
Danial sampai di rumahnya Dika dengan rombongan genk mobil mewahnya
"Lu mau ngapain? " Tanya Temannya yang ada di samping mobilnya
"Didalam ada berapa orang? " Tanya Danial dengan serius
"Ada 3 wanita dan 4 pria, 2 satpam, Papahnya dika, Mamahnya Dika dan 2 pembantu termasuk pembantunya sendiri" Jawab teman nya
"Punya amunisi kan? "Tanya Danial
" Selalu "Jawabnya
" Apalagi? lempar ke dalam"Suruh Danial
"Oke kalau itu mau lu" Ujar Temannya dan dia mengode teman-teman untuk menembak pagar rumahnya Dika
Tembakan di lepaskan sampai pagar Dika berlubang karena ulah teman-teman Danial
Danial turun dari mobilnya di berdiri samping mobilnya dia melepas kan segel dari bom yang bertekanan rendah lalu melempar kan dengan kuat ke dalam rumahnya Dika
Danial masih berdiri menunggu reaksi Dika, teriakan dari dalam rumahnya Dika
Duarrrrrrrr!
Bom yang di lempar kan danial meledak sampai menghancurkan halaman rumah nya Dika
Danial masih berdiri disana, dia sangat ingin melihat reaksi Dika sekarang tapi Dika tak kunjung keluar tapi malah hanya orang tuanya dan juga pembantunya
Danial pun pergi dengan rombongan nya karena targetnya tidak dia temukan
Disisi Kyomi
Kyomi sedang duduk ditengah ranjangnya sambil memeluk kedua kakinya dengan tatapan kosong
Ponselnya Kyomi berdering tentu seperti biasanya yang menelpon adalah Danial
Kyomi mengangkat nya tapi dia hanya diam dengan wajah sembab karena menangis
"Ayanggg" Panggil danial dengan lembut pada Kyomi
"Iyah" Jawab Kyomi pelan
"Lagi apa? udah makan belum? " Tanya Danial
"Lagi duduk, aku gak nafsu makan" Jawab Kyomi
"Aku ada di luar nih, aku juga belum makan,kita makan bareng yuk" Ajak Danial
"Aku mau di kamar aja, gak mau keluar" Ujar Kyomi
"Aku makan di samping jendela kamar yah, biar kamu tetap di kamar tapi bisa liat kamu" Ucap Danial
"Jangan nanti kamu masuk angin, kaki kamu gimana? " Tanya Kyomi yang malah menanyakan keadaan danial
__ADS_1
"Obat aku itu kamu ayangg, jadi kalau aku ketemu semua penyakit itu hilang" Jawab Danial
"Keluar sebentar yuk, aku ada sesuatu buat kamu" Ujar Danial
"Iyah aku keluar" Ucap Kyomi lalu dia mematikan ponselnya dan keluar dari kamar
Ketika Kyomi membuka pintu, dia melihat danial berdiri di depannya sedang memeluk boneka besar sampai danialnya tenggelam sebab boneka itu
"Hai cantik nya Danial, jangan sedih-sedih lagi yah soalnya si ganteng danial juga sedih kalau cantik nya sedih" Ujar Danial dibelakang boneka itu
Kyomi tersenyum dengan kejutan kecil yang danial buat untuknya
Kepala danial muncul dari ketiaknya boneka beruang besar itu
"Gitu dong, senyum kan jadinya kelihatan cantiknya" Ujar Danial
Kyomi memeluk danial dengan eratnya "Kamu kenapa sih suka banget repotin diri kamu, aku tau kaki kamu masih sakit kan" Ucap Kyomi
"Kalau kaki ku sakit pasti aku gak akan kesini Ayangg" Ucap Danial
"Makasih yah Ayang" Ucap Kyomi
"Sama-sama Ayang, gak usah sedih lagi yah aku bakal balas dendam ke dia" Ucap Danial tapi Kyomi diam
"Besok aku jemput yah, Ayang aku gak boleh lagi pergi sendirian" Ucap Danial
Kyomi melepaskan pelukannya dan menatap danial dengan bibir manyun
"Kenapa kaya gitu bibirnya? " Tanya Danial
"Mau makan? " Tanya Danial dan Kyomi mengangguk pelan
"Katanya gak nafsu tapi untung aku beli makanan tadi" Ucap Danial mengacak-acak rambut kyomi dengan gemas
"Makan di dalam yah" Ajak Kyomi
"Tumben ajak aku makan di dalam yang? " Tanya Danial
"Ayooo" Ujar Kyomi sambil menarik tangan Danial
