Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 12 Balas Dendam


__ADS_3

Pria itu bertubuh tinggi, kurus dan juga mempunyai rambut yang indah walaupun pendek tapi rambutnya yang lurus masih bisa dilihat.


Melihat pria tersebut, Arga bangkit dari tempat duduknya dan langsung menghampiri Kurnia dan pria itu.


"Siapa kamu?" tanya Arga kepada pria yang belum diketahui namanya.


Kurnia juga tidak tahu siapa pria itu, ia tidak mengenalnya dan juga tidak ada ingatan dari si pemilik tubuh ini.


"Kurnia, akhirnya aku menemukanmu. Aku sangat merindukanmu," kata pria itu mengabaikan Arga dan memeluk Kurnia.


Kurnia yang merasa risih lalu mendorong pria tersebut.


"Maaf kamu siapa ya? Aku tidak ingat," kata Kurnia yang berusaha sopan walaupun ia emosi karena pria itu sudah merusak rencananya.


"Ah, aku Bara. Apa kamu lupa sama orang yang telah kamu tolong, saat itu aku kelaparan dan tidak punya uang karena saat itu aku di rampok. Kamu yang menolong aku, dan menghabiskan semua uang yang kamu punya agar aku bisa kembali ke kota," ungkap pria itu.


"Maaf, aku tidak ingat sama sekali," kata Kurnia.


"Ohh ternyata dia yang kamu tolong Kak," celetuk Karina yang membuat Bara menolehkan wajahnya ke arah Karina.


Merasa Karina tahu siapa identitas pria ini, Kurnia ingin meminta penjelasannya kepada Karina. Tetapi dia tahu, berurusan dengan Karina tidak semudah yang di bayangkan.


"Kamu adiknya Kurnia ya? Kenalin aku Bara," Bara mengulurkan tangannya kepada Karina.


Melihat pria tampan di depannya, hati Karina sangat berdebar, ia menjabat tangan Bara dan memperkenalkan dirinya.


"Oh kamu Karina. Kenapa Kurnia tidak ingat sama aku ya?" tanya Bara berusaha menyelidiki.


"Wajarlah, dia kan pernah lupa ingatan akibat kepalanya terbentur di tembok," sahut Karina keceplosan.


"Maksud kamu? Kurnia sempat amnesia?" tanya Bara memastikan.


"Iya, karena dia nolongin kamu dan buang-buang uang, ayah...Ups!" Karina menutup mulutnya setelah tersadar dari apa yang ia katakan.


"Karena ayah apa?" tanya Kurnia menghampiri Karina.


"Gak. Bukan apa-apa," sahut Karina gugup.


"Pasti ada lanjutannya, karena Ayah kenapa? Jawab!" Bentak Kurnia.


"Iya karena ayah yang mendorong kamu sampai kepalamu terbentur di tembok. Puas kamu? Terus mau kakak apa? Balas dendam? Gak akan mampu Kak," teriak Karina.


Kurnia terdiam, pantas saja pria ini tidak ada dalam ingatan Kurnia. Ternyata dia sempat lupa ingatan.


"Untuk apa kamu ke sini? Kalau tidak ada hal penting lebih baik kamu pergi jangan merusak rencanaku," kata Kurnia.


Bara terkejut melihat sikap Kurnia yang sekarang, Kurnia yang dulu ia kenal tidak akan berbicara seperti ini. Kurnia yang dulu ia temui bersikap lemah lembut kepadanya.


"Tidak ada, aku hanya ingin balas budi. Jika kamu punya waktu bisa datang ke perusahaanku, ini kartu namaku," kata Bara pasrah lalu pergi.

__ADS_1


Ia tak menyangka Kurnia akan memperlakukannya seperti seorang pengganggu.


"Sudah lanjutkan saja, jangan bertele-tele lagi," kata Alex yang sudah tak tahan panasnya matahari.


Keringatnya bercucuran sampai membasahi pakaian yang ia kenakan.


"Oke! Kalian silahkan berjalan sambil jongkok mengelilingi lapangan ini 2 putaran saja," kata Kurnia yang kembali merubah ekspresinya.


"APA?" Alex dan Karina sangat terkejut mendengar perintah Kurnia.


Sedangkan Arga yang sudah berteduh lagi, dia terlelap dalam tidurnya.


"Kenapa? Mau protes?" tanya Kurnia.


"Yang benar saja Kurnia," bantah Alex lagi.


"Kamu tega sama kami?" Imbuhnya.


"Kalian saja tega menyuruhku lari di lapangan ini sebanyak 5 kali, kenapa aku tidak tega? Apa kalian lupa dengan tempat ini? Tempat dimana seekor anjing betina bertemu dengan anjing jantan,"sahut Kurnia yang mengingatkan kepada mereka ke masalalu.


"Kami minta maaf Kak," Karina berusaha memohon kepada Kurnia.


"Tidak ada gunanya. Sekarang tergantung kalian, mau atau tidak melakukannya, karena jika kalian melewatkan kesempatan ini maka kerjasama perusahaan akan dibatalkan," ancam Kurnia.


Jadi mau tidak mau Alex dan Karina menuruti perintah Kurnia. Lapangan yang sangat luas mungkin perlu waktu 1 jam untuk mengelilinginya sampai 2 putaran.


