
Daniash terus memikirkan apa yang dilakukan Kyomi lalu ponselnya berdering yang menelpon adalah Kyomi dia hanya menatapnya sampai telpon nya mati
Kyomi
"Niash kenapa?kok telpon ku gak diangkat,kamu tadi tanya apa?"Pesan Kyomi
Daniash hanya membacanya entah kenapa dia masih memikirkan apa yang dilakukan Kyomi tadi sampai kamarnya terbuka yang masuk adalah Gabriel dia terkejut mengira jika Danial yang masuk
"Mah?"Panggil Daniash Gabriel berjalan mendekati putranya
"Kamu sibuk?"Tanya Gabriel serius Daniash menggelengkan kepalanya jika dia sedang tidak sibuk
"Mamah mau bicara"Ajak Gabriel lalu dia duduk disisi ranjang Daniash dia juga ikut duduk disamping Mamahnya
"Niash mau gak suka basa-basi langsung ke intinya saja"Ucap Gabriel
"Kamu sama Kyomi pacaran?"Tanya Gabriel to the points
"Mamah tau Kyomi dari siapa?"Tanya Daniash
"Jangan bertanya hal kamu sudah tau Daniash"Jawab Gabriel penuh ketegasan pada putranya
"Aku cuma dekat Mah gak pacaran"Ucap Daniash pelan tapi Gabriel masih bisa mendengar nya
"Kamu tau Danial juga suka dengan dia?kenapa kamu malah deketin dia juga Niash?"Tanya Gabriel
"Aku gak tau Mah kalau Niall suka sama dia tapi aku lebih dulu dekat dengan Kyomi bukan Danial! apa salah kalau aku dekatin dia tapi aku janji bakal jaga ini dari Niall Mah"Jawab Daniash
__ADS_1
"Mamah gak mau kalian nanti berantem hanya karena wanita Daniash"Ucap Gabriel
"Mah aku gak bakal berantem sama Niall tapi kalau sampai hal itu terjadi aku bakal ngalah dan bakal jauhin Kyomi demi Mamah dan Danial"Jawab Daniash
"Jangan sampai kamu sudah sangat mencintai dia sayang nanti kamu akan susah melupakan dia"Ucap Gabriel
"Mah aku mohon jangan larang Daniash untuk menyukai Kyomi"Pinta Daniash sambil menggenggam tangan Gabriel
"Mamah cuma gak mau kalian beratem hanya wanita Niash itu aja"Ucap Gabriel
"Mah kami gak pernah menghendaki ini tapi takdir mah yang kami kayagini"Jawab Daniash
Gabriel diam sambil mengelus pipi Daniash wajahnya sendu hati resah dia tidak bisa membayangkan jika sampai putra kembarnya berkelahi hanya karena satu wanita yang sama mereka cintai dalam waktu bersamaan
"Apa Kyomi menyukai kamu?"Tanya Gabriel dengan mantab Daniash menganggukan kepalanya
"Iyah Mah"Ucap Daniash
Kamar Daniash terbuka yang masuk adalah Danial dan Dania mereka berdua yang awal tertawa sambil masuk tiba-tiba diam melihat Daniash dan Mamah mereka sedang serius tapi mereka terus berjalan mendekatinya
"Mamah sama ka Niash ngomong apa kok kaya serius gitu?"Tanya Dania tapi Gabriel berdiri sambil mengelus rambut Daniash
"Mamah cuma tanya tentang kamu yang tadi kok Nia ya sudah Mamah mau keluar dulu"Ucap Gabriel dia keluar kamar Daniash tapi Daniash hanya diam sambil menatap Gabriel yang sudah menghilang dibalik pintu
"Apa Mamah gak kasih restu buat aku sama Kyomi?"Tanya Daniash dalam hatinya
"Kaka"Panggil Dania lalu dia duduk disampingnya Daniash dia tersenyum tipis pada Dania sedangkan Danial diam sambil menatap Daniash
__ADS_1
"Kenapa Daniash kaya orang bingung?"Batin Danial
"Nia kamu sudah baikan?"Tanya Daniash pada Dania dia mengangguk kepalanya
"Kaka tadi itu namanya Kyomi?kata ka nial itu gebetan dia tapi kok bisa kesana sama Kaka?"Tanya Dania
"Terpaksa Nia kan buat kamu juga"Ucap Daniash
"Niash lu punya pacar siapa dia?kata Anya lu gak pacaran sama dia jadi selama ini sama yang temui itu?bahkan siapa nama Loml dia ponsel lu?"Tanya Danial
"Itu privasi gua lu gak perlu tau"Jawab Daniash santai
"Anya?siapa dia ka?"Tanya Dania
"Nanti ulang tahun Hellen pasti dia datang"Jawab Danial
"Ka Niash punya pacar api siapa?"Tanya Dania pada Daniash
"Kaka gak pacaran cuma dekat aja"Jawab Daniash pada Dania
"Niash kalau gak cerita siapa cewe itu gua bisa tanya Papah pasti dia tau semuanya"Ucap Danial
"Terus lu mau apa? Niall kita memang saudara bahkan kembar tapi emangnya harus gua kasih tau semuanya ke elu?"Tanya Daniash
"Udahlah lah Niall,lu jalani aja kehidupan lu tanpa ganggu gua"Ucap Daniash
"Udahlah ka jangan bikin tegang suasana santai aja, kalian masih kelas 10 SMA masa Iyah pacar-pacaran sih?"Tanya Dania
__ADS_1
"Bawa fun aja"Ucap Dania sambil mengangkat alisnya menatap kedua kakanya