Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 14 Kedatangan Wanita Asing


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti biasa Kurnia menyiapkan makanan untuk Arga dan juga Fina sekalian. Sebenarnya Fina tidak enak kepada Kurnia, dia di sini seperti pembantu.


Pernah Fina menyuruh Kurnia agar tidak memasak untuknya tetapi Kurnia menolak. Ia tidak ingin Fina jajan di luar, apalagi dia terbiasa makan masakan rumahan.


"Hai Kurnia," sapa Fina.


"Hai Fin," balas Kurnia.


"Kakaknya tidak disapa?" gumam Arga yang sedang menikmati makanannya.


"Eh ada Kak Arga juga ternyata," kata Fina yang sengaja mengabaikan Arga karena masih kesal.


"Emangnya kamu tidak lihat apa pura-pura tidak lihat?" tanya Arga emosi.


"Lihat sih, hanya saja aku malas menyapanya," ujar Fina.


"Dasar!"


"Lanjutin makannya, jangan pada berantem nanti makanannya asam loh," kata Kurnia kembali melerai kedua adik kakak.


"Baik kakak ipar," sahut Fina jahil.


"FINA!" Arga dan Kurnia meneriaki Fina bersamaan.


Dalam hati Kurnia sangat malu tetapi juga senang. Sama halnya dengan Arga, ia suka Fina memanggil Kurnia dengan sebutan kakak ipar.


Tetapi ia tidak ingin mengutarakan perasaannya kepada Kurnia, karena saat ini masih ada banyak persaingan dalam bisnisnya. Arga tidak mau nanti Kurnia menjadi sasaran jahat dari pesaingnya.


Kurnia dan Arga berangkat lebih awal dari biasanya karena terjadi masalah di perusahaan Arga.


Sesampainya di perusahaan, terlihat ada seorang wanita yang sedang duduk di ruang tunggu. Wanita itu hamil, ia susah payah berdiri ketika Arga dan Kurnia menghampirinya.


"Maaf Anda siapa ya? Mengapa sangat ingin bertemu dengan saya?" tanya Arga kepada wanita itu.


"Tuan, apa tuan melupakan saya? Wanita yang anda tiduri ketika Anda mabuk," ucap wanita itu.


Wanita itu memegangi perutnya yang besar.


"Dan anak di dalam perut ini, anak Anda," kata wanita itu kemudian.


"Maaf, saya tidak pernah meniduri wanita manapun dan saya tidak mungkin mabuk karena saya tidak pernah minum alkohol," jelas Arga.

__ADS_1


"Mungkin Anda tidak mengingatnya sewaktu Anda minum alkohol bersama bos Chen di hotel. Saat itu Anda sudah mabuk dan saya di perintahkan untuk mengantar Anda ke kamar yang Anda pesan. Dan saat saya akan menidurkan Anda, Anda melakukan sesuatu kepada Saya hingga akhirnya saya seperti ini," wanita itu menjelaskan kepada Arga.


Tetapi Arga merasa tak pernah minum alkohol bahkan setetespun, karena ia Alergi alkohol. Dan Bos Chen sendiri tahu, jadi dia tidak mungkin menyuguhkan alkohol.


"Maaf ini pasti ada kesalahpahaman," ucap Arga.


Kurnia yang sedari tadi mendengar percakapan mereka merasa sesak, ia tidak percaya Arga meniduri wanita itu. Dia berusaha untuk mempercayai Arga, tetapi bagaimana jika itu benar? Saat ini Kurnia masih bertentangan antara percaya atau tidak.


"Tidak mungkin. Saya melihat dengan jelas wajah Anda dan saya tidak mungkin salah," sanggah wanita itu.


"Beri saya waktu untuk menyelidikinya. Jangan khawatir saya akan tetap bertanggungjawab untuk kehamilan Anda. Tapi beri saya informasi terkait dengan dimana dan kapan kejadian itu terjadi," kata Arga.


"Terimakasih tuan. Saya akan menuliskan nama hotel dan jalannya, kejadiannya kalau tidak salah tanggal 20 februari 2020," kata wanita itu.


Kurnia bergegas meminta Pena dan selembar kertas dan di berikan kepada wanita itu.


"Sekalian saja sama nama,alamat dan kontak yang bisa di hubungi," kata Arga.


