Berpindah Jiwa Bersama System

Berpindah Jiwa Bersama System
bab 60


__ADS_3

"mommy"


"ck...pengadu " sarkas dave


"dia anakmu dave ,dia sama sepertimu" jelas maria


"sayang ,tapi aku tidak semenyebalkan seperti dia"jelas dave


" siapa bilang "tanya maria sambil menatap tajam sang suami


glek


nyali dave langsung menciut jika sudah melihat macan betinanya ini sedang mengeluarkan taringnya.


"iya maaf sayang"ujar dave ,erick hanya tersenyum tipis melihat kedua orang tuanya itu.


"memangnya apa yang dia lakukan di kantormu sayang"tanya maria


"apa lagi mom,kalau bukan buat ulah dia,ini semua gara gara mommy yang menanggapi mereka dan mommy terlalu baik kepada mereka,jika nanti mantu mommy datang berkunjung terus mereka buat ulah dan buat menantu mommy pergi apa yang akan mommy lakukan hmmm"jelas erick menakut nakuti sang mommy ,karena dia tau kalau mommy nya sangat suka dengan kucing nakalnya itu.


"tidak tidak ,mommy tidak mau kehilangan mantu mommy itu"jelas maria


"apa mommy yakin,mommy di rayu dengan rayuan kata kata sopan nan halus,tingkah laku sopan santun serta air mata buaya saja luluh ,erick tidak yakin mommy akan bertahan dari mereka" ucap erick semakin memojokkan sang mommy ,dan benar maria semakin resah dan was was,karena dia tipe orang yang tidak tega melihat orang sedih.


Dave hanya jadi pendengar saja,dia membenarkan apa yag di ucapkan oleh putranya itu.dia ingin melihat apa yag akan di lakukan oleh istrinya nanti jika keluarga tidak tau malu itu datang berkunjung.


" permisi tuan ,di luar ada tuan ronald dan keluarga katanya ingin berkunjung " tiba tiba suara kepala pelayan ,membuyarkan lamunan dave dan maria.


"tuh bener kan apa yang erick bilang ,belum juga ada 10 menit sudah datang aja"sungut erick


"ingat mom,jika mommy kali ini luluh dan tidak bisa tegas kepada mereka ,mommy akan kehilangan mantu idaman mommy itu " jelas erick sambil berlalu pergi


"pah gimana ini,mommy tidak mau kehilangan calon mantu mommy"tanya maria


" ya jalan satu satunya mommy harus tegas dong kepada mereka ,seperti apa yang erick bilang barusan"jelas dave ,membenarkan ucapan erik lagi


"baiklah mommy harus tegas dan tega sama keluarga bermuka dua itu"tegas maria


"itu baru benar"


"suruh mereka masuk"


"baik nyonya " setelah mendengar jawaban dari nyonya besarnya kepala pelayanpun ,memberi perinta kepada penjaga untuk menyuruh tamu itu masuk.


di luar gerbang rumah


sepasang suami istri serta seorang gadis mendengus sebal karena mereka di berhentikan ketika ingin masuk.


"apa kalian tidak tau siapa kami ini hah, kami ini adalah calon besan dan anak ku ini calon nyonya muda kalian di keluarga ini" teriak rosita menyombongkan dirinya itu,serta kesal karena di hadang oleh penjaga.


"maaf nyonya kami hanya menjalankan perintah saja "tutur salah satu penjaga,dan teman yang lainnya menghubungi kepala pelayan dan sudah mendapatkan perintah.


"jika aku sudah jadi nyonya muda di keluarga ini orang yang pertama aku pecat adalah kamu"tunjuk marisa sombong

__ADS_1


"silahkan nona "ucap sang penjaga tetap ramah meski dalam hatinya sudah memaki marisa habis habisan.


"kalian sudah bisa masuk " ucap salah satu penjaga yang tadi sedang menelfon Kepala pelayan.


"kau lihat saja habis ini kau akan di pecat" sarkas miranda sabil menunjuk ke salah satu penjaga sambil berlalu masuk ke mobil dan masuk ke dalam mansion.


"huft......mereka benar benar keluarga yang sombong dan arogan sekali,pantas saja anaknya seperti itu ,la sama kayak emaknya "kata penjaga 1


"ha...ha...ha....buah jatuh tidak jauh dari pohonnya peribahasa itu sangat cocok kan dengan mereka" lanjut penjaga 2 sambil tertawa


"hmm.."


"ya sudah lanjut kerja saja jangan fikirkan keluarga gila itu"


mereka melanjutkan kerjanya.


di tempat yang berbeda di dalam mansion


tak...


tak


tak..


