
Kurnia menjelaskan rencananya yang sudah dia susun didalam pikirannya kepada Arga, jadi mau tidak mau mereka bertiga harus sibuk hari ini. Mereka bertiga kembali ke tempat tadi, sembari Arga memanggil polisi dan juga anak buahnya yang tadi akting di depan kamera.
Setelah semua berkumpul disana, Kurnia menjelaskan rencananya. Setelah itu kembali menghubungi Karina untuk datang kelokasinya.
Beberapa menit kemudian Karina dan Sarah datang.
"Gimana? Semuanya sudah siap?" tanya Kurnia kepada rekan-rekannya.
"Sudah!" sahut mereka serempak.
"Eh parkir mobilnya usahakan jangan sampai terlihat ya!" perintah Kurnia.
"Itu sudah aku yang atur!" sahut Arga.
Di sisi lain, Anto yang pergi ke apartement selingkuhannya dan sedang bermesraan di sana tiba-tiba mendapat chat dari istrinya.
"Siapa Mas?" tanya selingkuhannya itu.
"Istriku sayang, kamu jangan cemburu ya dia cuma kirim video gini kok dan suruh aku datang kesana secepatnya," ucap Anto berusaha membuat selingkuhannya tidak cemburu.
"Oh emang rencananya sudah dijalankan ya Mas sama istri kamu yang bodoh itu?" tanya wanita itu.
"Sudah dong! Tadi pagi dia meminta uang 25 juta untuk membayar para prema tersebut. Dan akhirnya tidak sia-sia," ucap Anto senang.
"Uang sebanyak itu, emang kamu gak takut di bohongi sama istrimu Mas?" tanya wanita itu yang mulai curiga.
"Ya gak mungkin sih, dia mana berani bohongin aku," ucap Anto sombong.
"Benar juga sih ya, dia kan minta makan sama kamu, hahahah," ujar wanita tersebut tertawa.
"Yaudah aku pergi dulu ya sayang, bye!" ucap Anto lalu mengecup kening wanita itu sebelum pergi.
...****************...
"Mas udah datang?!" sambut Sarah dengan senyuman ketika Anto sudah datang bersama seseorang yang tak lain adalah Jordan.
"Mana Fina? Aku ingin lihat adiknya Arga sengasara!" ucap Jordan sombong.
Sarah mempersilahkan mereka masuk dan terlihatlah Fina yang terikat dengan bercucuran air mata. Fina terlihat masih di kelilingi oleh beberapa orang suruhannya Arga dan juga Karina.
"Oh ini yang namanya Fina. Dengar-dengar kamu sudah di bobol sama beberapa preman? Gimana kalau kita ulangi kejadian itu kembali?" ucap Jordan dengan nada sombongnya sembari mendekat ke arah Fina.
"Jangan, tolong jangan mendekat!"
__ADS_1
Fina berteriak, dia kembali mengingat masalalu yang kelam. Dia takut itu memang benar terjadi lagi.
"Mulus juga wajah kamu!"
Jordan membelai wajah Fina, lalu mencengkramnya hingga Fina merasa kesakitan.
Fina masih mengeluarkan air mata, itu bukan lagi akting melainkan rasa takut yang sesungguhnya.
"Dia benar-benar sudah keterlaluan, aku harus keluar!" ucap Arga yang bersembunyi di balik lemari rusak.
Arga keluar dari persembunyiannya, dia sudah tidak tahan lagi melihat adiknya diperlakukan tidak senonoh oleh tangan kotornya Jordan.
Dia memberikan kode kepada beberapa polisi yang ikut bersembunyi untuk bersama-sama menyergap Anto dan Jordan agar tidak lari.
"Berhenti kamu disana!" teriak Arga diikuti oleh Kurnia.
Beberapa polisi sudah berhasil menangkap Jordan dan Anto. Mereka berdua sangat kaget, mengapa bisa ada Arga dan juga polisi.
"Sarah, apa yang terjadi? Bagaimana bisa mereka ada di sini?" tanya Anto, sontak dia kaget melihat Sarah yang tidak ikut di tangkap.
"Mas, Mas. Tentu saja ini rencana yang kita lakukan bersama. Bukankah ini surprise?" sahut Sarah santai.
"Maksud kamu apa? Kenapa kamu menghianati aku? Bukankah kamu sangat mencintai aku?" tanya Anto.
"Tentu saja aku harus membalas balik seorang penghianat. Gimana Mas setelah di hianati? Sakit gak?"
"Itu bawahan saya! Kenapa? Pak Anto kaget?" sahut Arga yang melihat pertengkaran tersebut.
Sedangkan Jordan masih meminta penjelasan kepada Anto mengapa situasinya berubah menjadi seperti ini.
