Berpindah Jiwa Bersama System

Berpindah Jiwa Bersama System
Bab 74


__ADS_3

Gibran hanya melihat kepergian kedua cewek itu,entah apa yang sedang dia fikirkan hingga dia tidak mendengarkan obrolan para sahabatnya itu.


brum


brum


brum


"Are you ready girl"tanya bulan ,dan di angguki oleh rora


1


2


3


and


gooooooooooo


"teriak bulan memberi aba aba


Semua orang yang ada di sana hanya diam mematung melihat adegan itu.Dimana bulan dan rora memulai balapan .


"astaga mereka berdua bener bener ya buat jantung gue mau loncat,untung ni jantung buatan oleh Tuhan kalau gak,bisa gawat"gumam azka


"guys sepertinya mengajak mereka ikut balapan di sirkuit kita sepertinya keren tuh" ucap damar memberi ide kepada teman temannya .


"waaaaaaahhhhh.........boleh juga ide loe "lanjut azka


"Tapi siapa yang akan bicara kepada mereka berdua !" kata Azriel.


"bran,gimana kalau loe yang bicara sama mereka berdua nanti"tanya azka ,dan gibran hanya angkat bahu saja sambil melenggang pergi meninggalkan teman temannya.


"huft...susah kalo ngomong sama kulkas berjalan satu itu "gumam azka lagi


"yang sabar ,nanti gue coba ngomong sama mereka nanti "ucap damar


"kelihatannya mereka itu baik jika kita tidak mencari masalah sama mereka " sela azriel


Mereka semua mengangguk membenarkan ucapan azriel tentang kedua cewek itu.


Di tempat rora dan bulan .


Saat ini mereka sudah sampai di mall yang mereka tuju,dan tetap saja rora lah pemenangnya.Mereka langsung menuju tempat yang menjual keperluan yang mereka butuhkan untuk besok.


Tapi tiba tiba ada yang menyapa mereka.


"hai girl... apa kabar ?"


Rora dan bulan menoleh ke sumber suara dan mata mereka melotot melihat siapa yang sedang menyapa mereka.


"kenapa muka kalian seperti itu,kayak lihat hantu saja!"


"hai sayang apa kabar,gimana apakah jawaban dari ucapanku waktu itu apakah sudah ada jawabannya?"


"maaf aku tidak bisa menerima lamaran kamu dan tidak bisa untuk menjadi pacar kamu ,kita berteman saja bagaimana?"


"karena aku masih mau fokus ke sekolah dulu!"


"hmmm...baiklah aku akan terima jawaban kamu dengan baik dan kita berteman,tapi aku akan tetap mengejarmu!"jelasnya,yup yang menyapa bulan dan rora adalah erick,mereka tidak sengaja bertemu di mall itu,karena erick habis bertemu dengan clien nya.


"Bagaimana kalau kita makan siang bersama aku yang traktir "ajak erick.


Rora dan bulan saling pandang ,rora mengangguk dan mereka berjalan bersama menuju restoran yang mereka tuju.


"ini si grandong kok bisa tiba tiba nongol di sini sih...bikin mood guwe ambyaaarrr huft....."gumam rora dan bisa di dengar oleh bulan .

__ADS_1


" salah ra bukan grandong !"bisik bulan ke rora


"terus apa !"tanya rora penasaran


" itu low temennya mbak kunkun si jai !" terang bulan.


"si jai ?" bingung rora


Mereka mengobrol sambil melangkah mengikuti langkah erick dan assistennya alvin.


Mendengar ucapan rora bulan manggut manggut saja.


"siapa si jai ?" tanya rora lagi karena sudah penasaran ,dia berfikir keras temannya mbak kunkun namanya jai.


"jiaaaahhhhh........loe mikir sampek segitunya ra ha....ha....ha......!"pecah sudah tawa bulan melihat ekspresi raut muka rora yang sedang mikir dan bingung itu.


pletak


"aaaauuuchh"


Satu pukulan mendarat cantik di kepala bulan .


"Makanya buruan kasih tau siapa si jai itu,malah ketawa loe!"


"iya iya......sadis amat mak ,jai itu ya jailangkung ,tuh cowok kan dari kemaren datang tak di undang terus pulang tak di antar ,sekarang tiba tiba dah nongol lagi di belakang kita"jelas bulan sambil mengusap usap kepalanya yang habis di pukul rora.


"Tapi dia kayak kebelet gitu ya ra"ucap bulan sambil melihat ke arah erick,saat ini mereka sudah memasuki restoran .


"kebelet apa ?"tanya rora


"kebelet pengen nihakin loe ha...ha...ha...."kata bulan.Lagi lagi bulan tertawa melihat tingkah erick yang gak biasa itu.


"kalian berdua sedang ngomongin apa sih dari tadi asyik bener!"tanya erick setelah mereka duduk di tempat mereka.


