Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 30


__ADS_3

"Aku siap Bu," kata Bara menjawab pertanyaan Kartika yang tadi.


Dia sudah bertekad untuk bertanggungjawab pada wanita itu dan juga memperlakukannya dengan sangat baik.


"Baiklah kalau seperti itu, Ibu setuju kamu menikahinya," kata Kartika tersenyum.


"Aku ijin telepon Arga dulu ya, mau nanya waktu apakah bisa ketemu hari ini atau tidak," ucap Bara.


Kartika mengangguk sambil tersenyum kepada Bara.


****


Di rumah sakit.....


"Ibu Fina sudah boleh pulang ya hari ini, berhubung sudah sembuh. Tapi ingat satu hal, Tuan harus menciptakan suasana yang nyaman untuk Ibu Fina. Jangan sampai Ibu Fina merasa tidak aman atau tidak nyaman ya, guna agar rasa traumanya tidak muncul lagi," kata Dokter yang merawat Fina.


"Baik Dok," jawab Arga.


Di sana juga ada Kurnia yang sedang menemani Fina mengobrol. Kini Fina sudah lebih membaik dari sebelumnya, dia sudah tidak takut pada Arga dan beberapa orang yang berjenis kelamin laki-laki. Berkat kerjasama Kurnia dan Arga, mereka berhasil membuat Fina pulih dalam satu hari.


Tiba-tiba ponselnya Arga berdering, di sana terlihat nama kontak yang tertulis nama Bara.


"Ya ada apa Bara?" tanya Arga.


"Saya mau ke rumah kamu, apa kamu ada waktu hari ini?" tanya Bara yang ada di telepon.


"Oh ada, nanti sore saja ya. Sebentar saya kirimkan alamatnya," kata Arga.


"Baik, terimakasih," ucap Bara.


Lalu telepon di tutup. Kemudian Arga mengirimkan alamat rumahnya kepada Bara, setelah itu ia menghampiri Fina dan Kurnia yang sedang asik berbincang.


"Yuk pulang. Nanti sore akan ada tamu di rumah kita," ucap Arga.


"Fina sudah boleh pulang Kak?" tanya Kurnia terkejut karena memang Kurnia dan Fina belum tahu informasi yang disampaikan oleh dokter.


"Sudah, sekarang sudah boleh pulang," kata Arga.


"YEYYY!!!" Fina dan Kurnia bersorak senang dan mereka saling pelukan.


Arga ingin nimbrug tapi buru-buru di dorong oleh Fina.

__ADS_1


"Kak Arga gak boleh ikut, Kak Arga beda spesies," kata Fina yang membuat Kurnia tertawa.


****


Sorenya, Bara mengajak Ibunya ke rumah Arga. Mereka menaiki mobil pribadi Bara.


"Benar ini rumahnya Bar?" Tanya Kartika ketika Bara menghentikan mobilnya di sebuah gerbang.


"Menurut alamat yang di share sama Arga sih benaf Bu," kata Arga.


"Lebih baik kamu telepon dulu Arga Bar," ujar Kartika.


Bara mengambil handphonenya yang ia simpan di saku celananya. Kemudian menelepon Arga.


"Arga, saya sudah sampai di depan pintu gerbang rumah kamu," kata Bara sopan.


Begitu formal bahasa diantara keduanya, mungkin karena belum bisa mendekatkan diri mereka sebagai saudara.


"Oke, saya akan ke sana," ujar Arga.


Tidak butuh waktu lama, gerbang terbuka. Terlihat seorang pria tinggi di balik gerbang itu yang tak lain adalah Arga.


Arga menyuruh Bara memarkirkan mobilnya di dalam karena garasi yang di miliki Arga lumayan luas kurang lebih muat untuk parkir 5 sampai 7 mobil.


"Oh iya, salam kenal Bu. Saya Arga, ibu pasti sudah tahu kan saya siapanya Bara?" ucap Arga yang membuat Kartika kembali merasa bersalah.


"Iya nak Arga, Bara sudah menceritakan semuanya," kata Kartika tersenyum canggung.


"Mari masuk, tidak enak berbicara di luar," ajak Arga.


Bara dan Kartika mengikuti Arga masuk ke dalam rumahnya. Arga mengajak mereka untuk duduk di ruang tamu yang sudah tersedia sofa.


