Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 48


__ADS_3

Beberapa menitnya makanan yang mereka pesan pun datang.


"Silahkan makan Karina!" ujar Kurnia menyuguhkan makanannya.


"Kak!" seru Karina dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak oleh Kurnia.


Kurnia menoleh ke arah Karina dan bertanya, "Ada apa?".


Sejenak Karina terdiam dan menundukkan kepalanya lalu berkata, "Kenapa Kakak mau memaafkan aku sama Ibu? Dan bahkan mengajak kerjasama kita?".


Suasana kembali menjadi hening, Kurnia juga menghentikan aktivitasnya.


"Karina, di dunia ini mau seburuk apapun perlakuan kamu, jika kamu masih bersedia untuk berubah dan berbuat baik kedepannya pasti akan dimaafkan. Dimanapun kamu berada, itu pasti berlaku Karin. Orang yang bekerjasama dengan kita sudah tentu memiliki tujuan yang sama juga, dan masalah kepercayaan aku percaya kamu tulus bekerjasama dengan aku," jelas Kurnia panjang lebar.


"Jadi, aku harap kamu tidak mengecewakan aku Karin," imbuhnya.


"Aku tidak akan mengecewakan Kakak, karena hanya ini yang bisa aku lakukan untuk Kakak. Setelah masalah ini selesai, mungkin kita tidak akan pernah bertemu lagi ," ucap Karina.


"Kenapa kamu bicara seperti itu? Memangnya kamu mau pergi kemana?" tanya Kurnia.


"Nanti juga Kak Kurnia tahu. Udah jangan dibahas lagi, lanjut makan yuk keburu dingin nsnti makanannya," ucapnya.


Kurnia mengangguk, dan kembali menyantap makanannya, walaupun dia masih kepikiran dengan perkataan adiknya tadi.


...****************...


"Arga! Arga!" teriak Kurnia mencari keberadaan Arga dirumahnya.


"Kenapa Nia?" tanya Fina yang mendengar teriakan sahabatnya itu.


"Kak Arga dimana Fin? Aku mau ngobrol sesuatu sama dia!" ucapnya yang nampak tergesa-gesa.


"Mau ngobrol soal apa sampai-sampai kamu buru-buru gitu? Ada masalah?" tanya Fina khawatir.


Karena baru kali ini Kurnia nampak begitu khawatir dan cemas.


"Gak Fin, cuma minta tolong aja kok," sahutnya.


"Coba cari ke kamarnya deh, kayaknya Kak Arga tidur sepulang dari kerja!" ucapnya.


Kurnia pun bergegas pergi ke kamar Arga, dan benar saja Arga terlihat tidur sangat nyenyak membuat Kurnia mengurungkan diri untuk membangunkannya.


Kurnia membalikkan badannya berencana untuk pergi dari sana, namun tangannya ditarik oleh Arga hingga dia terjatuh keatas kasur.


"Kamu kenapa bangun?" tanya Kurnia dengan terkejut.


"Emangnya aku tidur?" Arga bertanya balik.


"Ishh! Berarti kamu tipu aku ya?" kesal Kurnia, dia bangkit dari atas kasur dan duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


"Hehe bercanda kok, gitu aja marah!" goda Arga.


Wajah Kurnia semakin cemberut setelah di goda oleh Arga.


Arga memindahkan kepalanya ke pangkuan Kurnia dengan posisi masih terlentang.


"Kenapa kepalanya kamu pindahin? Emang aku bantal apa?" protes Kurnia ketika Arga memindahkan kepalanya ke pangkuannya.


"Iya kayaknya, nyaman soalnya!" sahut Arga nyengir.


"Ngomong-ngomong ada apa kamu nyari aku? Kok tumben-tumbenan sampai teriak-teriak gitu?" tanya Arga yang penasaran dengan tujuan Kurnia.


"Kamu dengar aku teriak-teriak? Kenapa gak nyahut?" tanya Kurnia.


"Ya kan mau jahilin kamu!" ujarnya.


Kurnia mencubit lengannya Arga hingga Arga mengaduh kesakitan dan bangun dari tidurnya.


"Kok nyubit sih? Sakit tahu!" gerutu Arga.


"Anggap aja hukuman!" sahut Kurnia menjulurkan lidahnya kepada Arga.


"Jadi gini, aku mau minta tolong sama kamu!" ucap Kurnia dengan raut wajah serius.


"Minta tolong apa?" tanya Arga.


'Gadis ini, bisa mengubah ekspresinya dengan cepat, sama seperti aku. Memang cocok menjadi calon istriku,' ucap Arga dalam hati sambil tersenyum-senyum.


"Kamu kenapa?" tanya Arga tersadar dari kekagumannya.


