Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 46


__ADS_3

"Jangan berprasangka buruk dulu Karin, siapa tahu ayahmu emang beneran kerja kan?" kata Sarah yang masih mempercayai suaminya.


Beberapa detiknya setelah Sarah berbicara seperti itu, terlihat wanita dengan rok pendek keluar dari apartement tersebut dan memeluk Anto dengan mesra layaknya sepasang kekasih.


"Tuh Bu, Ibu lihat sendiri kan? Jadi buat apa Ibu pertahankan dia?" kata Karina mulai memanas-manasi.


Hati Sarah merasa sangat sakit di hianati oleh Anto yang merupakan suaminya. Terlebih lagi ketika melihat Anto memeluk mesra wanita tersebut.


"Ibu tidak menyangka ayah kamu akan seperti itu, padahal dia dulu berjanji akan setia sama ibu," kata Sarah.


"Bu sebelum menikahi Ibu, laki-laki itu pasti sudah mengatakan hal yang sama kepada istri pertamanya," kata Karina memberikan penjelasan agar ibunya sadar.


"Ibu gak bisa tinggal diam Karin, Ibu akan merebut ayah kamu kembali," ucap Sarah, namun Karina menahan ibunya.


"Bu, Karin minta tolong sama Ibu. Jangan berharap lagi sama lelaki itu Bu, Karin mau Ibu hidup bahagia tanpa dia. Sekarang laki-laki itu sudah memilih wanita lain, dan apakah Ibu tahu? dia mempunyai rencana yang licik dan menjadikan ibu kambing hitam dari rencananya!" kata Karina sambil meneteskan air matanya.


"Maksud kamu apa?" tanya Sarah yang tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh anaknya.


"Ibu lihat saja sendiri rekaman yang udah aku rekam tadi siang!" Karina memberikan rekaman tersebut yant tersimpan di handphonenya.


Betapa terkejutnya Sarah mendengar rencana yang di rencanakan oleh suaminya. Dia baru tahu kalau suaminya sangatlah licik, dia akan mengorbankan apapun demi mencapai tujuannya.


"Bu, sudah lihat kan? Apa Ibu masih ingin mempertahankan dia?" tanya Karina memastikan.


Sarah menjawabnya dengan gelenga kepala, dia tak sanggup berkata-kata lagi.


"Pak kembali ke rumah ya," perintah Karina.


Sopir taxi itu menuruti perintah Karina dan kembali ke rumah.


"Bu, Kurnia merencanakan sesuatu yang mungkin membuat Ibu merasa puas untuk membalaskan dendam Ibu kepada lelaki itu. Kalau Ibu bersedia bergabung dengan aku dan Kurnia, aku akan membantu Ibu balas dendam dan pergi dari pria itu," kata Karina mulai menghasut pikiran ibunya.


"Kenapa sekarang kamu bisa dekat dan mempercayai Kurnia?" tanya Sarah curiga.


"Karena dia satu-satunya orang yang bisa membantu kita nanti Bu," ujarnya.


Sarah hanya manggut-manggut meski belum tahu sejak kapan dan awal mula anaknya itu berdamai dengan Kurnia.


"Jadi bagaimana Bu? Apa Ibu ingin bergabung sama kita?" tanya Karina memastikan lagi.


"Iya Karin, Ibu ingin balas dendam. Ibu mau bergabung sama kamu," sahutnya.

__ADS_1


Sarah tidak peduli lagi apa yang akan di rencanakan oleh Kurnia, yang jelas pikirannya saat ini seolah-olah mendorong dirinya untuk membalaskan dendam atas sakit hatinya dia.


Sarah tidak ingin terus-terusan di jadikan kambing hitam oleh suaminya, pria yang dulu dia cintai kini sudah tidak ada lagi. Rasa itu sudah pudar, Sarah sudah tidak menginginkan pria itu.


Karina mulai menjelaskan rencananya kepada Sarah dan menyusun rencana lebih sempurna dan hal apa saja yang akan di lakukan oleh Sarah.


Sampai saatnya Anto menjalankan rencananya, Sarah juga akan mulai beraksi.


...****************...


Hari berikutnya...


"Mulai hari ini, Fina jangan keluar rumah dulu kali ya. Bahaya soalnya, Anto pasti sudah merencanakan sesuatu," kata Kurnia kepada Arga.


"Udah, kamu jangan khawatir. Aku sudah menyuruh orang mengawasi gerak gerik Anto, dan juga menjaga Fina. Fina pasti aman," ucap Arga sembari mengelus rambut Kurnia yang duduk disampingnya.


