
Danial masih di atas panggung
"Malam ini sangat spesial bagi keluarga kami, sebab kaka kembar ku sudah pulang dari Dubay" Ucap Danial
"Dari undangan yang ku bagi ada acara yang lebih penting dari proyek yang sudah berhasil ku bangun dengan sempurna, kalian semua pasti tau kan kecuali wanita yang memakai baju senada dengan ku" Ucap Danial lagi
Kyomi langsung mengangkat kepalanya menatap Danial
"Sayang aku sudah siapkan semuanya dan bahkan menghadirkan kaka ku agar menyaksikan semuanya" Ucap Danial lalu dia turun dari panggung mendekati Kyomi
Ketika sudah dekat dia langsung berlutut bertumpu pada satu lututnya lalu dia mengeluarkan kotak dari balik jasnya
"Hay dokter cantik mau kah kamu menikah dengan ku dan menjadi dokter pribadi ku dan anak-anak kita nanti" Ucap Danial sambil tersenyum
Kyomi terkejut sebab dia sama sekali tidak tahu jika danial akan melamar nya di acara besar ini
"Kamu melamar ku? apa kamu tidak menyesal menikahi orang biasa seperti ku Byy? " Tanya Kyomi
Danial tersenyum manis sampai terlihat lesung pisinya yang dalam
"Denganmu saja sudah lebih cukup sayang, Lantas mengapa aku harus melihat yang lain" Ucap Danial
"Mulai pertama bertamu sampai sekarang aku tidak menemukan rasa menyesal jika kamu adalah jodohku" Sambung Danial
"Tidak ada yang menarik selain kamu dan cerita bersama kamu sayang,yang ku mau hanya kamu dan aku berharap kamu juga begitu" Ujar Danial
"Danial memang pintar merangkai kata-kata sampai semua orang terpesona dengan untaian kata dari mulutnya" Batin Daniash
Daniash menatap santai kearah keduanya sedangkan keluarga nya lain tersenyum bahkan terharu melihat Danial yang melamar Kyomi
Kyomi menghapus air matanya dengan kasar yang ingin jatuh membasahi pipinya
"Yes or no Byyy? " Tanya Danial
"Iyah aku mau" Jawab Kyomi dan Danial langsung berdiri lalu memeluk dengan erat Kyomi
Dania bertepuk tangan dan semuanya juga ikut bertepuk tangan karena lamarannya di terima Kyomi
Danial melepaskan pelukannya lalu mencium kening Kyomi
"Mana jari manisnya? " Tanya Danial lalu Kyomi memperlihatkan jari manis nya dan danial memasangkan cincin berlian itu ke tangannya Kyomi
Kyomi memukul dadanya Danial sambil menangis terharu
__ADS_1
"Kamu kenapa sih selalu bikin kejutan yang buat aku kaget, selalu punya kejutan buat aku, aku malu tau soalnya nangis di depan banyak orang" Ucap Kyomi lalu memeluk tubuh danial menangis di dadanya danial
Danial malah tertawa dengan Kyomi yang memarahinya
"Jangan nangis lagi dong nanti make up luntur terus kamu harus kebelakang buat make up lagi kan susah" Ucap Danial lalu Kyomi melongak menatap Danial
"Kamu gak nangis? kamu sayang gak sama aku? " Tanya Kyomi dengan manja pada Danial sampai Daniash tersenyum melihat tingkah Kyomi
"Kalau aku gak sayang mana mungkin aku lamar barusan sih Byy" Ucap Danial lalu menghapus air matanya Kyomi dengan lembut dengan sapu tangannya
Daniash berdiri di samping nya Danial dia menepuk bahunya Danial sambil tersenyum
"Selamat broo" Ujar Daniash
"Ya! " Jawab Danial
Daniash menyodorkan tangannya ke Kyomi ingin bersaliman, dia berniat ingin memberi selamat pada Kyomi juga
"Selamat Kyo, Aku senang melihat kamu bahagia dengan adikku" Ucap Daniash
"Iyah terimakasih" Ucap Kyomi tapi tidak menerima uluran tangan dari Daniash
