Berpindah Jiwa Bersama System

Berpindah Jiwa Bersama System
Bab 78


__ADS_3

Karena saat ini mereka belum beranjak dari tempat mereka.Tapi ketika Gibran ingin melangkah membantu kedua gadis itu tiba tiba datanglah dua cowok keren dan gagah juga melawan para pria berbaju hitam itu.


Gibran mengurungkan niatnya untuk membantu kedua cewek itu.


"siapa mereka berdua kenapa tiba tiba bisa ada di sana,padahal dari tadi gue lihat ke arah sana tidak melihat kedatangan mereka ?" gumam gibran.


Dan di tempat rora dan bulan mereka tersenyum karena mereka melihat orang yang mereka kenal membantu mereka.Pria yang di pertanyakan para most wanted adalah seven dan ten yang selalu mejaga mereka berdua.Mereka keluar dari bayangan karena melihat musuh yang menyerang nonanya semakin banyak jadi mereka keluar untuk membantu.


"Terimakasih kalian sudah mau membantu"ucap rora


"sama sama nona"jawab ten


"Baiklah ayo kita habisi semuanya dan sisakan satu sang pemimpin saja untuk kita korek informasi darinya nanti "terang rora


"baik"jawab mereka bertiga kompak [ bulan ,seven,ten]


Rora dan bulan segera megeluarkan belati kembar mereka masing masing ,karena mereka ingin segera menyelesaikannya ,takut orang rumah semakin khawatir ketika mereka tidak pulang pulang, tapi seven dan ten menggunakan pedang mereka masing masing.


srek


srek


ting


ting


ting


Suara senjata saling beradu ,para musuh menggunakan pistol tapi rora dan yang lainnya hanya menggunakan senjata kesayangan mereka.


Musuh yang melawan bulan dan rora langsung mati karena mereka langsung memenggal kepala mereka,seven dan ten memotong tubuh musuh musuh itu.


Melihat kekejaman orang orang yang ingin mereka bawa ,para pria berbaju hitam menjadi ciut nyalinya ,karena melihat cara mereka menghabisi teman temannya.


Dan tidak perlu menunggu lama mereka berempat sudah menghabisi hampir 60 pria kekar dan berbadan besar ,tapi tidan membuat mereka takut.Dan saat ini tersisa hanya sang pemimpin saja .


"katakan siapa yang menyuruh mu untuk membawa kami dan kalian dari klan mana "tanya rora.


"ck....kau bunuh saja ,aku tidak akan memberi tahu kalian apapun"ucap sang pemimpin itu.

__ADS_1


"benar benar keras kepala ,apakah dengan kau diam saja akan membuat tuanmu selamat dari kami ,kau salah kami akan tetap memburu tuanmu sama seperti tuanmu yang ingin menangkap kami"ungkap bulan.


Tiba tiba rora memasukkan pil ke mulut pemimpin itu.


"Apa yang kau masukkan ke mulutku breng**k"kata sang pemimpin marah dan dia kaget karena tiba tiba ada salah satu gadis yang ingin dia bawa memasukkan ke mulutnya.


"Tidak ada itu racun yang akan menyiksamu sampai menuju ajalmu"kata rora berbohong tapi dalam hati dia sempat sempatnya menertawai pria yang ada di depannya itu.


"jadi katakan siapa yang menyuruhmu ?"


"saya tidak tau nona karena kami semua di suruh untuk membawa gadis yang ada di sebelah anda"jelas sang pemimpin ,tapi dia heran bagaimana dia bisa bicara dengan jelas dan jujur.


Rora dan bulan terkejut ternyata target mereka adalah bulan sendiri.


"Ra apa yang gue fikirkan sama dengan apa yang loe fikirkan"tanya bulan.


"Ternyata mereka sudah bergerak lan,dan sepertinya mereka sudah menyadari keberadaanmu saat ini"terang rora ke bulan,dan bulan hanya mengangguk saja.


"Apakah si ulet bulu juga menyadari jika itu gue ra"tanya bulan ke rora.


