
"jangaaaaaannnn"teriak azka dan azriel
Melihat jawaban serta reaksi mereka berdua teman teman mereka tertawa terbahak bahak.
"Makanya jangan berdebat terus pusing dengernya "ucap damar.
"oh ya apa rencana kita yang dari awal ingin mengajak macan ikut balapan jadi apa kagak "tanya azka.
"hmmm.....kita lihat saja nanti ,di mau apa kagak ikut lomba seperti itu"kata damar
" oh ya guys mereka berdua itu dari keluarga mana ?"tanya azriel ke teman temannya.Semua yang ada di sana hanya mangangkat bahunya saja.
"apakah loe masih ingat dengan kejadian yang ada di kantin waktu hari di mana hari pertama kegiatan untuk maba?"tanya azriel
" hanya dengan melihat kedua gadis itu, rektor kampus ini di buat pucat melihat keberadaan mereka berdua,dari situ gue penasaran siapa mereka sebenarnya"ujar azriel lagi
"sudah tidak usah di bahas lagi siapa mereka yang terpenting jangan pernah ganggu mereka saja,karena sepertinya mereka bukan gadis sembarangan dan mereka pasti dari keluarga berpengaruh di kota ini"kini giliran gibran yang bersuara yang sedari tadi hanya mendengarkan interaksi teman temannya.
"sepertinya yang di ucapkan oleh gibran ada benarnya juga,kita berteman saja ke mereka berdua "ucap damar membenarkan ucapan gibran.
Di sisi rora dan bulan
Mereka berdua memasuki area kampus berjalan di lorong kampus terdengar bisikan bisikan yang memebicarakan mereka tetapi mereka hanya acuh tak perduli.
di tengah jalan tiba tiba
bruk
"aauuuchhh"
"maaf maaf saya tidak sengaja "
"maaf maaf ,kalau jalan tuh pakai mata jangan taruh dengkul tuh mata" teriak gadis itu
"hmmm....maaf sepertinya anda salah ,di mana mana orang kalau jalan pakai kaki dan melihat pakai mata ,dan letak mata itu di wajah bukan di dengkul"ucap bulan ke pada gadis yang tidak sengaja bertabrakan dengannya.Dan rora hanya melihat saja tidak ingin ikut campur ,karena dia tahu kalau cewek di depan mereka sengaja menabrakkan dirinya.
"loooeee,,.....berani sekali loe sama gue"teriaknya lagi sambil melototkan matanya dan menunjuk muka bulan.
plaakk
__ADS_1
"jangan pernah tunjuk muka gue,emang siapa loe itu gak penting "sarkas bulan
"liat aja gue akan buat loe di usir dari kamus ini" gerutunya
"hais....masalah loe sama gue itu apa,gue baru saja ketemu sama loe,hanya karena tidak sengaja kita bertabrakan loe kayak orang kesurupan gini,loe masih waras kan"ucap bulan,dan rora hanya tersenyum tipis mendengar ucapan dari bulan.
Di tempat mereka saat ini sudah banyak pasang mata yang menyaksikan kejadian itu.
Mendengar ucapan perempun yang ada di depannya muka sampai telinganya merah menahan emosi.
"loe bener bener harus di kasih pelajaran supaya punya attitute yang baik"ucap gadis itu
" apa hubungannya ,gue akan berprilaku baik kepada orang yang bisa menghargai dirinya sendiri dan juga orang lain "sarkas bulan.
"asal loe tau gue anak dari wakil rektor di kampus ini,gue akan bilang ke bokap gue untuk keluarin loe dari kampus ini"ucap gadis itu sambil mengeluarkan ponselnya dan menghubungi papa nya.
"hais kenapa para cewek selalu memakai nama orang tuanya untuk bantu mereka ,dasar "ulpat bulan.
"silahkan hubungi papa loe,tapi setelah loe hubungi papa loe ,loe jangan nyesel telah berurusan sama gue,yuk can kita cabut aja dari sini ,dari pada naggepi cabe cabean yang gak jelas"ucap bulan ke rora
"hmmm"
Rora dan bulan berlalu pergi begitu saja meninggalkan gadis yang tadi berurusan dengannya .
"hais ,awas saja dasar cewek sial*n,apa mereka maba ya ,kok gue baru lihat mereka "gumam Nia.
