Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 24 Salah Paham


__ADS_3

GREPPP!


Fina di tangkap balik oleh preman tersebut dan kembali di bawa ke dalam oleh preman tersebut.


"Tuan, saya sudah membawa kedua gadis yang Tuan minta," ucap Bos preman itu yang sedang menelepon tuannya.


"Kamu bawa gadis yang bernama Kurnia itu ke kamar yang sudah saya sediakan, sedangkan gadis yang satunya anggap saja itu bonus untuk kalian. Dan juga jangan lupa memberinya minum obat tidur untuk gadis yang bernama Kurnia," ucap Tuan yang berada di telepon.


"Siap Bos," kata Bos preman tersebut.


"Diantara kalian siapa yang bernama Kurnia?" tanya Bos preman itu.


"Aku, ada apa? Mau bunuh aku? Silahkan. Asal jangan menyakiti sahabat saya," ucap Kurnia mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi Fina.


Kurnia tidak ingin jika Fina sampai kenapa-kenapa, karena jika terjadi sesuatu pada Fina sudah pasti Arga akan membencinya.


"Ikut kami ke sini, temanmu aman bersama mereka," ucap Bos preman itu.


Kurnia yang tidak waspada, mempercayai ucapan preman tersebut dan dengan polosnya mengikuti pria itu.


Kurnia dipaksa meminum minuman yang sudah diberi obat tidur itu.


"Saya tidak mau minum," teriak Kurnia.


Tetapi kedua pria itu memaksanya untuk membuka mulut dan menuangkan minumannya ke mulut Kurnia sampai Kurnia batuk.


"Uhuk! Uhuk!" Kurnia menelan air yang sudah di isi obat tidur tersebut.


Beberapa menitnya, Kurnia tertidur pulas.


"Selesai juga mengurus wanita ini, selanjutnya aku akan menjemput pasangannya," ujar Bos itu dan pergi meninggalkan Kurnia dan anak buahnya yang di tugaskan mengawasi Kurnia.


Sedangkan Fina masih memberontak dari tangan-tangan preman m*sum itu. Dia terus melawan dan ingin pergi, suara tangisan yang begitu kencang dari Fina tak di hiraukannya.


Preman-preman tersebut satu persatu menikmati tubuh Fina membuar Fina merasa j*jik, tetapi dia tidak mampu melawannya lagi. Tenaganya sudah terkuras habis.


"Berhenti, saya tidak ingin melayani kalian. Saya akan memberikan uang berapapun kalian mau," ucap Fina sambil menahan isak tangisnya.


Tetapi preman tersebut tak mau melepaskannya dan terus melakukan aksi b*jatnya.


Di sisi lain, Bos preman itu kembali masuk membawa Pria yang sedang tidak sadarkan diri. Pria yang di bawa preman itu adalah Bara, dia di masukkan ke tempat Kurnia tidur.


"Sekarang, kita tinggal mengirim bukti Foto ini ke Tuan Anto," kata Bos preman itu.


Setelah Fotonya di kirim, Bos preman itu kembali ke tempat dimana Fina di perk*sa oleh anak buahnya.

__ADS_1


"Sudah puas kalian?" tanya Bos preman tersebut.


"Sudah Bos, terimakasih untuk santapannya. Mantap Bos," ujar salah satu anak buahnya.


"Sesuai perjanjian, kalian tidak akan menerima upah dari tugas ini ya," kata Bos preman itu.


Tiba-tiba dari arah belakang, pintu masuk kamar itu di tendang oleh seorang pria, pria itu adalah Arga. Dia terkejut melihat Fina yang tidak sadarkan diri di atas ranjang. Dan ada banyak bekas merah-merah di lehernya, dia menatap marah para preman itu dan langsung menghajarnya.


Dengan satu pukulan, preman tersebut langsung tumbang. Satu persatu dihajar oleh Arga, hingga masih tersisa bosnya ia menahannya di sana untuk bertanya siapa dalangnya.


Arga menelepon Sandi untuk datang ke sana mengurus Bos preman tersebut dan mengintrogasinya.


Setelah Sandi datang, Arga merapikan pakaian adik tersayangnya. Arga menangis, dia tahu apa yang di lakukan preman tersebut kepada adiknya.


Arga membawa Fina ke rumah sakit dan menaiki mobilnya.


Setelah Arga pergi, Sandi mengintrogasi Bos preman tersebut.


"Siapa yang suruh kamu melakukan ini?" tanya Sandi.


"Ti-tidak ada, kami sendiri yang ingin melakukannya," kata preman itu.


"Jujur saja kamu, selama ini siapapun tidak ada yang berani mengusik Bos Arga kecuali orang-orang kalangan atas," kata Sandi kembali mengintrogasi preman tersebut.


"Kalau kamu tidak mengaku, kamu akan saya buat mati segan hidup tak mau!"ancam Sandi.