"tidak ada"jawab rora,bulan hanya diam saja.


"kalian mau pesen apa ?"tanyanya lagi .Erick berusaha tidak kaku dalam berbicara dan melepas wajah datarnya entah di mana dia lepas tadi,karena sekarang yang ada wajah manis yang murah senyum.


"Samain saja" ucap rora dingin ,rora seperti tidak memberi celah kepada erick,dia mau melihat sampai mana kegigihan dia dalam meluluhkan hati rora.


Mereka akhirnya makan siang bersama dengan hitmat tanpa ada obrolan .Sedangkan Alvin jangan di tanya dia hanya diam saja ,dia mengikuti kemanapun tuan mudanya pergi seperti anak ayam yang akan mengikuti induknya kemana perginya.


Setelah makan siang selesai rora langsung pamit ke erick ,mereka harus segera pulang karena takut nanti di marahi kakak serta abangnya ,karena mereka tadi pergi ke mall tidak pamit.Dan erick meng iyakan saja,dia tidak mau jadi egois karena ingin selalu dekat dengan gadis pujaannya itu,dia mau mendekati gadisnya dengan perlahan.


Sekarang rora dan bulan sudah dalam perjalan pulang,setelah menempuh perjalanan selama 30 menit mereka sampai mansion.


"selamat sore non" sapa sang penjaga.


"selamat sore om" jawab bulan.


Mereka masuk mansion dan rora juga baru ingat kalau besok mereka harus pakai name tag buatan mereka sendiri dengan nama nama yang sudah di tentukan oleh panitia.


"Kenapa nama gue harus macan sihhh"gerutu rora sambil merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu.


bruk


"kan bagus di kasih nama macan ,tadi gue denger ada yang dapat nama ulet bulu,ulet keket,ulet ijo,ha...ha...ha.....pasti nama mereka sama dengan tingkahnya ha...ha..."kata bulan sambil tertawa ,tadi pagi dia sempet mendengar obrolan para maba .


"eh masak sih?" tanya rora


"iya ,masih mending kita dapat nama macan loe kan memang macan betina,kalau gue kucing manis nan imut"ucap bulan dan berpose seimut mungkin di depan rora.


"iiiiiyyyuuuuuhhhh....jijik gue lihat muka loe "gerutu rora


"ha....ha....ha....."bulan hanya tertawa.


"ya sudah mending kita istirahat sebentar supaya besok kita gak telat bangun karena kegiatannya di mulai pagi banget"kata bulan,mereka masuk kamar masing masing untuk menyiapkan keperluan mereka besok dan segera istirahat.

__ADS_1


[ skip]


Pagi pagi sekali bulan sudah heboh di kamarnya menyiapkan segala keperluan yang akan di bawa ke kampus.Tapi di kamar lain masih ada seseorang yang masih dengan santainya tidur di kasurnya dengan nyenyak.


tok


tok


tok


tok


"ra bangun ra,kita hari ini harus ke kampus pagi sekali la,cepet bangun nanti telat "teriak bulan sambil gedor gesor pintu kamar rora


dor


dor


dor


"banguuuuunnnnn raaaaaa"


Rora kaget denger kedoran pintu seperti ada gempa saja.


ceklek


"aish ada apa sih lan,ini masih pagi tau!"


"eh kita hari ini itu ada ospek ra dan kita harus berangkat pagi!"jelas bulan,mendengar ucapan bulan ,rora baru tersadar dan langsung lari ke kamar mandi .


"huft kebiasaan bangun siang jadi gini nih ,santai amat dia "gerutu bulan,dia pergi ke dapur untuk buat susu.


"eh bulan sudah bangun,tumben jam segini dah bangun sayang ?"tanya bi sumi yang sudah ada di dapur masak untuk sarapan.


cup


"pagi bu,iya hari ini ada kegiatan pagi di kampus jadi harus pagi berangkat biar gak telat nanti"jelas bulan setelah memberi kecupan di pipi bi sumi.


"terus apakah non rora sudah bangun sayang?"


"sudah bu tadi sudah bulan bangunin!"


"pagi bi"sapa rora


cup


"pagi non"


"susu gue mana lan"


"buat sendiri"


"ih...masih pagi dah sensi amat lagi pms ya loe"


"habis loe itu dah tau masuk pagi malah enak enakan molor,terus itu keperluan hari ini sudah siapin apa belum"tanya bulan


Rora segera memeriksa tasnya .


"sip dah beres"


Setelah selesai sarapan mereka segera pergi ke kampus mereka.


"bi nanti kalau kak al sama bang nat tanyain kita, bilang kita dah berangkat duluan ya bi"


cup


cup

__ADS_1


"dah bu,bulan berangkat ya"


Setelah memberikan kecupan dan ciuman tangan kepada bi sumi mereka segera meluncur menuju kampus.


__ADS_2