
Kyomi sampai sedangkan Daniash sudah tidak ada begitupula dengan Jessica dia sudah pulang Kyomi buru-buru mengganti baju nya dengan baju yang sengaja selalu dia bawa kalau dia jalan kehujanan karena baju seragam kerjanya basah kuyup
Kyomi berdiri disamping nya Dhea yang ada dikasir dia menatap kasihan Kyomi
"Kyomi aku bukan jahat atau apa aku cuma saranin aja biar Jessica gak semena-mena lagi ke kamu"Ucap Dhea
"Kamu gak ada kepikiran buat resign?"Tanya Dhea lalu Kyomi menatap Dhea
"Aku udah pikirin ini sih,Ibu aku juga udah suruh berhenti karena mereka bisa kok biayain aku walaupun seadanya"Ucap Kyomi
"Kyomi ibu dan ayah kamu kerja keras biar kamu jadi orang sukses tapi kamu malah kerja disini dan dia jadikan budak?"Ucap Dhea
"Aku kasihan sama kamu,kalau kamu keluar aku juga bakal keluar"Ucap Dhea
"Aku udah gak kuat ngeliat Jesica semena-mena ke kamu"Ucap Dhea
"Nanti aku pikirkan lagi yah"Ucap Kyomi dan Dhea menganggukan kepalanya
"Oh iyah Kyo tadi si cowo yang tadi titipin jaket nya ke aku katanya buat kamu jangan lupa dipakai katanya,dia tadi tungguin kamu lama disini"Ucap Dhea lalu Kyomi mengambilnya
"Di pakai Kyo"Suruh Dhea tapi Kyomi malu-malu dan dia hanya memegang jaket Daniash
"Benar-benar laki-laki tsundere"Batin Kyomi
Jam menunjukkan pukul 10 malam dan Kyomi sekarang menuju pulang dengan jalan kaki saja dia memakai jaket dari Daniash dan juga membawa cemilan yang dibelikan Daniash tadi
1 jam berjalan akhirnya dia sampai kerumah nya ibu dan ayahnya selalu menunggu kedatangan putri tunggal mereka
"Akhirnya kamu datang"Ucap Ibu Kyomi dengan senyum hangatnya
"Kyomi boleh bicara sebentar?"Tanya Ayahnya lembutnya dan Kyomi menganggukan kepalanya dan duduk disamping Ayahnya
"Kyomi ayah dan ibu sangat menyayangi kamu,kami khawatir dengan Kyomi kami kenapa-napa"Ucap Ayahnya
"Kyomi mau turuti kemauan Ayah ibu?"Tanya Ayahnya
"Apa Ayah?"Tanya Kyomi
"Kyomi berhenti berkerja yah"Ucap Ayahnya membuat Kyomi diam
"Kamu gak mau?"Tanya Ibunya
"Kyomi sudah sempat punya pikiran kaya gitu sih Bu buat berhenti tapi aku rasanya gak tega cuma andelin Ayah tanpa mau berusaha buat cari uang juga"Ucap Kyomi
"Ayah gak papa kok Kyomi,Kyomi fokus sekolah dan belajar aja yah"Ucap Ayahnya
"Mau kan?"Tanya Ibu nya
__ADS_1
Lalu Kyomi menganggukan kepalanya sambil tersenyum tipis membuat ibu dan ayahnya senang Kyomi tidak membatah seperti biasanya
Disisi Daniash dan Danial mereka sedang ada dikamar Dania sama-sama melamun hanyut dalam dunia hayalan mereka
"Kaka kalau mau numpang ngelamun jangan disini"Teriak Dania membuat kedua terkejut
"Ngelamunin apa sih?aku dari tadi didiemin padahal dikamar ku"Omel Dania
Mereka berdua mendekati Dania sambil mengelus-elus kepalanya adiknya
"Kalian masuk kamar kalian sana ini udah mau tengah malam kalau enggak aku kasih tau Papah nih"Ancam Dania lalu mereka berdua buru-buru kabur keluar dari kamar adiknya
Seminggu berlalu
Daniash semakin menjadi diam bahkan menjadi dingin entah kenapa Danial pun heran dengan Kaka kembarnya
Danial datang dari kantin dia membawakan tahu bulat kesukaan Daniash tapi Daniash hanya diam sambil menatap luar jendela
"Niash lu kenapa sih? semingguan lu diamin gua?gua salah apa?"Tanya Danial
