
Danial sampai dirumah Kyomi dia keluar ketika mendengar suara mobil singgah dihalaman rumah nya Danial baru saja turun dari mobilnya
Danial menyuruhnya masuk kedalam mobil nya setelah masuk lalu mereka pergi lagi ke tempat konser
Diperjalanan Kyomi hanya diam menatap jalanan sedangkan Danial sesekali menatap Kyomi yang diam dia ingin mengajak bicara tapi ragu
"Kyomi"Panggil Danial agar suasana nya tidak canggung
"Apa?"Jawab Kyomi
"Kamu lagi ada pikiran?"Tanya Danial dia langsung menggelengkan kepalanya
"Kenapa diam aja?tapi kamu selalu diam kalau jalan sama aku bahkan cuma aku yang sering ngomong"Ucap Danial
"Kamu lagi suka siapa atau kamu punya pacar?"Tanya Danial
"Aku gak punya pacar"Jawab Kyomi
"Nial konser banyak gak pengunjungnya?"Tanya Kyomi mengalihkan pembicaraan
Danial tersenyum miris dan dia hanya mengangguk kepalanya
Mereka pun sampai di tempat konser yang mereka tuju tapi acaranya belum dimulai lalu mereka berjalan-jalan dulu untuk membeli makanan atau cemilan sebelum konser di mulai
"Kyomi kamu mau apa?"Tanya Danial yang berusaha untuk menghilangkan rasa tidak nyaman nya
"Kita beli minuman aja yuk"Ajak Kyomi dan Danial mengikut nya
Kyomi memesan 2 minuman untuk mereka berdua
Danial memoto belakang Kyomi lalu dia tersenyum sambil menatap belakangnya Kyomi yang sedang memesan minuman
Kyomi datang dengan 2 minuman ditangannya dia menyerahkan 1 untuk Danial
"Terima kasih"Ucap Danial sambil tersenyum lalu mereka melanjutkan perjalanan lagi
"Kyomi kamu itu pendiam banget kenapa?"Tanya Danial
"Aku gugup aja kalau sama kamu"Jawab Kyomi membuat tertawa kecil
"Gugup kenapa?aku bukan orang yang lagi wawancara kamu kenapa harus gugup?"Tanya Danial
"Gak tau"Ucap Kyomi
"Kyomi apa yang kamu suka?"Tanya Danial
"Maksudnya?"Tanya Kyomi
"Apa yang suka?apapun itu"Ucap Danial lagi
"Aku juga gak tau sih"Ucap Kyomi
__ADS_1
"Benarkah?"Tanya Danial
"Baiklah"Ucap Danial lagi
Kyomi berjalan berbarengan dengan Danial tapi sedikit komunikasi diantara mereka Kyomi menjawab pertanyaan Danial seadanya jadinya mereka lebih banyak diam
Disisi Daniash
Dia sudah datang dia sedang duduk didalam menunggu Anya datang lalu ada yang mengetuk kaca mobil nya dia adalah Anya dia langsung turun dari mobilnya dengan ekspresi wajah datarnya tapi Anya langsung menghampiri nya
"Maag yah nunggu lama"Ucap Anya Daniash hanya mengangguk kepalanya
"Ayo masuk"Ajak Anya dan mereka masuk
"Acara belum mulai kalau gitu kita jalan dulu yuk"Ucap Anya dan Daniash hanya mengikut-ikut saja
Anya membeli makanan dan juga minuman untuknya dan untuk Daniash lalu mereka duduk dikursi yang ada disekitar sana
"Niash dari tadi kamu gak ngomong sama sekali"Ucap Anya
"Untuk apa?"Tanya Daniash membuat Anya menatapnya
"Kamu malu yah jalan sama aku yang lebih tua dari kamu?"Tanya Anya
"Jika itu bukan kejahatan buat apa malu?"Tanya Daniash
"Apa yang bisa buat kamu senyum Daniash?"Tanya Anya yang memang sulit mendapatkan senyum manisnya Daniash
"Entahlah"Jawab Daniash
"Enak?"Tanya Anya pada Daniash
"Asin"Jawab Daniash membuat Anya tertawa kecil tapi Daniash hanya diam wajahnya masih seperti tadi
"Mungkin Abang yang tukang jual mau nikah lagi makanya asin"Ucap Anya
"Niash kesalahan gak sih kalau suka sama kamu?"Tanya Anya
"Sebuah kesalahan gak sih kalau gua tolak lu?"Jawab Daniash membuat Anya terdiam bahkan wajahnya langsung berubah dia juga menundukkan kepalanya
