Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 38


__ADS_3

Keesokan harinya tersebar berita bahwa Arga dan Kurnia resmi berpacaran. Banyak wanita yang patah hati karena kini idolanya sudah memiliki pasangan.


"Sialan! Dimana letak kecantikan wanita itu? Di bandingkan denganku, aku lebih cantik dari dia," seorang wanita memasang raut wajah kesal melihat berita yang beredar.


"Nona Indri tidak perlu kesal, Non pasti bisa merebutnya kembali kok," ucap asistennya Indri yang merupakan anak dari Reza itu.


Di cerita sebelumnya, Indri menyukai Arga hanya saja Arga menganggap Indri sebagai adiknya. Tetapi, meskipun begitu Indri tidak pernah menyerah karena dia percaya, dengan kecantikannya dia bisa membuat Arga jatuh cinta.


Namun sekarang, pangerannya sudah di rebut oleh orang lain, tentu saja hal ini membuat Indri kesal.


"Aku ingin dia celaka, dan di benci oleh Arga. Kamu harus memikirkan caranya," perintah Indri kepada asistennya yang bernama Sari.


Indri memang anak yang manja, segala urusannya dia tidak mau turun tangan. Tetapi dia juga mau semua keinginannya harus terpenuhi tanpa dia berusaha.


"Bagaimana kalau begini...," Sari membisikkan rencananya kepada Indri.


Terlihat raut wajah Indri yang tadi kesal berubah menjadi senyuman yang jahat.


"Bagus juga idemu," puji Indri setelah asistennya membisikkan rencananya.


...****************...


"Pa, Indri mau main ke rumah Kak Arga boleh gak?" tanya Indri meminta izin kepada Reza.


"Boleh dong sayang, Papa telpon Arga dulu ya untuk jemput kamu," ujar Reza.


Beberapa menit kemudian setelah Reza menelepon...


"Sebentar lagi Kak Arga akan jemput kamu. Kamu siap-siap dulu sana," kata Reza.


"Iya Pa, aku boleh ajak Sari gak?" tanya Indri.


"Buat apa? kan sudah ada Reza yang menjemput kamu," ujar Reza.


"Ya kan takutnya Kak Arga gak bisa antar aku pulang, aku takut naik taksi sendirian," kata Indri memohon.


"Iya boleh. Papa udah telat nih, Papa berangkat ke kantor dulu ya, kamu hati-hati di jalan," ucap Reza mencium kening anak semata wayangnya lalu berlalu dari hadapan Indri.


Beberapa menit kemudian, orang yang di tunggu-tunggu Indri pun datang.


"Kak Arga, aku boleh bawa asistenku kan?" tanya Indri.


"Iya boleh," kata Arga walaupun dia bingung kenapa Indri membawa asistennya.


Sari dan Indri masuk ke mobil Arga, namun Indri duduk di depan sedangkan Sari di belakang. Di tengah perjalanan menuju rumah Arga, mereka mengobrol untuk memecah suasana hening.


"Kak Arga udah pacaran ya sama Kak Kurnia?" tanya Indri yang sengaja bertanya.

__ADS_1


"Iya udah kemarin," sahut Arga tersenyum.


Indri tidak suka Arga tersenyum karena wanita lain, tetapi dia memendam rasa kesalnya itu di depan Arga.


"Duduk dulu ya Indri, Kakak panggilkan Fina sama Kak Kurnia dulu," kata Arga ketika sudah sampai di rumahnya.


"Iya Kak," kata Indri.


"Non nanti harus cari cara agar Kurnia bisa pergi bersama saya tanpa tuan Arga atau adiknya," bisik Sari ketika Arga sudah pergi dari hadapan mereka.


"Iya, kamu tenang saja," kata Indri.


"Ehh ada Indri," ucap Fina yang memaksakan senyumnya, padahal dia tidak suka Indri berada di rumahnya karena dia tahu niat busuk Indri.


"Iya Kak Fina, hehehe," ucap Indri.


"Kok tumben bawa asistennya?" tanya Fina.


"Iya Papa yang suruh, takut Kak Arga gak bisa antar pulang nanti malah gak ada yang temenin naik taksi," sahutnya berbohong.


'Cih, dasar manja," gumam Kurnia.


