Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 35


__ADS_3

Fina kembali ke kamarnya, dan menemukan Kurnia yang sedang melamun.


"Udah sih Nia, ngelamun terus. Masalah kamu pasti akan selesai kok," ujar Fina menenangkan Kurnia.


Fina tahu apa yang di fikirkan oleh Kurnia.


"Eh daripada bengong-bengong gini, aku mau tahu dong hubungan kamu sama mantan pacarmu itu gimana bisa putus?" tanya Fina berusaha mengalihkan topiknya.


"Emang Aku belum pernah cerita ya sama kamu Fin? Perasaan udah deh?" tanya Kurnia.


Fina mengingat-ingat, tetapi dia merasa Kurnia belum pernah menceritakannya. Jadi Kurnia menceritakan bagaimana dia putus sama Alex.


Masih ingat kan sama Alex? kalau lupa mari kita flashback lagi.


"Jadi dia tuh selingkuh sama Karina, yaudah aku putusin dia deh,"


"Udah gitu aja?" tanya Fina yang berharap ceritanya Kurnia akan panjang lebar seperti tafsiran pembaca.


"Iya terus apa lagi dong?" tanya Kurnia bingung.


"Kamu bisa cerita lebih panjang gak sih, kayak kabar dia gimana? Terus perasaan kamu sama dia kayak gimana sekarang dan yang lainnya deh yang berhubungan dengan mantan kamu," ucap Fina geram.


"Ya ngapain juga aku cari tahu tentang dia Fin, Fin. Tapi Aku dengar sih dia pindah ke luar negeri setelah fasilitasnya di sita oleh Ayahnya," kata Kurnia.


"Kenapa di sita?" tanya Fina.


"Eh Aku belum cerita ya tentang Aku hukum dia keliling lapangan sama Karina?" Kurnia balik bertanya.


"Beluuum sih seingatku," kata Fina.


"Jadi waktu itu Aku ketemu dia di restoran saat makan sama Kak Arga. Terus dia datang seperti menjelek-jelekkan Aku...," Kurnia menceritakan semua yang terjadi dari dia di rendahkan, sampai dia bisa menghukum kedua orang itu dengan bantuan Arga dan membatalkan kerjasamanya dengan perusahaan Arga.


"Terus-terus, gimana hubungan dia sama Karina?" tanya Fina penasaran.


"Ya putuslah, apalagi. Karina kan orangnya matre, walaupun ganteng kalau gak berduit mana mau di pacarin," kata Kurnia.


"Jadi perasaan kamu sama Alex gimana?" tanya Fina memastikan.


Tanpa di sadari pembaca, Fina sedang mengintrogasi Kurnia loh sebelum nantinya resmi berpacaran dengan Arga. Ini salah satu langkah yang di ambil Fina untuk melindungi Kakaknya walaupun Kurnia itu sahabatnya tapi yang bisa menangin hati Fina hanya Arga, para pembaca nomor 3 ya setelah Kurnia, hehe (Bercanda biar gak tegang). LANJUT...


"Aduh Fin, kamu masih saja bertanya soal itu, sudah jelas kalau Aku itu sangat-sangat benci sama dia," kata Kurnia kesal, mengingat wajahnya saja membuat Kurnia muak.


"Sekarang hatinya buat Kak Arga ya?" goda Fina.


"Ihh kamu apaan sih Fin," Wajah Kurnia terlihat memerah, dia malu kalau di goda seperti itu oleh Fina.


"Cieee Kurnia," goda Fina lagi.


"Udah ah, aku mau lanjut tidur aja. Kamu mandi sana," usir Kurnia.

__ADS_1


"Iya deh iya yang sedang kasmaran," Fina menggodanya lagi dan lagi sambil mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.


......***......


2 hari kemudian...


Kringg!!


Suara telepon Arga berdering di pagi hari saat ia sarapan bersama Fina dan Kurnia.


"Halo Bara, ada apa?" tanya Arga setelah menjawab telepon dari Bara .


"Halo Arga, aku dapat telepon dari polisi katanya Pak Anto sudah di bawa ke kantor polisi," kata Bara ditelepon.


"Oh! Oke! Makasih ya infonya," ucap Arga.


"Iya sama-sama. Kamu mau ke sana?" tanya Bara.


"Iya, kamu juga?" Arga bertanya balik.


"Iya kesanalah. Kita ketemu di sana aja ya," kata Bara.


"Oke, bentar lagi aku otw. Anter Fina dulu ke kampus," kata Arga.


"Oke".


Arga menutup teleponnya.


"Kakak mau ke kantor polisi Fin. Kurnia, kamu mau ikut gak?" Arga menjawab pertanyaan Fina sekaligus bertanya kepada Kurnia yang sedang asik menggigit rotinya.


