Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 8 Perjodohan Kurnia


__ADS_3

"Iya Barter, Bos beri saya izin pulang. Saya berikan cokelat ini untuk Bos Arga tanpa Bos bayar, gimana?" tanya Kurnia.


"Mmmm Okelah," kata Arga menyetujui.


Kurnia tak menyangka sebatang cokelat lebih berharga daripada uang 500rb yang bisa dipotong dari gaji Kurnia.


"Jam berapa kamu pulang?" tanya Arga.


"Jam 18.00 Bos kalau boleh," jawab Kurnia.


"Baik, tapi saya ikut," kata Arga sambil memakan sepotong cokelatnya.


"Tapi Bos...,"


"Tidak ada tapi-tapian. Lagipula saya tidak terlalu percaya sama kamu, siapa tahu kamu membohongi saya kan? Bisa saja kamu bertemu laki-laki diluar sana," kata Arga posesif.


'Kok rasany seperti minta izinnya sama pacar ya? Perasaan dia Bosku bukan pacarku' pikir Kurnia.


"Iya deh Bos boleh," kata Kurnia.


...****************...


Sekitar jam 18.30 Kurnia dan Arga sudah sampai di rumah Kurnia. Sebelumnya Kurnia sudah berpesan kepada Arga untuk tidak ikut campur dalam masalah keluarganya. Dan meminta agar Arga tidak perlu menghawatirkannya.


Kurnia mengetuk pintu dan kemudian masuk kedalam rumahnya diikuti dengan Arga. Ia sangat terkejut karena ternyata Anto memiliki tamu yang tidak dikenal oleh Kurnia.


Anto dan para tamu tersebut menoleh ke arah Kurnia. Anto mengisyaratkan Kurnia agar ikut duduk.


"Langsung saja ada urusan penting apa sampai aku harus pulang?" tanya Kurnia ketus.


"Kurnia sopan sedikit sama ayah kamu," sahut Sarah yang duduk di sebelah Anto.


"Maaf, dia bukan ayah saya. Dan saya sudah pernah menegaskan seorang pelakor tidak berhak untuk ikut campur urusan saya dengan mantan ayah saya," kata Kurnia dengan tenang.


Kurnia tak sedikitpun merasakan ketakutan, apalagi berniat untuk menjaga martabat anto yang sebagai ayahnga di depan tamu.


"Kamu..."


Kata Sarah terpotong karena Anto menghentikannya. Ia tak ingin mereka bertengkar di depan tamu terhormatnya, akan sangat memalukan jika hal itu terjadi.


Arga yang duduk disebelah Kurnia itu terdiam tanpa sepatah katapun, itu membuat Anto tak sadar jika disamping anaknya ada seorang CEO yang sangat terkenal dikota itu.

__ADS_1


"Jadi karena Kurnia sudah datang, Pak Andi bisa membawanya dan menyerahkan uangnya," kata Anto kepada seorang pria tua itu.


Andi yang merupakan ayah dari jordan itu langsung mengeluarkan sebuah koper yang di dalamnya berisikan uang 2M. Seketika mata Anto terbelalak ketika Andi membuka koper tersebut.


"Tunggu sebentar. Ini maksudnya apa?" tanya Kurnia bingung.


"Kurnia kamu sebagai kakak tertua. Ayah sudah membesarkanmu sampai sekarang, saat ini ayah ingin memberimu kesempatan untuk menebusnya. Jadi, kamu harus mau menikah dengan Jordan," kata Anto tanpa mempertimbangkan perasaan Kurnia.


"Gak. Aku gak mau di jodohin sama dia, kamu gak lihat umur dia berapa? Perbedaan umur aku dan dia sangat jauh," sahut Kurnia tak terima.


"Lagipula yang membesarkan aku adalah ibuku, bukan kamu. Sedangkan kamu hanya bermain-main sama l*nte diluar sana. Bahkan saat aku masih kecil kamu membawa salah satunya pulang kerumah dan menjadikannya istri," kata-kata Kurnia yang pedas membuat Anto merasa dipermalukan.


Begitu juga dengan Sarah, tetapi karena masih ada tamu mereka berdua berusaha menahannya.


"Hei wanita, kamu seharusnya bersyukur karena aku menikahimu. Makan dan minummu ditanggung olehku, jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan itu lagi kedepannya," sahut jordan yang merupakan pria yang di jodohkan oleh Kurnia.


"Aku tidak perlu pria tua sepertimu," kata Kurnia ketus.


