Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 34


__ADS_3

Sore hari dimana sesuai dengan janjinya, Bara datang ke rumah Arga bersama dengan Ibunya. Mereka di sambut dengan hangat oleh Arga, Kurnia dan juga Fina.


"Aku bawa Ibu, tidak mengganggu kalian kan?" tanya Bara.


"Gak apa, santai aja. Mari duduk," ujar Arga mempersilahkan Bara dan Kartika duduk di sofa ruang tamu.


"Ngomong-ngomong kenapa kamu menyuruhku kemari? Apa ada urusan yang penting yang mau di tanyakan?" tanya Bara.


"Iya ada sesuatu yang ingin kami tanyakan sama kamu," ujar Arga.


"Ada apa? Ngomong aja gak papa," kata Bara.


Jadi Arga langsung bertanya kepada Bara bagaimana dia bisa tahu kalau Anto adalah pelaku yang menjebak mereka.


Bara sudah siap dengan pertanyaan ini karena dia sudah mempersiapkan dirinya untuk jujur kepada Arga dan juga Kurnia sebelum menjebloskan Anto ke penjara.


"Kurnia, apa kamu ingat saat aku bertanya tentang hubunganmu dengan Ayahmu?" tanya Bara.


"Iya ingat Bar," sahut Kurnia.


"Nah dari jawaban Kurnia lah aku mencurigai Anto. Selain itu juga waktu Anto bertemu denganmu di perusahaanku, dia sedang membawa sebuah kontrak yang memerlukan persetujuanku. Aku mengajukan syarat kepada Ayahmu bahwa untuk mendapatkan persetujuanku dia harus membuatmu jatuh cinta padaku. Jujur Kurnia, aku mencintaimu. Tapi aku tidak pernah bermaksud menyakitimu, bahkan aku sendiri juga tidak tahu jika Anto merencanakan hal yang keji seperti itu. Padahal kamu anaknya sendiri.


Jadi setelah aku tahu bahwa hubungan kalian tidak baik, aku mencurigai Anto," jelas Bara dengan panjang lebar menceritakan semuanya.


"Tunggu sebentar. Kamu tadi bilang mencintai Kurnia? Lalu bagaimana dengan wanita yang sudah kamu hamili? Kamu bilang akan menikahinya?" Arga memberikan pertanyaan yang bertubi-tubi kepada Bara.


"Iya, aku dulu mencintai Kurnia. Tapi sekarang aku mencoba untuk mencintai wanita itu dan melupakan Kurnia," ucap Bara tenang walaupun hatinya sangat sakit karena dia tahu melupakan orang yang dia cintai selama bertahun-tahun sangatlah susah.


"Aku juga minta maaf sama kalian, karena aku Anto jadi merencanakan sesuatu yang mengimbas kepada kalian bertiga," ujar Bara.


Kurnia hanya terdiam mendengar cerita Bara, ayahnya melakukan hal keji seperti itu juga sudah biasa. Dia tidak ingin menyalahkan Bara, tetapi bagaimana dengan Fina dan Arga? Apakah mereka juga akan melakukan hal yang sama seperti dirinya?.


Seketika rasa bersalah dari Kurnia muncul, Kurnia berfikir jika dia tidak sedang bersama Fina waktu itu kejadian yang di alami Fina pasti tidak akan terjadi. Tapi Kurnia tahu sendiri kalau menyesal tidak ada artinya.


Melihat semuanya terdiam, Bara menjadi merasa sangat bersalah suasana yang tegang itu berubah menjadi hening tanpa suara apapun.


"Arga apa kamu maafin Bara? Dia saudara kamu sendiri. Bagaimanapun juga Bara tidak tahu menahu soal rencana ayahnya Kurnia," Kartika membuka suara ingin membela Bara yang merupakan anak kesayangannya.

__ADS_1


Bara menyenggol siku Ibunya yang duduk di sebelahnya, memberikan kode agar tidak ikut membelanya karena ini memang kesalahannya sendiri.


Arga terdiam, jujur dia marah jika mengingat kejadian itu. Terlebih lagi setelah Bara mengucapkan bahwa dia mencintai Kurnia juga. Tapi dia juga berfikir bahwa itu bukanlah kemauan Bara, lagipula Kurnia juga mencintainya dan Bara akan menikah, untuk apa juga dirinya khawatir tentang itu.


"Aku serahkan ke Fina saja Bar. Kalau Fina memaafkan kamu, aku juga akan memaafkan kamu," ujar Arga.


"Fin gimana? Tapi kalau kamu tidak bersedia memaafkan aku juga tidak masalah. Kamu jangan memaksakan diri, aku tahu kejadian itu sangatlah berat," kata Bara pasrah.


