Berpindah Jiwa Bersama System

Berpindah Jiwa Bersama System
BAb 128


__ADS_3

Wajah rora sudah merah dan juga wajah gibran ,ingin dia melemparkan teman laknatnya itu ke kutub utara biar tidur bersama beruang kutup .Bisa bisanya sahabatnya itu menelfon kluarganya di waktu yang tidak pas seperti sekarang.


"kau dengar kan sayang kalau keluargaku semua setuju dengan pilihanku hmmm....jadi apakah keputusanmu sekarang ?"tanya gibran ,mencoba untuk menghilangkan rasa canggung dan malunya karena ulah sahabatnya itu.Gibran jadi sedikit bodoh kenapa tadi harus mengajak mereka ketika aku nembak rora,apes dah batin gibran.


Rora masih bingung,karena dia memang sudah tertarik dengan gibran tapi dia masih ragu ,rora hanya menganggukkan kepalanya saja tanda meng iyakan dari pertanyaan gibran.


"kenapa hanya mengangguk saja yank,aku butuh jawaban dari bibir manismu ini"ucap gibran dengan lembut.


"iya aku terima kakak jadi pacar aku,tapi aku masih ragu akan hati aku kak"ujar rora jujur.


"terimakasih sayang ,tidak apa apa ,aku akan membuat hatimu ini akan selalu ada aku suatu saat nanti dan hanya ada aku di hatimu itu suatu hari nanti"


Sedangkan di ruangan yang sama para jomblo hanya bisa menyaksikan dua insan yang lagi kasmaran,tepatnya si laki laki yang mulai bucin dan merayu pasangannya.


"mar,kemana sifat dingin temen kita ?"tanya azka.


"apakah kepalanya tadi kebentur tembok sebelum berangkat ke kampus atau dia salah makan ya hmmm......"kata azriel.


"sepertinya kita perlu panggil dion ke mari untuk cek kepala gibran "kata damar.


"untuk apa ?"tanya azka dan azriel serempak.


"karena sepertinya es batu meleleh sekarang jadi butuh dion untuk memeriksa jantung kita,takutnya kita kena serangan jantung melihat perubahan sahabat kita "ucap damar yang mata nya masih melihat sejoli yang kasmaran.


Sahabat gibran tidak percaya teman mereka yang dingin kepada siapapun itu bisa juga bertindak lembut dan manis di hadapan gadis cantik.


" apakah setiap orang jatuh cinta itu tidak perduli akan sekitarnya , come on dude we are here rigt now and we still single here "ujar azka kepada gibran.


"kalian cari saja pasangan sana biar tidak iri melihat kami "sinis gibran.


"kau lihat ra,kekasih barumu itu dia begitu dingin kepada kita kita ,apakah kau masih mau pacaran dengan laki laki seperti dia "kata damar mengompori.


"ck....jangan di dengarkan ucapan mereka sayang" ujar gibran,dia selalu nempel ke rora seperti permen karet ,sejak dia di terima oleh rora dia jadi seperti anak kecil yang tidak mau jauh dari ibunya saja.


Gibran hari ini sangat bahagia karena cintanya di terima oleh gadis pujaannya ,tidak rugi selama ini dia menunggu gadisnya .Meski banyak gadis yang mengejarnya tapi hatinya sudah jadi milik gadis di sebelahnya sejak pandangan pertamanya di pertemuan pertama mereka di kampus.


"yank,kapan kamu bisa datang ke rumahku hmm...."tanya gibran.

__ADS_1


"aku lihat dulu ya kak,dan aku juga perlu izin ke kakak serta abang aku yang posesif itu "jelas rora.


Dan gibran juga melihat nya tadi,jika saudara gadisnya ini sangat posesif.Mana mereka laki laki semua dan orang terpandang juga.


"yank,apakah keluargamu akan menerima ku ,sama seperti keluargaku yang menerima kehadiranmu "ujar gibran sendu karena dia teringat dengan kedua kakak gadisnya yang sempat tadi melihatnya dengan tatapan sinis.


"percaya kepadaku semua keluargaku akan menerimamu ,tapi jika kamu menyakitiku mereka tidak akan segan segan menghancurmu beserta keluargamu juga kak"balas rora,meski ada penekanan di setiap ucapan rora.