"Ngapain ke sana Kak?" tanya Kurnia.


"Kata Bara, ayah kamu sudah di bawa ke kantor polisi," kata Arga.


"Oh oke, kalau gitu aku ikut Kak," kata Kurnia.


"Oke, sebentar lagi kita berangkat. Tapi sebelum kesana kita antar Fina ke kampus dulu," kata Arga.


Kurnia menjawab dengan anggukan.


Setelah selesai sarapan mereka bertiga berangkat menuju ke kampus Fina, setelah itu pergi ke kantor polisi.


"Aku masuk dulu ya Kak. Kalian hati-hati ya dan nikmati waktunya berdua," kata Fina kembali menggoda.


"Ahhh kamu nih! Sana belajar yang benar, jangan pintarnya cuma menggoda orang," sahut Arga.


"Iya-iya, tapi Kurnia suruh duduk di depan dong. Katanya laki-laki tapi kok ciut," ledek Fina kemudian berlari masuk ke gerbang kampus.


Arga dan Kurnia sama-sama canggung, Arga ingin mengutarakan perasaannya saat itu tetapi dia ingin memberikan surprise yang mewah kepada Kurnia, jadi dia mengundurnya.

__ADS_1


"Kurnia, kamu duduk di depan saja biar gampang ngobrolnya," kata Arga mencari alasan.


Padahal jarak antara kampusnya Fina dan kantor polisi hanya beberapa meter saja, mau ngomongin apa dengan jarak yang sedekat itu.


"Baik Kak," sahut Kurnia menuruti perkataan Arga.


Arga kembali melajukan mobilnya ke kantor polisi, dia sangat bersemangat untuk menyelesaikan masalah ini.


Di Kantor Polisi Arga bertemu dengan Bara di tempat parkir mobilnya.


"Sendirian?" tanya Arga melihat tidak ada Kartika di samping Bara.


"Iya nih. Ibu gak mau ikut katanya gak enak badan," ujar Bara.


"Ohhh," sahut Arga singkat.


"Yaudah kita masuk yuk," ajak Kurnia.


Mereka bertiga pergi menemui Anto. Terlihat Anto yang sudah mengenakan baju tahanan, disampingnya duduk dua orang wanita yang tak lain adalah Sarah dan Karina.


Melihat kedatangan Kurnia, Sarah dan Anto tersenyum lega. Mereka mengira Kurnia datang untuk melepaskan Anto dari hukuman.


"Kurnia kamu kemari pasti akan membantu Ayah kan?" kata Anto dengan rasa percaya dirinya.


"Jangan sebut kata Ayah lagi, kamu tidak pantas menjadi ayah. Mana ada seorang Ayah akan menjebak anaknya sendiri dengan pria lain," kata Kurnia marah.


Kurnia memang sudah tidak peduli lagi dengan Anto, karena Kurnia sudah memutuskan hubungan dengan keluarga parasit itu.


"Tapi itu semua permintaan dia!" Anto melempar kesalahannya kepada Bara.


"Apa kamu bilang!?" Kurnia bertanya seakan dia tidak mendengar.


"Kenapa? Kaget kan?. Dia yang memberikan syarat kepadaku dan menyuruhku untuk membuat kamu jatuh cinta padanya. Setelah berhasil dia akan menandatangani kontraknya," teriak Anto.


Anto mengira Kurnia tidak tahu awal permasalahannya seperti apa, jadi dengan sengaja menuduh Bara sebagai dalang di balik semua rencananya.


"Heh! Memang orang yang tidak tahu malu selamanya akan tidak tahu malu. Melempar kesalahan kepada orang lain, apa itu yang selalu kamu pakai saat bekerja?" Kurnia tersenyum sinis.


"Apa maksudmu?" tanya Anto.


"Apa maksudku, aku rasa kamu tahu sendiri. Kamu bisa membohongi kedua budakmu itu, tapi tidak dengan aku," kata Kurnia sambil menunjuk Sarah dan Karina yang berdiri di belakang Anto.


PLAKKK!!!


Sebuah tamparan melayang di wajah Kurnia. Sarah menampar Kurnia dengan sangat keras sehingga sudut bibir Kurnia mengeluarkan sedikit darah.


Kurnia mengelap sudut bibirnya, menatap Sarah sambil tersenyum sinis.


"Kenapa? Apa yang bisa kamu lakukan dengan tatapan kamu itu?" tanya Sarah meremehkan Kurnia.

__ADS_1


"Kamu...," perkataan Arga terhenti karena Kurnia mengangkat tangannya yang artinya Arga tidak perlu mencampuri urusannya.


__ADS_2