"Kemungkinan iya,karena hanya dialah yang sekarang bertemu dengan mu ,tapi dia melihatmu hanya 3 hari saja"jelas rora.


"Apakah selama ini mereka mencariku dan mematai mataiku ra"tanya bulan ke rora,rora hanya mengidikkan bahunya.


"Mereka semua pembunuh bayaran yang di kirim oleh orang yang ingin menangkap loe"terang rora setelah dia menggunakan mata dewanya untuk melihat ke arah sang pemimpin karena dia malas bertanya lagi.


Dan tanpa aba aba


slaaaassshh


Rora memenggal kepala sang pemimpin itu .


"Ten ,seven urus mereka semua ,bersihkan tanpa sisa "perintah rora


"naik nona "jawab mereka serempak.


Di sisi most wanted.


Mereka semua bergetar melihat semua kejadian itu,mereka melihat bagaimana empat orang itu membantai orang orang yang akan menyerang mereka,dan mereka tanpa berfikir panjang membunuh semua orang itu .

__ADS_1


bruk


bruk


bruk


Azka,Azriel ,Damar ambruk bersama sama karena sudah tidak bisa menahan beban tubuh mereka karena tiba tiba kaki mereka lemas seperti jeli,hanya gibran saja yang masih mematung di sana .Dia benar benar tidak bisa percaya akan apa yang dia lihat,gadis kecil mungil bisa membantai orang tanpa ampun.


Sedangkan teman teman gibran masih mencerna apa yang sedang mereka lihat saat ini,mereka ngeri melihat kesadisan. kedua gadis itu dalam membantai lawan.


"Siapa mereka berdua sebenarnya ,tidak mungkin hanya karena mereka adalah dari keluarga Alexander ,mereka benar benar sungguh misterius"monolog gibran saat ini yang masih setia berdiri melihat ke arah ke empat orang itu sebelum kedua gadis itu pergi meninggalkan lokasi kejadian.


"Bran kita harus segera pergi dari sini ,kita satu mobil saja ya ,tubuh gue lemes banget nih"ucap azka


"gue juga"kata azriel


"gue juga iya ,gue gak habis fikir ternyata macan dan kucing bener bener garang jika mereka di ganggu seperti hewan aslinya"terang damar.Dan teman temannya hanya mengangguk saja .


"Apa kalian sudah lebih baik dan bisa berjalan menuju mobil"tanya gibran ke teman teman.


Mereka ingin segera pergi dari sana sesegara mungkin.


"kami akan berusaha "kata azka ,meski tubuhnya masih lemas.


"kenapa kalian bisa seperti ini"tanya gibran bingung karena dia tidak melihat teman temannya ketika jatuh karena dia terlalu serius melihat rora dan bulan.


"gue seperti ini karena melihat kesadisan macan dan kucing ,gue gak habis fikir jika mereka berdua benar benar seperti macan dan kucing jika di ganggu "jelas azka


"gue juga ,gue shok melihat mereka bagaimana bisa gadis imut dan kelihatan polos itu membantai sekumpulan pria berbaju hitam itu tanpa ampun"terang Damar.


"hmmmm....gue juga ,padahal mereka tadi seperti bidadari ketika bernyanyi di atas panggung,tapi ketika melihat mereka sekarang mereka seperti iblis penjabut nyawa "ungkap azriel .


Mereka sungguh ngeri melihat kesadisan kedua gadia itu.Dan mereka berjanji tidak akan membuat masalah dengan mereka dan membuat marah kedua gadis cantik tapi berbahaya itu.


"ya sudah tidak usah di bahas lagi,dan jangan kalian bahas masalah hari ini kepada siapun jika kalian tidak ingin berurusan dengan mereka berdua"terang gibran


Mereka bertiga hanya megangguk saja.


"ya sudah yuk pergi,kalian sudah mendingan kan"tanya gibran

__ADS_1


"yuk"jawab mereka bertiga serempak


Mereka berdiri dengan susah payah karena kaki mereka masih bergetar dan masih sedikit lemas .Tapi mereka berusaha keras karena ingin segera pulang .Dan melupakan kejadian malam ini.


__ADS_2