Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 43 Pernikahan Bara


__ADS_3

Seminggu kemudian...


"Selamat ya Bro, akhirnya kalian menikah juga," kata Arga menyalami Bara.


"Iya makasi Ga," sahut Bara.


"Selamat ya Bara, semoga rumah tangga kalian harmonis dan bahagia ya," ucap Kurnia yang ikut memerikan Doa.


"Makasi Kurnia," sahut Bara.


"Mmm.. Kak Bara selamat ya. Semoga kalian langgeng ya, dan jangan lupa sering-sering tengokin Fina," kata Fina.


"Iya Fina, pasti kok," kata Bara.


"Tuan Arga, terimakasih ya sudah mempertemukan kami. Dan mohon maaf atas tuduhan saya sebelumnya," ucap Ina yang berdiri di samping Bara.


"Udah gak apa-apa," sahut Arga.


"Kakak Ipar, semoga bahagia ya nikah sama Kakak aku," ucap Fina.


"Iya makasi ya udah datang Fina," kata Ina tersenyum.


"Oh iya, kenalin ini Kurnia sahabat aku sekaligus calon kakak ipar aku," Fina menarik lengan Kurnia dan memperkenalkannya kepada Ina.


"Eh apaan sih Fin," kata Kurnia malu sembari menoleh ke arah Fina.


"Halo Kak, aku Kurnia," kata Kurnia memperkenalkan dirinya.


"Oh saya pernah lihat Anda waktu itu, bukankah asistennya Tuan Arga ya? ternyata udah naik pangkat menjadi pacar ya," kata Ina sembari tertawa.


Kurnia tersipu malu mendengar perkataan Ina, dimana-mana dia selalu di goda oleh orang.


"Kak Ina gak usah sungkan gitu manggil Kak Arga, kan udah jadi Ipar. Kita sudah satu keluarga," kata Fina.


"Gak enak lah Fin, secara kan Tuan Arga bos besar," kata Ina.


"Udah santai aja Ina, sekarang kita sudah menjadi satu keluarga jadi jangan terlalu formal," ucap Arga.


"Ternyata yang ada di rumor itu salah ya, Tuan Arga ramah," puji Ina.


"Ah kamu bisa aja,"


"Eh ada kalian, maaf ya Ibu baru selesai ngobrol sama tamu-tamu Ibu," ucap Kartika menghampiri tempat dimana Arga dan yang lainnya ngobrol.


"Iya Bu tidak apa-apa kok," sahut Arga.


"Kalian duduk dulu ya, kita mau sambut tamu lainnya. Maaf nih gak bisa temani lama-lama, kalian bebas mau duduk dimana aja, jangan lupa makan ya," kata Bara.


"Iya Bar, santai aja. Kalian lanjut saja dulu, kami aman kok di sini," ucap Arga.


"Yaudah kalau gitu Ibu juga lanjut ya," ucap Kartika.

__ADS_1


"Iya Bu."


Setelah ditinggalkan oleh tuan rumah, Arga, Fina dan Kurnia mencari tempat duduk. Kurnia request mencari tempat duduk yang dekat dengan makanan.


"Emangnya dirumah kurang makanan ya Kurnia?" tanya Arga.


"Ya kan beda ini, kalau di sini kan kita bisa nikmati gratisan," sahut Kurnia sembari mengambil beberapa hidangan yang tersedia.


"Kak, aku pergi ke toilet dulu ya," ucap Fina.


Dia sengaja meninggalkan Arga dan Kurnia disana, agar mereka bisa berduaan.


"Iya hati-hati ya," pesan Arga.


"Kok cewek suka banget sih sama yang gratisan?" tanya Arga melanjutkan pembahasannya yang tadi.


"Gak tahu, suka aja sih," sahut Kurnia, dia masih tidak menoleh ke arah Arga karena fokus sama makanannya.


...****************...


"Halo Pak Anto, saya Jordan. Masih ingat dengan saya?" tanya Jordan di telepon.


"I-iya masih kok Tuan," sahut Anto gugup.


"Tolong datang ke sebuah restaurant, kita akan mulai membuat rencananya. Nanti Saya kirim alamatnya," ujarnya.


Belum sempat Anto menyahut, Jordan sudah menutup teleponnya.


"Kenapa Pa?" tanya Sarah melihat raut wajah Anto yang sedang marah.


"Ini semua gara-gara kalian. Kalau saja kalian tidak berfoya-foya pasti uang pembelian perusahaan itu jadi milik kita," kata Anto marah-marah kepada istri dan anaknya.


"Dan kalau bukan karena kamu Karina, Ayah tidak mungkin berada di penjara dan harus bekerjasama dengan Jordan," Anto kembali menyalahkan Karina.