" aku tidak bisa berjanji yank,tapi aku akan buktikan itu ,aku tidak akan menyakitimu "balas gibran.


gluk


Teman teman gibran yang mendengar merasa ngeri,bagaimana jika suatu hari nanti mereka menyakiti gadis di depan mereka saat ini.


"baiklah mari kita keluar ,bukankah masih ada kelas "ucap gibran.


"hari ini aku hanya ada satu matkul saja kak,jadi aku mau langsung pulang saja sekarang"balas rora.


"baiklah karena kita semua tidak ada lagi mata kuliah lagi ,mending kita jalan jalan bagaimana?"ucap azka memberi ide.


"hmmm......boleh aku tanya ke kalian semua"ujar rora.Rora tidak menjawab ajakan azka tapi malah memberikan pertanyaan balik.


"apakah kalian tau bagaimana cara mengurus kepemilikan hewan buas dan liar ?"tanya rora. Sebetulnya dia bisa melakukannya sendiri dengan bantuan max tapi dia tidak menginginkan itu karena dia ingin berusaha sendiri tanpa bantuan max.


"untuk apa kamu tanya masalah itu yank?"tanya gibran


"jangan bilang kalau kamu mau memelihara hewan buas ra"tanya azka.


"iya kak"


"memangnya hewan apa yang ingin kamu pelihara ra!"tanya azriel yang penasaran.


"sepasang kucing imut dan dua anaknya yang sangat menggemaskan sekali "balas rora dengan mata binarnya,gibran yang melihat binar mata gadisnya yang juga bahagia ,dia sangat gemas melihatnya ,karena wajah gadisnya terlihat sangat imut.


"aku yang akan mengurusnya buat kamu yank " ucap gibran.


"benarkah kak,kakak akan membantuku !"ucap rora antusias.

__ADS_1


"hmmmm....."balas gibran sambil menganggukkan kepalanya.


"terimakasih kak,terus apakah kalian juga bisa membantuku juga untuk membuat kandang yang sangat besar lebih mirip hutan aslinya "tanya rora lai sambil menatap para pria yang ada di ruangan itu.


"bisa kami akan membantumu ra ,kamu tenang saja "balas damar.


"ya sudah yuk,mumpung masih siang bagaimana kalau kita ke cafe bentar saja "usul azka.


"baiklah ayo"


Mereka berlima keluar dari bascamp ,dan ternyata kampus sudah agak sepi.Mereka langsung menuju kafe biasa tempat mereka nongkrong.


"kamu mu pesen apa yank?"tanya gibran.


"apa aja kak,aku gak pilih pilih soal makanan dan minuman"


Akhirnya pesanan mereka datang,dan mereka menyantap makanan ringan dan minuman mereka.


"rooooraaaaa"teriak seseorang ,dan seketika rora dan orang orang yang berada satu meja dengannya pun menoleh melihat siapa orang memanggil rora.


" kalian "ucap rora kaget melihat teman teman dulu ada di cafe yang sama.


Jeni,rosa,raisa dan dewi langsung memeluk rora mereka semua saling melepas rindu ,bahkan jeni sampai menangis karena bisa bertemu dengan temannya yang baik ini.


" kenapa kalian pergi keluar negri tidak memberi kabar dulu kepadaku ,apakah aku sudah tidak penting lagi buat kalian ,apakah aku sudah bukan teman kalian lagi sehingga kalian pergi tanpa pesan ,bahkan kalian pergi di waktu bersamaan!"ucap rora matanya sudah berkaca kaca .


"maafkan kami ra,bukan maksut kami pergi meninggalkan mu begitu saja ,waktu itu perusahaan orang tua kami ,entah kenapa mengalami kolep di waktu yang bersamaan,dari situ kami semua pergi untuk sementara waktu sampai para orang tua kami bisa mengatasi masalah yang terjadi !" jelas Rosa.


"apakah sekarang sudah selesai urusannya ,sehingga kalian bisa berada di sini sekarang "tanya rora.


Belum sempat ada yang menjawab pertanyaan rora,ada suara yang memotong obrolan mereka.


"yank,kok temennnya tidak di ajak duduk ,kasihan dari tadi berdiri terus "ucap gibran.


pluk


"aduhhh...maaf gue lupa ,uk duduk dulu dan kalian pesen apa gue traltir kalian hari ini "ucap rora

__ADS_1


"makasih ra "ucap rora geng serempak


__ADS_2