Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 26


__ADS_3

"Kurnia kamu tidak apa-apa? Preman itu melakukan apa sama kamu setelah berpisah denganku?" tanya Fina penasaran.


"Aku juga kurang tahu pasti sih Fin, yang jelas salah satu dari mereka memberikan segelas minuman dan memaksaku untuk meminumnya.Setelah itu, aku tidak tahu apa yang terjadi karena kepalaku terasa berat," kata Kurnia menjelaskan kronologi kejadiannya.


Kurnia sendiri tidak tahu kalau dirinya di berikan obat tidur oleh prman tersebut, sehingga membuat ia tertidur cukup lama. Begitujuga dengan Bara yang di berikan minum oleh bawahannya sendiri yang di dalamnya berisikan obat tidur.


"Apa kamu tidak mengenal pria yang tidur bersama kamu itu? Apa mungkin itu jebakan?" tanya Fina.


" Aku mengenalnya Fin, dia adalah kenalanku dulu. Tapi aku merasa dia juga di jebak oleh orang yang sama Fin. Aku pasti akan mencari dalang di balik ini semua," ujar Kurnia bertekad.


" Kalau begitu aku akan menemanimu mencari dalang di balik semua ini Nia. Untuk sekarng lebih baik kamu istirahat dulu," ujar Fina.


Kali ini Fina hanya merasa aman jika ada Kurnia di sampingnya. Karena dia, Fina kembali mendapatkan percaya dirinya dan juga semangatnya.


"Ya sudah kalau begitu aku tinggal ya," ucap Kurnia lalu pergi meninggalkan Fina.


Di depan kamar Fina, terlihat Arga yang sedang gelisah, Kurnia duduk di sampingnya menoba menenangkannya. Sandi yang sebelumnya berada disana, pergi dari sana seolah memberikan waktu kepada Kurnia dan Arga.


"Kak Arga tak perlu khawatir soal Fina," ucap Kurnia memulai pembicaraan.


" Saya janji akan membuatvFina kembali seperti dulu, saat ini Fina hanya merasa malu dan kurang percaya diri untuk menemui Kak Arga' tapi untuk itu saya memerlukan bantuan Kak Arga juga," lanjut Kurnia.


"Apa yang bisa saya lakukan untuk membuat trauma Fina hilang?" tanya Arga sembari menolehkan wajahnya kepada Kurnia yang duduk di sampingnya.


"Langkah pertama saya minta Kak Arga menoba mendekati Fina, tapi ini awal dari rencana kita jadi saya harap Kak Arga tidak membuat Fina takut, agar rencana kita tidak gagal," ujar Kurnia menjelaskan dengan serius kepada Arga.


"Lalu apa yang harus saya lakukan? tadi saja Fina berteriak histeris ketika melihat saya<" ujar Arga tidak percaya diri.


"Kak Arga bisa membawakanntya hadiah yang ia sukai, membuat dia bahagia layaknya ia memiliki seorang pacar. Buat dia merasa aman berada di samping kakak, tapi Kak Arga tidak perlu tergesa-gesa untuk membuat Fina seperti yang saya katakan tadi. Kak Arga bisa perlahan-lahan mendekatinya," jelas kurnia.


"Baiklah. Jadi, kapan kita akan mulai menjalankan rencana ini?" tanya Arga.


"Lebih cepat lebih baik. Besok Kakak sudah bisa mencoba trik saya berikan kepada Fina. Saya harap Kak Arga bisa menjalankannya dengan baik dan tidak merusak rencananya," kata Kurnia mengkhawatrikanrencananya.


"Baiklah kalau begitu, saya akan mencobanya," sahut Arga.


Karena tidak ada hal lain lagi yang perlu di sampaikan oleh Kurnia, ia pergi meninggalkan Arga tanpa sepatah katapun. Semenjak kejadian tersebut, Kurnia tidak ingin terlalu dekat dengan Arga lagi, ia menganggap Arga layaknya orang yang tak pernah ia ketemui. Lagipula ia ingin fokus pada rencana balas dendamnya kepada keluarganya.


Di depan ruangan Fina, Sandi tampak menghampiri Arga dengan langkah kaki yang begitu cepat.

__ADS_1


"Bos, Bara sudah sadarrrrrrkan diri di ruangannya. Apa Bos akan pergi melihatnya?" tanya Sandi.


"KIta temui untuk melanjutkan penyelidikannya,"


'Dan selidiki kenapa dia bisa bersama Kurnia' batin Arga.


Baru saja Arga melangkahkan kakinya, tiba-tiba ada sebuah pesan masuk di handphone Arga.


[ Tuan, apakah anda masih ingat sama saya?" sebuah pesan masuk dari wanita hamil yang waktu itu menemuinya di kantor.


Berhubung Arga malas mengetik, jadi dia langsung menelepon wanita itu agar mempersingkat waktu juga.


"Ada masalah apa?" tanya Arga ketika teleponnya sudah terhubung dengan wanita itu.


"Apakah Tuan sudah menemukan bukti siapa pelakunya? Jujur saya dan keluarga malu dengan tetangga di sini. Karena banyak orang yang sudah tahu mengenai kehamilan saya ini. Saya juga tidak ingin anak saya kelak tidak memiliki seorang anak," keluh wanita itu kepada Arga.


