
bruk.....
tiba tiba tubuh marisa jatuh menabrak sesuatu dan dia melihat sekeliling tidak ada siapa siapa dan dia juga belum sampai pintu ,
"kenapa aku merasa tadi kayak nabrak tembok ya,tapi ini tidak ada siapa siapa dan jarak pintu serta tembok masih jauk kok bisa aku jatuh "monolog marisa dalam hati dia masih bingung dengan kejadian yang menimpanya.tapi dia segera berdiri tidak ingin terlibat dengan para mafia itu.
tapi sebelum melangkah suara rora mengejutkannya.
"hai marisa apa kabar,sepertinya kau begitu menikmati peranmu hmmmm"
marisa merasa merinding dan dia menoleh ke belakang dia melihat laki laki yang tadi telah bercinta dengannya sudah terbujur kaku di lantai .marisa shok melihat tubuhnya yang sudah tak utuh lagi,dia menelan slavinanya dengan susah payah.dia berfikir tamatlah sudah .
"ka..kau me...mengenalku"tanya marisa
"tentu saja aku mengenalmu " jangan lupakan jika mafia nya selalu memakai topeng,jadi marisa tidak bisa mengenalnya.
setelah mengucapkan kata kata itu rora melangkahkan kakinya mendekati marisa.
"ja...jangan mme...mendekat"
"memangnya kenapa jika aku mendekat hmm....."tanya nya sambil tetap melangkah ke marisa dengan pelan .tiba tiba pintu terbuka dan di sana sudah ada king
"queen sudah selesai semua,dan senjata mereka juga sudah di bawa oleh para mafioso kita"
"hmmm...terimakasih king,tapi aku belum selesai dengan mainan ku yang satu ini"
marisa takut dengan tubuhnya yang gemetar karena tinggal benerapa langkah saja queen sudah ada di depannya.
"baiklah aku tunggu di sofa ,cepat selesaikan"
alfa tetap melangkahkan kakinya dan menuju ke sofa yang ada di ruangan itu,dan di melihat tubuh yang sudah tidak utuh .
rora mencengkram pipi marisa dengan kuat sampi marisa meringis menahan sakit.
"le..lepas..kan,aa...aku ti..dak me..ngenalmu"
"tida mengenalkua hmmm......."rora mengangguk saja.
"ten bawakan aku alat yang bisa membuatnya bernyanyi,samuraiku tidak nyaman nanti buat dia,aku ingin memberikan kenyamanan"
"baik nona"
setelah mendengar ucapan dari ten ,rora melihat sekeliling untuk mencari sesuatu yang bisa dia pakai.
"pakai ini saja queen"ucap alfa sambil melempar belati kecil yang tajam .
hap rora menerima dengan sangat mulus
rora meletakkan ujing belati di pipi marisa tiba tiba ten datang membawa kotak kecil dan memberikan nya kepada rora.rora membuka kotak itu matanya langsung berbinar .
"terimakasih ten,kau terbaik"
dan ten pergi dari sana secara tiba tiba ,sedari tadi marisa merasa seakan bermimpi melihat manusia yang hilang dan pergi sesukanya .
rora segera mengkikat tangan dan kaki marisa .dia mengambil tang dari dalam kotak itu dan mulai mencabuti kuku tangan dan kaki marisa.
"aaaarrrrggggg......sakit lepaskan"
"aaarrgrggg...hentikan ini sakit bodoh"
"aaarrrggg.....sialan hentikan lepaskan aku"
teriakan demi teriakan keluar dari mulut marisa serta umpatan yang selalu menyertainya.rora juga menggambar muka marisa dengan bunga.
serta pahanya dia gambar kelinci..
__ADS_1
"ah...ini sangat imut sekali"
"si..siapa kau se..be nar...nya "tanya marisa terbata bata karena sudah tidak tahan dengan siksaan yang di berikan oleh rora,yang sangat sakit di sekujur tubuhnya .
"aku akan memperlihatkan wajahku sebelum dewa yama datang menjemputmu"jelas rora
marisa yang sudah tidak punya tenaga ,hanya diam saja
"apakah ada permintaan terahir dewa yama sudah datang"
"siapa kau sebenarnya"
rora berdiri dan meraih samurainya ,dia tiba tiba membuka topengnya.
marisa sangat terkejut ternyata gadis yang dia benci bukan lawan yang seimbang untuknya ,dia salah pilih musuh.
