Berpindah Jiwa Bersama System

Berpindah Jiwa Bersama System
Bab 130


__ADS_3

"sama sama yank,apapun untukmu " ucap gibran kepada rora.Di barengi dengan senyum manisnya kepada rora.


Sahabat gibran sudah mulai jengah melihat tingkah gibran yang sudah kambuh lagi bucinnya.


Mereka benar benar heran kemana perginya sifat gibran yang dingin,acuh,dan irit bicara itu,apakah mereka nanti akan sama seperti gibran jika jatuh cinta ,mereka bergidik ngeri jika suatu hari nanti mereka akan di buat bucin oleh seorang wanita.


"oh ya wi,ketika peristiwa menimpa kalian semua kamu pergi ke mana ,apakah kamu juga ikut bersama mereka juga "tanya rora kepada dewi.


"tidak,dia pergi ke kampung halaman ibunya kami yang mengantarkannya "bukan dewi yang menjawab melainkan rosa.


Akhirnya rosa menceritakan tentang dewi dan rora menjadi pendengar yang setia .Tanpa menyela ucapan dari rosa.


"hmm.....begitu ,wi...bukannya mau merendahkan kamu,gimana kalau ortu loe kerja di kantor kak al atau bang nat,tadi gue dah cerita sama mereka "jelas rora.


"hmmm....nanti aku coba cerita sama mereka ya ra, sepertinya mereka trauma karena masalah yang waktu itu"jelas dewi.


" hmmm....baiklah ,kalau mereka tidak mau kerja di kantoran ,mereka juga bisa buka usaha nanti aku akan bantu tanam saham jika mereka tidak punya modal,karena dari yang kamu ceritakan kalau orang tua kamu sudah punya pengalaman kan " balas rora lagi.


"kami nanti juga akan bantu kok wi,loe tenang aja ,kalau masalah gak ada modal sama tempat nanti kita yang akan bantu carikan,ya kan ra "sela jeni.


Rora hanya mengangguk saja.


"iya ,makasih ya ,kalian teman teman aku yang baik , dulu aku sempat minder berteman dengan kalian karena kalian anak anak orang kaya, ternyata kalian sangat baik "ucap dewi dan matanya sudah berkaca kaca .


"terimakasih "ucap dewi lagi


"sudah sudah ,kita sekarang happy happy aja ,jangan ada lagi sedih sedih ,sudah cukup kita sedih sedihnya saatnya kita menjembut kebahagiaan kita sekarang "sela rosa.Dan mereka para cewek saling berpelukan ,karena sudah sangat lama mereka tidak bertemu satu sama lain,setelah lulus sekolah mereka semua sibuk dengan urusan masing msing dan mereka sempat hilang kontak.


Skip


Tak terasa waktu berjalan dengan cepat .


"waahh...sepertinya sudah sore ,ayo kita pulang nanti kita di cariin para orang tua karena sudah sore belum ada yang pulang "ucap rora setelah melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


"ya sudah yuk pulang,kita juga gak sengaja kan ketemu sama loe ra,jadi kita ngobrol sampai lupa waktu ,nanti gue akan cerita ma nyokap gue pasti dia senang denger kalau gue ketemu sama loe " jelas jeni.


Dan akhirnya mereka langsung pergi dari sana dan sebelum keluar rora membayar semua tagihan .Sebelum mereka berpisah mereka saling tukar nomor telfon masing masing.


"yank,biar aku yang bayar semuanya"ucap gibran.


"gak usah kak ,aku aja ,kapan kapan saja giliran kakak ya "jelas rora ,dia tidak mau merendahkan gibran atau membuat gibran kecewa.


"baiklah ,janji ya "balas gibran,dan rora hanya mengangguk saja.

__ADS_1


Setelah di parkiran mereka segera menuju kendaraan masing masing.


"yank, kakak antar kamu pulang ya ?"ucap gibran.


"gak usah kak ,rora sudah di jemput" balas rora.


"di jemput sama siapa yank " tanyanya lagi.


"tuh"tunjuk rora dengan dagunya di sana sudah ada laki laki gagah ,tampan,maco dan manly membuat gibran insecure melihat penampakan laki laki yang menjemput kekasihnya itu.


"siapa itu yank "


"ada apa gib,kenapa berhenti ,ayo kita pulang sudah sore ini "sela azka.