Ya gadis yang bertabrakan dengan bulan adalah nia,anak dari wakil rektor di kampus itu.Nia sengaja menabrak bulan karena dia iri melihat kecantikan kedua gadis itu,dia tidak mau jika ada orang yang lebih cantik dari dia.
[ selalu saja di mana mana sifat iri yang membuat hati manusia gelap mata dan otak mereka tertutup awan hitam karena tidak bisa berfikir dengan baik ]
"sudahlah nia ,gak usah di ladenin gadis itu,mending kita langsung ke kelas saja"ucap teman nia.Nia dari tadi tidak sendiri dia bertiga dengan teman temannya juga.
"mereka tidak bisa di biarin ,mereka harus di kasih pelajaran biar tidak betah berada di kampus ini"ujarnya ke teman temanya.
"hmmmm......nia ,sebenarnya apa salah mereka ,mereka itu kan anak maba ,kenapa kamu harus berurusan dengan mereka"tanya salah satu teman nia.
"gue gak suka lihat muka mereka itu"gerutu nia masih menatap kergian rora dan bulan hingga hilng dari pandangannya.
"ya ampun hanya karena loe gak suka sama muka mereka loe sampek kayak gini,gue heran deh sama loe"ucap temennya lagi .
__ADS_1
"sudah loe jangan ikut campur urusan gue"ucap nia emosi
"ok,fine. mulai saat ini gue juga gak mau temenan sama loe,gue juga sudah muak,lihat sifat loe yang selalu kekanakan"ucap temen nia dan langsung pergi meninggalkan nia denga salah satu temennya.
Tapi tanpa nia sadari temennya yang satunya juga ikut pergi meninggalkannya.Dia yang lebih banyak diam dan tanpa kata kata pergi begitu saja.
"awas kalian,jika kalian butuh bantun gue ,gue gak akn mau bantu temen yang gak setia "teriak nia,dia merasa jengkel melihat itu.
"yang di ucapkan oleh temen loe tadi memang bener ,dan lagi loe jangan mengusik kedua gadis itu jika tidak ingin loe,bokap loe dan keluarga loe hancur saat itu juga ,jika loe masih berani berurusan dengan mereka,karena mereka bukan gadis yang bisa loe usik seperti mahasiswi yang lainnya"ucap azka ,
Gibran and the geng melihat kejadian dari bulan bertabrakan sampai sekarang mereka melih dan mendengarkan apa saja yang sedang di bicarakn.
"gibran,azka,azriel,damar,sejak kapan ada di sini"ucap nia gugup karena tidak menyadari kedatangan mereka ,dan nia melotot mendengar ucapan azka.
"memangnya siapa mereka ,gue gak perduli dan gue juga tidak takut,gue gak salah di sini dia yang sudah nabrak gue tadi"jelas nia ,dia tidak mau menurunkan egonya.
"gib,yang gue lakuin benerkan ,gue hanya ingin gertak mereka saja supaya mereka bisa menghargai orang yang lebih tua,karena mereka juga maba kan"ucap nia mencari perhatian dari gibran,dan gibran tidak menanggapinya dia hanya acuh saja dan sibuk main dengan ponselnya.
"salah"ucap gibran singkat.
pffftt ha..ha...ha..ha...
Azka,azriel,damar mendengr ucapan gibran langsung tertawa terbahak bahak.Bagaimana tidak tertawa si nia ngomongnya pakai panjang kali lebar dan hanya di jawab satu kata saja.
Muka nia sudah merah karena menahan malu dan emosi.
"loe denger sendiri kalau loe yang salah,dan di sini loe dengan sengaja nabrak tuh cewek dan dia juga sudah minta maaf ,jadi loe yang S A L A H "ucap azka dan menekan kata salah.
"cabut"ucap gibran
Mereka pergi meninggalkan nia yag masih emosi dan wajah merahnya ,dia menggerutu sambil menghentak hentakkan kakinya karena kesal.
"gue harus yakinin papa buat perhitungan kepada gadis itu"monolog nia
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
hadeh sepertinya akan ada lagi ulet bulu cari masalah .
Nia tidak merasakan hal buruk akan menimpanya.
__ADS_1
Maaf ya kakak kakak readers ,author baru bisa up,karena setiap kali mau nulis cerita selalu di ganggu sama bocil 😢😢😢😢,jadi gak bisa konsentrasi deh .
Dan selamat menjalankan aktifitas semunya