Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 37 Pernyataan Cinta


__ADS_3

Bu Narti adalah korban dari perceraian suaminya yang tiba-tiba meninggalkannya lantaran suaminya sudah bosan. Itu membuat Bu Narti selalu memperhatikan Ina saat mencari jodohnya, dia tidak mau anak satu-satunya mengikuti jejak dirinya.


"Iya Bu, saya yakin. Saya akan bertanggungjawab dengan kebutuhan Ina, menyayangi Ina selamanya," kata Bara mengucap janji.


"Baiklah kalau begitu , Ibu akan merestui kalian," kata Bu Narti.


"Terimakasih Bu. Saya akan menggelar acara pernikahannya bulan depan, bagaimana menurut Ibu?" Bara meminta pendapat Bu Narti, agar rencananya berjalan lancar.


"Baik, boleh. Lebih cepat lebih bagus," kata Bu Narti menyetujui.


Mendengar persetujuan dari Bu Narti, Bara merasa senang begitupula dengan Ina yang tersenyum melihat Bara.


...****************...


Seminggu kemudian...


"Kak Arga cepetan ih, lambat banget jalannya. Kurnia udah nungguin dari tadi," kata Fina sedikit kesal.


Dia sedang membantu Arga untuk memberikan surprise dan menyatakan perasaannya kepada Kurnia. Awal mula Fina mengajak Kurnia ke sebuah restaurant, Kurnia sempat menolak namun Fina terus membujuknya.


Lalu Arga menyiapkan kejutan yang akan di berikan kepada Kurnia, dan menyiapkan dirinya. Setelah Arga mengirim pesan kepada Fina bahwa dia sudah sampai di depan restaurant, Fina ijin ke toilet kepada Kurnia.


"Sabar Fin, Kak Arga degdegan nih. Gimana kalau Kurnia nolak cinta Kakak," kata Arga gerogi.


"Ahhh masak gitu aja ciut sih. Bos kok penakut kayak gini," ejek Fina.


"Kamu bukannya memberikan solusi malah meledek," geram Arga.


"Eh Kakak udah wangi belum ya?" tanya Arga kepada Fina sambil mengendus pakaian yang dikenakan.


"Udah Kak, cepetan," kata Fina.


Arga kemudian melangkah masuk ke restaurant. Sedangkan Fina menunggu di mobil untuk menjaga hadiah yang terpajang di bagasi mobil.


Semua sudah di persiapkan oleh Arga, tinggal dirinya saja yang menjalankan rencananya.


"Hai Kurnia," sapa Arga.


"Eh Kak Arga, ngapain ke sini?" tanya Kurnia kaget.


Dia tidak tahu kalau dirinya akan mendapat sebuah kejutan dari pria yang ia cintai.


"Kamu cantik banget hari ini," puji Arga.


Memang Kurnia terlihat sangat anggun dan cantik malam ini, dia menggunakan gaun merah yang merupakan warna kesukaannya.


"Ah Kak Arga bisa saja," ucap Kurnia gerogi.


"Kurnia ikut saya ke panggung yuk," ajak Arga sambil menarik Kurnia.


"Mau ngapain Kak?" tanya Kurnia namun kakinya melangkah mengikuti Arga.

__ADS_1


"Udah nanti kamu tahu," kata Arga yang membuat Kurnia penasaran.


Arga mengambil sebuah Mikrofon di sana yang sengaja dia persiapkan untuk menyatakan perasaannya kepada Kurnia.


"Hallo teman-teman semuanya, mohon minta waktunya sebentar," kata Arga membuka percakapan.


Semua orang yang datang ke restaurant itu mengalihkan pandangannya ke arah Arga dan Kurnia.


"Eh itu bukannya Tuan Arga yang terkenal itu?" bisik salah satu orang yang berada di restaurant itu.


"Benar itu Tuan Arga. Untuk apa dia datang kemari? Dan siapa wanita di sampingnya itu?" semua orang bertanya-tanya, ada juga yang memuji ketampanan Arga.


"Hari ini adalah hari yang sangat spesial bagi saya, karena hari ini ada sesuatu yang mau saya katakan kepada wanita yang ada di samping saya. Apa kalian penasaran?" lanjut Arga.


"Penasaran Tuan Arga," sahut serentak pelanggan restaurant tersebut.


"Bagi yang penasaran bisa ikuti saya keluar ya, nanti saya traktir kalian makan sepuasnya selama sebulan," ujar Arga.


"Tapi sebelum itu, saya akan menutup mata Kurnia dengan Kain hitam," kata Arga.


"Kak Arga mau ngapain sih?" tanya Kurnia.


"Udah kamu ikuti saja alurnya," kata Arga berbisik.