Melihat gibran tidak menjawab ucapan azka,azkaa pun melihat apa yang di lihat oleh temannya itu,


"wow......siapa cowok itu,gila cakep bener gue yang cowok saja sampai terpesona melihatnya apa lagi para cewek"gumam aza.Dan akhirnya dia juga sadar kalau dia tidak sendiri ,akhirnya dia melihat sahabat nya ternyata benar dan ternyata bukan cuma mereka yang terpesona dengan cowok yang di lihat oleh mereka ,masih banyak pengunjung yang ternyata juga terpesona sampai ada yang mimisan.


"selamat sore nona "sapa laki laki tampan itu yang ternyata adalah seven .


" nona " gumam para cowok sedangkan para cewek sudah tau siapa seven jadi mereka tidak kaget lagi.


" selamat sore seven ,terimakasih sudah mau jemput aku "


"oh ya kak ,kenalkan dia adalah seven asisten ku sekaligus tangan kanan ku kak "


"apa....loe sudah punya asisten ra "ucap azriel ,dia terkejut jika rora masih muda sudah punya asisten .


Dia saja boro boro asisteen ,bodyguard saja gak ada.


"seven kenalin mereka semua adalah temen temen aku "


"baik nona"


"seven"


"hai salken ,saya azriel"


"azka"


"Damar"


"gibran"

__ADS_1


"baiklah semua ,aku duluan ya,kak rora pulang duluan "


"yank...."


"ya .."


cup


"hati hati ya ,kalau dah sampai rumah kasih kabar biar kakak gak khawatir " ucap gibran setelah memberikan kecupan singkat di kening rora.Teman teman yang melihat tingkah gibran shok,bagaimna bisa mereka kan baru jadian kenapa bisa teman mereka main nyosor saja kayak angsa.


"iya kak,daaa......guys yuk duluan ya"ucap rora memberikan salam kepada temen temennya dan para kakak seniornya itu.


Setelah rora pergi dan di susul oleh sahabat sahabat rora ,kini tinggallah gibran cs.


"bran ini beneran loe kan ,bukan orang lain,gibran temen kita "tanya azriel dan azka berbarengan.Mereka masih belum percaya dan selalu mempertanyakan pertanyaan yang sama .


"memang kenapa "tanya gibran sambil menautkan alisnya bingung dengan ucapan sahabatnya itu.


" kemana perginya sifat dingin ,acuh,dan masa bodo kamu itu ,kenapa sekarang jadi kayak gii "jelas azriel sambil tangan kanannya dia letakkan di kening gibran.


plak


"loe kira gue sakit apa "


"ya siapa tau loe sakit ,karena seharian ini banyak sekali perubahan loe"


"dulu waktu loe di kejar kejar sama bunga kampus saja loe gak respon sama sekali dan loe kelihatan sekali jijik lihat cewek ,lah sekarang malah loe suka sekali nempel sama ma rora dah kayak lem aja " canda azka.


"dan tapi apa tuh barusan main nyosor aja sudah kayak angsa aja loe " ucap azriel,dn damar hanya mengangguk saja .


"entah lah dulu gue memang gak begitu tertarik sama cewek ,entah kenapa sejak rora datang jadi maba waktu itu dia sudah bisa curi perhatian gue yang awalnya gue gak perduli ma cewek tapi dia itu beda ,hati gue seperti mau lompat ketika melihat senyumnya dan mata gue tu gak mau beralih memandangnya dan kalian tau gak ,kalau jantung gue berdebar semakin cepat ketika bersama nya dan itu belum pernah gue rasain sebelumnya jika di dekatin sama cewek "jelas gibran panjang.


" gila ini mah pemecah rekor dia bicaranya panjang banget " gumama azka ,azriel dan damar.


"yuk..dah lah kita pulang gue mau cari in orang buat ayank baby gue mau buat kandang buat kucingnya itu "jelas gibran,


"yaa...yang sudah punya gebetan "


"eh...btw bukannya kalau peliharaan kucing itu kalau kandang tinggal beli saja kenapa ini rora mau repot repotbikin ?"tanya damar.


"mungkin dia mau buat kandang yang lebih besar dan nyaman buat peliharaan nya ,gak mau kecil gitu "jelas gibran.


"hmm...bener juga sih.."

__ADS_1


"ya sudah kita balik yuk ...gue mau rehat dah capek gue "ucap azka.


__ADS_2