Mendengar perkataan Bara, Fina merasa kasihan akhirnya dia memutuskan untuk memaafkan Bara. Lagipula kejadian itu juga sudah lewat, dia tidak ingin menjadikan hal itu masalah lagi.


Sekarang Bara tinggal menunggu maaf dari Kurnia saja yang nampak diam sedari tadi.


"Aku juga maafin kamu Bar, lagipula ini semua kesalahan ayahku. Aku akan membuat dia membayar semua kerugian yang kita semua alami," ujar Kurnia sedikit emosi.


Bara pun berterimakasih kepada Kurnia, Arga dan juga Fina. Begitupula dengan Kartika yang ikut berterimakasih.


"Kalau tidak ada hal lain lagi, kami pamit dulu ya," ujar Bara berpamitan kepada mereka bertiga.


"Kenapa gak sekalian di sini makan malam bersama kami? Lagipula sudah menjelang malam," ajak Arga.


"Ya benar tuh. Biar makannya rame-rame dan makin seru," dukung Fina.


"Tidak apa-apa, santai aja. Lagipula kita kan keluarga," ujar Arga.


"Ya sudah kalau begitu. Maaf ngerepotin kalian," kata Bara.


Akhirnya mereka pun makan bersama, kebetulan sebelum Bara dan ibunya datang Kurnia dan Fina sempat memasak beberapa hidangan. Jadi mereka menghidangkan lauk seadanya, karena hal ini tidak mereka rencanakan.


Setelah makan malam, Bara dan Ibunya kembali berpamitan untuk pulang karena sudah malam juga. Kartika sangat berterimakasih kepada Arga karena sudah menganggapnya sebagai keluarga, ini adalah sesuatu yang Kartika dambakan sejak dulu. Kartika sangat senang melewati malam yang indah ini, penuh kehangatan.


...****************...


Setelah Bara dan Ibunya pergi, Arga menyuruh Kurnia kembali ke kamarnya karena ingin membicarakan sesuatu kepada Fina.


Kurnia menghargai privasi mereka, jadi membiarkan mereka berbincang tanpa bertanya lagi.


"Ada apa Kak? Tumben," tanya Fina yang duduk di sofa ruang tamu.

__ADS_1


"Kakak mau bertanya sama kamu, tapi janji jangan teriak kaget atau gimanapun," ujar Arga yang merasa degdegan.


"Iya Kakakku sayang. Mau bertanya soal apa?" tanya Fina gemes.


"Soal Kurnia," sahut Arga.


"Terus?" Fina berusaha tenang, padahal dirinya juga sangat penasaran dan senang Arga bertanya tentang sahabatnya.


"Kurnia suka gak sih sama Kakak?" tanya Arga dengan wajah merahnya, karena dia tahu adiknya yang jahil itu pasti akan menggodanya sampai malu.


"Suka? Suka gimana nih maksud Kak Arga? Suka cinta apa gimana?" tanya Fina yang semakin degdegan dan penasaran.


'Padahal yang ditanyain sahabat aku, tapi kenapa aku yang degdegan ya?' batin Fina.


"Iya suka cinta Fina. Masa gitu aja kamu gak paham sih," kata Arga kesal.


"Ya kan takut terjadi salah paham," sahut Fina.


"Kenapa Kak Arga nanya gitu? Kak Arga suka ya sama Kurnia?" tebak Fina.


"Ya pokoknya kamu jawab dulu pertanyaan Kakak. Kalian kan sahabatan tidak mungkin dong dia gak cerita sama kamu," kata Arga.


Sebenarnya dia sudah tahu kalau Kurnia mencintainya juga, tetapi dia ingin memastikan lagi informasi yang ia dengar dari menguping.


"Ya kasih tahu dulu dong, baru aku jawab," balas Fina.


"Iya Kakak suka sama Kurnia, kamu bantu Kak Arga ya buat deketin Kurnia," kata Arga memohon.


"Tidak perlu Kak. Karena Kurnia juga suka sama Kak Arga," ujar Fina.


'Berarti benar pendengaranku yang tadi,' batin Arga.


"Lah bukannya senang malah bengong. Kak Arga mau main-main ya sama sahabat Aku? Kalau niatnya cuma gitu mending gak usah deh, aku gak mau lihat sahabatku sakit hati gara-gara Kak Arga," ujar Fina kesal.


"Ishh kamu sekali-sekali berfikir positif tentang Kakak kan bisa?!" kata Arga yang ikut kesal.


"Tapi kamu jangan bocorin ini dulu ya sama Kurnia, Kakak mau kasih dia surprise dulu, hehe," ujar Arga.

__ADS_1


"Siap dehhh," kata Fina senang.


Dia tidak menyangka keduanya mempunyai perasaan yang sama, dengan begitu Fina tidak akan takut lagi mempunyai Kakak ipar yang galak kedepannya.


__ADS_2