"Kurnia tutup mulutmu. Kamu boleh tidak sopan sama ayah, tapi kamu tidak boleh tidak sopan sama Jordan" kata Anto menatap Kurnia dengan Amarah.


"Maaf kamu bukan ayah saya. Dan sekali lagi saya tegaskan saya tidak akan menikah dengan dia," kata Kurnia menunjuk jordan.


"Aku hanya menyukaimu. Kamu lebih cantik dan juga lebih seksi daripada saudarimu. Saudarimu entah sudah berapa banyak pria yang menyentuhnya," kata Jordan merayu Kurnia.


"Hei tua bangka jaga mulutmu," ujar Karina yang tak terima dirinya dihina meskipun itu kenyataan yang sebenarnya tentang dirinya.


Tapi tetap saja dirinya merasa dipermalukan.


"Karin sudah. Jangan memperpanjang masalah lagi," bentak Anto mengalihkan pandangannya ke arah Karina.


"Mas, anak kamu sudah dihina oleh dia apa kamu tidak peduli?" Sarah ingin membela Karina tetapi sayangnya Anto tak mempedulikannya.


Yang Anto pedulikan hanyalah uang dan kekuasaan, selama Anto bisa meraihnya ia akan melakukan segala cara walaupun itu mengorbankan keluarganya.


"Jordan suka denganmu Kurnia, jadi tidak ada hubungannya dengan Karina," tegas Anto.


Tapi saya tidak setuju".


Semua orang yang berada diruang tamu tersebut mengalihkan pandangannya ke arah pria yang berada disamping Kurnia yang tak lain adalah Arga.


Mereka baru sadar jika sedari tadi Arga mendengar percakapan mereka. Anto mengingat wajah Arga samar-samar, ia merasa sedikit familiar dan pernah bertemu dengan Arga sebelumnya tetapi ia tak ingat dimana.

__ADS_1


"Kamu siapa?" tanya Anto pènasaran.


"Saya pacarnya Kurnia," sahut Arga.


Semua orang tersentak dan terkejut mendengar ucapan tersebut terutama Kurnia. Kurnia tak menyangka kalau Arga akan membantunya untuk yang kedua kalinya. Padahal sebelumnya ia sudah berpesan untuk tidak mempedulikan masalahnya dengan keluarganya.


Tak kalah terkejutnya dengan Karina, ia masih tak percaya jika kakaknya bisa mendapatkan hati seorang CEO dingin.


Anto yang tak dapat mengingat wajah Arga, malah mencari mati.


"Punya keberanian apa kamu menjadikan putri saya pacarmu?" tanya Anto sombong.


Sarah dan Karina terkejut melihat sikap Anto yang tak sopan kepada Arga. Padahal setahu mereka, Anto akan menundukkan kepalanya kepada orang-orang yang berkuasa.


Sarah mencoba memberitahu Anto kalau dia adalah CEO terkenal, tetapi Anto selalu menghalanginya saat hendak berbicara.


Sedangkan Arga tampak biasa saja setelah direndahkan oleh Anto.


"Saya punya 5M untuk Anda, tetapi Kurnia jadi milik saya," Arga menuliskan selembar cek dan di serahkan kepada Anto.


"Hahahaha, kamu jangan lawak anak muda. Saya tidak mungkin mempercayaimu begitu saja, bisa saja cek ini kamu palsukan," sahut Anto.


"Kalau Anda tidak percaya, silahkan datang ke bank sendiri," sahut Arga.


"Lihat, dia masih saja berusaha untuk berbohong," kata Anto sembari memandangi para tamu dan juga anak istrinya.


Tetapi mereka semua yang mengetahui identitas Arga terdiam memasang raut wajah yang takut.


Anto bertanya-tanya mengapa Pak Andi juga takut kepada Arga.


"Pak Andi kenapa? Apa Pak Andi takut sama bocah ini?" tanya Anto penasaran.


"Saya gak ikut campur ya Pak Anto. Saya pamit pulang dulu. Jordan," kata Andi lalu memanggil anaknya untuk pulang.


Ia tak ingin mencari masalah dengan Arga.


"Tetapi bagaimana dengan perjodohannya?" tanya Anto.


"Tidak perlu dilanjutkan. Anak anda tidak cocok dengan Jordan," sahut Andi kemudian keluar diikuti oleh Jordan.


Anto menatap Arga dengan amarah. Jika bukan karena Arga, ia tak mungkin kehilangan uang 2M itu.

__ADS_1


__ADS_2