Mereka terdiam dan tidak berani menjawab.


"Ahhh bicara sama kalian kayak bicara sama anj*ng, bahkan anj*ng lebih pintar dari kalian," hina Anto.


"Pa cukup! Kami di marahi oleh kamu kami diam, tapi jangan keterlaluan. Kamu bahkan menyamakan kami dengan anj*ng, setiap ada masalah atau emosi kamu selalu mencari pelampiasan. Kami ini istri dan anakmu Pa," teriak Sarah yang tidak terima di perlakukan seperti itu.


PLAK!


Satu tamparan melayang dipipi Sarah, dia meringis kesakitan.


"Diam kamu. Semakin hari aku lihat kamu semakin ngelunjak, sini kamu!" Anto menarik pakaian istrinya dan menyeretnya ke kamar mandi.


"Pa jangan Pa, aku bersalah Pa. Ampuni aku Pa," pinta Sarah.


Sarah sudah tahu apa yang akan di lakukan oleh Anto, dia tidak ingin menderita seperti Kurnia dulu.


Anto menyalakan air panas dan menyiramkan ke tubuh istrinya.

__ADS_1


"Panas Pa, Panas!" pekik Sarah, tubuhnya melepuh.


Namun Anto tidak mempedulikan teriakan istrinya, dia terus menyiram hingga dua kali.


Setelah itu pergi meninggalkan Sarah tergeletak dilantai kamar mandi menahan rasa sakit hingga tak sadarkan diri.


Karina yang sedari tadi diam, beranjak pergi ke kamar mandi ketika Anto sudah keluar dari rumah. Dia melihat ibunya tidak sadarkan diri.


"Bu bangun Bu! Bangun!" ucap Karina sambil menggoyang-goyangkan wajah Ibunya.


Dia sangat panik dan bingung harus ngapain, ingin mengangkat ibunya tapi tenaganya tidak kuat. Dengan terpaksa dia meminta bantuan Kurnia.


"Hallo Kurnia, aku minta tolong. Tolong selamatin Ibuku," kata Karina menangis.


"Apa hubungannya aku sama ibumu? dan kenapa aku harus membantu orang yang keji seperti ibumu?" tanya Kurnia.


"Karina aku minta maaf, tapi aku mohon selamatin Ibuku. Aku akan melakukan apapun untukmu, tolong Ibu Kurnia aku cuma punya Ibu saja di dunia ini," kata Karina sambil menangis dia memohon kepada Kurnia.


"Oke, sepakat. Tapi jangan harap kamu dapat mengingkari janjimu," ancam Kurnia, lalu mematikan teleponnya.


"Bu tolong bangun Bu, aku gak mau kehilangan Ibu," kata Karina.


Air mata Karina terus menetes tanpa henti, dia sangat takut kehilangan ibunya. Dia tidak mau hidup sendiri disini, dia ingin pergi dari rumah ini.


Beberapa menit kemudian, Kurnia,Arga dan Fina datang dengan masih memakai pakaian mereka saat ke acara pernikahan Bara.


"Dimana Ibu?" tanya Kurnia.


"Di kamar mandi," sahutnya.


Kurnia bergegas pergi ke kamar mandi diikuti yang lainnya, dia melihat badan Sarah sudah melepuh.


"Arga tolong bantu aku gendong Ibu Sarah bawa ke rumah sakit ya," kata Kurnia.


"Biar aku aja Kurnia, kamu buka pintu mobil saja," ucap Arga.


Kurnia berlari ke arah mobil untuk membukakan pintu mobil. Dan Sarah dilarikan ke rumah sakit.


"Makasi ya Kurnia kamu sudah mau bantu aku," ucap Karina ketika ibunya sudah di periksa dokter.


"Iya sama-sama. Tapi sesuai janjimu, kamu akan menjadi pengikutku kan?" ucapnya.


"Iya Kurnia," sahut Karina.


Dia tidak mau mencari masalah dengan Kurnia lagi, dia ingin berdamai dengan Kurnia.


"Pasien sudah sadar," ucap dokter yang baru saja keluar dari kamar Sarah.


"Baik dok, terimakasih!" ucap Karina.


Karina langsung bergegas menuju ke arah ibunya, dia melihat ibunya yang sudah sadar.

__ADS_1


Badannya penuh luka akibat siraman air panas tadi, tetapi wajahnya masih aman. Anto sengaja tidak menyiram ke wajahnya, bukan karena peduli melainkan agar tidak meninggalkan jejak. Anto tidak mau orang lain tahu kalau dirinya telah melakukan KDRT ke istrinya.


__ADS_2