
( author ucapkan banyak terimakasih yang sudah memberikan vote,like dan komennya ,karena dengan melihat koment positif kalian membuat semangat author untuk menulis untuk up semakin besar karena energi positif yang kalian berikan kepada author membuat banyak sekali kata kata berseliweran di otak author so thank you so much for you all gays ,hanya kata terimakasih yang bisa author ucapkan buat kalian semua ,mari kita lanjut lagi ππππ)
" kalian tidak usah bingung seperti itu,karena gadis yang ada di depan kalian itu adalah cucu menantu saya " ucap nyonya lastri.
" dan kenapa aku dan menantuku bisa ikut dengan queen karena kami adalah ketua dari Black Rose dan RR ,kalian pasti kenal bukan dengan nama mafia itu" jelas nyonya lastri dan 50 orang menelan ludahnya dengan kasar karena merasakan kerongkongan mereka sangat kering .Siapa yang tidak kenal dengan Mafia legendaris itu semua orang baik dari kalangan bisnis dan kalangan dunia bawah jika mendengar dua nama mafia itu mereka akan mundur secara perlahan mereka tidak ingin membuat masalah dan bersinggungan dengan mereka dan sekarang di tambah lagi dengan nama mafia Night Wolf dan di impin juga oleh seorang wanita,apakah dunia akan kiamat batin semua orang.
" sayang jika mereka tidak bisa bekerja lagi karena faktor usia ,berikan modal kepada mereka nanti nenek dan mamamu akan ikut membantumu " ucap nyonya lastri lembut.
" tidak usah nek,rora bisa atasi semua itu karena pasti akan di bantu oleh kakak dan abang rora ini karena mereka sama seperti laki laki di keluarga Permana nek " jelas rora sambil terkikik jika ingat tingkah keluarga permana mengingatkannya kepada kedua kakaknya itu.
Bagaimana dengan Alfa dan Nathan yang pasti mereka bingung dengan apa yang mereka lihat saat ini.
" ya sudah yuk kita pulang dan kalian bisa pulang ke tempat kalian besok kami tunggu di kantor AA group " jelas rora.
" baik queen"
" dan ingat jangan bocorkan identitas queen " ancam nathan dan alfa berbarengan .
" ba....baik"
Akhirnya semua orang keluar dari ruang bawah tanah .Hanya tinggal Rora dan Alfa di sana.
" KELUARLAH "
wwuuuusssshhhh
500 orang anggota Black Seddow keluar.
" bereskan semua tanpa tersisa " perintahnya.
"baik queen "
__ADS_1
Dan akhirnya rora dan alfa keluar dari ruang bawah tanah itu dan segera pulang karena takut nanti mama dan kakeknya mencarinya .
Skip
Di kediaman Permana saat ini semua laki laki tidak adayang bisa tidur hanya gibran dan jasmin saja yang sudah lelap tapi tidak dengan Tuan besar Sujatmiko dan tuan Hendra ,mereka sedang menunggu sang pujaan hati.Mereka tahu jika sang pujaan hati tidak ada di kediaman karena mereka sudah menulis pesan buat pasangan masing masing jika tidak ada pesan pasti akan terjadi kehebohan di mansion.
ceklek
Mendengar suara pintu di buka tuan sujatmiko dan tuan hendra langsung berdiri karena mereka berdua menunggu pasangan masing masing di ruang tamu.
" dari mana kalian "ucap tuan sujatmiko dengan suara beratnya dan membuat kedua wanita itu takut.
deg
deg
Jantung anak dan ibu itu terkejut mendengar suara laki laki yang tiba tiab menyapa mereka.
" sampai tengah malam seperti ini apakah kalian berdua sudah tidak ingat umur,kalian berdua sebentar lagi akan punya cicit dan cucu jika gibran menikah tapi tingkah kalian tidak pernah berubah,apakah perlu ayah mengurunf kalian "ucap tuan jatmiko.
