Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 47


__ADS_3

"Jadi, aku minta tolong sama kamu untuk menyewa beberapa preman. Karena dia mau menculik Adiknya Arga, kamu perintahkan preman-preman tersebut untuk main bersih, supaya kejadian lalu tidak terulang lagi," kata Anto.


"Kenapa tidak Mas saja yang mencari preman-preman itu?" tanya Sarah ingin menyelidiki suaminya.


"Ya kamu kan tahu sekarang Mas tidak menjadi Bos perusahaan lagi, melainkan hanya seorang karyawan. Jadi tidak punya banyak waktu untuk mengurus hal-hal ini. Mas percayakan sama kamu saja ya!. Toh juga aku kerja keras banting tulang demi kalian!" kata Anto seolah-olah dia masih bertanggung jawab dengan keluarga kecilnya ini.


'Bilang aja kamu mau menginap dengan wanita ****** itu Mas' gerutu Sarah dalam hati.


"Kita melakukan hal yang beresiko seperti ini apa tidak mendapat bayaran Mas?" tanya Sarah.


"Lalu bagaimana nanti aku membayar preman-preman itu?" imbuhnya.


"Dibayar Kok, pasti dibayar. Cuma dia akan membayar kalau rencana kita sudah berhasil, jadi kamu usahakan agar berhasil ya agar kita tidak rugi berkali-kali lipat," pesan Anto.


'Jelas-jelas kata Karina kamu sudah diberikan uang sebagai modal Mas, berani-beraninya kamu membohongi aku. Lihat saja Mas, apa yang bisa aku lakukan untuk memeras uangmu itu!' kata Sarah dalam hati.


"Oh iya deh Mas tidak apa-apa, aku pasti membuat rencana ini berhasil kok. Kan ada Karina yang membantu aku," ujar Sarah mengalihkan pandangannya ke arah Karina.


"Iya Yah, aku siap bantu kok!" sahut Karina.


'Bergabunglah kalian, dan jadilah kambing hitamku. Dengan begitu lebih mudah untuk menyingkirkan kalian nanti,' kata Anto dalam hati.


"Tapi ngomong-ngomong, siapa yang sudah bebasin Ayah? Kayaknya orang itu memiliki peran penting sampai-sampai dia berani mengusik keluarga Arga," kata Karina bertanya dengan basa basi agar Anto tidak mencurigainya.


"Kamu ingat anak yang akan dijodohkan sama kakakmu waktu itu?" tanya Anto.


"Maksud Ayah Jordan? Jadi dalang dibalik semua ini Jordan Yah?" tanya Karina terkejut, terlebih lagi dugaan dia dibenarkan oleh Ayahnya.


"Tapi kenapa dia memusuhi Arga?" tanya Kurnia yang masih bingung.


"Ya karena Arga waktu itu datang dan menghancurkan perjodohannya!" sahut Anto.


Anto sama sekali tidak menaruh curiga terhadap anak dan istrinya, karena dia mengira anak istrinya masih sama seperti dulu yang bisa dia gunakan sebagai boneka semaunya.


Karina manggut-manggut pertanda mengerti. Kini yang harus dia lakukan adalah menyusun rencana yang bagus, dan yang lebih penting melapor kepada Kurnia terlebih dahulu.

__ADS_1


CLIK!


Karina menghentikan rekaman diponselnya setelah Anto pergi ke kamarnya bersama Sarah. Dia sengaja merekam pembicaraan mereka tadi sebagai bukti kedepannya. Karina menaruh handphonenya di sampingnya, dan membalikkannya agar Anto tidak tahu kalau dia sedang merekam.


"Dengan begini, sudah bisa mendapat beberapa bukti untuk bisa melaporkan dia ke polisi lagi. Kali ini mau dia dibebaskan atau tidak, yang pasti saat hari itu tiba aku dan Ibu sudah berada jauh dari tempat ini. Aku harap, dia tidak mampu melacak keberadaan kami," gumamnya.


Beberapa hari kemudian....


"Gimana ya perkembangan penyelidikan Karina? Apa dia berhasil membujuk ibunya? Apa Anto sudah mulai beraksi?" tanya Kurnia sambil mondar-mandir di ruangan kerjanya.


Kurnia tidak bisa fokus bekerja karena Karina belum memberikannya kabar. Kurnia memutuskan untuk menghubungi Karina duluan, ia mengambil handphonenya.


"Halo ada apa Kak?" tanya Karina begitu telepon tersambung.


"Bagaimana perkembangan penyelidikannya?" tanya Kurnia.


