Belenggu Twins

Belenggu Twins
Kebangga Papah


__ADS_3

Hari sudah malam dan Danial mengantarkan Kyomi pulang dengan selamat


Setelah mengantarkan Kyomi pulang dia juga pulang tapi sebelum nya dia sempat berpamitan pada kedua orang tuanya Kyomi


Kyomi bukannya langsung ke kamarnya tapi malah ke tempat anjing kesayangan nya yaitu Niko


Niko ternyata juga menunggu kedatangan Kyomi yang seharian memang tidak ada di rumah


Kyomi menggendongnya layaknya anak kecil yang bahkan Niko menggonggong karena senang Kyomi datang


"Apa kamu merindukan aku? " Tanya Kyomi


"Oke kalau gitu malam ini kamu tidur sama aku yah" Ucap Kyomi lalu membawa Niko ke kamarnya


Kyomi meletakkan Niko di kasurnya lalu dia mencek ponselnya sebentar, hanya memastikan kabar dari Danial


Tapi dia malah tersenyum sebab Danial memposting fotonya dengan dirinya pas di pantai tadi




Caption yang ditulis danial benar-benar membuat Kyomi tersenyum senang


"Aku ke pantai bukan mau memperlihatkan indahnya laut yang biru ke Kyomi.


Tapi menunjukkan ke laut yang biru betapa indahnya Kyomi ku ❤🥰"


Kyomi memeluk ponselnya karena senang sekaligus baper dengan caption yang di tulis oleh Danial


"Ayang selalu punya kata-kata yang indah buat baper" Ujar Kyomi


"Ya udah yah Niko, Mami kamu mau mandi dulu setelah nya baru kita istirahat yah" Ucap Kyomi dia mencium Niko terlebih dahulu lalu pergi ke kamar mandi


Disisi Danial


Sampai ke mansion nya dan ternyata sudah ada Mamah Gabriel menunggu nya dengan senyum manisnya, Danial berjalan lalu memeluk Mamah nya


"Mah aku pulang"Ucap Danial sambil memeluk Mamah nya


" Selamat datang sayang, sekarang kamu bersih-bersih yah terus makan malam bareng"Ucap Mamah Gabriel


"Iyah Mah" Jawab Danial


Danial melepaskan pelukannya "Aku ke kamar dulu yah Mah" Ijin Danial


"Iyah sayang" Jawab Mamah Gabriel


Danial pun pergi ke kamarnya tapi Mamah Gabriel masih menatap Danial yang berjalan semakin menjauh

__ADS_1


"Daniash Mamah kangen kamu, Mamah kangen peluk kalian berdua kaya dulu, sudah hampir satu tahun sayang kamu pergi" Ucap Mamah Gabriel dan dia menghapus air matanya yang ingin jatuh


Danial meletakkan ponsel dan semua alat-alat elektronik yang ada di tubuhnya di meja setelah nya dia pergi ke kamar mandi


Cukup 15 menit danial ada di kamar mandi setelah nya dia memakai baju tidurnya lalu segera pergi ke ruang makan untuk makan malam bersama dengan Keluarganya


Di meja makan sudah ada Dania dan Mamah, Papahnya


"Malam semuanya" Sapa Danial lalu dia duduk di samping nya Dania


Makanan sudah tersaji lalu mereka pun makan tapi Dania masih saja dingin ke danial sejak kepergian nya Daniash


"Nia besok jalan-jalan yuk" Ajak Danial


"Gak mau! kaka jalan aja sama pacar kaka" Jawab Dania ketus pada nya


"Udah lama kan kita gak jalan? " Bujuk danial lagi


"Aku bilang gak mau, kenapa sih maksa" Bentak Dania


"Iyah gak" Ucap Danial


"Dania kenapa gitu ke kaka kamu? kan dia ngajaknya baik-baik" Ucap Mamah Gabriel


"Aku gak mau jalan sama ka Danial lagi! " Jawab Dania


"Oh iya Mah aku ke kamar aja yah, soalnya aku juga ada pr yang harus aku kerjain" Ucap Danial