"Baik tuan," ucap wanita itu.


Setelah selesai menulis, wanita hamil itu memberikan selembar kertas.


"Kamu boleh pergi," kata Arga.


"Kurnia masuk ke ruangan saya," kata Arga.


Kurnia menuruti perintah Arga, ia mengikuti Arga dari belakang.


Arga terlihat sangat bingung, dia benar-benar tidak ingat kapan meniduri wanita lain.


"Bos tidak apa-apa?" tanya Kurnia yang melihat Arga gelisah.


"Kurnia, saya benar-benar tidak melakukan itu," ucap Arga.


Kurnia tidak mengerti mengapa Arga seperti meyakinkan dirinya bahwa dia tidak menghamili wanita itu. Dia menerka-nerka apakah Arga memiliki perasaan yang sama dengannya.


"Iya saya percaya sama Bos, mungkin saingan Bos yang melakukan ini supaya citra perusahaan Bos tidak baik," sahut Kurnia.


"Kurnia, temani saya ke hotel itu,"


"Baik Bos,"

__ADS_1


Arga dan Kurnia pun masuk ke dalam mobil menuju hotel Crabby dimana kejadian tersebut terjadi.


Sesampainya di hotel, Kurnia dan Arga masuk ke dalam hotel tersebut dan disambut ramah oleh resepsionis disana.


"Mbak, tolong cek CCTV waktu tanggal 20 Februari 2020 di kamar 110," kata Arga tanpa basa basi.


"Baik Tuan," kata pegawai tersebut lalu mengarahkan Arga ke tempat pengecekan CCTV.


Mungkin orang lain bertanya-tanya, mengapa sekali perintah pegawai disana langsung patuh kepada Arga. Jawabannya adalah karena Arga bos besar, dan sangat terkenal. Semua orang menghormati Arga, apalagi hotel ini adalah hotel favorit Arga saat berbincang masalah bisnis dengan perusahaan lain.


"Pak tolong Cek CCTV tanggal 20 februari 2020," perintah Arga.


"Baik Tuan Arga," sahut petugas tersebut.


Petugas itu langsung mencari video pada tanggal yang di minta, Arga melototkan matanya dia sangat penasaran apa yang terjadi pada bulan lalu bersama wanita hamil itu.


"Ini tuan, silahkan di lihat," kata petugas itu bangkit dari duduknya dan mempersilahkan Arga duduk.


Di video itu terlihat seorang pria yang terlihat mirip dengan Arga tetapi itu bukan Arga. Orang itu memiliki perawakan yang sama seperti Arga dan wajah yang sama persis. Hanya saja style rambut dan pakaian yang ia kenakan sedikit berbeda dengan style Arga.


Arga menyuruh petugas itu untuk mengcopy videonya dan di taruh kedalam memori yang sudah disediakan Arga.


Setelah selesai Arga mengajak Kurnia pergi dari hotel itu.


Di perjalanan pulang, Arga masih memikirkan pria yang sangat mirip dengannya. Apa mungkin orang itu menggunakan topeng wajah? Tapi mana mungkin, itu hanya ada di sinetron-sinetron saja.


Arga tak fokus menyetir mobil, hampir saja ia menabrak mobil yang berada di depannya.


"Bos, Bos tidak apa-apa?" tanya Kurnia panik.


"Maaf, maaf Kurnia. Saya kurang fokus," kata Arga merasa bersalah karena hampir mencelakai orang yang ia cintai.


"Tidak apa-apa Bos," sahut Kurnia.


"Kalau tidak keberatan, saya saja yang menyetir Bos," imbuh Kurnia.


"HAH? Emang kamu bisa nyetir?" tanya Arga curiga.


"Bisa lah Bos. Bos meremehkan saya ya?"


"Ya enggak sih. Cuma saya dengar dari orang-orang kamu gak pernah bawa mobil kan?"

__ADS_1


"Makanya Bos, jangan dengar gosip terus. Dulu itu saya pernah belajar nyetir Bos," elak Kurnia.


Dirinya hampir saja ketahuan, beruntung ia cerdas jadi dengan cepat menemukan alasan tanpa di curigai oleh Arga. Padahal jika bukan karena dikehidupan sebelumnya ia sering membawa mobil, ia tidak akan minta tukeran sama Arga.


__ADS_2