Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi

Bertemu Jodoh Setelah Bereinkarnasi
Bab 20 Menghina Orang Yang Salah


__ADS_3

"Karina!" teriak Kurnia sehingga membuat para tamu menoleh ke arahnya.


"Bukannya ini adik kamu ya Nia?" tanya Fina.


"Bukan lagi Fin, aku sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi sama dia," kata Kurnia.


"Eh ternyata ini Kak Kurnia ya, aduh maaf ya Kak aku gak sengaja," ujarnya sembari mengeluarkan ekspresi ejekan.


"Aku tahu kamu sengaja kan mencari masalah!" bentak Kurnia.


"Gak kok Kak, aku gak sengaja. Tadi kaki aku kesandung," bantah Karina.


"Bohong, aku tahu kamu sengaja," kata Kurnia.


"Lalu? Kalau memang sengaja kamu mau apa?" tanyanya.


PLAK!


Sebuah tamparan melayang diwajah Karina, sontak semua orang kaget.


"Dasar Kakak kurang ajar," Karina hendak membalas tapi tangannya sudah ditahan lebih dulu oleh Kurnia.


"Kakak adik sedang berantem, kayaknya seru nih," bisik salah satu tamu yang menonton di sana.


Kurnia menghempaskan tangannya Karina, sembari berbisik, "jangan macam-macam, ada banyak orang di sini. Kamu mau aku permalukan?".


"Kakak yang mempermalukan keluarga, memutuskan hubungan dengan ayah dan ibu setelah mereka bersusah payah membesarkan Kakak," Teriak Karina.


"Tutup mulutmu ya, kamu seharusnya menghormati orang yang lebih tua. Kamu tidak pernah di ajarkan ya sama orang tuamu?" Fina maju kedepan ikut berbicara.


"Oh kamu sahabat Kakakku kan? Sekaligus pembantunya tuan Arga. Kerjasama yang cukup bagus ya antara pembantu dan asisten," cerca Karina.


"Oh iya, kalau gak salah asisten di samping asistennya Tuan Arga itu pembantunya, pernah menjadi berita HOT di sosmed," ucap salah satu tamu undangan yang ada di sana.


"Diam kamu! Kamu boleh menghinaku tapi jangan harap kamu dapat menghina sahabatku," bentak Kurnia.


"Lalu Kakak mau apa kalau aku menghinanya? Toh juga yang aku katakan benar kan? Dua orang cupu yang tiba-tiba merubah penampilannya menjadi modis, sudah pasti hasil dari menggoda pria," cacinya.


"Ada apa ini?" Arga menghampiri tempat kejadian tersebut.


"Tuan Arga, lebih baik Anda tidak usah mempekerjakan dua wanita ini," Karina memberikan saran.


"Kenapa dengan mereka? Apa ada yang salah?" tanya Arga.


"Mereka ini pintar sekali menggoda pria," tuduh Karina.


"Oh ya? Saya baru tahu kalau adik saya Fina wanita seperti itu," ucap Arga sambil tersenyum miring.

__ADS_1


"Adik?" Karina terkejut mendengar pengakuan Arga.


"Wah kali ini gadis itu tidak akan mendapatkan ampun sudah menghina orangnya tuan Arga," ucap tamu undangan yang sedang memperhatikan keributan tersebut.


"Aku baru tahu kalau Tuan Arga memiliki adik," bisik yang lainnya.


"Ini adik saya, tahu apa kamu tentang dia? Wanita murahan? Mungkin itu kamu sendiri," kata Arga.


"Oke kalau seperti itu Tuan percaya dong kalau Kurnia juga wanita murahan, secara kita tumbuh dilingkungan yang sama," ujarnya dengan menyeret Kurnia ke dalam masalahnya.


"Tidak perlu bawa-bawa Kurnia, kalian memang hidup dalam satu keluarga tetapi Kurnia lebih pintar dalam memilih lingkungan pergaulannya, tidak seperti kamu," bantah Arga.


Kurnia dan Fina hanya terdiam ketika Arga membela keduanya.


"Kamu...,"


"Ada apa ini?" Reza memotong pembicaraan Karina.


Reza mendengar ada keributan jadi dia mencari sumbernya.


Beberapa detiknya Anto dan Sarah yang merupakan orang tua Karina juga datang menghampiri keributan tersebut.