"hai jeng apa kabar "sapa rosita ke maria sambil cipika cipiki dan menyalami dave ,di ikuti oleh robert dan miranda.


kali lagi lagi miranda menunujukkan sopan santunnya dan wajah polosnya


" kabar ku baik,ada apa ini tumben kalian datang ke sini tidak memberi kabar " ucap maria basa basi


"ah tadi kami habis keluar dan kebetulan lewat daerah sini,jadi sekalian kami mampir ke sini" jawab rosita


" oooo" hanya kata itu yang keluar dari mulut maria ,dia sudah jengah karena selama ini dia terpedaya oleh kebaikan palsu mereka.


tak.


tak


tak..


tiba tiba ada suara langkah kaki menggema


"loh vin,ada apa tumben kamu ke sini " tanya maria setelh melihat siapa yang datang


" oh...selamat sore tuan besar dan nyonya besar,barusan tuan muda menelfon saya ,dan tuan bilang mau ketemu sama menantu tuan dan nyonya ,makanya saya di suruh ke sini untuk segera menyiapkan semuanya nyonya" jawab alvin sambil menunduk hormat.


"waaaahhh benarkah putraku akan menemui menantuku vin"tanya maria antusias


"iya nyonya"jawab alvin


"baiklah pergilah bantu erick menyiapkan barang barangnya" titah maria


"baik nyonya saya permisi tuan nyonya " ucap alvin

__ADS_1


"iya"


" hmmm" jawab dave


robert ,rosita dan miranda terkejut mendengar ucapan maria dan assisten putranya itu.


"benarkah erick sudah punya istri,tapi kenapa selama ini aku tidak pernah melihtnya dan tidak ada kabar tentang pernikahan mereka"batin miranda,dan rosita


" hmm..maaf jeng kalau boleh tau,memangnya jeng maria sudah punya menantu ya"tanya rosuta dan di angguki oleh maria


"tapi kenapa selama ini saya tidak pernah melihat menantu jeng maria "akhirnya pertayaan yang mengganjal di hatinya dia tanyakan juga.


"oh itu,soalnya menantuku itu sibuk mengurus perusahaannya yang sangat besar itu,jadi dia tidak pernah ada di sini hanya erick saja yang selalu menjenguknya" ujar maria


"jika kalian mengira kalian bisa drama ,aku juga bisa jadi ratu drama ck" maria bermonolog dalam hati


"ha...ha...ha...lihatlah wajah wajah itu " maria tertawa dalam hati ,dia suka sekali melihat muka mereka yang shok itu.


"maaf tante bukannya tidak sopan jika laki laki yang datang ,kenapa tidak istrinya itu yang menjenguknya ,dan kenapa dia masih kerja jika dia sudah menikah" sekarang miranda lah yang bertanya,padahal hatinya penuh dengan emosi.


" oooo..kalau soal itu memang kemauan erick sendiri karena dia tidak bisa jauh dari wanitanya , dan menantuku itu tidak suka menghamburkan dan memanfaatkan kekayaan suaminya ,dia dari dulu sudah mandiri sebelum sama erick,jadi erick memahami itu"jelas maria menambahkan garam dalam provokasinya supaya kena ke hati miranda.


"dan menantuku itu pengusaha muda no.1 di negara bukan cuma pengusaha muda tapi juga orang terkaya no 1 di negaranya tanpa bantuan keluarganya "di tambah cabai lagi oleh maria,dia begitu senang memerankan aktingnya,sedangkan sang suami dave hanya diam saja melihat obrolan sang istri dan dave hanya tersenyum tipis.


sedangkan robert dan rosita ,dan miranda semakin panas hatinya ketika mendengar maria meng elu elukan menantunya itu.mereka sudah tidak tahan lagi,maksut kedatangan mereka ingin menjodohkan anaknya dengan erick tapi ternyata mereka malah mendapatkan kejutan.


"hmm......sepertinya kami pamit pulang jeng hari hampir gelap sepertiny mau turun hujan"pamit rosita karena sudah tidak tahan dengan panas di hatinya itu.


"loh kalian kan baru sampai ,kok tumben cepet amat pengen pulang" sindir maria


"tidak ada jeng hanya saja sepertinya akan turun hujan " sela rosita,


"ya sudah yuk pa ,mir kita pulang " ajak rosita ke suami serta anaknya itu.


"tapi ma ,katanya kan tadi mau bahas sesuatu dengan tante maria " sela miranda dia tidak mau pulang sebelum tujuannya di sampaikan


"benarkah itu ros,kau datang ke sini ingin menyampaikan apa " tanya maria sambil menatap rosita yang sudah gelisah


" sebenarnya kedatangan kami ke sini ingin menjodohkan putra dan putri kita " bukan rosita yang menjawab tapi robert.


" ooo....tapi maaf anak saya sudah beristri " sekarang giliran dave yang angkat bicara


" tapi saya mau kok tan jadi yang kedua " sekarang miranda yang berkata dan tak tau malunya ,menawarkan diri.


"maaf di keluarga kami pantang bagi laki laki menikahi dua wanita ,karena keluarga kami menjunjung tinggi kesetiaan dengan pasangannya " jelas maria


mendengar penolakan itu robert dan rosita emosi tapi masih mereka pendam jangan sampai keluar .


" baiklah sepertinya tidak ada lagi yang perlu di bicarakan kami undur diri "pamit robert ,rosita dan miranda berdiri dan langsung pergi tanpa pamit ke tuan rumah.


setelah mereka keluar dan tak terlihat di sana tiba tiba


"ha...ha...ha...ha.....mama sungguh bener bener keren "

__ADS_1


__ADS_2