
Di dalam mobil Kurnia dan Arga tak banyak bicara. Kurnia memegang ponselnya tak ingin mengganggu Arga yang sedang menyetir.
Karena membosankan, Kurnia memutuskan untuk menonton video di Inst*gramnya.
Sedangkan Arga masih melamun mengingat kejadian tadi saat ia tidur dipangkuan Kurnia. Waktu itu Arga pura-pura tidur sehingga ia tahu kalau Kurnia mengelus rambutnya.
Ia sangat menyukai itu, sudah lama sejak ibunya meninggal ia tidak pernah lagi merasakan belaian tersebut.
TING...TING...
Handphone Arga berbunyi, Arga meminggirkan mobilnya untuk mengangkat telepon dari adiknya yaitu Fina.
"Halo Kak, cepat pulang ke rumah Kak," kata Fina begitu Arga menjawab teleponnya.
Nafas yang sedikit terengah-engah dan ketakutan membuat Arga panik.
"Ada apa Fin?" tanya Arga terlebih dahulu.
"Ada banyak wartawan Kak," kata Fina.
"Yasudah, kamu kunci pintu dan jangan keluar rumah sampai kakak datang ya," ucap Arga langsung mematikan teleponnya.
"Kenapa Bos?" tanya Kurnia.
"Kita pulang sekarang, di rumah banyak wartawan," kata Arga panik.
"Pegangan Kurnia, saya mau ngebut," ucap Arga menginjak gas dengan kecepatan tinggi.
Kurnia memejamkan matanya, sebenarnya dia sangat takut berkendara dengan kecepatan tinggi, tapi ini perintah dia harus siap.
Sesampainya di rumah, Arga langsung menerobos masuk. Terlihat banyak wartawan yang hampir saja memenuhi teras rumahnya.
"Kalian tidak tahu sopan santun ya. Ngapain berdesakan di sini?" kata Arga marah membuat para wartawan itu melangkah mundur.
Tetapi melihat Kurnia berada di samping Arga, wartawan itu kembali ribut menyerbu Arga dan Kurnia berbagai macam pertanyaan.
"Ada hubungan apa Anda sama Kurnia? Apakah kalian pacaran?"
"Jika benar pacaran, bagaimana dengan Indah? Apakah kalian putus karena Kurnia?"
Begitulah kira-kira pertanyaan para wartawan. Mereka mengira Arga dan Indah yang merupakan sepasang kekasih itu putus hubungan karena Kurnia.
Memang sebelum Kurnia menjadi asisten Arga, sepasang kekasih itu memutuskan hubungannya sebulan yang lalu. Sehingga ketika foto mereka saat makan di restorant tersebar di medsos, para wartawan langsung menyerbu ke rumah Arga.
"SAYA JELASKAN DULU, TAPI KALIAN DIAM!" Teriak Arga hingga membuat para wartawan terdiam ketakutan.
Tetapi tidak mematahkan semangatnya untuk mencari informasi.
Fina yang baru saja keluar dari pintu masuk, langsung menghampiri Kurnia.
__ADS_1
"Saya klarifikasi di sini. Kurnia adalah asisten saya, tidak ada hubungan lebih dan Saya sama Indah putus bukan karena dia. Foto yang tersebar di medsos itu saat saya makan malam biasa dengannya dan tidak ada yang spesial. Saya tekankan tidak ada hubungan apa-apa diantara kami," kata Arga.
DEG...
Entah kenapa mendengar penjelasan Arga kepada wartawan itu, membuat Kurnia sakit hati. Padahal diam-diam Kurnia berharap jika perkataan Arga sewaktu di rumahnya itu benar. Tetapi ternyata itu hanya harapannya saja, bukan sungguhan.
"Lalu siapa wanita yang di samping Kurnia? Apa dia pacar baru Anda?" tanya wartawan itu lagi.
"Tidak ada hubungannya dengan kalian. Dia hanya asisten rumah tangga di sini," sahut Arga.
"Sudah cukup. Kalian bisa pergi dari sini," Arga mengusir para wartawan itu agar suasananya tidak semakin kacau.
Arga, Kurnia dan Fina masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu.
"Fina kenapa kamu keluar rumah tadi? Hampir saja identitas kamu ketahuan oleh wartawan sialan itu," Arga membentak Fina sehingga Fina memajang wajah ketakutan.
"Bos jangan marahin Fina, dia mungkin panik dan khawatir sama kita tadi," kata Kurnia mencoba menenangkan Arga.
"Kak aku minta maaf, lain kali aku tidak akan seperti itu. Kak Arga jangan marah lagi ya," rengek Fina.
"Iya Fin, tapi janji lain kali tidak ada lagi ya kamu muncul saat sama kakak," ucap lembut Arga.
"Iya Kak janji," kata Fina mengangkat jari kelingkingnya yang kemudian di balas oleh Arga.
