Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 40 Sesuatu Terjadi di dalam Kamar


__ADS_3

Setelah pekerjaannya di kantor selesai, Arga kembali ke rumah. Tetapi sebelum itu, dia singgah di sebuah toko boneka.


"Selamat datang Tuan," sambut seorang pegawai toko yang bekerja di sana.


Arga hanya membalas dengan anggukan beserta senyuman. Semua pegawai toko yang berada disana terpukau melihat senyuman dan ketampanan dari Arga.


Arga pergi ke arah boneka besar yang di pajang di Rak. Di sana banyak pilihan seperti kucing,anjing, dor*emon, dan lain sebagainya.


"Kurnia suka boneka apa ya?" Arga bingung memilihkan Kurnia boneka karena dia belum tahu kesukaan Kurnia.


Setelah lama berfikir dan menimbang-nimbang, akhirnya Arga memutuskan untuk memilih boneka kucing karena dirinya menyukai kucing.


"Mbak bayar," ucap Arga kepada seorang kasir.


"I-ini Tuan Arga ya? Yang ada di berita itu kan?" Kasir tersebut terkejut setelah menoleh ke arah Arga.


Bagaimana tidak, warganet sempat dihebohkan oleh berita dia tentang dirinya saat menyatakan cinta kepada Kurnia. Selain romantis, dia juga mentraktir pelanggan yang hadir di restaurant tersebut.


"Iya," Arga membalas dengan senyuman.


"Saya boleh foto gak?" tanya kasir itu.


"Maaf nanti pacar saya cemburu," tolak Arga.


Kasir tersebut nampak kecewa, namun dia juga senang bisa melihat wajah asli Arga.


Setelah selesai membayar, Arga kembali ke mobil untuk pulang. Semua pandangan tertuju pada Arga, namun Arga tidak mempedulikannya.


"Tuan Arga sangat menjaga perasaan pacarnya ya? Udah kaya, romantis, setia lagi," ujar seseorang.


"Iya, Tuan Arga cowok idaman pokoknya," sahut yang lainnya.


***


Sesampainya di rumah, Arga mengecek kamar Kurnia yang baru di siapkan oleh Sandi. Terlihat sangat rapi dan indah.


Arga meletakkan boneka di atas ranjang, tak lupa dia juga sempat membeli pengharum ruangan agar Kurnia merasa nyaman saat tidur.


"Pakaian sudah, meja rias sudah, apalagi ya yang di perlukan Kurnia?" Arga bertanya pada dirinya sendiri.


Karena tidak menemukan jawaban, Arga pun pergi ke kamar Fina untuk membangunkan mereka yang sejak tadi tertidur.


TOK! TOK! TOK!


Arga mengetuk Pintu sembari memanggil nama Fina dan Kurnia.


"Ada apa Kak?" tanya Fina yang terlihat baru bangun.


"Bangun dulu, udah sore nih. Dari tadi tidur mulu," ujar Arga.


Fina melihat jam dinding yang terpasang di tembok, ternyata sudah jam 5 sore.


"Iya deh Kak, aku mau mandi dulu," ujar Fina.


"Bangunin juga Kurnia ya, kakak mau kasih kejutan dia," kata Arga.

__ADS_1


"Kejutan apa?" tanya Fina penasaran, walaupun mulutnya masih menguap tetapi kalau sudah ada rasa penasaran dia menjadi bersemangat.


"Udah kamu mandi dulu, nanti juga tahu," ujar Arga lalu pergi meninggalkan Fina.


"Ish Kak Arga nih, suka banget bikin penasaran," gerutu Fina.


Lalu dia membangunkan Kurnia dan pergi mandi.


"Ada apa Fin? Kok Kak Arga suruh aku bangun?" tanya Kurnia ketika Fina sudah keluar dari kamar mandi.


"Belum tahu nih Kakak Ipar, nanti coba Kakak Ipar tanya sendiri ya," ucap Fina menggoda Kurnia.


"Ih apaan sih Fin," kata Kurnia malu.


"Yeee.. Kan emang benar kamu bakalan jadi kakak ipar aku," ucap Fina.


"Terserah kamu aja deh Fin," ucap Kurnia kemudian pergi ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi, mereka berdua pergi menemui Arga.


Terlihat Arga yang sedang duduk di sofa sembari memainkan ponselnya.


"Ada apa Kak Arga?" tanya Fina.


"Ada yang mau Kakak omongin sama kalian," ucap Arga.


Funa dan Kurnia saling pandang.


"Apa Kak?" tanya Fina.