"Kenapa senyum-senyum gitu? Mikirin siapa?" tanya Kurnia curiga.


"Kamu lah! Siapa lagi?" sahutnya.


'Terlalu jujur gak sih ni orang?' kesal Kurnia.


Namun Kurnia mengabaikannya, dia lalu melanjutkan perbincangannya kepada Arga.


"Mm.. Kira-kira kamu ada gak bawahan kamu yang bisa pura-pura jadi preman?" tanya Kurnia.


Arga mengernyitkan keningnya pertanda kurang paham dengan tujuan dari pertanyaan Kurnia.


"Ada sih, tapi kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Arga.


"Ya rencananya aku ingin menggunakan orang-orang itu untuk menjadikan preman bohongan untuk menculik Fina. Nanti juga Ibu tiri aku akan meminta bayarannya, jadi bisa sekalian mereka porotin Anto," jelas Kurnia.


"Oh jadi adik kamu udah berhasil membujuk ibunya untuk ikut kerjasama dengan kita?" tanya Arga memastikan.


"Iya sudah, itu karena Anto berselingkuh. Mungkin Tuhan sudah membalaskan dendam ibuku. Dan apa kamu tahu siapa pelaku dibalik semua ini?"

__ADS_1


Arga menggelengkan kepalanya karena memang dia belum sempat menyelidikinya. Ini juga permintaan Kurnia yang melarang Arga ikut campur dengan pembalasan dendamnya. Tanpa perintah dari Kurnia, Arga tidak akan bertindak.


"Jordan! Kamu ingat kan waktu pertama kali datang ke rumahku. Di sana kamu membantu aku dan menghancurkan rencana Jordan untuk dijodohkan dengan aku," jelas Kurnia.


"Jadi hanya karena hal sepele itu?" tanya Arga.


Kurnia mengangguk.


"Bukankah dia hanya memiliki perusahaan kecil, setingkat lebih tinggi dari ayahmu yang dulu. Mengapa dia berani mengganggu orang-orangku? Apakah dia sudah bosan hidup?" kata Arga marah.


"Sudah-sudah kamu tidak perlu marah seperti itu. Aku akan membantu kamu untuk menjebloskan dia ke penjara," kata Kurnia menenangkan Arga.


"Baiklah, karena ini permintaan pacarku jadi mau tidak mau harus menurut," ucapnya sembari menahan emosi yang sudah meledak-ledak.


'Fyuhh! Untung saja aku berhasil menenangkannya. Pria ini kalau marah terlihat seram juga,' batin Kurnia.


"Kalau begitu kapan kamu bisa atur orang-orang tersebut?" tanya Kurnia memastikan.


"Besok mereka akan siap. Jangankan besok, sekarangpun mereka siap kalau itu perintah dari aku," ujarnya.


"Dasar sombong! Besok aja deh, sekarang juga udah malam," kata Kurnia.


"Yaudah kamu istirahat sana, atau kita mau melakukan pemanasan dulu?" goda Arga.


"Gaklah! Aku capek, mau istirahat!" kata Kurnia.


Kurnia meninggalkan Arga dikamarnya, dia pergi menuju ke kamarnya sendiri.


'Untung tanganku gak ditahan lagi sama dia' batinnya.


Keesokan harinya....


"Mas tunggu sebentar!" teriak Sarah ketika melihat suaminya akan segera berangkat bekerja.


"Ada apa Sarah?" tanya Anto kebingungan.


"Aku udah sewa beberapa preman seperti yang kamu bilang. Tapi bayarannya lumayan tinggi nih Mas," ucap Sarah.


"Berapa emang?" tanya Anto yang tak sabar menjalankan rencananya dan meraup keuntungan yang semakin besar.


"25 juta Mas,"


"Kok mahal banget? Emang kamu sewa berapa orang?" tanya Anto terkejut mendengar harga yang diucapkan oleh istrinya.


"Tiga orang Mas! Tapi mereka menjamin uang kembali jika gagal. Mereka bilang selama melakukan aksinya mereka tidak pernah gagal atau ketahuan sama polisi. Maka dari itu mereka berani menjamin uang kembali. Gimana menurut Mas?" tanya Sarah.


"Duh gimana ya? itu terlalu tinggi. Tapi itu benar kan jaminan uang kembali?" tanya Anto memastikan.


Sudah pasti Anto tidak ingin mengalami kerugian, apalagi sampai kehilangan uang 25 juta.

__ADS_1


"Iya Mas benar. Mereka juga sudah menjamin menggunakan foto mereka kok Mas," Sarah menambahkan iming-iming agar Anto mau mengeluarkan uang tersebut.


Karena menurut dia, ini adalah kesempatan untuk dirinya memoroti harta Anto yang tersisa.


__ADS_2