Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 9 Terlepas Dari Keluarga Jahat


__ADS_3

"Gara-gara kamu, uang saya jadi hilang," bentak Anto.


"Lebih baik Anda tukarkan cek itu dulu, saya tidak punya banyak waktu untuk meladeni Anda," kata Arga kepada Anto.


Sarah sedari tadi menarik-narik baju lengan panjang yang dikenakan oleh Anto untuk memberitahu identitas Gara.


Setelah mengetahui identitas Arga, sikap Anto berubah menjadi sopan.


"Ma-maaf Pak Arga saya tidak bermaksud seperti itu,"


"Tidak perlu basa basi lagi, kalau Anda tidak percaya dengan Cek itu silahkan cek ke Bank. Tapi seperti yang saya bilang tadi, Kurnia menjadi milik saya dan tidak ada hubungan lagi dengan keluarga ini," ucap Gara menegaskan.


"Ba-baik, saya percaya sama Cek ini. Silahkan Pak Gara membawa Kurnia,"


Kurnia terkejut melihat Anto yang sangat rakus, ia beruntung tak mempunyai ayah seperti Anto. Tetapi Kurnia penasaran bagaimana sipemilik tubuh ini mampu bertahan hidup dalam penderitaan di keluarga ini.


"Oke," kata Gara.


"Apa ada hal lain lagi?" tanya Gara lembut kepada Kurnia.


"Itu, liontin peninggalan ibuku," kata Kurnia kepada Arga.


"Oh iya,,sebentar di ambilkan," kata Anto yang mendengar ucapan Kurnia.


"Sarah, tolong ambilkan liontin peninggalan Shinta," kata Anto meminta bantuan istri keduanya.


"Tak perlu. Saya tidak sudi pelakor itu menyentuh barang peninggalan ibu," kata Kurnia kembali emosi.


"Bilang saja dimana tempatnya, saya akan mengambilnya," imbuhnya.


"Kamu, dasar anak durhaka," kata Sarah sambil mengangkat tangannya hendak menampar Kurnia. Tetapi lagi-lagi Arga menahan tangan itu dan menghempaskannya kebawah.


"Tuan Anto, sebaiknya Anda didik istri anda dengan baik," kata Arga kembali menghempaskan tangan Sarah.


"Ba-baik Tuan Arga. Saya mohon maaf," kata Anto sambil mencubit kecil istrinya.

__ADS_1


"Mas, dia udah kurang ajar sama aku," kata Sarah berbisik kepada Anto, tetapi Anto tak menanggapinya.


"Sekarang tunjukkan liontin tersebut," kata Arga lagi.


"Tapi Tuan, itu liontinnya ada di kamar saya. Biarkan istri saya saja yang mengambilkannya," kata Anto.


"Kamu masih berani membantah? Apa kamu tidak mendengar calon istri saya tidak ingin liontinnya disentuh oleh istri anda termasuk Anda. Benar kan sayang?" Anto beralih ke Kurnia, ia memanggil Kurnia dengan sebutan sayang membuat Kurnia canggung.


"i-iya sayang," balas Kurnia.


"I-iya maaf tuan, saya tidak berani lagi," kata Anto ketakutan.


'Demi 5M. Setelah Kurnia menikah dengan Arga nanti, aku bisa mendapatkan lebih banyak uang lagi dari Arga. Kurnia si anak polos itu tak mungkin menolak permintaan ayahnya walaupun sudah menyatakan putus hubungan,' pikir Anto.


Dengan kebodohannya Anto masih menganggap Kurnia begitu polos. Ia tak tahu jika orang lain sudah bereinkarnasi kedalam tubuh putrinya itu.


...****************...


Setelah mendapati liontin peninggalan ibunya, Kurnia dan Arga kembali ke rumah.


Kurnia masih syok mendengar kata-kata Arga yang menyebutkan dirinya sebagai calon istrinya Arga. Terlebih lagi Arga memanggil dirinya dengan sebutan sayang di depan keluarganya.


Kurnia tak ingin terus-terusan seperti ini, ia ingin dengan cepat menyelesaikan masalah-masalah yang sudah tertimbun dikepalanya.


...****************...


Arga tiba-tiba memarkirkan mobilnya disebuah restaurant.


"Ayo masuk," kata Arga mengajak Kurnia.


Kurnia yang masih melamun terkejut ketika Arga menepuk bahunya.


"Kita ngapain ke sini Bos?" tanya Kurnia.


"Mau cosplay jadi monyet," kata Arga ketus.

__ADS_1


"Serius Bos?" tanya Kurnia dengan b*dohnya menganggap perkataan Arga itu serius.


"Ya gak lah. Lagipula kamu bertanya yang aneh-aneh, namanya juga restaurant kalau kesini pasti tujuannya untuk makan," jawab Arga jengkel.


"Hehe iya maaf Bos," kata Kurnia nyengir.


"Jangan panggil saya Bos kalau diluar perusahaan," kata Arga.


"Iya Kak".


Mereka berdua pun masuk ke restaurant tersebut dan menduduki sebuah meja lalu memesan makanan. Sambil menunggu makanan datang, Kurnia dan Arga berbincang-bincang untuk mendekatkan diri.


"Kamu kenapa bisa membenci ayahmu dan ibu tirimu itu?" tanya Arga penasaran.


Walaupun Arga tahu kalau pertanyaannya mungkin menyayat hati Kurnia, tetapi ia tak bisa memendam rasa penasarannya itu.


"Kakak tahu sendiri kan tadi bagaimana sifat ayah saya. Demi harta ia rela menjual saya," sahut Kurnia santai.


Kurnia tisak sedih jika ia tidak memiliki keluarga lagi ataupun mempunyai seorang ayah yang mementingkan harta dan kekuasaan dibandingkan dengan keluarga. Ia hanya membayangkan jika pemilik tubuh ini tahu ayahnya menjual dia ke orang lain dengan status pernikahan, sudah pasti ia sangat tersakiti.


Kurnia masih sangat bersyukur dikehidupan yang dulu ia memiliki keluarga yang sangat menyayanginya. Setidaknya sebelum terlahir kembali, ia masih dapat merasakan kasih sayang dibandingkan dengan si pemilik tubuh ini.


"Mengapa kamu tidak sedih?" tanya Arga yang melihat wajah Kurnia tampak biasa-biasa saja.


"Ngapain?"


"Ya Ayah kamu seperti menjual kamu. Kamu tidak sedih?"


"Enggak sih Kak. Karena aku tak pernah menganggap dia sebagai ayahku, sejak ibuku meninggal aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi," sahut Kurnia.


Sekarang Arga tahu mengapa ia tak sedih, Kurnia selalu menganggap dirinya seorang diri ketika ibunya sudah meninggal.


"Ini pesanannya ya Kak," ucap seorang pelayan sambil menghidangkan makanan Arga dan Kurnia.


"Terimakasih mbak," kata Kurnia.

__ADS_1


Lalu mereka makan masih dengan perbincangan mereka. Kurnia dan Arga saling bercerita masalah hidupnya.


Sedikit demi sedikit Kurnia sudah mulai merasakan kenyamanan pada Arga. Tetapi rasa itu Kurnia pendam, dirinya tahu tak akan mampu bersanding dengan Arga. Selain itu, Kurnia harus fokus untuk menyusun rencana membalaskan dendam si pemilik tubuh dan merebut perusahaan yang seharusnya jadi miliknya.


__ADS_2