Berpindah Jiwa Bersama System

Berpindah Jiwa Bersama System
bab 35


__ADS_3

"bibiiiiiii"teriak jeni meihat bi sumi sudah ada di pintu menunggu mereka,sambil lari kecil jeni mendekati bi sumi dan memeluknya


"bi,jeni kangen sama masakan bibi sama disert buatan bibi sangat the best"ucap jeni sambil memeluk bi sumi.


"hmm..baiklah nanti bibi akan masakin yang enak enak buat kalian dan bibi kemaren habis buat cemilan "jelas bi sumi,


satu persatu dari para cewek memeluk bi sumi,bi sumi sangat senang karena teman teman dari nonanya sangat baik dan ramah,


"bu,di panggil non rora"tiba tiba suara mang dadang membuyarkan aksi peluk memeluk bi sumi .


"eh iya pak ,habis ini saya temuin non"


"eh ada mang dadang,apa kabar mang ,"sapa jeni sambil salim dengan takzim di ikuti dengan yang lainnya ,


"mamang kabarnya baik non,mari masuk masak tamunya dari tadi tidak di suruh masuk sih bu"kata mang dadang kepada bi sumi istrinya


"eh iya ibu lupa pak hee .he.maaf ya non ,tuan."kata bi sumi terkekeh


"he...he...tidak apa apa bi,santai saja kayak sama siapa "balas jeni


""ya sudh yuk masuk dulu non,tuan"kata mang dadang menyuruh mereka semua masuk


"makasih mang"jawab mereka kompak


mereka masuk rumah rora ,aldo cs masih terkagum kagum,rasa kagum mereka dari tadi tidak selesai selesai dari awal masuk kawasan rumah elit sampai masuk rumah ,masih tetap sama dengan rasa kagum mereka .


"ini rumah apa istana sih,kok isi sama interiornya keren abis"tanya aldo


"iya"balas jimy


mereka semua masih mengikuti langkah kaki mang dadang karena bi sumi pergi ke dapur untuk membuatkan minuman untuk mereka.


"silahkan duduk dulu non ,tuan,mungkin sebentar lagi non rora akan turun "ucap mang dadang


"iya mang ,terimakasih ya,oh ya mang apakah kak al belum pulang "tanya jeni ,ya hanya jeni yang antusias karena dia anak tunggal tidak punya saudara,melihat rora dan alfa sangat deket jadi dia sekarang juga ingin dekat dengan alfa sebagai kakak juga,dia ingin merasakan di sayang oleh seorang kakak.

__ADS_1


"belum non,tapi biasanya kalau non rora pulang sebelum jam makan siang pasti tuan akan pulang untuk makan siang bersama dengan non rora di rumah "jelas mang dadang


"siapa yang tanyain saya mang"suara sexy tiba tiba terdengar di antara obrolan mereka,dan serempak mereka menoleh ,dan jeni penuh binar bahagia alfa lah yang datang.


"kak alfaaaaaa......."teriak jeni sambil lari ke arah alfa dan langsung melompat gendong seperti koala (,kayak monyet nemplok πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ€­πŸ€­πŸ€­)


"eh...eh....ini kenapa ini"alfa kaget tiba tiba jeni nemplok kayak gitu,tapi dia menyangga tubuh jeni supaya tidak jatuh .


"he...he....gak ada apa apa cuma kangen sama kak alfa saja "jawab jeni sambil cengengesan,


"di mana rora hmmm...."tanya alfa yang langsung akrab sama jeni,meski dia orang yang susah dekat sama orang selain rora dan orang rumah pastinya.


"dia lagi di kamar kak"


"dan mereka siapa itu"tanya alfa sambil melangkah keruang tamu dan menunjuk para cowok yang menatapnya tanpa berkedip.