Daniash terkekeh sebab tangannya bersaliman dengan angin
Kyomi memeluk tangan danial bahkan dia melongak menatap danial
"Bahkan aku ijin mereka yang lebih dulu cari ketimbang membuat acara ini semuanya" Jawab Danial
"Ayah dan bunda bilang setuju jika aku melamar kamu jadinya gak banyak mikir lagi aku langsung eksekusi" Sambung Danial
Kyomi tertawa kecil lalu memeluk tangan kekar danial dengan erat
Mamah Gabriel mendekati mereka berdua bersama dengan Papah Willy
Dia lalu memeluk Kyomi dengan erat "Mamah senang berkat kamu selalu bersama danial, dia jadi orang lebih baik bahkan sering membangga kami, mamah berterimakasih banyak buat kamu, mangkanya Mamah percaya jika wanita yang memang diciptakan untuk danial" Ucap Mamah Gabriel
"Mamah terlalu berlebihan, dia seperti itu memang kemauannya sendiri bukan karena aku, aku hanya menemaninya saja Mah" Ujar Kyomi
Mamah Gabriel hanya menganggukkan kepalanya sambil terus memeluk Kyomi
Papah Willy menatap Daniash yang menatap Kyomi tanpa berkedip
"Hampir 6 tahun Papah membujuk kamu pulang sampai kamu mau datang karena mau menghadiri lamaran danial, Semoga kamu benar-benar melupakan Kyomi agar kamu tidak seperti Papah dulu" Batin Papah Willy
__ADS_1
Mamah Gabriel melepaskan pelukannya lalu mencium kening Kyomi
"Selamat datang di keluarga kami yah" Ujar Mamah Gabriel
"Iyah" jawab Kyomi
"Mah aku ambil kyominya lagi yah" Ijin Danial dia hanya tersenyum
"Mau berdansa calon istriku? " Ajak Danial mengajak Kyomi
"Boleh" Jawab Kyomi
Danial pun membawa Kyomi ketempat dansa
Bukan hanya Danial dan Kyomi saja tapi semua keluarga nya juga ikut kecuali anak-anak kecil nya, Daniash juga hanya berdiri disana melihat Danial dan Kyomi
Danial memeluk pinggang ramping Kyomi sedangkan dia memeluk lehernya Danial saling menatap mata satu sama lain
"Akhirnya hari ini datang sayang, aku melamar kamu dan kamu menerima lamaran ku" Ucap Danial
"Kamu selalu tau cara membuat aku bahagia Byyy, kamu selalu menjaga dan menepati janji kamu buat gak ninggalin aku" Ucap Kyomi
"Padahal aku sering gak ada waktu buat kamu, bahkan aku pernah KKN kuliah masuk ke desa dan selama itu aku gak kabarin kamu tapi kamu tetap setia dan malah samperin aku" Ucap Kyomi
"Ketika aku bisa datang ngapain aku harus cape-cape nungguin kamu kasih kabar sih? aku selalu berusaha mengerti kamu agar kamu ngerasa gak di kekang walaupun terkadang pikiran aneh selalu datang" Ucap danial
"Janji yah jangan pernah berhenti mencintai aku" Ucap Danial
"Aku janji Byy, tapi kamu janji yah jangan pernah tinggalin aku" Ucap Kyomi
"Aku janji" Ucap Danial
Mereka berdansa dengan mesra nya, Danial sesekali mencium leher Kyomi karena sangkin sukanya sedang aroma tubuh Kyomi
Abrar mendekati Daniash, dia berdiri di sampingnya daniash sambil menatap Danial dan Kyomi juga
"Apa yang lu rasakan setelah ninggalin Kyomi broo? " Tanya Abrar
"Hancur" Jawab Daniash cepat
"Kyomi juga, hampir berbulan-bulan dia murung tapi Danial selalu berusaha menghibur nya dan akhirnya Kyomi bisa lupain lu" Ucao Abrar
Daniash menatap Abrar dengan tatapan datarnya
__ADS_1
"Gua juga sudah melupakan Kyomi dan gua bahagia karena melihat danial berhasil mendapatkan Kyomi sesuai kemauan gua" Ujar Daniash
"Mata gak bisa bohong" Ucap Abrar dan dia tersenyum sambil menepuk-nepuk bahu Daniash lalu pergi