
skip.....
Di kampus tempat rora kuliah saat ini ,sungguh menjadi kampus yang sangat dingin semenjak rora tidak masuk kuliah dan menghilangnya bulan suasana kampus menjai dingin,karena sikap dingin para senior most wanted yang dingin sekarang menjadi semakin dingin.
Gibran semakin cuek dan dingin selama ini dia mencari keberadaan gadis kecilnya yang tidak pernah terlihat lagi,dia mencari selama 3 bulan tapi tidak menemukan titik terang dan hasilnya nihil.
Dia benar benar frustasi tapi dia tidak memperlihatkan wajah frustasinya itu ,yang ada hanya wajah datar nan dingin yang terlihat.
Tiba tiba kehebohan terdengar dari arah luar banyak para gadis teriak histeris.Dan banyak para gadis langsung keluar dari kantin .
" ada apa sih berisik sekali "tanya azka.
"gue juga tidak tau ,dari pada penasaran lebih baik kita lihat saja bagaimana ?"usul azriel.
"ya sudah yuk ,kita lihat ada apa di sana "balas damar.
Mereka akhirnya keluar dari kantin dan ingin melihat apa yang sedang terjadi di halaman kampus mereka saat ini.
Saat ini di halaman kampus sudah ada orang laki laki tampan dan cool dengan pakain formalnya sedang mengapit gadis cantik dan mungil .
"rara"gumam gibran
Tanpa menunggu lagi gibran langsung lari menuju ke arah rora berdiri bersama 2 orang tampan itu.
Gibran langsung memeluk tubuh mungil rora,suasana tiba tiba langsung menjadi hening melihat tindakan gibran,pria tampan di kampus mereka tiba tiba memeluk gadis di keraimaian di depan semua mahasiswi dan mahasiswa yang ada di kampus.
Gibran tidak memperdulikan semua mata memandang tingkah gibran heran ,bagaimana bisa laki laki yang tidak suka di dekati dengan wanita tiba tiba memmeluk seorang wanita di depan mereka semua saat ini.
"akhirnya kamu kembali ,kemana kamu selama ini,aku sudah mencarimu kemana mana ,tapi aku tidak bisa menemukannmu "ucap gibran masih memeluk tubuh rora.Yup gadis yang di peluk gibran adalah rora yang datang ke kampus untuk masuk kuliah tapi dia datang di temani oleh kedua saudaranya alfa dan natha,kedua saudara rora lah biang masalah hebohnyapara mahasiswi karena melihat ketampanan mereka berdua dan mereka bedua sangat terkenal di kalangan para wanita karena mereka berdua bisnis man muda .
Tanpa di sadari oleh semua orang gibran sampai menitikkan air matanya karena sangat bahagia bisa melihat gadis kecilnya lagi.
"kakak kenapa "ucap rora yang masih di dalam pelukan gibran .
"aku sangat merindukan mu ,kakak merindukan gadis kecil kakak ini "
"karena kakak sudah jatuh cinta kepadamu gadis kecil "ucap gibran hanya bisa di dengar oleh rora saja.
"eh...lepasin pelukannya dari adek kami"ucap alfa sambil melerai pelukan gibran kepada rora.
"adek "ucap gibran.
__ADS_1
"iya ,gadis yang kau peluk ecara tiba tiba ini adek kami,jangan macem macem kamu ya "balas nathan.
"sudah kak,bang jangan di bahas lagi ,adek gak apa apa ,sekarang kak al dan bang nat mending pergi kerja sana adek mau kuliah "ucap rora.
"baiklah baik baik dek ,kalau ada apa apa telfon abang ya ....cup"kata nathan sambil memberikan kecupan singkat di keningnya .Di ikuti oleh alfa.
cup
"bye" kata alfa setelah menciul kening rora dan memberika usapan kepada kepala rra.
"hmmm,,,,bye...."ucap rora.
"ra....?"panggil gibran
"iya kak"jawab rora.
"jadi kamu adalah adek dari mereka berdua ?'tanya gibran yang masih belum percaya dengan ucapan dari kedua pria yang tadi ada di depan mereka berdua tadi.
Belum sempat rora menjawab
"Appaaaaa,,,,," teriak teman teman gibran ,siapa lagi kalau bukan azka,damar dan azreil.
Gibran dan rora terkejut mendengar teriakan dari mereka bertiga yang tiba tiba ada di belakang gibran saat ini.
"bukannya mereka adalah tuan muda dari keluarga Alexander "ucap azka.
"jangan bilang kalau rora adalah Aurora Alexander "ucap azriel
"dari mana kak azriel tau nama ku ?"tanya rora.