Sedangkan Kurnia kembali ke tempat berteduh menghampiri Arga yang ketiduran.


Kurnia duduk di samping Arga karena tempatnya lumayan luas. Tetapi hal itu justru membuat Arga terbangun dari tidurnya.


"Bos, maaf kalau saya membuat Bos terbangun," kata Kurnia gugup.


"Tidak apa-apa. Oh ya, gimana dengan kedua orang itu?" tanya Arga.


"Mereka sedang saya hukum di sana Bos," kata Kurnia sambil menunjuk ke arah Karina dan Alex.


Arga hanya tersenyum tak menanggapi lebih, matanya masih mengantuk akibat dari angin sepoi-sepoi.


"Kurnia boleh saya tidur dipangkuanmu?" tanya Arga tanpa ragu.


"Bo-boleh kok Bos," kata Kurnia.


Dalam hati, Kurnia sangat senang karena bisa memangku Arga walaupun hanya kepalanya, jikalau itu seluruh badannya kurnia juga tak akan mampu.


Arga kembali tidur dan berpesan untuk membangunkannya jika acaranya sudah selesai.


Melihat Arga yang sudah tidur lelap, Kurnia memberanikan diri untuk membelai rambut Arga.


Terlihat sangat manis, ia ingin bersama Arga selamanya dan sudah jatuh cinta sama pria yang dipangkunya. Tetapi kembali lagi ke dalam kenyataan kalau Kurnia hanyalah bawahannya, dan tidak lebih dari sahabat adiknya.

__ADS_1


"Sayang, lihat wanita sialan itu enak-enakan di sana. Mereka mesra-mesraan di sana," kata Karina iri.


"Udah jangan lihat lagi. Tunggu saja nanti kalau ayahku sudah selesai bekerjasama dengan perusahaan Arga, kita balas dendam sama Kurnia," ucap Alex menenangkan kekasihnya.


Mereka melanjutkan syarat yang diberikan oleh kurnia, hingga 1 jam berlalu.


"Udah selesai ya 2 putaran," ucap Alex menghampiri Kurnia dan Arga dengan nafas yang terengah-engah.


"Ini tidak ada yang menyediakan minum gitu?" tanya Karina.


"Maaf, Anda bukan ratu di sini. Jadi jangan berharap lebih ya," kata Kurnia.


"Yasudahlah. Tapi kerjasamanya lanjut kan tuan Arga?" tanya Alex.


"Iya harus lanjut lah, persyaratannya kan sudah dipenuhi," imbuh Karina.


"Enggak!" sahut Arga singkat.


Singkat, padat dan jelas sampai-sampai Alex dan Karina membelalakkan matanya saking terkejutnya.


"Bercanda kan tuan?" tanya Alex memastikan.


Tidak mungkin ia akan dihianati oleh Kurnia. Mereka sudah capek-capek melakukan perintah yang di suruh Kurnia, sampai-sampai mau menunggu mereka makan layaknya anjing yang sedang menunggu sisa makanan dari tuannya.


"Saya tidak bercanda. Ini keputusan yang diberikan oleh Kurnia, dan mungkin kalian harus lebih berusaha untuk menyenangkan hati PACAR saya," kata Arga menekankan kata pacar kepada Alex dan Karina.


"Kak, kamu jahat banget. Kita udah capek-capek jalan sambil jongkok selama sejam, rela nunggu kamu dan duduk dilantai. Lantas kenapa seperti ini balasannya? Kamu tidak menepati janji Kak," protes Karina.


"Karma itu ada ya sayang," kata Kurnia sambil mengelus pipi adiknya.


"Maksud kamu apa mempermainkan kami?" kini Alex yang bertanya.


"Apa kamu lupa kejadian dimana saat aku selesai berlari, dan kamu tahu apa yang kamu lakukan kepadaku? Ya sama seperti saat ini yang kamu dapatkan," jelas Kurnia.


Kini Alex sadar ia telah dibodohi oleh Kurnia. Sekarang dia percaya kalau Kurnia tidak seperti Kurnia yang dulu, yang mudah di olok-olok, yang lugu dan mudah ditindas.


"Hancurlah aku... Mati aku hari ini, mati aku. Sayang kamu janji ya jangan tinggalin aku," kata alex memohon kepada Karina.


Alex sangt menyayangi Karina, ia tak ingin kehilangannya.


"Maaf ya Lex, tapi kalau kamu sudah tidak berduit, mobil juga gak ada, ya sorry aku gak mau punya pacar kere," kata Karina lalu meninggalkan Alex.


Alex berusaha mengejar dan memohon agar Karina tidak pergi, tetapi ia gagal.


"Ini semua gara-gara kamu, aku ditinggal oleh Karina. Semua ini gara-gara kamu!" Kata Alex menghampiri Kurnia.


"Terima saja akibatnya Lex, jangan sampai jadi gila ya Lex," kata Kurnia.


"Bos acaranya sudah selesai, mari tinggalkan tempat ini agar tidak tertular menjadi gila," kata Kurnia.

__ADS_1


"Ayo," sahut Arga.


Kurnia dan Arga pun pergi melangkahkan kakinya meninggalkan Alex sendirian. Meski Alex meneriaki Kurnia berbagai macam cacian, tetapi ia tak mempedulikannya.


__ADS_2