Sandi tidak ingin bertele-tele lagi, ia langsung menghajar preman itu. Dalam hitungan menit, preman tersebut sudah terkapar di lantai.


Kemudian Sandi meninggalkan tempat tersebut, tetapi dia melihat sebuah kamar yang membuatnya tertarik untuk melihatnya.


Karena penasaran, Sandi memutuskan untuk pergi ke kamar tersebut.


Sandi terkejut melihat Bara di sana, Dia melihat Bara tak sadarkan diri di kamar tersebut bersama seorang perempuan yang Sandi tidak tahu siapa orang tersebut.


Sandi kemudian membawa keduanya ke mobilnya, satu per satu ia memasukkan mereka.


Mengingat Bara orang yang lumayan penting baginya, Sandi ingin menolongnya. Dan dia juga tidak tega membiarkan Kurnia di dalam sana.


Setelah semuanya beres, Sandi langsung melajukan mobilnya ke rumah sakit.


...****************...


Di samping itu, Arga sudah menerima foto Kurnia bersama Bara yang berada dalam satu ranjang.


"Dasar wanita j*lang!" Arga mengatai Kurnia.

__ADS_1


"Dia asik-asikan tidur berduaan dengan pria lain, sedangkan sahabatnya sendiri dia bahkan tidak tahu kabarnya, untungnya aku tidak jadi ke hotel. Jika aku menitipkan Fina bersamanya, mungkin Fina sudah menjadi sepertu dia," geram Arga.


Arga berfikiran bahwa Kurnia sengaja mengajak Fina untuk menemaninya bertemu dengan Bara dan membuat Fina menjadi seperti sekarang.


"Bos!" seru Sandi.


Arga yang masih menampakkan raut wajah yang gelisah dan marah itu menoleh ke arah Sandi. Arga menghampiri Sandi yang datang bersama preman tersebut.


"Ngapain kamu ke sini? Dan siapa di dalam sana?" tanya Arga yang melihat perawat membawa dua orang pasien ke dalam.


Kamar mereka dengan Fina bersebalahan, jadi tidak heran Arga mengetahuinya.


"Mereka orang yang terjebak di dalam kamar Bos, salah satunya seorang pria yang sedang kita selidiki Bos," ucap Sandi.


"Maksud kamu Bara?" tanya Arga memastikan.


"Iya Bos, sama seorang perempuan yang saya tidak tahu namanya," ucap Sandi.


"Maksud kamu ini?" tanya Arga menunjukkan foto Kurnia bersama Bara.


"Iya, Bos kenal?" tanya Sandi.


"Dia asisten saya. Karena dia, adik saya menjadi seperti ini," kata Arga.


"Tapi kemungkinan besar mereka juga di jebak Bos," kata Sandi mencoba memberikan dugaan yang positif.


"Siapa juga yang berani menjebak orang saya," ucap Arga sombong.


"Kan siapa tahu saja Bos. Daripada Bos berprasangka buruk dengan Asisten Bos, lebih baik kita tunggu adik Bos sadar baru kita tanyakan yang jelas dengannya," kata Sandi.


"Dia tidak akan mungkin menjelek-jelekkan Kurnia, karena Kurnia adalah sahabat adik saya," ucap Arga.


Sandi tidak tahu bagaimana lagi caranya agar Arga tidak emosi dan berfikir buruk dengan Kurnia. Karena Sandi yakin, pasti ada yang menjebak mereka. Apalagi mereka berdua di temukan tak sadarkan diri.


"Di antara kalian siapa yang merupakan keluarga dari Ibu Fina?" tanya seorang dokter yang keluar dari ruangan Fina.


"Saya Dok," Arga mengangkat tangannya dan menghampiri dokter tersebut.


"Begini Pak, untuk saat ini Ibu Fina sudah sadarkan diri tetapi kemungkinan dia akan merasakan trauma yang cukup tinggi terhadap laki-laki," kata Dokter tersebut.


Mendengar penjelasan Dokter, seluruh badan Arga lemas. Dia telah gagal menjadi kakak yang baik, menjaga Fina dengan baik.


"Lakukan apapun yang membuat dia tidak trauma lagi Dok, berapapun bayarannya saya akan bayar," kata Arga memohon kepada dokter tersebut.


"Kami tidak bisa menjamin dapat menyembuhkannya secara total, karena kami juga perlu bekerjasama dengan lingkungan Ibu Fina. Bapak hanya perlu membuat Ibu Fina merasa aman, maka trauma yang ia rasakan perlahan akan menghilang," kata Dokter tersebut.

__ADS_1


"Kalau sudah tidak ada hal lain lagi, saya permisi dulu ya," pamit Dokter itu dan meninggalkan Arga.


Sandi menghampiri Arga yang nampak sedih, dia kasihan melihat Arga yang seperti itu. Di balik sifat dinginnya, Arga juga bisa menangis.


__ADS_2