Mereka pun duduk semua di sofa ruang tamu.


"Ada apa Indri datang kemari? Tumben setelah bertahun-tahun gak pernah kemari?" tanya Arga.


'Cih pacar orang kok di datengin, mana di depan pacarnya lagi ngomong gitu,' Kurnia bergumam lagi.


Namun Arga mendengarnya, dia hanya tersenyum mengetahui Kurnia cemburu dengan Indri.


"Aku boleh kasih kamu saran gak In?" tanya Fina.


"Apa tuh Kak? Aku pasti senang diberi saran oleh Kak Fina".


'Apalagi sama calon ipar,' kata Indri dalam hati.


"Kak Arga sekarang udah punya pacar, lebih baik kamu jangan terlalu dekat lagi ya sama Kak Arga," kata Fina dengan senyuman yang dia paksakan.


Mendengar perkataan Fina, Indri menjadi kesal tapi dia berusaha menahannya demi melancarkan rencana jahatnya.


"Hehehe, Kak Fina bisa aja. Lagipula aku anggap Kak Arga sebagai Kakak kandungku sendiri kok," ujarnya.


"Tapi tetap saja lah tidak seperti aku yang punya hubungan darah," balas Fina.


Fina sengaja membuat Indri kesal karena dia ingin Fina cepat-cepat pergi.


"Udah Fin, jangan kayak gitu. Kasihan nanti dia malu," ujar Kurnia berpura-pura membela Indri, namun yang dilakukan sebenarnya adalah untuk membuat Indri kesal juga.

__ADS_1


"Kak Arga,,," Indri merengek ke Arga, namun Arga tidak mempedulikannya.


"Udah Indri, benar yang dikatakan mereka. Kamu tidak bisa menempel ke Kak Arga lagi, kita sama-sama sudah dewasa," ujar Arga.


Indri sangat kesal, dia pamit pulang dengan raut wajah ceria yang dia paksakan.


"Kak Arga gak bisa antar ya Indri, soalnya mau jalan-jalan sama Kak Kurnia," ujarnya Arga.


"Kok gitu sih Kak?" Indri semakin kesal di buatnya.


"Iya kan kamu juga sudah ada asisten kamu yang temani kamu pulang," ujar Arga.


Indri sangat menyesal membawa Sari ikut dengannya, rencananya juga gagal total.


Setelah Indri pergi dari rumah Arga, Fina tertawa dengan keras.


"Senang kamu Fin?" tanya Kurnia.


"Iyalah. Kamu gak lihat ekspresi wajah dia yang kesal tali berusaha dia tahan-tahan, hahahaha," kata Fina yang tidak berhenti tertawa.


"Tapi Kak Arga tumben loh berani melawan Indri, biasanya dia selalu memperlakukan Indri sebagai adik kandungnya sendiri malah waktu kecil Kak Arga lebih membela Indri daripada aku," kata Fina.


"Wah ternyata dia lebih sayang Indri ya daripada adiknya sendiri?" sindir Kurnia.


"Ahh gak gitu sayang. Fina kamu jangan ngompor-ngomporin dong," kata Arga.


"Ih udah manggil sayang nih," goda Fina.


"Apa kamu? Dasar jomblo," ejek Arga.


"Tau ah, aku mau ke kamar dulu. Gak mau jadi nyamuk di sini," sindir Fina, dia berlalu pergi ke kamarnya.


Setelah Fina pergi, Arga merangkul Kurnia.


"Ih apaan sih Kak," ujar Kurnia yang merasa risih Arga merangkulnya.


"Kok masih manggil Kak? panggil aku sayang dong, kan kita udah pacaran," ujarnya.


"Ihh geli tahu," tolak Kurnia sembari melepaskan rangkulan Arga.


"Ih kamu gitu amat sama pacar," ujar Arga kesal.


"Tapi kamu cemburu kan Indri datang ke sini?" goda Arga.


"Biasa aja," sahut Kurnia ketus


"Gak ngaku kamu, orang tadi aku dengar kok kamu ngatain Indri tadi," ujar Arga.

__ADS_1


Wajah Kurnia langsung memerah, dia malu Arga mendengar celotehnya tadi mengenai Indri.


__ADS_2