"Wahhh, siapa wanita itu. Sampai-sampai tuan Arga rela menghamburkan uangnya untuk itu?"


"Itu bukannya asistennya Tuan Arga? mengapa Tuan Arga seperti memperlakukan dia spesial?"


Arga membimbing Kurnia untuk berjalan, karena mata Kurnia masih tertutup. Di luar terparkir sebuah mobil mewah dengan bagasi terbuka yang berisikan buket bunga mawar, uang dan juga perhiasan.


Semua orang yang menyaksikan itu sangat terkejut.


Lalu Arga membuka tutup mata Kurnia.


"Kak Arga, ada apa ini?" tanya Kurnia yang masih tampak bingung.


Fina memberikan sebuket bunga kepada Arga.


"Di hadapan semua orang aku bertaruh malu jika kamu menolakku, tapi setidaknya aku tidak menyesal ketika aku bilang AKU MENCINTAIMU KURNIA, MAUKAH KAMU MENJADI PACARKU?" Arga menyatakan perasaannya kepada Kurnia.


Kurnia sangat terkejut, menutup mulutnya yang ternganga karena saking terkejutnya. Dia tidak menyangka bahwa pria yang sangat ia cintai ternyata mencintainya juga.


"Wah iri banget sama Kurnia,"


"Seandainya aku di posisi itu, beruntung sekali Kurnia,"


Beberapa suara yang mengirikan posisi Kurnia.


"Terima bunga ini jika kamu menerima aku Kurnia," ujar Arga.


Kurnia berjalan ke arah bagasi mobil, lalu menutup bagasi mobilnya Arga.

__ADS_1


Semua orang termasuk Arga dan Fina nampak bingung dengan perlakuan Kurnia.


"Apa yang akan Kurnia lakukan?"


"Apa Kurnia rela menolak seorang CEO terkenal dan juga tampan?"


"Apa otaknya Kurnia bermasalah?"


"Kurnia apa yang kamu lakukan? Bukankah kamu juga mencintai Kak Arga?" bisik Fina kepada Kurnia.


Namun Kurnia hanya menjawab dengan senyuman, semua orang di buat bingung olehnya.


Jantung Arga berdebar dengan sangat kencang, dia masih diam di tempat menyaksikan apa yang akan di lakukan oleh Kurnia.


Kurnia menghampiri Arga, lalu....


Kurnia menghampiri Arga, lalu menerima bunga itu. Semua orang semakin bingung, lantaran tidak tahu apa maksud tindakan Kurnia tersebut.


"Apa ini artinya kamu menerima aku?" tanya Arga memastikan.


Kurnia mengangguk dan melemparkan senyum manisnya kepada Arga.


"Aku tidak memerlukan semua harta yang ada di dalam bagasi itu, aku menolaknya karena aku tidak menyukainya. Tetapi aku menerimamu dalam keadaan apapun, karena aku tulus sama kamu," ucap Kurnia.


"Cieeeeee," Fina berteriak paling keras di antara kerumunan orang.


Air mata Fina menetes karena terharu, begitupula dengan yang lainnya. Mereka baru pertama kali menyaksikan pernyataan cinta yang seromantis itu.


"Oke teman-teman. Silahkan nikmati makanan kalian sepuasnya selama sebulan, dan terimakasih sudah menjadi saksi," teriak Arga kepada pelanggan di restaurant itu.


Semua bersorak senang, walaupun tidak mendapat hal yang romantis seperti Kurnia, setidaknya mereka mendapat makanan gratis selama sebulan.


Arga menyuruh kepala restaurant untuk membuatkan voucher gratis makan sepuasnya dan memberikan kepada orang-orang yang hadir pada hari itu juga.


"Wahhh Tuan Arga baik sekali. Beruntung kita hari ini ke restaurant".


"Iya benar, lumayan bisa makan sepuasnya dalam sebulan".


Ucap orang-orang yang nampak senang dengan kemurahan hati Arga.


"Kak Arga emang gak rugi traktir mereka," tanya Kurnia.


"Ya enggaklah, karena aku ingin memberikan kamu kejutan yang meriah," ucap Arga lembut.


"Cih, udah pacaran masih manggil kakak. Sayang kek," sindir Fina yang ikut duduk di meja Arga dan Fina.


"Ih apaan sih, dasar jomblo. Ganggu aja kamu," ucap Arga.


"Alah Kak Arga baru juga pacaran udah sombong, awas nanti di putusin sama Kurnia," ledek Fina.


"Enggaklah. Gak kan sayang?" tanya Arga memalingkan wajahnya ke arah Kurnia yang dudun di sampingnya.

__ADS_1


Kurnia menjawabnya dengan gelengan kepala, dia masih belum terbiasa dengan panggilan tersebut.


__ADS_2