
3 hari berlalu
Danial di dampingi oleh kedua Om dan juga Daniash mendatangi rumah rentenir yang sudah mengambil hak mereka dengan banyak bodyguard yang menemani mereka agar nyawa mereka juga aman
Danial, Daniash, Om Prince dan Om Rio terkejut bukan main karena tau siapa rentenir itu, dia seorang wanita muda yang masih berumur 30 tahun lebih bernama Ruah juwita
Danial yang berpakaian rapi formal tentu langsung di sambut baik oleh mereka bahkan langsung di antar ke ruangan dimana Ruah berada
Mereka masuk dan ketika beberapa langkah masuk pintunya langsung di tutup dan dijaga 2 preman bertubuh besar dengan wajah sangar
Mereka tetap berjalan mendekati Ruah yang sedang duduk di sofa dengan kucing kesayangan nya
"Selamat siang" Sapa Danial sopan pada Ruah yang masih bermain dengan kucingnya
"Berapa uang yang kalian butuhkan? cepat katakan aku akan berikan nya sekarang juga tapi kalian harus membayarnya 2 kali lipat jika tidak membayarnya, saya akan melipatkan bunganya atau nyawa kalian yang jadi taruhannya" Ucap Ruah lalu menatap mereka dengan tatapan datar
"Kami tidak butuh uang mu tapi malah kami kesini untuk mengambil lahan yang sudah kamu ambil dengan cara kotor! " Ucap Danial
"Lahan? lahan apa maksudmu?" Tanya Ruah pura-pura tidak mengerti
"Apakah hanya mengalikan uang yang kau mengerti? sampai tidak mengerti maksudku? " Tanya Danial
"Jaga ucapan kamu, kamu sekarang berada di wilayah ku" Ujar Ruah
"Menjaga ucapanku? sedangkan kamu sudah mencuri hasil kerja keras ku" Ucap Danial lalu Ruah berdiri di depan nya Danial menatapnya dengan tajam
"Aku sudah bersikap dengan sangat baik sampai kamu masih bernyawa ke ruangan ku tapi kamu seperti nya ingin sekali mati" Ucap Ruah
"Kau berbicara seakan-akan kau sangat hebat, apa kamu benar-benar hebat? Kau selalu menunduk dan hanya tau orang lemah tanpa daya, angkat kepala mu sebentar agar kau sadar jika di langit masih ada langit" Ucap Danial
"Apa kau lebih hebat dari ku? kau hanya ingusan" Ujar Ruah menatap remeh danial
"Wanita gila" Ujar Daniash dan Ruah langsung menatap Daniash bahkan kedua premannya tadi mendekati Daniash tapi Om Rio dan Om Prince menembaknya sampai mati di tempat
Danial dan yang lain merasa di atas angin sebab sekarang Ruah hanya sendirian terkunci bersama mereka
"Jadi bagaimana Ruah? Kembalikan lahan yang sudah kau ambil itu atau nyawa mu yang ku bawa pulang ke kota ku" Tawar Danial, dia hanya bisa dengan menatap dengan penuh kebencian pada Danial dan Daniash
__ADS_1
"Cepat kembalikan semua nya pada saya! " Ucap Danial lalu Ruah mengambil beberapa berkas yang ada di lemarinya dan menyerahkannnya pada Danial
"Senang bisa mengenal mu Ruah" Ucap Danial yang tersenyum penuh kemenangan karena bisa mengambil hak nya lagi
Mereka pun ingin pergi meninggal kan Ruah di ruangannya tapi ketika Danial ingin membuka pintunya Daniash menahan tangannya Danial
"Apa di luar baik-baik saja setelah kita mengacau didalam sini? " Tanya Daniash
"Kau ku anggap pemula sebab belum pernah ikut dengan kami" Ujar Danial lalu dia tetap membuka pintunya