"Kok gitu Kak?" tanya Kurnia terkejut mendengar penyataan Arga.


"Ya supaya kamu juga punya privasi, aku tahu setiap orang pasti punya privasi termasuk kamu. Jadi aku udah siapin kamar untuk kamu," jelas Arga.


"Sebenarnya tidak perlu repot-repot, toh juga aku numpang di sini," sahut Kurnia merasa tidak enak hati.


"Gak apa-apa Nia, sekarang kan kamu pacarnya Kak Arga bukan orang lain lagi," kata Fina.


"Benar kata Fina, kamu kan udah jadi pacar aku masak terus gak enakan gini sih? Gimana nanti kalau udah nikah?" sahut Arga.


"Ish Kak Arga!" Kurnia membentak Arga dia malu karena ada Kurnia di sana.


"Emang gak mau nikah sama aku?" tanya Arga.


"Ish kamu nih," sahut Kurnia makin malu.


"Udahlah Nia, biasa aja sih jangan sewot gitu. Gak usah malu sama aku," kata Fina yang seolah-olah dapat membaca pijirannya Kurnia.


"Tapi ngomong-ngomong, kapan Kak Arga nyiapin kamar Kurnia?" tanya Fina penasaran.


"Tadi waktu kalian tidur, sengaja gak bangunin kalian soalnya mau bikin kejutan," kata Arga.


"Yaudah yuk kita lihat kamar Kurnia," ajak Arga.


Tetapi Fina menolak lantaran handphonenya berbunyi karena ada yang meneleponnya.

__ADS_1


Jadi Arga sendiri mengantar Kurnia ke kamarnya.


Kurnia terkejut melihat kamar yang sudah tertata rapi dengan riasan-riasan yang enak di pandang.


"Kamu suka gak sayang?" tanya Arga yang berdiri di belakang Kurnia.


"I-ini terlalu mewah sayang, aku suka banget," ucap Kurnia.


"Syukurlah kamu suka. Sekarang ini jadi kamar kamu, jadi kita bisa lebih bebas," kata Arga kembali menggoda Kurnia sembari mendekatkan wajahnya ke telinga.


"Maksud kamu apa?" tanya Kurnia sembari menjauh karena geli.


"Gak ada," sahut Arga.


"Sayang, mana ucapan terimakasihnya?" tanya Arga.


"Makasih sayang," ucap Kurnia sembari tersenyum.


"Bukan itu," kata Arga cemberut.


"Terus apa?" Kurnia bingung apa yang diinginkan oleh Arga.


"Cium boleh?" tanya Arga sembari melempar senyuman yang amat manis.


"Ih apaan sih, nanti Fina datang," tolak Kurnia.


Arga melangkahkan kakinya ke arah pintu, lalu menutup dan menguncinya.


"Dengan begini aman kan?" tanya Arga.


"Eng..," belum sempat Kurnia menjawab Arga sudah menciumnya.


Serangan Arga yang secara tiba-tiba itu membuat Kurnia terkejut dan ingin segera melepaskannya. Namun Arga masih menciumnya, sembari mendorong Kurnia ke tembok terdekat, Arga menekan tubuh Kurnia yang membuat Kurnia tidak bisa berkutik.


"Mmm..," Kurnia ingin melepaskan diri dari Arga namun Arga semakin ganas.


'Apa ini yang namanya ciuman? Kenapa aku merasa nyaman ya, bibir Arga sangat hangat. Aku tidak bisa menolak rasa ini,' kata Kurnia dalam hati.


Mendengar Nafas Kurnia yang sudah tersengal-sengal, Arga pun melepaskan bibirnya dari bibir Kurnia.


"Maaf sayang," kata Arga merasa bersalah.


Kurnia tak berkata sepatahpun, dia merasakan sesuatu yang berbeda. Ada rasa hangat dan juga nyaman saat Arga menciumnya.


"Sayang kamu marah?" tanya Arga ketakutan.


Kurnia menggelengkan kepalanya, Arga langsung memeluk Kurnia.


"Syukurlah kamu gak marah, aku kira kamu marah. Maaf ya sayang kalau aku bikin kamu takut, tapi bibir kamu manis banget bikin aku pingin terus," ucap Arga menggoda Kurnia.


"Ih apaan sih kamu," sahut Kurnia mendorong Arga dari pelukannya.


Arga melihat wajah Kurnia memerah, dia tahu kalau Kurnia malu.


"Tapi kamu juga suka kan aku cium?" goda Arga.

__ADS_1


__ADS_2