Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 23 Kurnia di Culik


__ADS_3

Sore hari, Arga pergi sendiri dari rumahnya ke tempat yang dikirim oleh Sandi untuk bertemu dengan Bidan tersebut.


Di tempat tersebut, Arga di temani oleh Sandi untuk memperkenalkannya terlebih dahulu.


"Bos, Di sini!" panggil Sandi melambaikan tangannya kepada Arga.


Arga menghampiri Sandi yang duduk di sebuah meja, tetapi terlihat Sandi yang masih sendirian di sana.


"Dimana Bidan yang kamu janjikan?" tanya Arga.


"Belum datang Bos, mungkin sebentar lagi sampai," ucap Sandi.


Panjang umur untuk Bidan itu, baru saja di omongin beberapa detiknya ia sudah datang.


"Anda yang membantu ibu saya melahirkan?" tanya Arga tanpa berbasa basi.


"Iya Tuan," sahut Bidan itu.


"Siapa namamu?" tanya Arga.


"Saya Sherly Tuan, saya akan menceritakan kronologisnya tetapi sesuai perjanjian untuk uangnya...," Sherly tidak enak untuk mengatakannya, jadi Sandi membantunya untuk menjelaskan.


"Bos, anak Bu Sherly sedang sakit jadi membutuhkan banyak uang untuk biayanya. Bu Sherly tidak mampu menghasilkan uang yang banyak, Bos bisa lihat sendiri umur Bu Sherly yang semakin tua, dia tidak mampu...,"


Sandi menutup mulutnya berhenti berbicara ketika Arga mengangkat tangannya yang memberi kode untuk berhenti berbicara.


"Berapa uang yang Ibu butuhkan, saya akan berikan. Asal Anda mengatakan yang sejujur-jujurnya, masalah uang itu gampang," kata Arga.


"Baik saya akan menjelaskannya Tuan," kata Sherly.


"Waktu itu....," Sherly mulai menceritakan kronologisnya dan bayangannya tertuju pada beberapa tahun yang lalu...


Beberapa tahun Lalu...


"Ma, kamu harus kuat ya demi anak kita," kata Fajar sambil menggenggam istrinya yang akan masuk ke ruangan persalinan.


"Iya Pa, Doakan anak kita ya Pa agar selamat," ucap Cantika .


Fajar dan Cantika adalah orang tua Arga yang sudah meninggal.


Saat itu Fajar menunggu istrinya yang sedang melahirkan anaknya, terlihat raut wajah Fajar yang nampak khawatir dan tak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan istrinya dan juga anaknya.


Bersamaan dengan itu, Fajar menerima telepon masuk yang mengharuskannya untuk meninggalkan ruang tunggu. Saat itu Kartika muncul di depan ruang persalinan, karena Fajar sedang pergi jadi Bidan hanya menginformasikan kepada Kartika yang mengaku sebagai teman Cantika bahwa kedua anaknya selamat sedangkan Cantika hanya pingsan dalam beberapa menit akan siuman.

__ADS_1


"Bu Bidan, anaknya kembar ya?" tanya Kartika.


"Iya Bu kembar," kata Sherly.


****


"Lalu apa yang dilakukan oleh sahabat ibu saya?" tanya Arga yang tak sabaran.


"Ibu Kartika mengajak saya bekerjasama, dia ingin saya menyampaikan bahwa anak Ibu Cantika yang lahir hanya satu. Dia memberikan saya sejumlah uang yang besar, waktu itu saya khilaf saya menerima uang itu dan memanfaatkan kepergian Ayah Anda. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Untuk mencari Ibu Kartika, saya akan memberikan sebuah fotonya kepada Anda," ucap Sherly.


"Darimana Anda mendapatkan foto dia?" tanya Arga.


"Setelah kejadian itu, saya merasa bersalah. Akhirnya saya mencari alamatnya sebelum dia pergi ke luar negeri dan saya memotretnya," jelas Sherly.


"Lalu kenapa saat sebelum kamu memisahkan anak dan ibu itu tidak merasa bersalah? Dimana hati nuranimu? Padahal kamu juga seorang wanita yang akan melahirkan anak, apa kamu tidak berfikir kalau suatu saat nanti kamu berpisah dengan anakmu bagaimana perasaanmu?" Arga berdiri dan memarahi Sherly.


Sherly hanya menangis dan memohon ampunan dari Arga, ia mengaku perbuatannya salah.


"Saya mohon maaf Tuan, saya benar-benar bersalah. Tapi sesuai perjanjian bantulah anak saya yang sedang berbaring di rumah sakit," Sherly berlutut di hadapan Arga.


