Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 11 Salah Menilai Orang


__ADS_3

Karina dan Alex terkejut melihat kedatangan Arga. Ternyata Kurnia ke sini bersama Arga, bukan bersama pria tua yang mereka bayangkan.


"Tu-tuan Arga, mengapa Anda di sini?" tanya Alex gugup.


"Kamu tidak perlu tahu. Yang harus kamu tahu, kerja sama antara perusahaan Erictus dengan perusahaan ayahmu batal," kata Arga tegas.


Alex tidak tahu kalau ayahnya memiliki kerjasama dengan perusahaan Arga. Ia tak mampu membayangkan jika ayahnya mengetahui hal ini, sudah pasti dia di hukum.


Agar hal menakutkan itu tidak terjadi, Alex memohon kepada Arga. Tetapi Arga mengatakan bahwa keputusannya tergantung pada Kurnia, jika Kurnia memaafkan perbuatan mereka maka kerjasama perusahaannya tetap berlanjut.


"Bos, bukankah ini tidak baik?" kata Kurnia kepada Arga.


"Tidak apa-apa. Lagipula ini kesempatan kamu untuk membalas perbuatan mereka yang tadi," Arga meyakinkan Kurnia agar mau menghukumnya.


Arga mengira kalau Kurnia hanya akan mengancam saja, dia tidak akan bersikap tega kepada mereka. Dari awal Arga mendengar dari orang-orang kalau Kurnia ini sangat Lugu dan tidak bisa menindas orang, walaupun dia sendiri sering di tindas oleh orang lain.


"Jadi saya bebas melakukan apapun terhadap mereka Bos?" tanya Kurnia memastikan.


"Iya," sahut Arga.


"Baik. Saya anggap ini perintah dari Bos," ucap Kurnia.


"Kurnia, Aku minta maaf Kurnia," kata Alex berlutut di kaki Kurnia yang sedang berdiri.


"Aku akan melakukan apapun yang kamu mau," kata Alex lagi.


Alex sudah pasrah, lebih baik dia kehilangan harga dirinya daripada dia di hukum oleh ayahnya. Karena dia sangat tahu bagaimana emosinya Andre yang merupakan ayah Alex.


"Kamu yakin?" tanya Kurnia.


"Iya Kurnia, Aku yakin," tegas Alex.


Dengan senang hati Alex menjawab pertanyaan Kurnia tersebut. Ia masih menganggap Kurnia baik hati.


"Okey. Kamu suruh pacar kamu untuk berlutut, setelah itu kalian menggantikan petugas yang melayani kami," ucap Kurnia.


Karina terkejut mendengar perintah Kurnia, ia tidak akan mungkin berlutut di depan Kurnia apalagi sampai melayaninya.


"Aku tidak setuju!" bantah Karina.


"Yah sayang sekali, kesempatan pertama hangus," kata Kurnia.


"Beri aku kesempatan lagi Kurnia," kata Alex memohon.


"Yasudah, aku beri kamu kesempatan lagi. Tapi nanti selesai aku makan akan aku jelaskan syaratnya. Kalian jangan pergi dulu dan silahkan duduk di lantai, jika kalian pergi maka tidak ada kesempatan lain lagi,"ucap tegas Kurnia.


"Aku gak mau. Aku gak mau duduk di lantai," Karina kembali membantah.

__ADS_1


"Alex, kesempatan itu tergantung kamu dan Karina. Jadi lebih baik kamu bujuk dulu peliharaanmu itu," kata Kurnia.


"Kamu...,"


"Diam Karina, kita ikuti saja perkataan Kurnia," Alex membentak Karina.


Ini adalah pertama kalinya Karina dibentak oleh Alex, jadi Karina tidak membantah Alex lagi. Mereka berdua pun duduk di lantai, agak jauh dari tempat makan Kurnia dan Arga.


"Pintar juga kamu menghukum orang. Aku kira kamu hanya wanita lugu," ucap Arga yang sedari tadi memperhatikan Kurnia.


"Masalah balas dendam jangan meragukan saya Bos. Saya tidak suka melihat orang yang sombong," sahut Kurnia mantap.


Arga semakin menyukai Kurnia, cara dia membalas dendam sama sepertinya yang tidak memberikan ampun kepada tersangkanya.


"Kalau tidak keberatan, Bos bisa melihat pertunjukan yang lebih menarik lagi nanti," lanjut Kurnia.


"Tentu saja".


Setelah beberapa lama berbincang, pesanan mereka datang. Arga dan Kurnia makan sambil berbincang-bincang, sedangkan Karina dan alex terlihat sedang berantem.


"Alex, aku tidak mau seperti ini," ucap Karina pelan.


"Mau gimana lagi, kamu gak mau kan semua fasilitas aku di tarik sama ayah aku hanya karena Arga memutuskan kerjasamanya?" kata Alex mencoba membujuk Karina.


"Tolong Karina, kali ini aja. Nanti kalau kita berhasil melakukan perintah Kurnia, aku ajak kamu jalan-jalan ke mall deh. Kamu bisa belanja sepuasnya," imbuhnya.