"Untuk saat ini, Anto masih menyuruh ibuku menyewa beberapa preman yang bisa dibayar. Aku juga sudah merekam obrolan kami, kalau ada waktu mari kita bertemu untuk merencanakan rencana selanjutnya," kata Karina panjang lebar.


Karina memang belum sempat mengabari kakaknya lantaran belum ada waktu yang tepat untuk memberitahunya.


Kurnia tidak ingin menunda-nunda lagi, karena hal ini membuat dirinya tidak tenang dan tidak fokus bekerja.


"Bisa, dimana kita akan bertemu?" tanya Karina.


"Datang saja ke perusahaanku. Tapi usahakan jangan sampai ketahuan sama Anto. Agar dia tidak menaruh curiga kepada kamu. Kita harus bisa bikin Anto sepenuhnya mempercayai kamu dan ibumu. Jangan sampai dia mengetahui kalau kita sudah berdamai dan bekerjasama," kata Kurnia panjang lebar memberikan pesan kepada Karina.


Kurnia tidak ingin rencananya berantakan, baru kali ini Kurnia merasa khawatir dan tidak tenang terhadap sesuatu.


45 menit kemudian....


"Kamu sudah makan siang?" tanya Kurnia ketika Karina sudah berada diruangannya.


"Sudah Kak!" sahut Karina.


"Yasudah! Kalau begitu kita mulai saja pembahasannya. Pertama, kamu bisa jelaskan dulu hasil penyelidikan yang kamu dapatkan!".

__ADS_1


Karina pun mulai bercerita tentang Anto yang menyuruh Ibunya mencari beberapa preman sewaan yang akan menculik Fina. Dia juga menjelaskan bahwa ibunya sudah bekerjasama dengan mereka.


"Apa kanh sudah yakin Ibumu tidak akan menghianati kita? Karena sepengetahuanku Ibumu sangat mencintai Anto," tanya Kurnia yang masih ragu.


Kurnia tidak mau nantinya rencana sudah berjalan setengah tapi malah ada penghianat ditengahnya. Itu sangat merepotkan!.


"Cintanya sudah menghilang. Anto menghianati Ibuku, dia berselingkuh dengan wanita lain. Bahkan aku sempat mendengar kalau ibuku akan dijadikan kambing hitam dalam rencananya. Lalu dia akan menikahi wanita simpanannya ketika rencananya berjalan dengan lancar. Sebaliknya jika rencananya gagal, maka ibuku yang akan menjadi kambing hitamnya," jelas Karina


"Apa kamu sudah tahu dalangnya?" tanya Kurnia.


"Aku berhasil mendapatkannya, namanya Jordan,"


"Jordan!?" Kurnia nampak tidak asing dengan nama yang disebutkan oleh Karina.


"Iya Kak, dia menaruh dendam kepada Kak Arga karena sudah menghancurkan perjodohan kalian!" tegasnya.


Kurnia hanya menganggukkan kepalanya pertanda mengerti.


"Lalu apa rencana Kakak selanjutnya?" tanya Karina.


"Aku masih memikirkannya!" sahut Kurnia.


Beberapa menit kemudian suasana menjadi sangat hening, tanpa suara dan tanpa ada pergerakan. Hingga akhirnya Kurnia membuka suara.


"Karina! Suruh ibumu jangan mencari sembarang preman dulu. Aku mendapatkan sebuah ude cemerlang," kata Kurnia.


Lalu Karina bergegas mengambil handphonenya dan menelepon Ibunya. Dia langsung menyampaikan pesan yang diberikan Kurnia kepada ibunya


"Apa rencanamu Kak?" tanya Karina setelah selesai menelepon ibunya.


"Rencananya nanti aku yang akan mencarikan orang untuk menyamar sebagai preman yang menculik Fina. Kamu tinggal sampaikan kepada ibumu kalau...," Kurnia menjelaskan rencananya panjang lebar kepada Karina lewat bisikan.


"Jadi seperti itu!. Kamu jangan lupa point penting yang harus kamu sampaikan kepada Ibumu ya!" pesan Kurnia.


Karina hanya mengangguk pertanda mengerti dengan ala yang di sampaikan oleh Kurnia. Dia tidak sabar menantikan rencana yang akan menghancurkan kehidupan Anto.

__ADS_1


Setelah sebuah rencana sudah di temukan, Kurnia mengajak Karina makan. Kurnia memesa makanan secara online, dia masih khawatir jika makan di luar bersama adiknya akan bertemu Anto.


__ADS_2