniash hanya diam sedangkan Arka tersenyum lalu meninggalkan Daniash yang sedang berpikir

__ADS_1


"Kesini aja gua di cap sebagai pengecut apalagi gua jadikan wanita lain sebagai pelampiasan" Batin Daniash


Dia menatap Arka yang sudah jauh darinya lalu mengejarnya


__ADS_2