"lebih baik kita cari tempat yang nyaman buat ngobrol "kata gibran ,sambil memegang tangan mungil rora dan membawanya pergi dari halaman kampus dan menuju camp mereka saat ini.
Skip.
Di dalam camp.
"jelaskan "ucap rora.setelah sampai di dalam camp dan saat ini rora duduk di samping gibran yang nempel ke rora seperti perangko.
"huft...semua berawal dari kamu yang tiba tiba tidak pernah masuk kuliah ,gibran menyuruh ku untuk meretas dan mencari tau tentang dirimu dan mencari keberadaanmu ,padahal waktu itu kamu baru satu minggu tidak masuk kuliah tapi laki laki di sampingmu seperti tidak melihatmu selama satu abad saja "jelas azriel jengkel.
"dan ternyata aku tidak bisa mencarimu hanya aku mendapatkan namamu serta nama kakak kakkamu saja selebihnya aku tidak bisa menemukan apapun,dan singa jantan di sebelahmu marah marah karena tidak mendapatkan apa yang dia mau " lanjut azriel.
__ADS_1
"bukan hanya loe saja yang di buat pusing oleh ulah dia gue juga ,dia ssuruh gue untuk mencari keberadaan rora kemna saja dan menyuruh anak buah gue untuk mencari loe ra"ucap azka .
"hufffttt...kalau gue selalu di buat pusing oleh tingkah laki laki di samping loe itu ra ,gue tidak bisa jelaskan satu persatu "lanjut damar.
Dan rora mendengarkan curhatan dari sahabat gibran itu dan rora menoleh ke arah gibran yang di tatap hany tersenyum saja menampilkan senyum manisnya itu.
"apa itu benar kak ,kenapa ?"tanya roraa.
"kan sudah aku jelaskan tadi yang ,kalau aku sangat merindukanmu dan aku sudah jatuh cinta kepadamu sejak pandangan pertama "jelas gibran lembut.
Damar,Azka,Azriel hanya bisa melongo melihat tingkah sahabatnya itu .
"apakah itu temen gue "batin mereka bertiga.
Tiba tiba Gibran berlutut di depan rora duduk dan memegang tangan rora.
"Aurora alexander ,maukah kamu menjadi kekasihku ,menjadi teman hidupku menjadi tempat keluh kesahku,menjadi bagian dari nafasku dan separuh jiwaku ini "ucap gibran.
Sedangkan di sisi tempat teman gibran mereka melotot tidak percaya ,jika sahabatnya saat ini sedang menembak gadis di depan mereka semua.
"garcep aja si bambang "ucap azka.
"hok o " balas damar.
sedangkan azriel sibuk merekam tindakan gibran kareana saat ini azriel sedang melakukan vidio call kepada seseorang.
"apakah kakak yakin dengan apa yang kakak ucapkan ,di luaran sana masih banyak gadis yang lebih cantik dariku dan mungkin lebih baik dariku saat ini,dan aku adalah tipe cewek yang pencemburu dan tidak suka di duakan dan penghianatan "jelas rora.
"kakak yakin dengan hati kakak ra,selama kamu tidak ada hidup kakak serasa mati dan hampa tidak bisa melihat wajah cantikmu dan senyumanmu itu,dan kakak tidak tertarik dengan gadis di luaran sana hanya kamu seorang "jelas gibran.Sambil menatap wajah cantik di deannya itu.
"bagaimana jika keluarga kakak ingin menjodohkan kakak dengan wanita pilihan keluarga kakak ?"tanya rora lagi,dia ingin melihat seberapa jauh hati gibran untuknya.
"keputusan kakak tetap ada padamu " jawab gibran tegas.
"berarti kakak menentang keputusan keluarga kakak,apakah kakak tidak takut jadi anak durhaka dan di keluarkan dari keluarga kakak sendiri ,apakah tidak kasihan melihat mama kakak menangis melihat anaknya jadi pembangkang hanya karena seorang wanita "jelas rora,dia tidak ingin kejadian mamanya juga terjadi padanya karean tidak adanya restu dari salah satu keluarga mereka .
Sebelum gibran menjawab terdengar seruan dari beberapa orang.
"kami setuju dengan pilihan anak/cucu kami "kata orang orang yang ada di dalam ponsel azriel,yup azriel melakukan panggilan kepada keluarga gibran.
"ternyata selama ini cucu kakek pandai memilih seorang pasangan ha...ha..."balas kakek gibran
__ADS_1
"bawalah calon cucu kakek ke mansion utama anak nakal,ternyata selama ini kau menyembunyikannya , kakek fikir kau tidak suka dengan wanita ha...ha,,..."ucap kakek gibran.
Wajah rora sudah merah dan juga wajah gibran ,ingin dia melemparkan teman laknatnya itu ke kutub utara biar tidur bersama beruang kutup .