Mereka menggeleng-gelengkan kepalanya sambil memegangi dahinya. Dia tidak menyangka rencana untuk menculik Kurnia di pesta ulang tahun ini di gagalkan oleh Karina.


"Om, apa relasi Om Reza saat ini serendah ini? Bahkan orang yang tak layak di sebut orang pun bisa Om undang," kata Arga yang masih marah.


"Hah? Yang benar saja tuan rumahnya saja tidak tahu dia siapa, dia berani datang kemari? Tidak tahu malu sekali wanita ini," bisik para tamu.


"Iya memang tidak tahu malu, tidak di undang pun masih berani datang,"


Para tamu terus-terusan bergumam dan mengumpat Karina .


"Maaf Tuan Reza ini anak saya Karina," sahut Anto yang berada di sana.


"Oh maaf Tuan saya tidak mengenalinya," ucap Reza yang tak memberikan Anto muka di depan para tamu.


Anto memutuskan untuk undur diri dan pulang bersama anak istrinya. Kali ini sungguh malu yang ia dapatkan, dia tidak pernah merasa malu seperti ini. Terlebih lagi Karina sudah menghancurkan rencananya membuat dia harus memikirkan cara baru lagi dan menyewa orang untuk menjalankan rencananya.


"Karina, ayah akan bicara sama kamu sampai di rumah," ucap Anto lalu meninggalkan pesta tersebut.


Semua tamu yang menonton kejadian itu langsung bubar dari tempat kejadian dan melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.


"Rasain tuh siapa suruh ganggu kita," teriak Fina.


"Udah Fin," ucap Kurnia.


'Sekarang Anto marah dan merasa dipermalukan oleh Om Reza, entah berapa pukulan yang akan di dapatkan oleh Karina. Terimakasih Karina sudah menggantikan aku yang dulu menjadi pelampiasan Anto saat dia marah," batin Kurnia.

__ADS_1


"Om kami pamit pulang dulu ya, gaun yang dipakai oleh Kurnia sudah basah," kata Arga berpamitan.


"Kak Arga kan bisa suruh asisten Kakak untuk pesan taxi," ucap Indri yang merasa cemburu melihat Arga perhatian kepada Kurnia.


"Iya Bos, saya bisa naik taxi pulangnya," ucap Kurnia.


"Tidak, saya akan mengantarkan kamu pulang," bantah Arga.


"Indri kapan-kapan Kak Arga temani kamu jalan-jalan ya," ujarnya untuk menenangkan Indri.


"Iya deh Kak, lagipula aku tidak punya gaun yang lebih besar lagi. Badannya Kak Kurnia kan lebih besar dari aku," sindirnya.


"Yah lebih baik berisi daripada cungkring seperti itu," gumam Fina.


Arga yang mendengar perkataan Fina langsung menyenggolnya.


"Tidak apa kok adik Indri, kakak emang lebih berisi daripada kamu soalnya Kakak makannya nasi bukan makan hati," Kurnia menyindir kembali.


"Pftt," Fina berusaha menahan tawanya.


Indri menjadi sangat kesal mendengar penuturan Kurnia terlebih lagi ketika melihat Arga yang ikutan menahan tawanya.


"Ya sudah kalau gitu kami pamit ya Om, Indri. Maaf tidak bisa menemani kalian lebih lama lagi, semoga indri suka sama hadiah Kakak ya," ucap Arga kembali berpamitan.


"Iya Indri pasti suka kok selama itu pemberian Kak Arga pasti Indri suka," sahut Indri.


"Berarti kalau dikasi t4i sama Arga dia suka dong Fin," bisik Kurnia.


"Ya mungkin," sahut Fina yang ikut berbisik.


Mereka berdua tertawa cekikikan yang membuat Arga kebingungan.


"Hati-hati ya Arga," pesan Reza.


Mereka bertiga kembali ke rumah meninggalkan pestanya.


...****************...


Di perjalanan pulang....


"Kalian tadi ngetawain apa?" tanya Arga yang masih penasaran.


"Kak Arga kepo deh," sahut Fina yang masih cekikikan bersama Kurnia.


Arga tak menanggapinya lagi, lagipula itu urusan perempuan jadi tidak ingin ikut campur lagi.


'Tadi waktu aku sama Indri, kok Kurnia tidak cemburu ya? Apa dia tidak menyukaiku?" batin Arga.

__ADS_1


'Apa aku harus menyerah dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan ini? Tapi aku sangat mencintainya dan ingin memilikinya".


__ADS_2