"Habisin dulu makan malam kamu" Suruh Mamah Gabriel


"Aku udah kenyang Mam" Jawab Danial dan dia naik lagi ke kamarnya


"Aku samperin danial yah" Ujar Papah Willy pada Mamah Gabriel


"Iyah By" Jawab Mamah Gabriel


Disisi Danial


Danial sudah ingin menutup pintu nya tapi pintunya tidak bisa tertutup ternyata Papah Willy yang menahan pintu nya


"Ayo ngobrol" Ajak Papah Willy


"Aku cape Pah" Tolak Danial


"Ijinin Papah masuk" Ucap Papah Willy dan Danial menganggukkan kepalanya, membiarkan Papah nya masuk


Mereka duduk di sofa kamar Danial tapi Danial seperti sedikit gelisah dengan Papahnya


"Papah mau marahin aku kaya biasanya? " Tanya Danial

__ADS_1


"Gak! " Jawab Papah Willy


"Papah mau ngomong sama kamu" Sambung Papah Willy


"Bukannya Papah sendiri yang ngomong kalau gak akan ada gunanya kalau ngomong sama aku" Ujar Danial


"Coba dengarkan Papah hari ini" Ujar Papah Willy dengan serius


"Aku selalu dengarkan Papah bahkan semua yang Papah katakan ketika Papah marah aku ingat semuanya" Ucap Danial


"Aku gak bisa kaya Daniash, aku gak akan bisa kaya Daniash walaupun kami kembar" Ucap Danial mengulangi ucapan Papahnya


"Papah sedang ngomong ke danial bukan dengan daniash" Ucap Papah Willy


"Ngomong aja Pah, aku mau berbagi istirahat" Ucap Danial


"Temenin Papah buat jemput Daniash, Papah sudah muak melihat keluarga kita seperti ini setelah Daniash gak ada" Ucap Papah Willy


"Aku gak mau Dania seperti ini terus ke kamu, Papah ngerti perasaan kamu mangkanya Papah mau jemput Daniash" Ucap Papah Willy


"Kapan Pah" Tanya Danial


"Secepatnya" Jawab Papah Willy


Danial menghela nafas dengan berat bahkan dia menundukkan pandangan


"Papah merindukan kedua putra Papah Danial, Papah merindukan kehangatan keluarga kita yang lengkap" Ucap Papah Willy


"Iyah Pah" Ujar Danial lesu


"Danial sejak Daniash pergi banyak hal yang berubah dari kamu kan? " Tanya Papah Willy


"Kamu jadi banyak berubah apalagi tentang pelajaran, Papah senang itu, Bahkan papah bangga ketika mengambilkan rapot kamu, sebab kamu masuk 10 besar" Ucap Papah Willy


Danial tersenyum mendengar Papahnya bangga dengan dirinya


"Jadi seperti ini terus yah anak Papah, Biar Papah selalu punya topik ke temen-temen Papah buat pamerin kamu ke mereka" Ucap Papah Willy,tadinya Danial menundukkan kepalanya sekarang langsung menatap Papahnya


"Tetap semangat yah, Papah kurang bisa berkata-kata manis tapi Papah bakal selalu pantau bagaimana putra Papah" Ujar nyaa


"Iyah Pah" Jawab Danial


"Kalau gitu kamu istirahat aja, besok sekolah kan?" Ucap Papah Willy lalu dia berdiri


"Papah selalu menyesali semua ucapan Papah yang selalu membandingkan kamu dengan Daniash, tapi percayalah Danial, kamu dan Daniash itu tetap kebangga Papah walaupun kalian seorang pemberontakan sekalipun" Ucap Papah Willy


"Semangat" Ucap Papah Willy dia bahkan mengacak-acak rambut danial lalu pergi


Danial tersenyum senang karena Papahnya tidak memarahinya tapi malah memujinya

__ADS_1


__ADS_2