Berpindah Jiwa Bersama System

Berpindah Jiwa Bersama System
bab 40


__ADS_3

akhirnya mereka pergi meninggalkan cafe itu untuk menuju kediaman tuan adrian .karena mereka mendapatkan undangan makan malam di kediaman tuan adrian.setelah beberapa menit di dalam perjalanan mereka sampai di kediamanaa tuan adrian,dengan rora dan alfa membawa motor kesayangan mereka masing masing.karena alfa dan rora datang membawa kendaraan sendiri sendiri.



(motor milik aurora )



(motor milik alfa)


aurora dan alfa mengikuti kendaran milik jack,sampai di depan gerbang mansion tuan adrian penjaga melihat jika jack sang assisten tuan mereka datang langsung mempersilahkan masuk.


"selamat malam tuan "ucap sang penjaga kepada jack


"malam juga ,oh ya mereka yang ada di belakang itu anak anak jadi biarkan mereka masuk "jelas jack kepada sang penjaga


"baik tuan"


mereka masuk semua dan tepat di depan garasi jack berhenti tak berselang lama alfa dan rora datang.


"ayo sayang kita masuk,sepertinya tuan adrian sudah menunggu kita "ajak jack kepada keluarga kecil barunya itu.


lintang langsung menggandeng tangan rora karena merasa sangat bahagia sampai dia melupakan sang suami.


"bun,ayah gak di gandeng "rajuk jack,dia bersandiwara memasang wajah di tekuknya ,di dalam hatinya dia sangat bahagia melihat senyum sang istri yang tak pernah luntur semenjak bertemu dengan alfa dan rora.


"iihhhh....ayah ini gak suka lihat bunda seneng dikit aja,ayah sama kakak saja sana,kan kalian laki laki,bunda sama adek kan sama sama cewek"jawab sang istri


"hmmm....baiklah baiklah "jawab jack mengalah


"ayo kak,kita duluan masuk biarkan para wanita cantik kita itu"ajak jack kepada alfa .alfa hanya mengangguk saja


ting ..tong...


"eh selamat datang tuan jack ,mari masuk sudah di tunggu oleh tuan dan nyonya di meja makan"ucap sang kepala pelayan kediaman adrian.


"terimakasih "jawab jack singkat dan langsung mengikuti sang kepala pelayan.


"selamat malam tuan ,nyonya" sapa jack dan lintang bersama sama.


"malam jack,lintang ayo silahkan duduk "jawab adrian.


mereka duduk di tempat yang sudah di sediakan oleh tuan rumah.


tak...tak...tak..


terdengar suara langkah kaki turun dari arah tangga.

__ADS_1


"malam semua ,maaf telat "sapa pemuda itu,sang pemuda masih belum menyadari ada orang lain di sana .


"al,kenapa kau tidak menyapa tamu kita"tanya tuan adrian


"eh selamat malam paman ,bibi dan....."betapa terkejutnya aldo melihat siapa orang yang ada di hadapan nya,


"rora ,kak alfa kalian ada di sini "tanya aldo masih dalam mode shok karena melihat alfa dan rora ada di sana.


"hai"sapa rora dan alfa hanya mengangguk saja.


"kalian sudah saling kenal ternyata "kata adrian


"kalau rora itu temen satu kelas aldo pa, dan kak alfa itu kakaknya rora dan dia juga...."kata kata aldo sempet berhenti sambil melirik ke arah alfa ,karena dia sudah berjanji tidak akan mengatakan siapa rora dan alfa itu.alfa yang merasa di perhatikan menoleh ke arah aldo, dan alfa hanya menggelengkan kepalanya saja.


"dia juga apa al"tanya tuan adrian


"ah tidak apa apa pa"


"ya sudah,ayo kita makan ngobrolnya di lanjutkan saja nanti,setelah makan malam"sela siska


"baiklah,silahkan menikmati hidangan sederhana kami ini"kata adrian ramah


mereka makan dengan hitmat tanpa adanya obrolan lagi ,hanya suara sendok dan piring yang beradu.


setelah selesai mereka ngobrol di ruang keluarga .