"Tapi kamu tidak apa-apa kan?" tanya Arga yang khawatir kepada adiknya.
"Tidak Kak, jangan khawatir," ucap Fina tak ingin kakaknya mengkhawatirkannya.
"Oke Kak,"
Fina kemudian melangkahkan kakinya pergi ke kamar, sekarang tinggal Arga dan Kurnia yang duduk di sofa.
"Kurnia!" panggil Arga kepada Kurnia yang sedang melamun.
Mendengar namanya di panggil, Kurnia menolehkan wajahnya ke Arga.
"Kamu kenapa Kurnia? syok ya?" tanya Arga.
"Tidak kak," sahut Kurnia singkat.
Kurnia masih kecewa dengan dirinya yang dengan PD nya mengharapkan pria yang tak mampu ia gapai.
"Sebelumnya saya minta maaf ya Kurnia," kata Arga.
"Untuk apa Kak?" tanya Kurnia datar.
"Ya karena hal tadi. Karena saya, kamu jadi terkena fitnah," ucap Arga tidak enak hati.
"Tidak apa-apa Kak," ucap Kurnia.
__ADS_1
"Saya lelah Kak, kalau tidak ada hal lain lagi saya kembali ke kamar dulu ya Kak," kata Kurnia.
"Silahkan," ucap Arga.
Kurnia pergi ke kamarnya meninggalkan Arga, ia ingin menumpahkan kesedihannya tetapi teringat di kamar masih ada Fina. Kurnia harus memajang wajah ceria, menutupi kesedihannya. Dia tidak mau Fina mengetahui perasaannya kepada Arga.
"Ngomong apa Kak Arga sama kamu Nia?" tanya Fina setelah Kurnia masuk ke kamar dan duduk di sampingnya.
"Cuma minta maaf aja Fin, gak ada hal penting," jawab Kurnia.
"Ohh kirain apa. Tapi ngomong-ngomong, aku kesel sama Kak Arga,"
"Kenapa?" tanya Kurnia mengernyitkan keningnya.
"Iya kesel, kenapa tadi dia tidak bilang kalau kamu pacarnya, agar Kak Indah itu makin kepanasan. Soalnya aku yakin banget pasti Kak Indah yang membuat berita itu," kata Fina kesal.
"Ohh jadi aku cuma di manfaatin gitu?" ledek Kurnia.
"Ya enggaklah. Kamu jadi kakak iparku juga boleh, daripada Kak Indah itu,"
"Emangnya ada apa dengan dia? Kenapa kamu terlihat membencinya?" tanya Kurnia penasaran dengan watak Indah.
"Dia ratu bermuka dua," kata Fina.
"Maksudnya?" tanya Kurnia yang masih tak paham.
Fina pun menjelaskan bahwa Indah adalah wanita yang jahat. Di depan Arga, Indah memperlakukan Fina dengan sangat baik. Tetapi saat Arga tidak ada, Fina di suruh-suruh layaknya pembantu.
"Lalu Kakakmu tidak tahu sampai sekarang kalau kamu di tindas olehnya?" tanya Kurnia geram.
"Tahu, makanya Kak Arga mutusin dia," kata Fina.
Fina kembali menjelaskan saat Indah ketahuan menampar wajah Fina. Saat itu Arga pulang lebih awal dari perusahaan tetapi tidak disangka ada keributan besar. Itu karena Fina yang tak sengaja menumpahkan minuman ke gaun yang dikenakan Indah.
Melihat Fina di tampar oleh Indah, Arga berlari menghampiri Fina dan memarahi kekasihnya itu. Arga sangat menyayangi adiknya tentu saja tidak akan memberikan siapapun menyakitinya termasuk dirinya sendiri.
Akhirnya Arga memutuskan hubungan dengan Indah, walaupun Indah memohon untuk tidak putus tapi itu tidak berguna.
"Tapi ngomong-ngomong kenapa tadi Kak Arga bilang kamu asisten rumah tangga?" tanya Kurnia penasaran.
"Dari dulu memang seperti itu. Itu salahku tadi tiba-tiba muncul di sana, dia tidak akan pernah menjadikan aku sorotan publik. Dia tidak ingin suatu saat nanti ada niat jahat dari saingannya. Kak Arga marah juga tidak ingin aku dalam masalah," kata Fina sedih.
"Kamu beruntung mempunya kakak yang sangat peduli denganmu," kata Kurnia.
"Tapi lebih bersyukur lagi jika punya kakak ipar yang seperti kamu," Fina menggoda Kurnia.
"Ah kamu, jangan menggodaku lagi," kata Kurnia merajuk.
"Tapi benar saja, kamu masih mendapat kesempatan untuk menjadi pacar kakak ku. Mungkin saja dia ingin melindungimu juga seperti dia melindungi aku,"
__ADS_1
'Semoga saja' ucap Kurnia dalam hati.