"gila ....gila....ini gila....pantas saja rora wajahnya cantik abis.....kakaknya saja mukanya kayak dewa yunani gitu,gimana cara ngadonnya ya "batin jimy melihat ketampanan alfa


"buhset dah itu muka mulus amat ,apa pakai skin care ya"batin anton


"masyaallah sungguh indah ciptaan MU ya Allah"batin ryan


para cewek yang melihat para cowok tidak berkedip sama sekali melihat wajah kakak rora hanya bisa menahan senyum saja.


"ekheeemmm......kenalkan saya kakaknya aurora ,panggil saja kak alfa sama kayak rora panggil saya"sapa alfa sambil menyadarkan para cowok yang sedang melamun.


"eh saya jimy kak"


"saya aldo"


"saya anton"


"saya ryan"


"salam kenal kak alfa" jawab mereka serempak sambil meambaikan tangan mereka,karena alfa tidak bisa menjabat tangan karena ulah jeno yang masih nemplok sama alfa.

__ADS_1


"eh loe ngapain nemplok kayak monyet sama kakak gue jen"tiba tiba suara aurora mengejutkan mereka semua yang ada di ruang tamu


"gak tau nih dek ,temenmu tadi tiba tiba gendong kayak gini pas kakak datang"


aurora mendekati kakaknya dan langsung mencium pipi kiri sang kakak,dan di balas ciuman di kening rora oleh alfa .melihat kejadian itu para cowok melotot,rora yang cuek sama cowok ternyata bisa lembut kalau sama kakaknya .dan para cewek merasa iri karena rora mempunyai kakak cowok yang begitu menyayanginya.


(mereka tidak tau saja kalau masa lalu rora sangatlah pahit)


"kak alfa kami juga mau di sayang sama kakak,karena kami tidak punya kakak laki laki,apa lagi aku hanya anak tunggal"kata jeni mengutarakan unek uneknya dengan muka sedihnya.


alfa menoleh ke arah rora


"bagaimana dek"mereka komunikasi lewat telepati


"terserah kakak saja ,rora mah ngikut,meski rora gak suka berbagi kak alfa"jawab rora sambil jemberut bibirnya


alfa hanya terkekeh mendengar kata kata adiknya itu,dan langsung memberi ciuman di pucuk kepala rora. rora semakin jengkel mendengar alfa tertawa.


"kamu tetap adik kesayangan kakak sambil memeluk rora dengan tangan kirinya"


"eh ini turun dulu napa sih,dari tadi nemplok gak turun turun kasihan kakak gie pegel gendong e loe kayak gorila ini"ledek rora ke jeni


"eh enak aja ngatai gue gorila ,kak alfa lihat noh si rora ngatain aku gorila "manja jeni ke alfa.rora hanya merotasikan matanya ,sedangkan teman teman mereka yang melihat tingkah jeni hanya menggelengkan kepalanya saja.


mereka terihat benar benar seperti saudara kandung yang lagi berantem saling ledek satu sama lain yang memperebutkan kasih sayang abang.


"non ,tuan makan siang sudah siap"kata bi sumi


"kok tumben sudah siap bi"tanya alfa sambil menurunkan jeni dari gendongannya


"iya saya di bantu sama bulan tuan,temen non rora"jelas bi sumk


"ya sudah ayo semua kita ke ruang makan ,kita makan siang bersama sama"ajak alfa ke teman teman adiknya itu.


di sana sudah ada bulan ,bi sumi dan mang dadang ,yang sudah selesai menyiapkan makan siang.mereka semua duduk di kursi masing masing.tapi bulan masih tetep di posisinya berdiri dia masih bingung.

__ADS_1


"lan kenapa tidak duduk ,ayo duduk tidak usah sungkan di sini gue dan kakak gue tidak pernah membeda bedakan status, bagi kami siapa yang baik kepada kami ,kami akan baik ke mereka juga dan menganggap mereka keluarga kami"jelas rora karena melihat keraguan di mata bulan.


mendengar ucapan rora bulan langsung tersenyum bahagia karena mendapatkan orang yang baik .


__ADS_2