Mereka sampai di dapur lalu danial meletakkan boneka beruang besar itu di kursi kosong lalu dia keluar lagi untuk mengambil makanan yang dia beli tadi
Danial kembali lagi dengan makanan yang dia beli tadi lalu mulai menyiapkan semuanya di bantu oleh Kyomi
Danial baru duduk tapi Kyomi malah meletakkan kepalanya di di tangan Danial
"Ayanggg jangan tinggalin aku yah" Ucap Kyomi
"Aku bakal lebih sedih dari ini kalau kamu tinggalin aku" Sambung Kyomi
Danial mengelus rambutnya Kyomi dengan lembutnya
"Memangnya aku bakal pergi kemana sih? ayo makan"Ujar Danial
__ADS_1
Danial menatap Kyomi lalu dia berdiri lagi "Kamu mau kemana lagi? " Tanya Kyomi tapi Danial berdiri di belakang nya Kyomi
"Ikat dulu rambut nya biar gak ganggu kamu makan" Ujar Danial lalu mengikat rambut Kyomi
Danial menengok Kyomi lalu tersenyum dan Kyomi juga tersenyum
"Cantiknya pacar aku" Ujar Danial lalu menggesek kan pipinya dengan pipi Kyomi
Danial kembali lagi tempat duduknya lalu mereka makan sambil mengobrol apapun
Keesokan hari nya
Disisi Dika
Dika bersikap seperti biasanya, dia tetap pergi ke sekolah tanpa ada rasa sedih walaupun rumah dan teman-temannya tewas karena ulah danial
Dika sedang berada di tengah lapangan bermain bola basket dengan teman-temannya
Tapi ada kericuhan di pagar sekolah, Dari kericuhan itu ada seseorang yang berlari dengan kencangnya menuju Dika
Ketika dekat dengan Dika, dia langsung memukul Dika dengan brutal tanpa memperdulikan siapapun, dia adalah danial
Danial tentu ditahan oleh teman-temannya Dika tapi tenaganya danial sangat kuat entah setan apa yang merasukinya sekarang
Ada 4 orang yang datang juga, dia adalah abrar dan 3 teman sekelas nya
Dika benar-benar babak belur karena danial memukul Dika tanpa ampun
Abrar maju di dampingi 3 temannya untuk menahan danial dan kali ini dia mau berhenti tapi matanya masih menatap tajam ke arah Dika
"Siapapun yang menyakiti Kyomi mau pun fisik atau mental gua habisi tanpa ampun" Teriak Danial tepat di tengah lapangan tapi sambil di tahan oleh Abrar
Jessica melihat Danial yang menghajar Dika dengan sadisnya bergidik ngeri begitu pun dengan siswa yang menyaksikan itu
Sorot mata Danial berpindah pada Jessica yang berdiri di sisi lapangan sekolahan
Jessica menundukan kepalanya karena takut di tatapan oleh Danial
Kepala sekolah dari sekolah Dika datang dia melihat keadaan Dika terlebih dahulu baru mendekati Danial yang masih di pegangin oleh Abrar
"Saya akan laporan semua ini pada polisi" Ucap Kepala itu yang tidak terima jika murid nya di hajar sampai sebegitu nya oleh Danial
Danial berjalan selangkah mendekati Kepala sekolah itu
"Jika anda membela orang yang salah, siap-siap berurusan dengan ku" Ucap Danial dengan serius nya
"Kyomi Zuana adalah mantan murid disini dan dia selalu mendapatkan bullyan dari murid anda sampai dia pindah sekolah"Ujar Danial
" Apa anda tidak malu membela murid seperti dia? "Tanya Danial
" Tepatnya kemarin dia(Menunjuk Dika yang terkapar di tanah) sudah melakukan hal yang patal pada pacar ku itu" Ucap Danial
"Anda membela dia! Gua bom sekolah ini sampai hancur karena sekolah ini tidak layak berdiri karena semua sampah" Ucap Danial menekankan kata sampah di depan wajah Kepala sekolahnya Dika
__ADS_1
"Jaga ucapan kamu" Tegur guru BK yang ada di samping Kepala sekolah
Danial hanya tersenyum miring menatap dengan sinis guru BK itu, Lalu dia pergi berjalan dengan santai meninggalkan sekolah itu