"Tuan Arga, kasus ini akan kami proses dengan bukti-bukti yang ada. Untuk hukuman akan kami sesuaikan dengan peraturan yang berlaku!" ucap salah satu polisi tersebut.
"Baik!"
"Awas saja kalian! Aku pasti akan membalaskan dendam ini!" teriak Anto.
Jordan hanya menurut tanpa berkata sepatah katapun kepada Jordan. Begitupun dengan Arga tidak bertanya sepatah katapun dengan Jordan karena dia sudah mengetahui alasan mengapa Jordan berbuat seperti itu.
Jordan hanya tidak percaya bahwa dirinya akan masuk ke dalam sel dan mendapatkan hukuman. Dia tidak tahu hal buruk apa yang akan datang lagi karena dia melakukan hal ini tanpa sepengetahuan ayahnya.
"Terimakasih ya Kurnia, Tuan Arga! Kalau bukan karena bantuan kalian mungkin Anto tidak mendapatkan balasan seperti itu," ucap Sarah.
"Ini semua berkat kalian juga, kalau Ibu tidak mau bekerjasama dengan kita mungkin rencana ini tidak akan berjalan dengan lancar karena kunci keberhasilan dari rencana ini adalah Ibu sendiri!" sahut Kurnia sembari tersenyum.
__ADS_1
"Maafin Ibu ya sayang, dulu Ibu sudah merebut kebahagian kamu dan bahkan menyiksa kamu. Sekarang Ibu harap kamu bisa hidup bahagia,"
Sarah merasakan penyesalan yang sangat berat. Dia tidak percaya bahwa orang yang akan membantunya itu adalah orang yang dulu dia sakiti.
"Sudahlah Bu, aku sudah melupakan kejadian itu. Sekarang yang penting kita bisa berkumpul bersama dan terlepas dari belenggu yang Anto berikan kepada kita," ucap Kurnia.
Mendengar hal tersebut Sarah merasa terharu, dia memeluk kedua anaknya yang tak lain adalah Kurnia dan Karina.
Di saat mereka saling berpelukan tiba-tiba saja...
"Udah dong kalian, kapan tali aku dilepasin. Masa kalian tega sama aku?" ucap Fina yang masih terikat dengan tali di kursi.
Mereka semua tidak ada yang sadar dengan hal tersebut, bahkan Arga yang merupakan orang yang paling khawatir tadi tidak menyadarinya juga.
Semua orang tertawa melihat rengekan Fina itu.
"Maaf, Maaf adikku sayang. Kakak gak sadar soalnya," ucap Arga dengan terburu-buru melepaskan talinya.
...****************...
Sebulan Kemudian...
'Hari ini merupakan hari yang paling berbahagia bagiku. Tapi tidak ada satupun keluarga yang menghadiri acara ini, Ayah sudah tidak punya, Ibu sudah tidak ada. Karina dan Ibunya juga sudah pergi ke luar negeri,' batin Kurnia.
Setelah kejadian itu, Karina dan Ibunya pergi ke luar negeri untuk menghindari Anto. Itu adalah terakhir kalinya mereka meminta bantuan kepada Kurnia.
"Sayang kamu kenapa? Kamu gak senang menikah denganku?" tanya Arga yang melihat Kurnia melamun sejak tadi.
"Senang kok sayang, senang banget malahan. Tapi di hari yang paling berbahagia ini, Ibuku tidak ada dan tidak dapat menyaksikan pernikahan kita," ucap Kurnia.
"Kita doakan Ibu kita dan juga ayah aku tenang di alam sana ya Sayang!" ucap Arga sembari membelai rambut Kurnia dan mengecup keningnya.
"Sayang, kamu percaya tidak kalau aku adalah bukan Kurnia yang sesungguhnya?" tanya Kurnia.
Arga mengernyitkan keningnya, dia tidak paham maksud dari perkataan Kurnia.
"Maksudnya?"
"Ya, aku adalah Anisa. Aku bereinkarnasi ke tubuh Kurnia dan bertekad membalaskan dendam dia,"
"Sayang, aku akan percaya dengan apa yang kamu katakan. Apapun itu, karena orang yang paling aku percayai di dunia ini adalah kamu," ucap Arga.
Kurnia tidak percaya Arga akan begitu mudah mempercayainya. Padahal dia mengira akan dikatakan orang gila oleh Arga.
__ADS_1
Di akhir cerita mereka pun hidup bahagia tanpa ada pengganggu yang merusak hubungan mereka lagi. Indri yang dulunya menyukai Arga sudah mulai melepaskannya. Dia sadar kalau Arga tidak akan pernah mencintainya.
...TAMAT!...