Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 45


__ADS_3

Seminggu kemudian...


"Sudah pulang?" tanya Anto melihat Karina memapah ibunya untuk masuk ke rumah.


"Sudah Mas," sahut Sarah lemah.


"Udah Bu, kita ke kamar saja. Ibu jangan banyak bicara lagi," ucap Karina kesal.


"Kamu udah berani melawan saya Karina?" bentak Anto yang merasa tidak dihargai.


"Memang kenyataannya kan? Untuk apa Ibu menjawab pertanyaan Anda? Ibu di rumah sakit selama seminggu tapi sekalipun Anda tidak menjenguknya, apa masih layak Anda berbicara dengan Ibu?" teriak Karina dia mulai memberontak Anto.


Namun dalam sekejap dia ingat dengan tugas yang diberikan oleh Kurnia. Jadi dia tidak terlalu melawan Anto agar tidak di usir dari rumah sebelum mendapat informasi yang diminta oleh Kurnia.


"Udah Karina, kamu gak boleh gitu sama Papa kamu. Mas maafin Karina ya, dia tidak bermaksud seperti itu," ucap Sarah melerai pertengkaran itu.


Dia tidak ingin Karina membuat Anto marah lagi, karena dia takut akan melampiaskan kepada Karina.


"Karina, minta maaf sana sama Papa," perintah Sarah.


Karina pun menuruti perintah Sarah, walaupun tidak ikhlas tapi dia berusaha untuk membuat Anto tidak marah kepadanya.


'*Tunggu sampai aku membocorkan rahasiamu kepada Kurnia, kamu akan tahu akibatnya,' kata Karina dalam ha*ti.


"Sudah, kamu bawa Ibumu ke kamar. Merusak pemandangan saja," kata Anto kemudian dia kembali merebahkan badannya diatas sofa sambil memainkan Handphonenya.


Saat mengantar Ibunya kekamar, Karina mendengar percakapan Anto samar-samar. Dia seperti berbicara dengan seorang perempuan.


Karina cepat-cepat mengantar ibunya ke kamar dan kembali setelah membantu ibunya tidur. Dia mengintip Anto yang sedang teleponan, barangkali dia menemukan rahasia Anto.


"Sayang, ingat ya nanti malam jangan lupa ke apartementku," suara dari telepon Anto.

__ADS_1


Hati Karina sangat sakit, dia tidak menyangka saat Ibunya sakit Anto masih sempat-sempatnya mencari perempuan lain. Dia sangat marah, namun Karina berusaha menahannya ini semua demi rencananya agar berjalan lancar.


"Iya sayang, lagipula mana betah aku tinggal dirumah. Apalagi melihat wajah istriku yang tidak secantik kamu, berdandan juga tidak secantik kamu, buang-buang uangku saja," ucap Anto yang membuat dada Karina semakin sesak karena menahan amarahnya.


"Makanya Mas, cepetan dong ceraikan dia. Masa iya kamu betah punya istri parasit seperti itu," ujar wanita yang ada ditelepon.


"Iya sabar sayang, Mas masih ingin memanfaatkan dia sebagai kambing hitam saat Mas merencanakan sesuatu," sahut Anto.


'Punya apa sih tuh orang sampai-sampai wanita genit itu pingin nikah sama dia. Gak tahu apa perusahaannya sudah diambil alih oleh Kurnia,' gerutu Karina dalam hati.


"Rencana apa Mas? Kok Mas gak bilang-bilang sama aku?" tanya wanita itu yang nampak penasaran dengan rencana Anto.


"Jadi Mas memiliki janji sama seseorang, Mas berhutang budi sama dia jadi dia ingin Mas membalas budinya itu. Mas disuruh untuk menculik adik dari CEO yang terkenal bernama Arga. Dengar-dengar Arga sangat menyayangi adiknya," kata Anto.


"Mas gak takut apa berurusan sama Arga?" tanya wanita tersebut.


"Ya Mas takutlah, tapi Mas juga dapat bayarannya. Nanti Mas akan suruh Sarah untuk mencari preman dan menculik adiknya Arga itu, setelah itu kalau ketahuan sudah pasti Sarah yang akan disalahkam sama preman itu bukan Mas," kata Anto mengungkapkan rencana liciknya.