"Yasudah deh Kak," ucapnya mengakhiri pembicaraan.


"Sayang kok kamu makin hari makin cantik sih," puji Arga.


"Biasa aja Kok," sahut Kurnia malu.


Kurnia memainkan jari jemarinya hingga basah oleh keringat, dia masih belum terbiasa untuk diajak berbicara romantis-romantis layaknya orang yang berpacaran.


"Sayang, aku jadi makin sayang sama kamu. Boleh cium gak?" tanya Arga.


"Tuh kan! Dasar kamu modus!" ujar Kurnia.


"Pelit amat sih sama pacar sendiri, nanti juga kalau udah nikah pasti kita bakalan kayak gitu," ucap Arga.


"Nikah?" Kurnia terkejut Arga membahas soal pernikahan.


Pasalnya Kurnia belum yakin perasaan Arga akan tetap utuh hingga mereka menikah.


"Kenapa? Kamu gak mau nikah sama aku?" tanya Arga.


"Ya..Ya mau lah! Masak enggak," kata Kurnia.


"Tapi kok kamu kayak maksa gitu jawabnya? Gak yakin ya sama aku?" tanya Arga.


"Bukan gitu! Bukan..emmm..cuma masa iya kamu bisa setia sama aku? Sedangkan kamu masih banyak cewek yang mengelilingi," kata Kurnia.

__ADS_1


"Jadi kamu gak yakin aku bisa setia sama kamu?" tanya Arga memastikan.


Kurnia menganggukkan kepalanya dengan pelan.


"Sayang!" Arga menengadahkan kepala Kurnia yang tadi menunduk dan menatap matanya dengan tatapan yang serius.


"Aku gak mungkin pacaran kalau hanya untuk main-main. 5 bulan lagi kita nikah, kamu bisa buktikan apa aku serius atau tidak," kata Arga.


"Kenapa 5 bulan lagi?" tanya Kurnia penasaran.


"Emang kamu mau nikah sekarang? Ayuk siap-siap!" ajaknya.


"Ih enggaklah, dasar kamu!. Aku kan cuma penasaran aja," kata Kurnia cemberut.


"Udah-udah, lupakan saja pertanyaanmu itu. Yang penting kamu harus percaya sama aku kalau aku bisa setia sama kamu," ucap Arga lalu mencium kening Kurnia dan menyandarkan kepala Kurnia kebahunya.


"Makasih Sayang," ucap Kurnia.


"Sama-sama!".


Beralih ke rumah Karina....


"Karina dimana Ibumu?" tanya Anto ketika pulang dari apartement wanita semalam.


"Ada dikamarnya. Ayah darimana? Kok baru pulang?" tanya Karina yang pura-pura tidak tahu.


"Oh kemarin ada kerjaan," sahut Anto.


"Oh Ayah udah dapat kerjaan ya sekarang? Kerjaan apa?" tanya Karina.


"Iya udah. Itu tidak penting, yang penting Ayah masih bisa menghidupi kalian kan sudah cukup?" sahutnya yang tidak ingin membuat anaknya curiga lagi.


'Iya, sampai-sampai kamu mau menggunakan ibuku sebagai kambing hitam. Jangan harap kamu bisa berhasil dengan rencana busukmu itu ya, dasar pria baj*ngan. Ibuku sepertinya terhipnotis jatuh cinta sama pria brengs*k sepertimu' Karina memaki ayahnya dalam hati.


"Oh ya Karina, panggil Ibumu ya. Ayah mau ngobrol sama dia," perintah Anto.


"Iya Ayah," sahutnya seperti anak yang penurut.


Beberapa menitnya Sarah menghampiri Anto, lukanya sudah sembuh hanya tersisa bekas saja. Namun Anto sama sekali tidak peduli dengan itu, menurutnya itu memang pantas diterima karena itu sebuah hukuman.


"Ada apa Mas?" tanya Sarah polos.

__ADS_1


"Sarah, kamu tahu kan Mas bisa bebas karena ada orang yang membantu Mas. Kamu juga tahu permintaan orang itu kalau Mas sudah bisa bebas dari penjara," ucap Anto membuka pembicaraan.


'Jadi Ibu sudah tahu tentang orang yang membebaskan Ayah? Berarti sebentar lagi akan ketahuan siapa dalang dibalik semua ini,' batin Karina.


__ADS_2