Diluar sudah banyak premannya yang menghadang mereka tapi Danial dan para Om nya hanya berlari menghindari mereka semuanya ketika dia sudah menuruni tangga, dia melempar bom yang memang dia bawa dibalik jasnya
Danial dan yang lainnya sudah berada diluar dan ledakan berskala kecil terjadi sampai teriakan terdengar dari luar
Sedangkan diluar semua preman tadi sudah banyak yang terkapar karena ulah bodyguard nya Danial
Daniash menatap tak percaya semua yang dia lihat ini, adiknya bisa sangat cerdas menghancurkan tempatnya rentenir yang di takuti di kota itu
"Kau harus banyak belanjar Daniash jangan kau sibuk ingin merebut Kyomi saja dariku" Ucap Danial lalu dia berjalan dengan santai menuju mobilnya
Rencana mereka berhasil, mereka bisa membawa pulang semua surat-surat yang sudah di ambil oleh Ruah
Om Rio dan Om Prince tersenyum sebab Danial yang selalu keras kepala ingin menyelesaikan masalah ini dengan cepat benar-benar sudah selesai dengan matang
"Rencana yang menurut kamu sama sekali tidak masuk akal tapi bisa berhasil dengan matang ketika kamu yang menjalankannya" Ucap Om Prince
"Pantas saja Papah kamu selalu mengajak kamu ketika dalam situasi seperti ini" Ucap Om Rio
"Otak ku lebih cepat bergerak karena aku sudah merindukan calon istriku Om" Jawab Danial
"Akhirnya aku bisa pulang Om" Ujar Danial senang
"Tentu" Ucap Kedua Om nya bersamaan
Daniash hanya diam menatap danial yang duduk di sampingnya
"Dia benar-benar melangkahiku, Dia selalu mendapatkan pujian dari keluarga bahkan Papah, padahal dulu Papah jarang memujinya" Batin Daniash
__ADS_1
Disisi Kyomi
Dia sedang memeriksa anak kecil yang demam, Kyomi sudah selesai memeriksa anak itu bahkan sudah memberikan resep untuk di tebus di apotek
"Kaka cantik sekali dan kaka seorang dokter sama seperti cita-cita ku, ingin jadi dokter cantik" Ucapnya
"Kalau mau jadi dokter harus jaga kesehatan kamu dulu baru mengobati dan menjaga kesehatan orang lain" Ucap Kyomi lembut
"Mulai hari ini kamu gak boleh lagi makan telat, makan cemilan berlebihan harus lebih banyak makan sayur" Ucap Kyomi lagi
"Jika kamu jadi dokter pasti kamu akan mengerti kenapa kaka larang kamu makan itu" Ucap Kyomi lagi
"Iyah ka" Ucapnya tersenyum
"Apa kaka mempunyai pacar? " Tanya nya
"Aku akan menjawab jika kamu kasih tau nama kamu" Ujar Kyomi
"Nama ku Nuna brisia" Jawabnya
"Cantiknya nama kamu" Ucap Kyomi lalu dia memperlihatkan cincin pertunangan nya dengan Danial
"Kaka akan menikah dengan kekasih kaka" Ucap Kyomi Lagi
"Selamat ya ka" Ujar Nuna kecil
"Makasih, yaudah kaka pamit dulu yah buat periksa pasien yang lainnya, nanti kaka kesini lagi buat periksa kamu" Ucap Kyomi dan Nuna menganggukkan kepalanya
Lalu dia pergi meninggalkan Nuna, menuju pasien selanjutnya jadwal Nuna sangat padat bahkan dia hampir tidak sempat makan siang karena orang terus saja datang ke ruangannya
Jam menunjukkan pukul 21.09 Kyomi menuju pulang ke rumahnya menggunakan mobilnya
Sambil menyetir dia tersenyum teringat ucapan Nuna kecil yang memujinya tadi
"Kok aku tiba-tiba senyum yah karena pujian adik kecil tadi padahal Danial juga sering memuji ku bahkan lebih romantis" Ucap Kyomi
"Lebih baik cepat pulang karena aku benar-benar lelah" Ucap Kyomi lalu mempercepat mobilnya
__ADS_1