Arga yang tidak tega melihat Sherly, langsung mengeluarkan sebuah ATM yang berisi uang didalamnya dan memberikannya kepada Sherly, lalu meninggalkan Sherly yang masih bersimpuh dilantai.


"Bos tunggu!" kata Sandi mengikuti Arga yang melangkah dengan cepat.


"Bos kita sudah mendapatkan fotonya mungkin akan sedikit mudah untuk menemukannya," ucap Sandi.


Kring...Kring...


Telepon Arga berbunyi pertanda ada yang meneleponnya, Arga segera menjawab telepon tersebut.


"Ada apa Fin?" tanya Arga.


"Kak Arga kemana? Aku sama Kurnia mau jalan-jalan," ucap Fina di telepon.


"Kak Arga masih di luar, kamu mau jalan-jalan apa mau jadi obat nyamuk di sana?" tanya Arga.


"Maksud Kak Arga?" Fina bertanya balik.


"Kurnia kan mau jalan sama pacarnya, kenapa kamu ikut? Mau jadi obat nyamuk disana?" kata Arga yang sedikit kesal ketika mengingat saat Kurnia minta ijin tadi siang.


"Gak jadi Kak, dia mau jalan-jalan sama aku," kata Fina.


Setelah mendengar perkataan Fina, perasaan Arga menjadi sedikit lega dan mengijinkan mereka untuk pergi jalan-jalan, dengan catatan mereka harus berhati-hati.

__ADS_1


Fina dan Kurnia pun bersiap-siap pergi ke suatu tempat. Tetapi di pertengahan jalan yang sepi, dia bertemu dengan beberapa pria yang tak dikenali.


"Hei, ikut kami sekarang!" perintah salah satu pria yang bertubuh besar itu.


"Siapa kamu?" tanya Kurnia tanpa rasa takut.


"Tidak perlu kamu tahu siapa saya, sekarang juga kamu ikut kami!" perintah pria itu lagi.


5 orang pria itu mengelilingi Kurnia dan Fina membuat mereka sedikit risih, Fina yang sudah ketakutan menggenggam lengan Kurnia.


"Fin, kamu jangan takut ya. Nanti kalau preman ini lengah, kamu harus cari celah untuk kabur," bisik Kurnia.


"Tapi kamu..?"


"Tidak usah pikirkan aku," ucap Kurnia memotong pembicaraan Fina.


Kemudian Kurnia memancing preman-preman itu agar menjauh dari Fina dan mereka terpancing.


Kurnia memberikan kode kepada Fina untuk kabur, tetapi sayangnya salah satu preman itu sadar kalau Fina akan kabur. Preman itu menangkap Fina dan juga Kurnia, tetapi Kurnia mencoba untuk melawannya. Karena kekuatannya tak cukup, Kurnia tak berhasil kabur begitupula dengan Fina. Mereka berdua di masukkan ke dalam mobil.


"Tolong!" Fina dengan berani berteriak meminta bantuan ketika di seret ke dalam mobil.


"Diam kamu kalau tidak ingin terluka!" ucap salah satu Preman tersebut yang bertugas menjaga Fina agar tidak kabur.


"Bos, kulit gadis ini lumayan mulus, bagaimana kalau kita coba dulu sebelum kita bun*h," ucap preman lainnya.


"Boleh saja, nanti kalau sudah sampai kita bisa menikmatinya rame-rame. Lumayan dapat santapan gratis," ucap Bos preman tersebut.


Fina terus memberontak tak ingin menjadi santapan preman-preman ini. Sedangkan Kurnia mencoba mencari celah untuk mengambil handphonenya agar bisa menghubungi Arga.


"Gadis ini lumayan penurut ya, bagaimana kalau kita coba yang ini dulu," ucap Preman itu yang mulai mencium leher Kurnia.


"Jangan kurang ajar kamu," Kurnia memukul pria tersebut.


Pria itu marah dan memukul wajah Kurnia membuat Kurnia berteriak kesakitan.


"Hei, apa yang kamu lakukan? Jangan memukulnya. Kita tidak boleh menyakiti wanita ini, kalau yang satunya boleh," kata Bos preman itu dengan marah.


"Ma-maaf Bos," kata preman itu.


Sesampainya di sebuah rumah yang sepi, Kurnia dan Fina di seret untuk masuk ke dalam. Kurnia tak kunjung berhasil mengambil handphonenya untuk menghubungi Arga.


Preman-preman itu masih terus menyeretnya agar masuk ke dalam, Fina yang sedang memberontak berusaha mencari celah untuk kabur.

__ADS_1


"Masuk! Gadis ini bandel banget," kata Preman itu.


Ketika penjaganya lengah, Fina menginjak kakinya dan berusaha berlari sekuat mungkin. Preman yang kakinya di injak oleh Fina balik mengejar Fina.


__ADS_2