"Gua lagi males ngomong udah itu aja"Jawab Daniash tanpa menatap Danial
Danial duduk disampingnya Daniash dia juga memakan makanan yang dibawakan untuk Daniash tadi membuat Daniash hanya ternganga menatapnya
"Niash lu tau gak apa yang gua rasain sekarang?"Tanya Danial
"Lu sedih gua juga sedih tanpa sebab"Ucap Danial
"Lebih baik keluar aja sana gak usah ganggu gua,lu suka digodain cewe-cewe jamet"Ucap Daniash
"Niash cerita dong"Suruh Danial tapi Daniash malah berdiri lalu keluar kelas meninggalkan Danial tapi Danial mengejarnya
"Kaka"Rengek Danial sambil mengejar Daniash membuatnya langsung menatap tajam Danial
"Berhenti sebutin itu apalagi merengek"Ucap Daniash dengan mata tajamnya tapi Danial tetap tersenyum
"Eh lu kan lebih tua dari gua 2 jam ya jelas lah gua panggil lu Kaka"Ucap Danial
"Kaka"Panggil Danial lagi membuat Daniash sangat kesal tapi Danial berlari lalu Daniash mengejar nya
Mereka berlarian seperti anak kecil siswi-siswi pertama kali melihatnya apalagi melihat Daniash yang mengejar Danial
"Stop!"Ucap Danial sambil berhenti tiba-tiba dihadapannya Daniash dia bisa mengrem nya lalu Daniash menabrak Danial mereka sama-sama terjatuh tapi Daniash menindih tubuh Danial
"Niash berdiri lu patah pinggang gua"Suruh Danial dan Daniash duduk sambil memegangi dada nya
"Brengsek lu"Ucap Daniash,Danial berdiri dia juga membantu Daniash berdiri
__ADS_1
"Suka lu jadi bahan perhatian gini?"Tanya Daniash
"Setidaknya gua bisa bikin lu ngomong lagi sama gua"Ucap Danial Daniash menatap nial dia tersenyum tipis
"Sialan lu"Ucap Daniash
"Kita itu kembar,kalau lu sedih gua juga lu pikirin itu gak sih?"Tanya Danial
"Tapi lu sedih kenapa?"Tanya Danial lagi
"Udah-udah sebentar lagi kelas,gua pusing ngadepin lu"Ucap Daniash lalu berjalan terlebih dahulu
4 jam berlalu dan sekarang adalah jam istirahat sikembar sedang dengan Abrar dan teman-teman nya yang lainnya
"Daniash kenapa? perasaan hampir seminggu kaya kucing mau kawin aja mukanya"Tanya Ayu
"Kaya Iyah sih"Jawab Abrar tapi Daniash tidak perduli dia hanya diam sambil memainkan ponselnya
"Ayu Sintya mana?"Tanya Abrar
"Gua gak tau katanya tadi bakal nyusul tapi gak muncul-muncul tapi biasanya si Sintya sama lu kan becca?"Tanya Ayu
"Dia di toilet katanya tadi pagi sarapan bubur tapi cabe nya kebanyakan makanya mencret"Ucap Becca
"Seru tuh dijailin"Ucap Danial
"Jangan ngadi-ngadi deh kasihan dia nya"Ucap Becca
"Becca lu masih mau sleepcall sama gua?"Tanya Danial
"Maaf yah racun ayu lebih mempan buat hasut gua buat gak suka sama lu"Ucap Becca
"Oh pantes lu masuk circle kita ternyata sudah tidak ada rasa everybody"Ucap Danial
"Niash lu ngomong sedikit kenapa dari tadi diam aja gak bosan apa diam aja?"Tanya Ayu
"Kalian bahas hal yang penting gua males jawabinnya"Ucap Daniash
"Udahlah guys gak usah gangguin dia,anggap aja dia gak ada"Ucap Danial
"Brengsek lu"Ucap Daniash
"Maaf sampai sini pawang dari bapak Danish masih gua"Ucap Danial dengan bangga nya
"Kaka butuh sandaran"Ucap Danial dengan manjanya sambil bersandar dibahu Daniash dan dia hanya diam dengan sikap Danial membuat teman-teman nya Tertawa
"Lihat gua pawang bapak kulkas ini"Ucap Danial sambil masih bersandar di bahu Daniash
__ADS_1