'Sabar Karina, wanita sialan itu tidak akan memberimu hukuman yang berat. Demi shoping Karina' kata Karina dalam hati.


Kurnia memang sangat pintar, ia tahu bagaimana cara menemukan kelemahan lawan. Sehingga hanya satu serangan, lawan itu langsung kalah telak di buatnya.


"Ayo pergi," ajak kurnia kepada Alex dan Karina.


"Kemana?" tanya Alex.


"Ke tempat dimana kamu mendapat kesempatannya," ucap Kurnia.


Alex dan Karina mengikuti Kurnia dan di ikuti juga oleh Arga, karena yang akan di pakai untuk berangkat adalah kendaraan milik Arga.


Rencana Kurnia adalah mengajak Alex dan Karina ke tempat dimana mereka ketahuan selingkuh. Menurut ingatannya lapangan yang dimaksudkan adalah lapangan yang berdekatan dengan SD N 2 Meduri.


Kurnia mengarahkan jalannya kepada Arga yang sedang menyetir mobil untuk sampai ke lapangan tersebut.


"Kenapa kita ke sini?" tanya Alex yang memperlihatkan wajahnya yang gugup.


Sedangkan Karina hanya menunduk, ia tak tahu apa yang direncanakan oleh kakak tirinya.


"Kamu lihat saja nanti. Turun!" Perintah Kurnia kepada mereka.

__ADS_1


Dilihatnya lapangan yang membuat ia sangat membenci kedua orang yang berada di belakangnya. Di sana terdapat tempat untuk berteduh dimana tempat itu dulunya tempat bermesraan Alex dan Karina.


Sedangkan Kurnia berlari mengelilingi lapangan, ini adalah bukti kalau Kurnia yang dulu sangat mencintai Alex. Bahkan Alex sendiri memberinya janji untuk putus dengan Karina, jika Kurnia melakukan perintahnya. Tetapi setelah melakukan perintahnya, Alex malah tidak menepati janjinya.


"Bos, silahkan duduk di sini dulu Bos," kata Kurnia lembut kepada Arga.


"Kamu mau ngapain?" tanya Arga bingung.


"Udah, Bos duduk aja dulu. Nanti Bos akan tahu apa yang saya lakukan untuk menghukum mereka," kata Kurnia.


"Tapi sebelumnya, terimakasih Bos sudah memberikan saya kesempatan untuk membalaskan dendam saya kepada mereka," imbuhnya.


Arga hanya tersenyum dan mengangguk.


"Kak cepat beritahu apa persyaratannya. Panas nih," ucap Karina kepada Kurnia.


"Ini hanya permulaan saja kok, kamu harus kuat," ucap Kurnia menepuk bahu Karina.


"Maksudnya? jangan bilang kamu suruh kita lari dilapangan ini dan panas-panasan," kini Alex yang menyahut.


"Lalu? Mau pakai payung? Tidak masalah," kata Kurnia.


"Kamu jangan keterlaluan ya," ucap Alex tak terima.


"Haha kalian ketakutan banget ya," kata Kurnia tertawa kecil.


Tiba-tiba Arga datang dari belakang memberi payung kepada Kurnia agar tidak kepanasan. Entah Arga dapat darimana Kurnia tidak mempedulikan itu, yang terpenting saat ini adalah memanfaatkan kesempatan untuk mempermainkan Alex dan Karina.


"Yang satunya mantan pacar tersayang dan yang satunya lagi saudara tiriku. Mana mungkin aku akan memberikan perintah yang begitu kejam," kata Kurnia tersenyum.


"Iyalah. Kalau kamu berani jahatin aku, aku akan aduin kamu ke papa," ancam Karina.


"Tapi, apa kamu lupa aku sudah putus hubungan dengan keluargamu?. Jangan berharap seperti dulu lagi ya, sekarang aku mau berbuat apa sama kamu tidak akan ada yang menghalangi," kata Kurnia.


"Kurnia cepat apa yang mau aku lakukan, kamu mau aku meleleh karena kepanasan?" kata Alex yang sudah mulai panas.


Di tempat berteduh sana terlihat Arga yang sangat penasaran apa yang akan di lakukan oleh Kurnia. Dan dia mengagumi cara Kurnia untuk membuat keduanya emosi dan memberikan jawaban yang tak terduga kepada mereka, sampai-sampai lawannya tidak mampu berkata apa-apa lagi.


"Sabar dong. Suruh pacar kamu untuk diam dan jangan banyak protes," kata Kurnia sengaja mengulur waktu dan mengadu domba mereka.


"Karina diamlah, biarkan Kurnia berbicara," bentak Alex.


Karina semakin kesal dibuatnya, ia sangat ingin memukul kakaknya itu seperti dulu saat ia menyiksa Kurnia bersama dengan ibunya, tetapi sekarang tidak bisa.


"Yasudah, jadi aku mau minta kalian..,"


"Sebentar!" Ucapan Kurnia terpotong oleh ucapan seorang Pria yang berada di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2