
Daniash setelah pulang sekolah dia pasti akan ikut nongkrong dengan Danial berbeda dengan dulu dia pasti akan dirumah dengan Dania saja
Abrar melihat sahabat masa kecil langsung tersenyum dan menyuruh nya bergabung
"Tumben nih si Niash mau gabung?"Tanya Abrar
"Gua sepi dirumah"Jawab Daniash
"Alah lu biasanya kalau gua tinggal nongkrong lu gak ikut"Ucap Danial
"Udahlah gak usah bahas gua,gua juga cuma numpang duduk aja kok"Jawab Daniash
"Oh Iyah kalian ingat si Dika yang kemarin kita kalahin main basket?"Ucap Abrar
"Kenapa lagi dia?bukannya udah kalah yah?"Tanya Reza
"Dia DM terus dari kemarin katanya mau duel basket tapi gak gua tanggapin lagi sih"Jawab Abrar
"Tapi kan setahu gua katanya dia putus sama pacarnya gara-gara pacarnya kesem-sem sama kalian"Ucap Ilham menunjuk si kembar
"Dia putus kok salahin kami?"Tanya Danial
"Cewe nya aja yang murah"Jawab Daniash ketus
"Gak tau gua"Jawab Ilham lagi
"Dika itu kaya kesel banget sama nial soalnya dia liatin lu itu kaya benci banget gitu kemarin gua liat"Ucap Reza
"Mereka belum tau atau gimana sih si Danial sama Daniash?"Tanya Ilham
"Itulah pentingnya orang gak tau identitas kita soalnya kita tau siapa yang suka dan benci kita tanpa tau siapa kita kan?"Ucap Danial
"Gua setuju"Ucap Daniash
"Tapi kemarian Dika mau pukul Danial tapi Daniash halangin kan?"Tanya Abrar yang melihat kejadian nya
"Yang benar?lu kenapa halangin sih seharusnya lu biarin aja gua mau seberapa berani dia?"Ucap Danial
"Kita udah bolos terus berantem gitu Nial?lu mau Mamah ngamuk pukulin pakai teplon?Tanya Daniash tapi Danial menggeleng kan kepalanya sambil membayangkan apa yang dilakukan Gabriel padanya
"Ngeri gua"Ucap Danial sambil memegang pipinya membuat teman-temannya tertawa melihat tingkah Danial
"Nial ku bisa coolan dikit gak sih?"Tanya Daniash
"Be yourself brother"Jawab Danial sambil tersenyum dia juga mengangkat alisnya
"Gak disekolah gak disini emang harus banget liat lu gini Danial?"Tanya Abrar
"Abrar lu sama dia udah dari kecil jadi gak perlu ngelus"Ucap Daniash
"Eya bapak tsudere belain adik nya"Ucap Reza
__ADS_1
"Ente kadang-kadang yah"Ucap Danial sambil menyipitkan matanya
"Gua gak bayangin kalau kalian suka sama cewe yang sama gimana yah?"Ucap Abrar sambil membayangkan
"Gak mungkin lah selera gua sama dia beda"Ucap Danial
"Kan misalnya aja woy!"Ucap Abrar
"Kalian bakal ngalah atau malah maju keduanya cewenya milih antara kalian?"Tanya Abrar
"Muka boleh sama tapi sifat beda,apalagi gua harus saingan sama bapak kulkas ini?kasihan cewe nya kali kedinginan terus, bukannya punya kekasih itu buat dapat kehangatan?"Tanya Danial
Daniash hanya tersenyum menatap Danial yang mengakatai nya
"Bahkan dia gak pernah bilang gua Ade apalagi dia punya pacar nanti kayanya bakalan mustahil kata sayang keluar dari mulutnya"Ucap Danial
"Mana ada gua sama Hellen,Serena apalagi sama Dania gua panggil Ade kok"Ucap Daniash
"Dari sini kecemburuan itu muncul Kaka Niash sayang"Ucap Danial dengan ekspresi datar menatap tajam Daniash tapi kesannya lebih kelucu bukan seram
Ilham,Reza dan Abrar mengulum tawanya melihat tingkah Danial
"Ade nial"Ucap Daniash sambil mengelus rambut Danial membuat Danial langsung melompat menjauhi Daniash
"Gua jijik"Teriak Danial dan bulu kuduk bergidik membuat mereka semua tertawa
"Emang gak jelas"Ucap Daniash lalu Danial duduk lagi disampingnya Daniash