Daniash merasa tidak nyaman melihat Anya yang sedih karena ucapan tadi
"Itu jawaban gua sekarang Anya gak tau kalau masa depan"Ucap Daniash dia menatap wajah Daniash matanya berkaca-kaca menahan tangisnya
"Lu nangis?"Ucap Daniash dia langsung menyeka air matanya
"Rasa suka bukan kesalahan tapi rasa benci tanpa mendasar itu yang kesalahan kan Anya?"Tanya Daniash
"Jangan menangis Anya,kalau Mamah gua tau gua bikin cewe nangis mungkin gua bakal dia usir"Ucap Daniash yang mulai banyak bicara
Anya langsung memeluk Daniash awalnya dia ingin mendorong tubuh Anya tapi dari kejauhan ada Kyomi yang menatapnya bahkan tatapan mereka bertemu
__ADS_1
"Kamu benar-benar brengsek Niash"Batin Kyomi
Danial tidak melihat keberadaan Daniash dengan Anya karena dia hanya sibuk bicara
Anya melepaskan pelukannya dia juga meminta maaf pada Daniash
"Maafin aku Niash karena udah peluk kamu"Ucap Anya
"Lain kali jangan lagi,kalau lu gini lagi gua gak bakal pernah mau jalan sama lu"Ucap Daniash yang sangat tidak suka dengan sikap Anya padanya
"Jaga jarak!jangan peluk!jangan dekat"Ucap Daniash dia langsung berdiri bahkan meninggal Anya tapi dia mengejarnya
Disisi Kyomi
Setelah dia melihat Daniash berpelukan dengan Anya tadi dia semakin diam membuat Danial kebingungan dengan sikap Kyomi
"Kyomi kamu kenapa diam aja?kamu gak suka yah jalan sama aku?atau kita pulang aja"Tanya Danial
"Iyah aku mau pulang"Jawab Kyomi membuat Danial tidak berbicara apa-apa lagi dia hanya mengangguk kepalanya
Mereka benar-benar pulang sepanjang perjalanan mereka sama-sama diam begitupun dengan Danial dia merasa jengkel dengan Kyomi yang tiba-tiba mengajak pulang
Danial mengantarkan Kyomi dengan selamat kerumahnya lalu dia pergi tanpa berpamitan pada Kyomi
Kyomi berlari masuk kekamarnya lalu dia langsung menghempaskan tubuhnya dia menangis sesenggukan setelah melihat Daniash berpelukan dengan Anya tadi
"Dadaku sangat sesak,kamu kenapa Kyomi cuma liat dia pelukan,dia emang gak baik tapi kenapa kamu malah baper sih"Ucap Kyomi sambil memukul-mukul dada nya
"Aku menyesal kenal kamu Daniash"Ucap Kyomi
Disisi Danial
Dia tidak pulang melainkan pergi ke tempat Abrar dengan para geng nya,suasana hati nya sangat kesal sekarang karena Kyomi tadi
Ketika dia sampai Abrar dan yang lain kebingungan melihat Danial datang yang memang sudah jarang tidak datang
"Nial?"Ucap Abrar dia langsung duduk dikursi kosong semuanya saling tatap apalagi Danial hanya diam
"Lu kenapa Nial?"Tanya Kyomi tapi dia tidak menjawab tapi malah mengambil rokok lalu menghidupkan nya
"Lu kan udah gak ngerokok lagi?kalau Niash tau dia bakal ngomelin lu"Ucap Abrar
"Ada acara serang sekolah lain gak?"Tanya Danial tiba-tiba
"Gua dengar kemarin kelas 12 mau serang sekolah songong SMA Bakti Jaya kan?"Tanya Danial
"Nial kami gak ikut-ikutan kelas 12 kalau mereka mau tawuran aja kan kita gak satu circle"Ucap Abrar
"Lu kenapa Nial?lu lagi ada masalah?"Tanya Ilham
"Kita ikut aja gimana?"Ajak Danial yang tidak memperdulikan ucapan para teman-teman nya
__ADS_1
"Nial lu kenapa?"Tanya Abrar
"Kalau lu gini gua bingung,misalnya kita ikut tawuran bisa-bisa kita di hukum nanti bukan sama sekolah aja tapi sama Papah kita masing-masing"Ucap Abrar dia hanya diam sambil menatap wajah Abrar