
pertarungan antara Aurora dan ketua Mafia Black devil tak ter elakkan.
"ternyata kekuatan ketua mafia no 1 di negara ini tidak kaleng kaleng lumayan untuk uji latihanku"ucap rora dengan tenang sambil bertarung denagn ketua mafia black devil
"bang*t kau anak kecil ,dasar jal*ng kau tidak tau apa apa tentang dunia bawah dan kau baru saja ada di sini kau sudah congkak"
"aku memang baru di dunia bawah tapi aku tau apa yang harus aku lakukan saat ini adalah mengalahkanmu dan menghancurkan klan mafiamu dari dunia ini"
perkelahian antara dua pimpinan mafia itu menjadi tontonan bagi anggota black wolf karena mafioso black devil sudah tidak ada satupun yang masih bernyawa mereka sudah habis di bantai oleh back sedow .
"apakah ada kata kata terakhir yang ingin kau sampaikan sebelum dewa yama datang menjemputmu"
"bren*sek"
bug..
bug..
bug..
aaaaaarrrrggg......
"aku sudah bilangkan kau hanya jadi bahan latihanku saja karena musuhku yang sebenarnya bukanlah dirimu ,kau faham itu"ucap rora di sela sel pertarungannya.
cuih..
"bagiku kau hanyalah jal*ng yang akan tunduk padaku dan ada di bawahku ha..ha..ha..."
"dalam mimpimu,kau lihat sekelilingmu pasukanmu sudah tidak ada lagi ,hanya tinggal dirimu sendiri "
sang ketua klan mafia black devil melihat sekeliling dan benar saja di sana tubuh para anak buahnya sudah tergeletak di mana potongan tubuh ,darah berceceran di lantai .
dia menahan emosinya melihat semua itu ,dia menjadi pemimpim mafia bukan sebentar tapi sudah lama dan itu adalah mafia yang dulu di pimpin oleh sang kakek.dan sekarang hancur oleh kelompok lain dan hanya di pimpin oleh seorang anak kecil .
di sisi lain
dua pasang mata menyaksikan aksi rora dan teamnya.
"loe dah tau bakalan jadi pada klan mafia ini"
"ya gue dah kira ini bakalan terjadi,karena dia tidak akan melepaskan musuhnya begitu saja dan dia bukan tipe orang yang mudah menyerah"
"dan gue bangga jadi saudaranya "
"hmm"
yup yang menyaksikan aksi aurora adalah alfa dan nathan,karena nathan sangat penasaran ingin menyaksikan aksi rora.
dia ingin melihat aksi sang adik yang katanya terkenal sadis pada musuh musuhnya itu .dan sekarang dia melihat potongan tubuh para musuhnya berserakan dan percikan darah di mana mana.
"gue gak salah kan jika gue juga bangga dan senang punya adek kayak dia yang keren kyak gitu"
"loe gak salah ,tapi gue peringatkan ke loe jangan sekali kali loe bahas masalah keluarga dia ,kalau gak pengen aset berharga loe yang suka main celup sana sini itu hilang dari tempatnya"
tiba tiba natahan memegang aset berharganya itu.
"memang kenapa "
"ya intinya jangan di bahas saja,kecuali dia bilang sendiri ke loe"
"ya gue faham,sadis amat ya adek gue"
__ADS_1
"kayaknya setelah ini loe gak bakalan bisa main sembarangan celup "
"kenapa"
"loe kagak tau aja kalau adek loe itu paling tidak suka akan hal macam begituan"
"baiklah ,gue akan turutin apapun mau adek gue,karena hanya dia ,loe sama mike yang gue punya,gue sudah gak punya keluarga lagi,pas dia panggil gue abang hati gue sangat bahagia banget karena selama ini hanya ada mike yang selalu ada buat gue"
puk
tangan lafa menepuk pundak alfa
"loe tenang saja kita adalah keluarga loe mulai sekarang dan masih ada lagi satu adek kita cewek dia ada di rumah ,dia kebalikan dari rora ,tapi mereka sama sama tidak suka banyak bicara"
"benarkah gue masih ada lagi satu adek cewek lagi"
"hmm....makanya jangan suka main celup,karena adek adek loe dua duanya cewek"
"hmmm....baiklah gue janji akan selalu lindungi mereka "
"ck...sepertinya kalau buat queen bukan loe yang melindunginya tapi dia yang lindungi loe"
"he..he...he...memang adek gue yang satu itu tangguh ,tapi apakah dia sudah punya pacar al"
"selama ini gue gak pernah lihat dia pacaran dia hanya fokus ngembangin dunia bawah dan gue di suruh ngembangin perusahannya ck....sebentar lagi gue minta loe bantuin gue di perusahaan queen"
"maksut loe perusahaan AA Group itu milik adek kita"
"hmmmm..."
"apa..."
"ck....gue terkejut tau ,kalau gue punya adek miliader gitu"
"apa kalian sudah selesai ngobrolnya"
mereka tiba tiba di kagetkan oleh suara rora yang menegur mereka.
"eh queen ,sudah selesai queen"tanya nathan
"belum"
" mau ikut main apa hanya jadi penonton saja nih"
"jadi penonton saja dech queen"
mereka melangkah meuju markas black devil yang sudah sangat kacau,dan di sana ternyata sang ketua masih hidup dengan muka yang sudah babak belur kaki dan tangan yang patah.
"dasa jal*ng bunuh saja aku "teriak sang ketua klan mafia black devil
"terlalu enak dong kalau langsung mati gak asyik ,padahal kamu sering menganiyaya orang orang yang tidak bersalah dan sekarang sepertinya mereka senang melihat kamu tersiksa seperti itu"
rora mendekat ke arah sang ketua klan itu sambil memegang belati kesayangannya ,dia mulai mengukir di wajah sang ketua klan.
aaarrrgggg
"sialan bunuh saja bunuh"
"no"
"ten ambilkan air kasih garam dan jeruk nipis"perintah rora
__ADS_1
"baik queen"
sambil menunggu ten rora terus melukis wajah sang ketua klan dan dia memotong lengan baju serta celana sang ketua klan.
dan dia memulai mengukir di bagian bagian tubuh yang tidak tertutup oleh kain.
aaaarrrgggg
aaaarrrggg
"sialan berhenti bunuh saja aku jal*ng"
"sssttt...jangan teriak teriak suaramu jelek kalau teriak teriak,apa perlu aku buat kamu gak bisa bicara dan otomatis gak bisa teriak"
"ahh...bener memang harus begitukan pasti seru kamu gak bisa teriak teriak lagi"
tak berselang lama ten datang membawa seember air yang di minta oleh rora
"ini queen airnya"
"terimakasih ten"
"sama sama queen"
rora mengambil air itu dan langsung menyiramkan nya ke arah sang ketua klan mafia black devil
byyuuuuurrrr
aaaaarrrrggg
aaaarrrggg
"ck...di bilang jangan teriak teriak "
jleb
sriiing
rora merobek mulut serta memotong lidahnya.dan tidak ada lagi teriakan teriakan lagi.
hmmmm...
hmmmm...
tak..tak....
rora memotong jari jari tangan serta tangan serta kaki .
jleb
srek
rora mngeluarkan semua isi perut yang ada di dalam dan mengeluarkan semuanya.
"ck....pantas saja perutnya buncit lemaknya banyak sekali dan dagingnya tebal sekali"
"ck....tapi masih bisa menjadi ketua mafia"
glek
Nathan hanya bisa menelan slavinanya degan susah tapi tidak dengan alfa karena dia sudah terbiasa dengan aksi sang queen
__ADS_1