"Mas pintar juga ya Mas, ahhaha," suara tawa wanita itu membuat Karina semakin kesal.


"Iya dong. Kalaupun tidak ketahuan itu malah lebih aman. Mas bisa tendang dia kapan saja, dan uangnya buat kita nikah," kata Anto kegirangan.


'Kita lihat saja nanti, apa rencana kalian akan berhasil,' gumam Karina.


Karina menguping beberapa menitnya lagi berharap mendapat informasi lagi, namun ternyata tidak. Ternyata Anto membahas sesuatu yang kotor bersama wanita tersebut yang tidak layak di dengarkan oleh Karina.


Akhirnya Karina memutuskan untuk kembali ke kamar, dan memberikan informasi yang dia dapatkan kepada Kurnia. Dia berpesan kepada Kurnia untuk berhati-hati dan melindungi Fina, saat mereka sudah beraksi Karina akan mengabari Kurnia.


Namun nampaknya Kurnia memiliki sebuah rencana yang mungkin bisa membuat Anto terkejut. Kurnia menyuruh Karina untuk membuat ibunya membenci Anto, bagaimanapun caranya agar Sarah berpihak kepada dirinya dan bukan Anto. Dengan begitu, rencana yang dijalankan akan berjalan dengan lancar.


Setelah berdiskusi Karina menutup teleponnya dan memilih untuk beristirahat sejenak.

__ADS_1


...****************...


"Fina, kamu siap-siap ya karena sebentar lagi akan ada orang yang mengincar kamu. Kak Arga tolong awasi Fina dengan baik ya kalau tidak mau Fina kenapa-kenapa," ujar Kurnia kepada adik kakak tersebut.


Kedua orang tersebut nampak bingung dengan apa yang dibicarakan oleh Kurnia. Jadi, Kurnia menjelaskan informasi yang diberikan oleh Karina, sekaligus menjelaskan rencana yang dia rencanakan.


Namun Kurnia berfikir jika Sarah akan sulit untuk diajak bekerjasama, apalagi membuatnya membenci Anto seperti sangat mustahil.


"Aku menyerahkan tugas tersebut kepada Karina apakah akan berhasil? Takutnya tidak sesuai yang diharapkan. Jangan sampai rencana Anto lebih dulu maju ketimbang pergerakan rencana kita," kata Kurnia yang nampak ragu.


"Udah kamu percayain saja sama Karina. Toh juga belum 24 jam Karina sudah mendapatkan beberapa informasi penting," sahut Arga.


Kurnia menganggukkan kepalanya berusaha mempercayai Karina. Lagipula yang dikatakan oleh Arga itu ada benarnya juga.


Di malam hari, dirumah Karina tepatnya dikamar Sarah...


"Aku ada pekerjaan, aku pergi dulu!" kata Anto pamit kepada Sarah namun dengan nada yang cuek.


"Pekerjaan apa Mas? Bukankah ini sudah malam dan perusahaan kamu juga sudah diambil alih kan?" tanya Sarah penasaran.


"Aku punya pekerjaan baru sekarang, demi menghidupi kalian. Jadi jangan sampai kalian berbuat yang macam-macam dan menyusahkan aku ya!" kata Anto.


"Iya deh Mas, hati-hati!" sahut Sarah tersenyum.


Dengan ekspresi yang masih datar, Anto langsung meninggalkan Sarah.


Beberapa menitnya Karina datang ke kamar ibunya, mereka berencana mengikuti Anto.


Sebelumnya Karina sudah membuat Sarah curiga kalau Anto memiliki perempuan lain. Walaupun dia tahu ibunya akan sakit hati, tapi hanya dengan cara ini yang bisa membuat Sarah sadar kalau Anto tidak layak untuk dicintai lagi.


Karina dan Sarah naik taksi yang sudah dia pesan lewat online, dia memerintahkan sopir taxi itu untuk mengikuti mobil milik ayahnya.

__ADS_1


Mereka berjalan menulusuri jalan yang gelap dan sepi, hingga melihat mobil Anto berhenti Karina dengan cepat menyuruh sopir Taxi berhenti beberapa meter dari mobil Anto agar dia tidak curiga.


"Tuh, Ibu lihat prilaku suami ibu yang ibu cintai," kata Karina menatap ibunya.


__ADS_2