"Lu mau gua sayang sayang tapi gitu kan aku kecewa"Ucap Daniash dia juga memeluk Danial
"Jauh-jauh dari gua,gua jijik sama lu!awas lu malam ini masuk kamar gua"Ucap Danial
Daniash menjauh sedikit dia sudah berhenti tertawa tapi dia tertawa kecil melihat adik kembarnya bahkan ekspresi wajah Danial seperti kesal
Disisi Kyomi
Kyomi sedang tiduran sambil memainkan ponselnya dia sudah belajar dan mengejar kan pekerjaan rumahnya
"Jessica udah mulai gak gangguin aku lagi tapi kok bisa Dika kaya dekat-dekat sama aku?Iyah sih dia baru putus dari Jessica apa Iyah suka aku?"Tanya Kyomi
"Stop Kyomi jangan baper nanti kamu yang malu"Ucap Kyomi
Dika
"Kyomi besok setelah pulang sekolah kamu jangan pulang dulu yah aku mau ngomongin sesuatu besok,good night"Tulis Dika
"Mau ngomongin sesuatu?apa itu?Tanya Kyomi
"Apa dia bakal tembak aku?aaaaaaaa"Teriak Kyomi dia senyum-senyum di atas ranjangnya
"Misalnya dia sampai tembak aku gimana?"Tanya Kyomi lagi pikiran mulai berimajinasi hatinya sangat senang
__ADS_1
"Tenang Kyomi kami harus tenang gak boleh kaya orang sawan"Ucap Kyomi
"Sawan apaan yah?"Tanya Kyomi lagi
"Gak tau bodo amat,kok aku senang banget ya tuhan"Ucap Kyomi lalu dia meletakkan ponselnya dimeja
"Ayo sekarang tidur biar malam cepat berganti siang"Ucap Kyomi lalu dia memejamkan matanya
"Gak bisa tidur!"Ucap Kyomi tiba-tiba dia memejamkan matanya lagi
"Harus tidur"Ucap Kyomi
"Gak bisa tuhan"Ucap Kyomi tapi dia kembali memejamkan mata nya lagi dan kali ini dia benar-benar tidur
Keesokan harinya
Kyomi hari ini datang sedikit terlambat karena dia bangun kesiangan karena dia keasikan mimpi indah
Kyomi masuk kelas dan disana ada Jessica dan teman-teman nya tapi dia acuh pada Kyomi
Kyomi merapikan rambut nya mengelus lurus rambutnya dengan perlahan ekspresi wajahnya juga lucu dengan bibir maju kedepan
Guru datang jam pelajaran di mulai dan Kyomi langsung semangat dia sangat menunggu jam pulang sekolah untuk mengetahui apa yang akan dikatakan Dika padanya
Disisi Si kembar
Mereka sedang sama-sama diam apalagi Danial sejak kejadian malam dia masih ngambek pada Daniash tapi dia acuh semakin membuat dia kesal padanya
Anya ketua OSIS dan dia juga primadona sekolah,dia juga kelas 11 Kaka kelas di kembar masuk kekelas dia mencari Daniash entah apa yang dia lakukan dengan Daniash
"Daniash?"Tanya Nya sambil tersenyum didepan Daniash yang duduk di kursinya dia hanya menatap tanpa melakukan apapun
"Benar berarti kamu Daniash,aku boleh minta nomor kamu?"Tanya Anya dia sudah mengeluarkan ponselnya siap mechat nomor telepon Daniash
"Dia aja gua malas kasih-kasih nomor soal nya kesannya kaya penagih hutang"Jawab Daniash sambil menunjuk Danial
"Mau nomor ku?"Tanya Danial tapi Anya menggelengkan kepalanya
"Aku mau minta nomor Daniash sama kamu boleh?"Tanya Anya
"Emang kenapa dia sih?kan gua bisa?"Tanya Danial
"Cepetan"Desak Anya lalu Danial mengeluarkan ponselnya dan menyuruh Anya mencatatnya setelah dapat dia pergi sambil tersenyum pada Daniash tapi dia acuh
"Emang sedikit akhlak lu,kenapa lu kasih nomor gua sih?"Omel Daniash
"Idih kepedean mana ada gua kasih nomor lu" Ucap Danial
"Terus lu kasih nomor siapa?"Tanya Daniash
"Nomor bapak satpam sekolah"Jawab Danial membuat Daniash melotot
__ADS_1
"Lu yang benar?"Tanya Daniash
"Beneran gua"Jawab Danial Daniash lega lalu dia kembali melanjutkan diam nya