Argaa yang mendengar perkataan wanita itu, ia merasa iba. Tidak mungkinanak itu lahir tanpa ayah.


"Beri saya waktu 3 hari lagi, kalau dalam waktu 3 hari saya tidak menemukan pelakunya maka saya akan bertanggungjawab menikahimu," ujar Arga.


"Baik terimakasih Tuan," ucap wanita itu.


"Siapa kalian?" Tanya Bara yang tak mengingat wajah Arga.


Bara hanya mengingat wajahnya Arga yang mirip dengannya sebelum dirinya melakukan operasi plastik (oplas).


"Tidak perlu tahu siapa kami, tapi apa kamu kenal dengan dua orang yang ada di video ini?" Tanya Arga memperlihatkan hasil video dari CCTV Hotel Crabby.


Itu bukannya saya dengan seorang wanita yang merupakan bawahan Bos Chen? Darimana kalian mendapatkan video tersebut? Apa kalian mengenal wanita itu?" Bara memberikan pertanyaan yang bertubi-tubi kepada Arga dan juga Sandi.


"Wanita itu telah hamil, jadi kamu seharusnya bertanggungjawab untuk ini kan?" Sahut Arga.


"Tidak ada hubungannya dengan kalian, toh juga hanya seorang bawahan apa begitu penting," ujarnya sombong.


"Kamu jangan keterlaluan, dia sedang mengandung darah dagingmu tapi kamu cuek dan mengabaikannya begitu saja? Itu darah dagingmu sendiri apa kamu masih punya hati nurani menelantarkan anak yang tidak berdosa itu?" Arga dibuat geram olehnya.


"Lalu apa urusannya sama kamu? Apa kamu keluarganya? Jika iya lebih baik jaga baik-baik dia jangan sampai menggoda bos besar sepertiku," kata Bara dengan nada sombongnya.


"Jelas-jelas di sana kamu yang mabuk dan berinisiatif duluan. Bahkan dia memberontak terus-terusan, bisa di bilang ini kasus pemerk*saan. Kami bisa melaporkan kasus ini kepada pihak hukum loh," ancam Sandi yang ikut berbicara.

__ADS_1


"Siapa yang berani mempenjarakan aku yang merupakan bos terkenal di dunia ini," kata Bara dengan nada sombongnya lagi.


Sandi menatapnya heran sampai menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Dasar tidak tahu malu, ini bukti sudah ada do tanganku. Kamu tunggu saja," kata Sandi.


" Jangan melakukan hal yang sia-sia. Di sana jelas-jelas terlihat wajah aku dan dia sama," kata Bara menunjuk Arga dengan sebutan dia.


"Yang pasti Bos kamu yang akan di penjara," ucapnya.


"Apa kamu meragukan kekuatan kekuasaan Bos Arga? Sekali perintah saja kamu akan di seret ke dalam sel," ucap Sandi.


"Lagipula apa kamu tidak curiga kalau kita bersaudara?" Tanya Arga yang kini ikur berbicara.


"Yang benar saja, orang seperti kamu mimpi menjadi saudara kembarku? Tolong jangan mimpi di siang bolong ya," ucap Bara.


"Kalau kamu memang yakin kita tidak bersaudara, berani tidak tunjukkan foto ibumu. Tunjukkan tanda yang ada di tangan kamu dan coba perhatikan baik-baik apakah sama dengan tanda yang aku punya dileher?" Arga mencoba menyelidiki lebih dalam.


Bara membelalakkan matanya terkejut melihat Arga mempunyai tanda yang sama dengan dirinya. Bara bertanya-tanya apakah ini alasan ibunya untuk menyuruhnya operasi plastik dulu?.


"Mana? Berani gak kamu tunjukin foto ibumu?" Desak Sandi.


"Nih," Bara memperlihatkan foto ibunya yang merupakan sahabat dari ibu Arga.


"Bos, terlihat mirip bukan?" Kata Sandi membandingkan foto yang diberikan oleh bidan itu dan foto ibunya Bara.


"Ya ini memang mirip, berarti memang benar kita bersaudara," kata Arga.


"Tidak mungkin, aku hanya lahir sendiri di rahim ibuku. Tidak mungkin ibuku melahirkanmu," bantah Bara.


"Ibumu memang tidak mengandungku," ucap Arga.


"Lalu mengapa kamu bisa menyimpulkan kalau kita bersaudara?" tanya Bara heran.


"Bodoh. Kamu juga tidak terlahir di rahim ibumu yang palsu. Kamu terlahir di rahim ibunya Bos Arga, ibu palsumu menculikmu semasih bayi dan bekerjasama dengan seorang bidan di rumah sakit," jelas Sandi.


"Tidak mungkin, aku tidak percaya semua ini. Jelas-jelas ibu baik terhadapku, tidak mungkin ibu membohongiku," Bara masih tak percaya dengan kenyataan tersebut.


"Kalau kamu tidak percaya, aku bisa membeikan buktinya. Aku akan mempertemukan kamu kepada seorang Bidan yang bekerjasama dengan ibu palsmu itu," tegas Arga.

__ADS_1


Tetapi Bara menolak tawaran Arga, ia lebih memilih untuk bertanya kepada ibunya langsung karena Bara adalah tipikal orang yang tidak mudah percaya sama orang lain selain ibunya.


__ADS_2