"Silahkan duduk," kata Arga mempersilahkan mereka berdua.


Berhubung tidak ada pembantu di sana, jadi Arga membuatkan sendiri para tamunya teh. Walaupun di sana ada adiknya dan Kurnia, tetapi dia tidak ingin merepotkan mereka.


Setelah teh di suguhkan barulah Arga bertanya tujuan mereka datang ke rumahnya.


"Sebelumnya saya mohon maaf atas perlakuan saya yang sangat memalukan di masa lalu. Saya memisahkan kalian berdua sedari kecil lantaran saya iri kepada ibu kalian yang dulunha bersahabat," kata Kartika menjelaskan maksud kedatangannya.


"Tapi saya benar-benar sangat menyayangi Bara, saya juga tidak pernah menyakiti Bara. Sejak saya menculiknya dari Ibu Anda, saya tidak pernah membuatnya kesusahan," kata Kartika menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Awalnya saya iri melihat orang tua kalian hidup bahagia, maka dari itu saya mencuri salah satu dari kalian agar mereka merasa kehilangan. Tetapi ternyata penderitaan mereka hanya sebentar karena hati ikhlas mereka yang membuat penderitaan itu menghilang. Setelah kejadian itu, saya belajar ikhlas seperti mereka tetapi mau sekuat apapun saya mencobanya tetapi tidak mampu melepaskan Bara dan mengembalikannya kepada mereka. Karena tidak ingin ketahuan, saya membawanya keluar negeri dan merawatnya," lanjut Kartika.


Arga hanya terdiam, tidak menjawab tutur kata dari Kartika. Entah apa yang di rasakannya, yang sangat ia pedulikan hanyalah pertanggungjawaban Bara kepada wanita itu. Masalah lainnya dia bisa menerimanya.


"Lalu bagaimana dengan wanita yang di hamili oleh Bara?" Tanya Arga.


"Saya akan bertanggungjawab dan menikahinya. Rencananya saya akan menggelar acara pernikahannya bulan depan. Tujuan saya ke sini juga untuk itu," kini Bara yang menyahut.


"Baiklah kalau seperti itu. Ini kontaknya, kamu bisa tanyakan alamat rumahnya yang jelas kepada dia sendiri," kata Arga.


"Baiklah, terimakasih untuk informasinya," kata Bara.


"Kalau tidak ada hal lain lagi, mari kita pergi ke pemakaman orang tua kita. Mumpung saya tidak ada kesibukan," kata Arga.


"Baik, boleh," ujar Bara.


Arga pergi ke kamar memanggil Fina dan Kurnia, dia ingin mengajak mereka juga.


"Kenalin ini adik kita, namanya Fina," kata Arga memperkenalkan Fina kepada Bara saat Fina sudah berada di ruang tamu.


"Ini siapa Kak? Kok Kak Arga bilang adik kita? Apa aku punya Kakak lagi?" tanya Fina kebingungan.


Sedangkan Kurnia hanya terdiam tidak ingin ikut campur urusan keluarga mereka. Tapi dia cukup penasaran bagaimana Arga bisa menyelesaikan penyelidikan itu secepat ini.


"Perkenalkan saya kembaran Kakakmu yaitu Arga," ujar Bara sambil menjulurkan tangannya kepada Fina.


"Iya saya Fina,"kata Fina tersenyum paksa.


Dia masih bingung bagaimana mungkin kakaknya punya kembaran, terlebih lagi dia tidak mirip sama sekali.


"Kak, sejak kapan Kak Arga punya kembaran? Dan kalau emang kembaran kenapa wajah kalian berbeda?" Tanya Fina dengan ekspresi bingung.


Arga tersenyum, lalu menjelaskan tentang apa yang terjadi kepada Fina.


"Oh jadi wanita itu yang mempertemukan kalian?" tebak Fina.


"Iya, kalau bukan karena dia mungkin kita tidak bertemu dengannya," kata Arga menjelaskan.


"Lalu Ibu ini siapanya Kak Bara?" Tanya Fina yang masih penasaran.


"Ini Ibunya Kak Bara, Ibu yang merawatnya," kata Arga.

__ADS_1


Tanpa diminta, Kartika memohon ampun kspada Fina karena telah memisahkan dia dengan Bara. Dengan baik hati, Fina memaafkan Kartika karena dia menganggap itu hanyalah masalalu.


__ADS_2