"sekarang kau sudah melihat wajahku dan tau siapa aku,jadi pergilah ke neraka bagi orang yang sudah melihat dan tahu siapa aku"kata rora sambil menebas kepala marisa dan menggelinding ke bawah.
dia segera pergi dari sana di ikuti oleh alfa.para mafiosonya sudah selesai mengumpulkan mafioso musuh yang sudah mati,
"hancurkan tempat ini tanpa sisa "perintahny kepada para mafiosonya
"baik queen"jawab mereka serempak ,mereka sudah memasang bom dan menyiram mayat mayat itu dengan bensin .
tak
boooooommmmmm
suara ledakan besar dan kebakaran yang sangat dahsyat terjadi di pinggiran hutan kota B.
mereka segera meninggalkan tempat itu setelah melihat bekas markas musuh sudah luluh lantak dan rata dengan tanah.
pagi sudah meyingsing sang mentari ,hancurnya mafia scorpion menjadi bahan perbincangan kalangan dunia bawah pagi ini ,siapa yang telah mereka singgung .sehingga menghancurkan mafia itu tanpa sisa.
semua mafia lebih waspada dan berhati hati dalam bertindak mereka takut menyinggung orang yang salah yang seharusnya tidak mereka singgung.
tok....tok....tok.....
"dek bangun sudah pagi ,kamu kesekolah apa tidak ini sudah jam tujuh,"teriak alfa dari luar kamar sang adek ,tapi tidak ada jawaban .
ceklek
alfa masuk ke kamar sang adik,dia buru buru karena harus berangkat ke kantor pagi pagi karena ada meeting hari ini.
"dek ayo bangun...."
"hmmmm"
"ayo bangun atau kakak akan masukin kamu ke bathup "
"iya"jawab rora tapi matanya masih terpejam
[cara alfa membangunkan adek nya ]
"bangun ngak,liat tuh pipi ada jigongnya dek"sambil memegang kedua pipi adeknya itu.
"kak alfa ,rora masih ngantuk kak "
cupp
"ayo bangun,apa mau kakak mandiin dek" goda alfa ke adek
"noooooo"teriak rora langsung lari ke kamar mandi ,alfa terkekeh melihat tingkah adek itu
__ADS_1
"siapa suruh setiap kali bangun tidur susah di bangunin"kata alfa dan beranjak pergi dari kamar rora
setelah selesai rora buru buru ke meja makan karena pasti sudah di tunggu sang kakak di sana .
"selamat pagi kak,bi,dan mamang"
"selamat pagi dek/non"jawab orang orang yang ada di meja makan serempak.
mereka sarapan dengan tenang.rora sangat menikmati hidupnya yang sekarang,tanpa ada hinaan dan siksaan dari keluarganya ,sekarang dia punya kakak yang sayang dengannya,punya ayah dan bunda,serta ada bi sumi dan mamang yang selalu ada buatnya.
baginya ini seperti mimpi ,dan ada ketakutan jika dia terbangun dari tidurnya dan kebahagiaan yang ada sekarang akan hilang.
rora akan menjadi lebih kuat lagi dan tangguh ,ketika dia balas dendam tidak ada hati yang mudah memaafkan suatu saat nanti dan dia berjanji dalam hati.
di benua lain pria misterius yang selalu memata matai rora selama ini, sedang sibuk di ruang kerjanya.
"apa ada kabar dari wanita vin"
"semalam nona dan anggota nya lagi lagi menghanguskan mafia tuan dan kali ini scorpion yang menjadi sasaran nona tuan"jawab sang assisten
"Aish..... dasar kucing nakal, benar benar menggemaskan" ucap sang atasan yang membuatnya melongo ,membantai mafia katanya menggemaskan ,menggemaskan dari mananya yang ada sangat mengerikan,fikir sang assisten.
"kau mengatai wanitaku vin"
"tidak tuan ,mana saya berani "jawabnya dengan susah payah menelan slavinanya.
"kenapa pekerjaan di sini tidak selesai selesai vin,aku ingin segera menemui kucing nakal ku vin"
"aku ingin mendekatinya dan segera mengikatnya supaya tidak ada yang meliriknya "
sang assisten hanya melongo saja,sejak kapan bos nya banyak bicara dan jadi cerewet,biasanya dia irit bicara .
alvin jadi lupa memberi info kepada nyonya besarnya tentang perubahan sang bos karena terlalu sibuk.
"saya mohon undur diri tuan ,jika tidak ada lagi yang anda butuhkan"
"hmm..."
ceklek
alvin keluar segera menuju ruangannya.
"halo nyonya "
"...."
"ada berita baik nyonya dari tuan muda"
"....."
"tuan muda sedang jatuh cinta dengan seorang gadis nyonya"
"......"
"baik nyonya "
"....."
"sama sama nyonya"
.
.
.
__ADS_1
.
.