"katakan jack"


"hmm...mulai saat ini aurora dan alfa adalah anak angkat kami tuan,kami akan mengangkat mereka jadi anak kami dan masuk ke keluarga kami mulai sekarang"jelas jack


"waaah,....benarakah itu "bukan adria yang menjawab melainkan siska yang sangat antusias karena dia tau bagaimana kehidupan jack dan lintang.


"benar nyonya"jawab jack


"o ayolah jack sudah berapa kali aku selalu bilang panggil aku mbak dan suamiku mas,jika kalian tidak dalam suasana formal"jelas siska


jack merasa sangat beruntung bisa bekerja bersama dengan mereka orang orang yang baik dan tulus.


"iya mbak,maaf "


tiba tiba tanpa di sadari oleh mereka rora mengambil pisau kecil ,dan melemparkannya ke satu arah ,dan mereka terkejut melihat tindakan rora.dan orang yang di serang oleh rora sudah meringis kesakitan menahan pisau yanh sudah menancap di bahu sebelah kanan itu.


"arrrrggg.....sialan kenapa dia bisa tau aku ada di sini"geram pria itu


tiba tiba rora sudah ada di depan laki laki itu dan menariknya untuk keluar dari persembunyiannya.


"katakan siapa yang menyuruhmu memata matai keluarga ini"tanya rora dingin,orang orang yang ada di sana hanya melihat apa yang sedang di lakukan oleh rora tanpa ada yang berani bertanya.mereka akan tanyakan nanti saja.

__ADS_1


plak...plak..


dua tamparan mendarat di pipi laki laki itu.


"tidak mau menjawab hmmm.....masih tetep kekeh dengan kebungkaman mu ternyata ,baiklah kalau begitu"


rora merogoh saku jaketnya ,dan dia mengambil sebutir pil dari dalam sakunya.ya aurora meminta kepada max untuk membeli pil kejujuran yang ada di shop yang sudah bisa di buka oleh aurora.rora memasukkan pil itu secara paksa tapi tidak bisa.


"kak alfa tolong bantu rora membuka mulutnya"


tanpa di perintah dua kali alfa melakukan apa yang di minta oleh sang adik.setelah pil itu masuk ke dalam tubuh laki laki itu rora melepas cengkraman tangannya itu.


tak berselang lama tubuh laki laki itu kejang kejang setelah menelan pil itu ,bertanda bahwa pil mulai bereaksi setelah kejang kejangnya hilang mata mata itu mulai tenang dengan tatapan kosong ke depan.


"sekarang katakan siapa namamu"


"nama saya toni nona"


"apa tujuan kamu memata matai keluarga ini"


"saya tidak tau nona ,saya hanya menjalankan perintah saja untuk memata matai keluarga ini dan melaporkan semua kejadian dan kegiatan yang ada di rumah ini?


"siapa yang menyuruhmu"bukan rora yang bertanya melainkan adrian ,yang sudah geram sejak tadi ,dia kecolongan ternyata di dalam kediamannya dia memelihara mata mata musuh.


"nona marisa tuan"


mendengar jawaban dari toni orang orang di sana tidak terkejut lagi karena sudah tau kelakuan dan sifat licik gadis itu.


"paman ,apakah yang akan paman lakukan kepadanya"tanya rora ke adrian.


"hmmmm...paman akan menyuruh bawahan paman untuk menghabisinya saja"kata adrian dengan tegas.


"maaf paman kalau boleh biar dia jadi urusan rora"


"apa yang akan kamu lakukan nak"tanya adrian ke rora ,rora hanya tersenyum saja.


"ten"


"saya nona"jawab ten yang tiba tiba sudah ada di sebelah rora,lagi lagi orang orang yang ada di sana kaget,selain alfa pastinya.


"dari mana datangnya laki laki itu,tadi tiba tiba dia menyerang orang pakai pisau ,di ruangan ini tidak ada pisau sama sekali dari mana dia dapatkan,semakin ke sini aku mengenalmu kamu semakin misterius ra"monolog aldo dalam hati


"antar dia ke bosnya sebagai paket peringatan "


tanpa menunggu lama ten membawa pergi toni dan menghilang di depan mereka


bruk

__ADS_1


__ADS_2