" tidak yah" ucap para wanita serempak.
" ibu harus mendapatka hukuman dari ayah ,karena keluar rumah tidak izin ayah terlebih dahulu dan hanya lewat pesan saja " ucap tuan sujatmiko menarik sang istri langsung menuju kamarnya.
" alamat encok ini maahhh.....mana obat encok pas banget habis ,mau minta sasi dia pasti bakalan di hukum juga sama tuh anak" batin lastri sambil tetap megikuti langkah sang suami.
" dan mama juga akan papa hukum karena sudah melanggar janji kita,kita harus saling memberi tahu jika ingin keluar kan kenpa mama ingkar janji hmm..." ucap tuan hendra.
" kan mama sudah tulis pesan ke papa " bela sasi.
" papa tidak mau tahu pokoknya mama harus papa hukum d,kok bisa bisanya mama keluar berdua sama ibu hanya berdua tidak mengajak ayah atau papa sih"omel sang suami dan segera hendra menarik tangan sasi menuju kamar mereka untuk menerima hukuman dari sang suami,.
__ADS_1
" huft...untung obat encok masih......eh...masih apa sudah habis ya....hadeh ngalamat gak tidur ini mah....huft" gumam sasi dalam hati.
Kita tinggalkan pasangan yang beda usia itu ya yang lagi memberikan hukuman pasangan mereka masing masing karena keluar rumah tanpa sepengetahuan pasangan masing masing .
Skip
Hari ini hari libur buat semua orang yang beraktifitas,hari ini adalah hari buat semua orang untuk merehatkan sejenak badan dan fikiran mereka dari setiap aktifitas mereka masing masing.
Di kediaman Alexander.
tak
tak
tak
Terdengar suara langkah kaki menuju meja makan .
" bi sum apakah anak anak belum ada yang bangun ?"'tanya nyanyo jia .
" belum nak ,semalam mereka pulang larut malam ,biarkan saja ,toh sekarang hari minggu jadi biarkan mereka itirahat sedikit lama dari biasanya "ucap bi sumi.
" huft,,...mereka itu selalu saja pulang larut larut keman asaja sih,bi sumi juga selalu memanjakan mereka "gerutu jia .
"he..he..he..karena bibi sangat menyayangi mereka ,karena selama ini bibi juga ingin punya anak tapi tidak di berikanoleh Tuhan , tapi kedatangan mereka bertiga membuat hidup bibi dan mamang semakin berwarna,apalagi kalau lihat mereka berebut perhatian he...he...mereka seperti anak kecil saja "sela bi sumi.
" terimakasih ya bi,selama saya tidak berada di sisi rora ,bibi dan mamang selalu ada buat dia selalu menjaganya dan memberikan kasih sayang kepadanya ,aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika tidak ada bibi selama ini menjaga rora dari wanita ular itu bi,jika teringat akan ucapan rora hati aku terasa ssangat sakit dan sangat merasa bersalah bi "ucap jia Alexander sambil berderai air mata,begitu juga dengan bi sumi ,karena bi sumilah saksi mata bagaimana kehidupan Aurora selama ini dari bayi sampai dia menjadi gadis tanggh sekarang , bi sumi juga menangis ketika teringat anak yang dia asuh menjalani siksaan hari demi hari di dalam rumahnya sendiri.
" itu sudah berlalu,bibi menyayangi rora seperti anak sendiri begitu dengan mang dadang,makanya kenapa ketika rora meminta ingin keluar dari kediaman Hendrawan ,bibi dan mamang langsung setuju ketika rora mengajak kami juga ikut dengannya karena kami juga sudah tidak tega melihat nya di siksa secara lahir dan batin selama belasan tahun di rumah itu " ucap bi sumi masih terisak jika teringat an hatinya mersakan sesak di dadanya.
" eehhhmmmm..." suara deheman seseorang menghentikan isak tangis kedua wanita itu.
__ADS_1